
Bab 247. Kehebatan Tombak Jiwa Berlian Petir.
Ling An berada di kamar sebelah, berdampingan dengan kamar yang disewa oleh Tian Bo. Dengan wujudnya menjadi udara dan menggunakan Mata Surgawi, ia melihat Tian Bo duduk bersila di lantai, demikian juga dengan kedua pegawai wanita Mansion Bunga Melati. Mereka bertiga saling berhadapan dengan telapak tangan bersentuhan.
"Ini sudah yang ke-146 kalinya... Apakah kali ini akan berhasil?" tanya pegawai wanita berambut panjang berwarna abu-abu, sebut saja namanya Mein .
"Semoga saja, Mein! Tapi aku yakin dalam beberapa kali percobaan akan berhasil!" jawab Tian Bo penuh keyakinan sambil menatap wajah ayunya.
"Jika berhasil, apakah kamu melupakan kita?" tanya pegawai wanita yang lain, ia dipanggil dengan nama Xuanyu.
"Tentu tidak. Berhasil atau tidak, kalian akan tetap menjadi kekasihku!" jawab Tian Bo yang segera memegang erat tangan Xuanyu dan Mein.
"Bagaimana dengan Nona Xiu Juan, apakah dia tidak cemburu dan marah?" Xuanyu ingin kepastian tentang janji Tian Bo.
"Dia... Aku mendekatinya hanya karena untuk mempelajari Teknik Tidak Tersembunyi dan Kitab Segel Ilahi. Jika bukan karena itu, buat apa aku mengejar wanita munafik?" ungkap Tian Bo agar kedua pegawai wanita ini memercayainya dengan menjelekkan Zhi Xiu Juan.
Teknik Tidak Tersembunyi adalah kemampuan untuk membaca pikiran dan ingat seseorang. Teknik ini diciptakan oleh Zhi Houcun (Dewa Alam) ayah dari Zhi Xiu Juan. Teknik ini diturunkan kepada Dewa Abadi ketika berada di Benua Jiang Shan sebelum menjadi Dewa Binatang.
Sedangkan Kitab Segel Ilahi adalah segel keluarga besar yang biasanya digunakan oleh Dewa Binatang Yang Abadi kepada keluarga barunya. Segel ini diciptakan oleh Guan Shilin ibu dari Zhi Xiu Juan. Tujuannya menciptakan segel ini agar pihak keluarganya dan anggota baru tidak berkhianat kepadanya.
Ada 4 tingkatan segel, dan semua segel itu mampu meningkatkan kekuatan seseorang yang mendapatkan Segel Yin Yang. Biasanya, Dewa Abadi memberikan segel ilahi di bagian pusar istrinya.
Karena Kitab Segel Ilahi inilah, tercetus ide dari Tian Bo untuk menciptakan Kitab Kultivasi Ganda, tanpa harus berhubungan badan. Namun saat ini, dia belum berhasil menciptakan apa yang diinginkannya.
Oleh karena itu, Tian Bo selalu berusaha untuk mendekati Zhi Xiu Juan untuk mempelajari Kitab Segel Ilahi. Risetnya selalu gagal dikarenakan kurangnya pemahaman tentang kitab tersebut.
Lahirnya Dewa Binatang Yang Abadi juga karena Kitab Kultivasi Ganda yang termotivasi dari Kitab Segel Ilahi. Lahirnya Tian Zhi Shimo tanpa melakukan hubungan badan.
"Baiklah, ayo kita mulai! Seperti biasanya, bayangkan jika kamu sedang bercinta tanpa bersentuhan badan. Gunakan energi spiritual sebagai jembatan penghubung. Di saat *******, alirkan Energi Yin kepadaku!"
Tian Bo sedikit memberikan arahan kepada Xuanyu dan Mein agar tidak terus-menerus bertanya tentang Zhi Xiu Juan. Di hatinya, sebenarnya sudah jatuh cinta kepada Zhi Xiu Juan, namun selalu ditepis saat teringat akan tujuannya.
Ling An yang mendengar obrolan mereka, tiba-tiba hatinya terasa sakit karena Tian Bo memiliki tujuan buruk kepada Zhi Xiu Juan. Perasaannya ini terasa aneh karena baru pertama kali bertemu, dan bertekad untuk membunuh Tian Bo.
Bai Ge yang mengetahui apapun di luar Dunia Jiwa milik Dewa Abadi, dan juga mendengar obrolan Tian Bo. Karena jiwa dan raganya terhubung dengan Dewa Abadi, ia juga merasakan hal yang sama sepertinya.
"Dia itu adalah penyebab kematian pertamamu. Bunuh, cepat bunuh dia!" teriakan Bai Ge yang tahu masa silam Dewa Abadi sehingga dirinya ada di dunia ini sebagai Kuasi Petir Semesta.
Sayangnya, teriakan tidak didengarkan oleh Ling An, sebab Dunia Jiwanya disegel oleh Kitab Suci, dan hanya bisa diakses oleh Bai Ge. Bai Ge bisa berkomunikasi telapati dengan Dewa Abadi atas kehendaknya sendiri, dan juga bisa keluar masuk jika nyawa Ling An dalam bahaya.
Dia sengaja tidak berkomunikasi telepati dengan Ling An untuk membunuh Tian Bo, sebab kekuatan mereka berdua terpaut jauh.
Ling An melihat kedua wanita memejamkan mata. Karena dirinya memiliki kemampuan membaca pikiran dan ingatan, dia bisa melihat pikiran kedua wanita itu yang membayangkan sedang bercinta dengan Tian Bo, seakan-akan pikiran wanita itu seperti sebuah film.
Perlahan nafas kedua wanita itu mulai memburu karena di dalam bayangannya seolah-olah menjadi nyata. Dari mulut kedua wanita itu mengeluarkan suara menggoda pria saat bercinta, suara lenguhan.
Tian Bo dengan sabar menunggu reaksi kedua wanita itu yang akan mencapai puncak kenikmatan. Mencium aroma kewanitaan, dia segera mengingatkan kedua wanita itu, "alirkan Energi Yin!"
Mendengar suaranya, kedua wanita itu mengalirkan Energi Yin melalui media energi spiritual. Dari kedua telapak tangan mereka berdua yang bersentuhan dengan Tian Bo, terlihat aliran energi spiritual yang saling terhubung berubah warna, dari warna bening menjadi putih susu.
Oleh Tian Bo, kedua energi itu diserap dan dikumpulkan di dalam dantian-nya. Ketika diserap, kedua wanita itu melenguh panjang karena mencapai puncak kenikmatan.
Seketika tubuh mereka ambruk ke belakang, wajah pucat seperti kehabisan energi spiritual, bahkan tidak sanggup lagi menggerakkan tubuhnya, tapi mereka tersenyum puas karena mencapai kenikmatan. Karena kelelahan, mereka tertidur pulas tanpa mengganti pakaian yang basah oleh keringat.
__ADS_1
Tian Bo tersenyum tipis karena kedua wanita itu mau-maunya menjadi bahan risetnya. Yang tidak diketahui oleh kedua wanita itu, dia tidak hanya menyerap Energi Yin saja, melainkan menyerap kekuatan mereka secara perlahan.
Senyumannya seketika menghilang karena merasakan ada seseorang yang mengawasi di sebelah kamarnya. Dengan menggunakan Mata Dewa, Tian Bo melihat ke kamar sebelah, namun tidak melihat apapun selain kamar kosong.
Setelah tidak ada orang yang mengawasinya, rasa dimata-matai sirna. Membuatnya heran karena ini baru pertama kali dialaminya. Biasanya, jika ada seseorang yang memata-matai, Mata Dewa-nya bisa melihat si pelakunya.
Dia belum mengetahui jika Ling An orang yang mengawasi sudah berada di belakangnya dengan membawa belati tajam.
"Mungkin perasaanku saja!" gumamnya yang menepis kekhawatirannya. Dia khawatir jika ada seseorang yang ingin mencuri metodenya ini.
Kemudian, dia melihat kedua wanita itu, lalu memasukkan Pil Pemulih Energi ke dalam mulut mereka berdua. Setelah beberapa saat, kondisi kedua wanita itu telah pulih.
Sebelum wanita itu bangun, Ling An yang berada di belakang Tian Bo segera mengarahkan ujung belati ke tengkuk leher targetnya.
Merasakan nyawanya dalam bahaya, Tian Bo segera bereaksi dengan berubah menjadi kabut hitam dan menjauh. Ling An jelas terkejut melihat target karena memiliki kemampuan yang hampir sama dengannya. Karena gagal membunuh, dia segera menggunakan skill teleportasi.
"Sialan!!" umpatan keras dari Tian Bo yang hampir saja terbunuh, ia melihat ke lokasi orang yang hampir membunuhnya.
Merasakan energi dari skill teleportasi, dia segera mengikutinya. Wujudnya yang menjadi kabut hitam menghilang tepat di posisi terakhir Ling An berdiri.
Teriakan Tian Bo membuat penjaga Mansion Bunga Melati berdatangan. Mereka segera membuka pintu kamar dengan paksa karena terkunci. Di dalam kamar, mereka melihat Xuanyu dan Mein yang baru saja duduk...
Ling An muncul di tempat yang tidak diketahui karena menggunakan skill teleportasi secara acak. Saat ini, dia berada di daratan bersalju di sisi Timur Laut dari pusat Suku Fanchen.
Dia segera mundur karena titik kemunculannya mengeluarkan kabut hitam. Setelah kabut hitam itu keluar, wujudnya berupa menjadi asli Tian Bo.
"Jadi kau?!" bentakan Tian Bo yang mampu melihat wujud Ling An yang menjadi udara karena kekuatannya lebih tinggi.
Tian Bo melihat Tombak Jiwa Berlian Petir yang mengeluarkan aura yang sangat kuat. Muncul keserakahannya untuk mendapatkan tombak itu.
"Kenapa kau ingin membunuhku? Siapa orang yang membayarmu?" Tian Bo mencecar pertanyaan sebelum menyerang Ling An.
"Tuanmu!" jawab singkat Ling An yang asal, lalu memegang erat-erat tombaknya.
"Tuanku? Guru Shen? Tidak mungkin, kau pasti memfitnahnya. Kurang ajar kau?!" bentakan keras dari Tian Bo yang jelas tidak mempercayai jawaban Ling An.
Sebelum menyerang Ling An, Tian Bo mendongak karena awan hitam berdatangan dari segala arah, terpusat di daratan bersalju. Di awan hitam itu bermuculan petir tujuh warna dan api yang sangat mengerikan.
Lalu dia melihat Ling An yang tubuhnya terselimuti oleh petir dan api. Dia ketakutan karena lawannya yang lemah ini memiliki kemampuan hebat. Dia melihat Tombak Jiwa Berlian Petir yang merupakan sumber energi kekuatan yang dimiliki oleh Ling An.
"Senjata jenis apa itu!" batin Tian Bo yang tidak pernah melihat senjata sehebat ini, lebih hebat dari Artefak Alami miliknya.
Dia buru-buru mengeluarkan Artefak Alami jenis senjata tombak. Namun, tombaknya gemetaran seolah-olah ingin melepaskan diri dari pegangan tangannya. Tidak ingin senjatanya terlepas, dia memegangnya dengan sangat erat. Namun, senjatanya melawan dengan mengeluarkan api.
"Arghh...!?" teriakan Tian Bo saat tangannya terbakar, api yang tidak mampu ditahannya.
Karena rasa sakit tangannya terbakar, terpaksa ia melepaskan tombaknya. Tombaknya melesat ke arah Ling An, yang sedang menghunuskan ujung tombak ke arahnya.
Tian Bo akhirnya tahu siapa orang yang menyebabkan senjatanya berontak. Lalu melihat senjatanya itu menyatu dengan Tombak Jiwa Berlian Petir. Dampaknya, aura kekuatan Tombak Jiwa Berlian Petir semakin kuat dan mengerikan.
Ternyata, tidak hanya Tian Bo yang kehilangan senjata, tetapi setiap jenis Artefak Bintang dan Artefak Alami melarikan diri dari pemiliknya, menuju ke daratan bersalju. Semua orang yang memiliki Artefak Bintang dan Artefak Alami jelas tercengang, mereka segera mengejar senjatanya itu.
"Kau harus mati!" ujar Ling An ketika Tian Bo syok melihat senjatanya yang menyatu dengan Tombak Jiwa Berlian Petir.
__ADS_1
Lalu dia dengan santainya menebaskan tombaknya. Lalu awan hitam itu mengeluarkan petir api yang melesat ke arah Tian Bo.
Karena sumber kekuatan Tombak Jiwa Berlian Petir adalah Ling An, Tian Bo segera menyerangnya. Namun...
Duarrr... Duarrr...
Petir api menyambar Tian Bo sebelum mendekati Ling An. Akibatnya, dia terpelanting ke tanah bersalju hingga menciptakan sebuah lubang besar. Petir api dari awan hitam terus-menerus menyambarnya, dan semakin perluasan lubang besar di daratan bersalju.
Ling An yang baru pertama kali menggunakan Tombak Jiwa Berlian Petir, tangan kanannya sampai gemetaran karena menahan energi besar pada tombaknya. Yang mengejutkan, dia melihat ribuan senjata menuju ke arahnya.
Tangannya semakin gemetaran saat berbagai macam jenis artefak berdatangan. Karena tidak mampu menahan energi besar dari Tombak Jiwa Semesta Petir, dia pun melepaskannya.
Tombak Jiwa Semesta Petir melesat ke langit. Lalu berputar-putar dengan kecepatan tinggi. Semua Artefak yang berdatangan dihisap oleh tombaknya. Ling An berdecak kagum melihat kehebatan senjatanya itu.
"Artefak jenis apapun di dunia ini adalah makanan kami. Tuan, lihatlah kehebatan hambamu ini!"
Terdengar suara dari Tombak Jiwa Berlian Petir di telinga Ling An. Dia ingin membuktikan kepada Dewa Abadi bahwa dirinya masih bisa bermanfaat bagi tuannya dan dunia ini.
"Lebih baik, kalian menjadi satu agar lebih berguna bagi kekuatan di atas tingkat Divine Realm! Dengan kekuatanku saat ini, kalian tidak banyak membantu, dan akan menjadi sia-sia saat digunakan untuk bertarung. Apalagi aku memiliki Kekuatan Jiwa Semesta yang tidak dimiliki oleh siapapun di alam semesta!"
Ucap Dewa Abadi saat berada di lantai dua dari Pagoda Berlian 5 lantai. Ucapannya itu yang membuat semua jenis Artefak Alami dan kitab bela diri menyatu. Lalu lahirlah Tombak Jiwa Berlian Petir.
Ling An tidak membalas ucapan Tombak Jiwa Berlian Petir karena kekagumannya. Dia melihat semua jenis Artefak menyatu dengan tombaknya. Penyatuan itu mengeluarkan cahaya benderang yang setara dengan matahari. Dan tak terhitung banyaknya orang yang menuju ke daratan bersalju.
Dampak penyatuan itu, membuat Tiga Alam bergetar hebat. Semua orang yang memiliki artefak berhenti di luar wilayah daratan bersalju. Mereka tercengang melihat senjatanya menyatu dengan Tombak Jiwa Berlian Petir. Seketika keinginan untuk memiliki tombak itu tidak lagi terbendung.
Di antara banyak orang yang datang, ada juga Yao Ningqiao, Yao Zheng, Yu Tien si Dewa Surgawi dan Hu Samhok. Terutama Yao Ningqiao yang semakin bertekad untuk mendapatkan Tombak Jiwa Berlian Petir.
Yao Ningqiao melihat Ling An yang berada di bawah Tombak Jiwa Berlian Petir, terpaut jarak seribu meter lebih. Ada rasa kekaguman kepadanya karena memiliki tombak itu.
Sedangkan Tian Bo masih terus-menerus dihujani petir api. Untung saja dia menggunakan perisai energi spiritual untuk menahan sambaran petir api. Di dalam lubang daratan bersalju, ia melihat Tombak Jiwa Berlian Petir melahap semua senjata milik penghuni Tiga Alam.
Ling An melihat banyak orang serakah yang buru-buru mendekati tombaknya. Akan tetapi, saat jaraknya dari tombaknya terpaut 600 meter, mereka juga dihujani oleh petir api.
"Cepatlah, banyak orang yang ingin memilikimu!" perintah Ling An yang ditujukan kepada tombaknya, ia tidak ingin tombaknya direbut.
"Tenang saja, Tuan! Mereka tidak mungkin bisa mendapatkan hamba, sebab syarat utama harus memiliki Kekuatan Jiwa Semesta!"
Tombak Jiwa Semesta Petir tahu kekhwatiran Ling An. Dia bisa menyatukan semua Artefak Alami dan kitab bela diri di Pagoda Berlian 5 lantai, juga karena Kekuatan Jiwa Semesta yang merembes dari tubuh Dewa Abadi. Tanpa kekuatan jiwa, semua benda di pagoda yang memiliki kesadaran tidak mungkin sepakat untuk menyatu.
Ling An sedikit tenang. Namun, melihat banyak orang kuat yang berdatangan dan berusaha untuk merebut tombaknya, tetap saja dia khawatir.
Kemudian, Ling An melihat beberapa cahaya seperti meteor melesat menuju ke daratan bersalju. Dengan Mata Surgawi, dia melihat ke arah Barat Daya, dan orang itu adalah Yao Shen si Dewa Petarung yang terbang bersama dengan Kepala Suku Wuzhi, dan banyak orang kuat yang mengikuti. Ling An belum tahu siapa mereka.
Dari arah Barat, banyak orang kuat yang juga terbang dengan kecepatan tinggi, mereka adalah Kepala Suku Shanhu yang juga datang bersama dengan banyak orang kuat.
Setelah melihat banyak orang yang datang karena Tombak Jiwa Berlian Petir, Ling An melihat beberapa orang yang baru datang, mereka adalah Kepala Suku Fanchen yang juga datang bersama dengan banyak orang.
"Tuan, jauhi tempat ini, hamba ingin bermain-main dengan mereka. Lihatlah kehebatan hamba sesaat lagi!" pinta Tombak Jiwa Berlian Petir, dia sekali lagi ingin memamerkan kehebatannya agar Dewa Abadi mempercayainya.
Karena sebelumnya telah diyakinkan oleh tombaknya, sebelum berteleportasi, dia melihat Kepala Suku Fanchen memerintahkan beberapa orang kuat untuk mendapatkan tombaknya.
Namun, nasib mereka sama seperti yang lainnya, sebelum dekat dengan tombaknya selalu dihujani oleh petir api. Segera Ling An berteleportasi dan muncul di kejauhan. Dia duduk di cabang batang pohon, dan melihat tombaknya didekati oleh banyak orang kuat.
__ADS_1