
Bab 208. Kedatangan Musuh Baru.
Dewa Abadi membuat Formasi Array tingkat Supreme Formasi God tahan puncak di wilayah Sungai Batas, tepatnya di tempat Naga Mengigit Ekor. Di sisi kanan kiri dari Sungai Batas adalah tebing tinggi yang mendukung pembuatan Formasi Array.
Tujuannya membuat Formasi ini untuk menguji kemampuan anggota baru yang akan direkrut. Hal ini pernah dibuat oleh Dewa Abadi ketika berada di Benua Dewa di Galaksi Aurora, hanya berbeda tingkatan formasinya, yaitu Piramida Ujian.
Dewa Abadi tidak sendirian, ia bersama dengan istri dan anak-anaknya yang ingin melihatnya, bahkan Dewi Kecantikan, Maharani Shiwu dan Kaisar Giok dan banyak orang juga mengikutinya.
"Akan diberi nama apa kali ini?" tanya Yuna Aurora sebelum Dewa Abadi mulai membuat Formasi Array.
"Tempat ini akan menjadi tempat ujian bagi siapapun yang akan menjadi bagian dari Istana Langit, Istana Yaksa, dan anggota baru Pengadilan Surga. Aku beri nama... Piramida Formasi Nonagon (Segi Sembilan). Setelah aku membuatnya, nanti ku jelaskan fungsinya!" jawab Dewa Abadi, lalu melihat anak-anaknya yang membawa bendera Formasi Array dan material lainnya.
Kesembilan anak-anaknya terbang ke titik yang telah ditentukan, membentuk Formasi Nonagon. Semua orang melihat mereka yang membuat lubang di tanah untuk menanam bahan-bahan Formasi Array.
Setelah anak-anaknya selesai menanam bahan-bahan Formasi, Dewa Abadi melayang ditengah-tengah Formasi itu sambil memejamkan mata. Kemudian, tiba-tiba tebing tinggi diantara Sungai Batas bergetar.
Semua orang melihat bebatuan tebing tinggi itu bergerak naik, dan meledak menjadi jutaan ton kerikil. Setelah itu, bahan-bahan Formasi Array yang telah dipendam mengeluarkan sembilan sinar yang melesat ke langit, dan menyatu di satu titik di atas kepala Dewa Abadi.
Kemudian, sinar itu menyinari jutaan ton kerikil. Tidak berselang lama, kerikil itu bergerak-gerak dan membentuk balok kotak-kotak. Balok-balok batu itu melayang di udara, dan bergerak membentuk struktur luar dari piramida yang tersusun ke atas.
Tidak butuh waktu lama, dari bebatuan tebing tinggi, kini telah menjadi piramida besar yang memiliki sembilan lantai, 36 pintu, dan setiap pintu itu tidak saling terhubung. Ukurannya sedikit lebih lebar dari Sungai Batas, dan ketinggian mencapai lebih dari 1.800 meter. Setiap pintunya setinggi 9 meter dengan lebar 4,5 meter.
Piramida Formasi Nonagon itu mampu melayang karena adanya energi dari bahan-bahan yang telah dipendam sebelumnya. Bahan-bahan Formasi Array itu akan terus menyerap energi disekitarnya untuk menopang Piramida Formasi Nonagon agar tetap melayang di udara.
Orang yang melihatnya berdecak kagum melihat disetiap balok-balok itu terdapat ukiran Naga Mengigit Ekor yang saling terhubung, melingkari piramida. Dan inilah kehebatan seseorang ahli Formasi Array tingkat Supreme Formasi God, membuat sesuatu dengan cepat hanya dengan menggunakan pikirannya.
"Piramida Formasi Nonagon ini diperuntukkan untuk siapapun yang akan diuji, tidak harus memiliki kekuatan tinggi, orang biasa pun bisa masuk untuk melewati ujian mental. Tempat ini menguji sifat setiap peserta yang tersembunyi sebelum menjadi anggota resmi...," penjelasan Dewa Abadi yang panjang lebar tentang Piramida Formasi Nonagon.
Kemudian, si Yuke melanjutkan penjelasannya karena telah memahami tujuan Dewa Abadi membuka piramida ini. Semua pemimpin Alam Suci mendengarkan dengan seksama.
"Ayah, biarkan aku yang terlebih dahulu memasuki piramida ini!" pinta seorang wanita muda, dia adalah putri dari Qin Diao Chin, namanya Shimo Qin Diao. Kecantikannya tidak kalah dari ibunya.
Semua istri Dewa Abadi mengusulkan untuk tidak lagi menggunakan nama marga Tian dan Zhi dikarenakan ingin lepas dari keluarga besarnya di Alam Kudus. Dan, nama Shimo dijadikan nama marga bagi keturunan Dewa Abadi semenjak kelahiran Putri Aurora, anak dari Yuna Aurora dan Dewa Abadi.
Seperti kutukan, Dewa Abadi tidak lagi memiliki seorang putra, dan semua anaknya berjenis kelamin perempuan. Putra satu-satunya adalah Xiang Ri Kui yang telah meninggal dunia sejak lama.
Dewa Abadi mengangguk sebagai jawaban. Segera Shimo Qin Diao terbang menuju ke pintu masuk pertama di Piramida Formasi Nonagon. Putri Aurora yang nama lengkapnya adalah Shimo Aurora juga segera menyusul. Satu per satu semua anak-anaknya mengikuti Shimo Qin Diao, mereka masuk ke pintu yang berbeda, tetapi mereka tidak bisa masuk ke pintu ke dua sebelum melewati ujian di pintu pertama.
Setelah mendapatkan penjelasan dari si Yuke, Maharani Shiwu dan Kaisar Giok berdiskusi tentang Piramida Formasi Nonagon. Piramida ini akan dijadikan tempat untuk menguji setiap anggota baru, mengatur jadwal ujian agar tidak bertabrakan dengan kepentingan dua penguasa dan pendukungnya.
Dewa Abadi segera mengendalikan elemen tanah untuk mengganti bukit tinggi yang telah dihancurkan. Bukit tinggi itu merupakan pelindung daratan agar tidak diterjang air sungai yang sewaktu-waktu bisa meluap.
Tindakan Dewa Abadi yang membuat dinding pelindung dari tanah di tepi Sungai Batas bukanlah sesuatu yang mengagumkan semua orang, sebab banyak orang yang juga memiliki kemampuan dalam mengendalikan elemen tanah.
Yuna Aurora dan semua saudarinya menyusul putri-putrinya yang sudah memasuki pintu pertama dari Piramida Formasi Nonagon. Demikian juga dengan semua orang dari Alam Suci yang banyak mengikuti mereka.
Dewa Abadi sang pencipta jelas tidak perlu menguji dirinya sendiri, sebab tahu apa yang ada di dalam piramida ini. Dia justru menjauhi piramida, menuju ke tepi sungai dan mengeluarkan joran pancing. Dia memancing ikan untuk hiburan semata.
Walaupun terlihat sedang memancing ikan, dia sebenarnya memikirkan tujuannya. Musuhnya di Alam Kudus sudah pasti tahu bahwa dirinya telah berhasil melewati sembilan tantangan. Dan anehnya, kenapa mereka tidak melakukan tindakan apapun.
__ADS_1
Seandainya musuhnya tidak menghendaki Dewa Abadi menuju ke Alam Kudus, seharusnya sudah mengutus orang kuat untuk membunuhnya. Tetapi, dia tidak melihat tanda-tanda musuhnya bertindak.
"Apa yang mereka rencanakan?" gumam Dewa Abadi sambil menarik joran pancing ketika disambar oleh ikan besar.
"Sesuatu yang tidak diketahui memang mengesalkan!"
Dewa Abadi melirik ke arah kiri, di mana Dewi Kecantikan yang berbicara. Dewi Kecantikan mendengar gumaman Dewa Abadi yang ditujukan kepada pihak Alam Kudus.
Setelah melepaskan ikan yang terpancing.ke sungai, Dewa Abadi duduk di kursi santai dengan kaki selonjoran.
"Buat apa memancing ikan? Hanya membuat waktu saja!" ucap Dewi Kecantikan yang heran ada seorang Dewa memancing ikan, padahal banyak hal yang bisa dilakukan.
Ia mengeluarkan kursi santai dan meletakkan di sisi kiri Dewa Abadi, dan duduk sambil melihat ke arah pelampung pancing.
"Aku bisa saja melihat ke dalam sungai, dan ikan apa yang akan memakan umpan, namun aku tidak melakukannya. Tahu apa tujuanku?" tanya Dewa Abadi.
"Membuang waktu!" jawab Dewi Kecantikan.
"Ya, jika dilihat menurut pandangan umum...! Aku sedang menerka-nerka apa yang akan memakan umpan. Seandainya aku tahu, apa gunanya aku bertanya-tanya!" jelas Dewa Abadi yang membingungkan Dewi Kecantikan.
"Maksud Anda apa?" tanya Dewi Kecantikan sambil menatap wajah Dewa Abadi yang sedang memejamkan mata.
"Aku hanya perlu bersabar untuk melihat pergerakan pelampung, dan momentum yang tepat untuk menarik joran pancing. Joran pancing ini tidak sekedar alat untuk mempermudah menarik ikan, melainkan untuk mengetahui seberapa besar perlawanan ikan...," jelas Dewa Abadi sambil menunjuk ke arah pelampung pancing yang bergerak-gerak.
Dewi Kecantikan melihat ke dalam air, dan kail pancing dipermainkan oleh beberapa ekor ikan yang tidak segera memakan umpan. Ia masih belum paham dengan ucapan Dewa Abadi walaupun tahu ikan apa itu. Tetapi, dia memikirkan ucapannya berulangkali.
"Kapan terakhir kali pihak Alam Kudus mengunjungi Alam Suci?" tanya Dewa Abadi.
"Terakhir... Semenjak tiga utusan dari Kuil Alam Kudus yang tewas di Medan Perang Samudera Hitam!" jawab Dewi Kecantikan sebelum memahami ucapan Dewa Abadi.
Dia duduk dan menatap tajam Dewa Abadi yang seakan-akan sedang tertidur. Lalu dia segera menarik joran pancing yang ditarik oleh ikan besar. Dengan sekali sentakan, ikan besar keluar dari dalam air dan menggelepar di tanah. Baginya, tidak ada sensasi apapun saat mendapatkan ikan besar.
Karena penasaran yang membuat kaum pria yang suka memancing, Dewi Kecantikan yang baru pertama kali memancing ikan, segera memotong-motong ikan untuk dijadikan umpan. Lalu memasang potongan daging ikan di mata kail pancing, dan melemparkan senar joran pancingnya.
"Menunggu umpan dimakan sangat membosankan!" ucap Dewi Kecantikan sambil memegang joran pancing.
Sayangnya, Dewa Abadi tidak membalas ucapannya. Yang tidak diketahui oleh Dewi Kecantikan, dia melepaskan rohnya untuk melihat seluruh wilayah Alam Suci.
Karena bosan tidak segera mendapatkan ikan, Dewi Kecantikan meletakkan joran pancing dan kembali menyandarkan tubuhnya di kursi santai, menatap ke arah Piramida Formasi Nonagon. Dia mengurungkan niat yang ingin menguji piramida itu, sebab melihat kesempatan saat Dewa Abadi tidak dikelilingi oleh istrinya.
"Dulu, Maharaja Yaksa selalu menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya. Namun, sesaat berhadapan dengan Anda, suamiku selalu gagal mencapai tujuannya. Seandainya tidak ada perjanjian dengan Kaisar Langit, dia sudah lama bertindak sendiri untuk mengalahkan Anda!" ungkap Dewi Kecantikan.
Dia tahu apapun yang dilakukan oleh Maharaja Yaksa yang menginginkan semua Artefak Alami, dan Dewa Abadi menjadi target utama karena memiliki banyak artefak. Namun, dia tidak pernah ikut campur dalam urusan Maharaja Yaksa.
Karena tidak mendapatkan tanggapan dari Dewa Abadi, Dewi Kecantikan menjadi kesal. "Apakah aku tidak cantik lagi?" batinnya sambil menatap wajah Dewa Abadi.
Dia mengerutkan keningnya saat melihat senyuman Dewa Abadi yang seakan-akan mengejeknya. Menurutnya, kecantikannya tidak kalah dari Yuna Aurora dan semua istri Dewa Abadi, dan masih mampu bersaing.
"Akhirnya datang juga," kata Dewa Abadi sambil membuka matanya, lalu duduk dan melihat ke arah langit.
__ADS_1
Dewi Kecantikan menjadi serius saat melihat sebuah sinar melesat ke arah Alam Suci, seperti komet yang akan datang. Semakin dekat, dia mulai merasakan aura kekuatan dari sinar itu. Tetapi masih belum mengetahui kekuatan sinar itu karena masih sangat jauh.
"Sinar apa itu?" tanya Dewi Kecantikan yang merasakan bahaya.
"Nanti juga akan tahu!" sahut Dewa Abadi dan kembali menyandarkan tubuhnya di kursi santai.
Karena saking jauhnya sinar yang berasal dari Alam Kudus, diperkirakan akan tiba di Alam Suci kurang dari 20 tahun, menurut perhitungan waktu di Alam Suci yang tidak memiliki konsep waktu, tetapi tetap ada hari siang dan malam karena adanya matahari seperti halnya Dunia Jiwanya.
Tetapi, waktu 20 tahun itu sangatlah singkat bagi seseorang yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Sejati, dan perjalanan sinar itu sangatlah cepat. Dalam waktu itu, Dewa Abadi memiliki banyak kesempatan untuk melatih anggota baru yang akan datang.
Semua istri dan anak-anaknya telah keluar dari dalam Piramida Formasi Nonagon. Raut wajah mereka terlihat senang karena berhasil melewati banyak ujian. Mereka segera menemui Dewa Abadi yang sedang bersama dengan Dewi Kecantikan.
Putri Aurora langsung memeluk ayahnya tanpa sungkan dilihat Dewi Kecantikan. Justru ia menjulurkan lidahnya untuk mengejek Dewa kecantikan yang tertarik dengan ayahnya.
Dewi Kecantikan berpura-pura mengabaikan ejekan Putri Aurora, padahal hatinya sangat kesal. Dia melihat semua putri dari Dewa Abadi saling berganti memeluk.
Tiba-tiba, Putri Shimo Yuke Felicia, putri dari Yuke dan Dewa Abadi, bertanya kepada Dewi Kecantikan, "Bibi suka ya sama Ayahku?"
Dewa Abadi tertawa sambil memeluk putrinya ini. Dia melihat Dewi Kecantikan yang wajahnya menjadi merah karena malu.
Kemudian, Dewa Abadi mengatakan kepada semua orang bahwa musuh akan segera tiba di Alam Suci, dia menunjukkan sinar itu. Tian She Meili yang memiliki Mata Surgawi dengan jelas melihat sinar itu. Yang ternyata, sinar itu adalah seseorang pria muda tampan, kekuatannya lebih kuat dari suaminya.
Walaupun wajah musuhnya itu tampan, tetap saja tidak mengalahkan Dewa Abadi, dan Tian She Meili tidak sedikitpun tertarik, bahkan tidak khawatir jika suaminya dikalahkan.
Semua istri Dewa Abadi tahu bahwa suaminya memiliki kekuatan baru sebagai identitas dan ciri khasnya, yaitu Kekuatan Jiwa Semesta. Kekuatan ini mampu mengalahkan musuh yang lebih kuat.
"Ruler Of The Universe level 8," kata Tian She Meili.
Ucapannya dengan jelas didengar oleh Dewi Kecantikan, Maharani Shiwu dan Kaisar Giok. Mereka jelas ketakutan karena kekuatan itu mampu menghancurkan Alam Suci dengan mudah. Anehnya, mereka melihat keluarga besar Dewa Abadi tetap tenang, bahkan masih sempat bercanda.
"Apakah kekuatan Anda di atas orang itu?" selidik Dewi Kecantikan.
"Di bawahnya!" jawab Putri Aurora tanpa sedikitpun khawatir, bahkan ucapannya terkesan berbohong.
Karena Putri Aurora yang di anggap masih muda, Dewi Kecantikan, Maharani Shiwu dan Kaisar Giok tidak mengambil pusing. Mereka yakin bahwa Dewa Abadi mampu mengatasi orang dari Alam Kudus....
Waktu berlalu lebih dari 3 bulan di Alam Suci. Banyak orang yang berasal dari Planet Petir telah berdatangan, diantara mereka ada juga Permasuri Olive dan Putri Floryn. Ibu dan anak itu segera menemui Dewa Abadi.
Dewa Abadi, istri dan anak-anaknya menyambut kedatangan mereka. Tanpa sungkan, Putri Floryn dan Permasuri Olive memeluk erat Dewa Abadi secara bergantian, sebab mereka sangat merindukannya.
Di bulan berikutnya, datang banyak orang yang mencapai miliaran jiwa dari Planet Aurora, dan mereka semua kenal dengan Dewa Binatang, dan mereka belum tahu nama baru dari pemimpinnya ini.
Murid-murid Kaisar Agung (Dewa Abadi) juga datang, mereka adalah Yuan Shao, Yang Wei, Lu Bai, Yu Guan dan sahabatnya si Ceng Fu.
Kedatangan mereka juga disambut dengan hangat oleh Dewa Abadi dan Yuna Aurora sebagai penguasa Planet Aurora. Kemudian, setelah semua berkumpul, Dewa Abadi mengutarakan tujuannya memanggil mereka, yaitu melatih mereka menjadi pasukan terkuat di dunia ini untuk berperang dengan Alam Kudus.
Namun, sebelum dilatih di dalam Dunia Jiwanya, mereka harus melewati ujian di Piramida Formasi Nonagon untuk menentukan setiap bakat dan kemampuan.
Semua orang yang baru datang segera menuju ke Piramida Formasi Nonagon, mereka tidak perlu beristirahat karena ingin menjadi andalan bagi Dewa Abadi, walaupun tahu peperangan yang akan datang akan merenggut nyawanya. Dan, inilah tujuan mereka berkultivasi, melawan kejahatan yang mempermainkan kehidupan di dunia ini.
__ADS_1