God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Poppy, Si Ratu Rubah Ekor Sembilan.


__ADS_3

Bab 101. Poppy, Si Rubah Ekor Sembilan.


Di markas sementara, tepatnya di Pegunungan Larswood. Saat ini, Dewa Binatang bersama istrinya berada di belakang istana, berkumpul di taman. Sambil bersantai, mereka melihat Tian She Meili yang sedang bermain dengan Lei Jihan.


"Dia sudah datang!" ungkap Bao Yaoyao saat merasakan aura kekuatan Dewa Api Phoniex yang sangat dibencinya.


Dewa Binatang mengangguk sebagai jawaban karena sudah tahu semenjak Dewa Api Phoniex keluar dari altar dimensi di belakang istana Kerajaan Arcadia. Semua istrinya juga tahu dan saat ini sedang mengawasi Dewa Api Phoniex yang telah melukai Mao Zedong.


Bao Yaoyao mengeluarkan sebuah alat yang diberikan oleh Yuke, alat itu pemicu fusi nuklir supaya meledak. Kemudian, ia bertanya kepada Dewa Binatang dan semua saudarinya, "apakah fusi nuklir bisa membunuh mereka?"


Yuke segera menjawab, "tidak bagi setingkat mereka. Tetapi ledakan fusi nuklir bisa melukai jika mereka tidak waspada. Saranku, tekan pemicunya ketika mereka melepaskan kewaspadaannya!"


Kekuatan di atas tingkat Supreme Being (Half God) yang disebut Dewa, ledakan fusi nuklir tidak akan membunuh mereka jika lengah. Walaupun lengah, tidak sampai membunuh Dewa, tapi tetap saja bisa melukainya.


"Setidaknya, membuatnya terluka sudah sedikit mengobati rasa sakit hatiku!" ucap Bao Yaoyao dengan nada kesal sambil melihat ke lokasi berkumpulnya Dewa Api Phoniex dan Mao Zedong.


Siapapun pasti akan marah dan dendam jika merasakan apa yang dialami oleh Bao Yaoyao, hidup sendiri di dalam Pedang Penguasa Api selama ribuan tahun, merupakan satu hal yang sangat menyedihkan. Untung saja, kekuatan telah berada di tingkat Dewa Absolute, jika di bawah Half God, sudah sejak lama telah menjadi tulang belulang di dalam Pedang Penguasa Api.


"Ada waktunya, sabar saja! Jika dia ceroboh, waktunya akan lebih cepat. Tapi, jika dia berhati-hati... Ya, sedikit lebih lama! Tinggal kita tunggu tindakannya setelah kehilangan harta!" ujar Dewa Binatang sambil membelai rambut Bao Yaoyao agar tidak lagi bersedih.


Seandainya Dewa Api Phoniex berniat untuk mencari pelaku pencurian, maka dia sama saja mencari kematian. Namun sebaliknya, jika dia tahu si pelaku adalah orang yang ditakutinya dan buru-buru kembali ke Alam Suci, maka kematiannya bisa tertunda.


Bao Yaoyao merasakan ketenangan dengan belai lembut suaminya. Lalu ia dan semua orang melihat Dewa Api Phoniex...


...****************...


Setelah Raja Guang dan Pangeran Jia memeriksa ruang keenam, mereka segera melapor kepada Dewa Api Phoniex, bahwa ucapan Mao Zedong memang benar, yang mana di ruang keenam tidak ada satupun Roboman dan harta yang berharga.


Dewa Api Phoniex menatap tajam ke arah wajah Mao Zedong, ingin rasanya melampiaskan kemarahannya dengan membunuh orang ini. Berhubungan Mao Zedong adalah bagian dari Ras Iblis, dia mengurungkan niat untuk membunuhnya.


Membunuh Mao Zedong, sama saja memicu kemarahan Maharaja Yaksa, salah satu sosok penguasa yang sangat ditakutinya selain Dewa Binatang dan Kaisar Langit.


"Sungguh kami tidak mengambil harta milik Anda, Dewa! Kami seperti dijebak oleh seseorang agar menjadi kambing hitam. Kemungkinan, peta kuno dan Pedang Penguasa Api yang ditemukan bisa jadi rencana orang itu!" Mao Zedong segera membuka alasan agar tidak membuat Dewa Api Phoniex marah kepadanya.


Di dalam hati Dewa Api Phoniex berkata, "seandainya Dunia Jiwaku luas, aku tidak akan meninggalkan hartaku di sini. Sialan, susah sekali meningkatkan Dunia Jiwaku!"


Menurut pengetahuan Dewa Api Phoniex, Dunia Jiwa memiliki 4 tingkatan, yaitu rendah, menengah, atas dan puncak. Tingkat terendah berukuran kecil seluas 1.000 meter persegi, tidak jauh beda dengan cincin dimensi tingkat tinggi. Dan, milik Dewa Api Phoniex berada di tingkat terendah.

__ADS_1


"Jika kau tidak mau disalahkan, cari orang itu! Dan mulai saat ini, kau dan seluruh Ras Iblis di Galaksi Arcadia, harus tunduk kepadaku. Selama hartaku belum didapatkan kembali, aku akan tetap berada di sini!" keputusan Dewa Api Phoniex yang memberikan tugas kepada Mao Zedong, serta melucuti kekuasaan Ras Iblis agar tidak lagi berkuasa.


Keputusan ini jelas membuat Mao Zedong dan rombongannya menahan amarah, tetap mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kalah dalam hal kekuatan. Seandainya Dewa Api Phoniex tidak datang, Galaksi Arcadia sedikit lagi dalam genggaman Mao Zedong dan Ras Iblis.


Tunduk kepada Dewa Api Phoniex, sama saja menjadi budak, suatu kondisi yang sangat tidak diinginkan oleh Ras Iblis, ras yang seharusnya menjadi penguasa tunggal bagi Ras Manusia.


"Terima kasih atas belas kasihan Dewa kepada kami! Saya akan mencari pelakunya sesuai perintah. Dan untuk perihal Kerajaan Matahari Terbit yang berkoalisi dengan Kerajaan Arcadia, saya minta waktu untuk berdiskusi dengan para pejabat, dan juga perlu untuk mengabarkan berita ini kepada seluruh penduduk. Kalau begitu, kami undur diri agar bisa segera mencari si pencuri. Permisi!" Diakhiri kata, Mao Zedong menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.


"Aku tunggu beritanya secepat mungkin! Batas waktumu 5 hari, dimulai hari ini," ucap Dewa Api Phoniex mengizinkan Mao Zedong pergi.


Segera Mao Zedong dan rombongannya meninggalkan ruang harta keenam dengan terburu-buru. Melihat ketakutan mereka, Dewa Api Phoniex tersenyum sinis, ada rasa bangga karena masih ditakuti oleh Ras Iblis.


"Bagaimana dengan ruang terakhir?" tanya Dewa Api Phoniex kepada Raja Guang.


"Maaf, leluhur! Ruang itu belum saya periksa!" jawab Raja Guang.


"Semoga saja mesin itu tidak diambil!" harapan Dewa Api Phoniex dengan nada cemas.


Lalu dia buru-buru menuju ke ruang harta terakhir dan diikuti oleh keturunannya. Baru saja beberapa meter terbang, dia berhenti sambil menoleh ke belakang, namun tidak melihat seseorang selain keturunannya.


Dewa Api Phoniex merasa ada banyak mata yang sedang mengawasinya. Namun aneh karena tidak ada orang lain di tempat ini. Dia segera mengaktifkan Mata Dewa untuk memeriksa ruang hartanya, tetapi tetap saja tidak melihat siapapun.


"Ada apa, Leluhur?" tanya Raja Guang.


Namun kembali terhenti ketika Pangeran Jia berbicara, "tunggu Leluhur... Lihat di pasir, banyak jejak kaki!"


Dewa Api Phoniex dan rombongannya segera melihat disekitarnya, yang mana ada banyak jejak langkah kaki. Melihat itu, sudah dipastikan si pencuri tidak hanya satu orang, dan kemungkinan besar lebih dari 100 orang.


Teringat di ruang keenam ada banyak Roboman yang berada di bawah tanah, Dewa Api Phoniex segera melihat ke dalam pasir. Raut wajahnya semakin tidak sedap dipandang, sebab Roboman yang dikhususkan untuk membunuh pencuri tidak ada satupun.


Seketika itu dia juga teringat akan Pedang Penguasa Api ciptaan Bao Yaoyao yang masih dibawa oleh Mao Zedong, dan membuat menepuk jidat sendiri. Tindakannya membuat semua orang keheranan.


"Ada apa, Leluhur?" tanya Raja Guang.


"Aku lupa meminta Pedang Penguasa Api milikku!" jawab Dewa Api Phoniex, lalu melihat ke arah Pangeran Jia, "tugasmu, ambil pedang itu. Jika mereka tidak mau, segera lapor, maka hari itu juga aku secara pribadi akan memberikan hukuman!" perintahnya.


Baginya, Pedang Penguasa Api tidaklah berharga dan hanya sebagai kunci. Tetapi yang berharga ada di dalamnya, yang tidak lain adalah Bao Yaoyao. Karena Bao Yaoyao memiliki garis darah murni Ras Phoenix, maka darahnya bisa memberikan kekuatan.

__ADS_1


"Laksanakan, Leluhur!" dengan segera Pangeran Jia menerima tugas ini, dia masih menyimpan dendam kepada Putri Yu Jie yang membuatnya malu dihadapan Gong Fang.


Setelah kepergian Pangeran Jia beserta para pengawalnya, Dewa Api Phoniex kembali terbang dan diikuti rombongannya...


Mao Zedong telah keluar dari gua harta dan sudah sangat jauh dari wilayah Kota Chu. Ya, mereka tergesa-gesa meninggalkan wilayah Kerajaan Arcadia. Saat ini, mereka dekat dengan markas milik Dewa Binatang.


Di perjalanan melewati jalur yang tidak dilalui oleh siapapun, Putri Yu Jie yang menyimpan banyak pertanyaan segera bertanya, "Kakek, apa yang harus kita lakukan saat ini? Jujur saja, aku tidak ingin tunduk kepada mereka!"


Mao Zedong menghela nafas berat. Sejujurnya dia juga tidak mau menerima keputusan Dewa Api Phoniex yang sepihak, dengan kata lain menjadi budak.


"Kembali bersembunyi seperti dulu... Meningkatkan kekuatan dan kembali muncul setelah mampu mengalahkan mereka. Aku melakukan ini untuk mengurangi jumlah kematian di pihak kita. Selain itu, aku juga tidak ingin ras kita menjadi budak manusia!" jawab Mao Zedong.


Putri Yu Jie, Raja Genjo dan rombongannya terlihat sedih karena harus kembali bersembunyi. Tetap, rencana leluhurnya memang langkah yang tepat untuk sementara waktu ini.


"Jadi kita tidak perlu mencari si pencuri itu?" tanya Raja Genjo.


"Buat apa mencarinya? Kita tidak memiliki petunjuk siapa pencurinya, dan tidak perlu repot-repot mencarinya karena hari ini juga kita kembali ke tempat persembunyian!" ungkap Mao Zedong.


"Kalau begitu, saya segera mengabarkan perintah ini kepada penduduk. Leluhur, saya izin pergi terlebih dahulu!" pamit Raja Genjo yang akan mengatur semuanya sebelum Dewa Api Phoniex mengetahui rencana ini.


Mao Zedong mengangguk sebagai jawaban. Lalu segera Raja Genjo memberikan tugas kepada pasukannya untuk mengabarkan perintah bersembunyi. Setelah itu, dia terbang dengan kecepatan penuh dan meninggalkan Mao Zedong serta putrinya.


Setelah kepergian mereka, Mao Zedong dan cucunya terkejut karena muncul dihadapannya seorang wanita cantik, usianya tampak seperti gadis berumur 17 tahun, telinga tampak jelas seperti binatang rubah, pakaiannya serba hitam, rambut putih dan panjang.


"Siapa kamu?" tanya Mao Zedong yang tidak bisa melihat kekuatan wanita cantik ini, sudah bisa ditebak kekuatannya lebih tinggi.


"Jangan takut! Panggil saja aku Ratu Rubah, namaku Poppy!" jawab wanita itu dengan nada lembut sambil melihat Putri Yu Jie.


Poppy adalah istri dari Dewa Binatang, dan memang ia adalah Rubah ekor sembilan. Dulu, pertemuan mereka sewaktu di Benua Venus. Waktu itu, Dewa Binatang mendapatkan telur dari hasil kemenangan lelang, dan di dalam telur itu adalah Rubah ekor sembilan yang diberi nama Poppy.


Saat ini, kekuatan Poppy di atas Mao Zedong, tingkat True Gama. Oleh sebab itu kekuatannya tidak bisa diukur oleh Mao Zedong.


"Ratu Rubah?" ujar Mao Zedong yang keheranan, sebab di Galaksi Arcadia tidak pernah ada manusia rubah.


"Apa tujuan Anda menghadang jalan kita?" tanya Mao Zedong.


Poppy tersenyum manis sambil duduk di batang kayu, lalu dia menjawab, "aku tahu masalahmu dan bisa membantu kalian. Tenang saja, aku tidak akan mengambil keuntungan apapun darimu sebab musuh kita sama! Bisakah kamu bekerja sama?"

__ADS_1


Mao Zedong dan cucunya memikirkan perkataan si Poppy. Kemunculannya di saat seperti ini sungguh mencurigakan, walaupun perkataannya menyakinkan bahwa tidak akan mengambil untung apapun.


__ADS_2