
Bab 45. Menyelamatkan Evilyn.
Siang hari ini cuaca mendung, semalaman hujan tak ada henti-hentinya. Tim pencari akhirnya datang dengan keadaan yang tragis, pakaian compang-camping dan banyak luka di sekujur tubuhnya. Dari 200 orang, yang kembali hanya 156 jiwa dan mereka segera dirawat.
Dewa Binatang segera dikabari tentang kedatangan tim pencari Evilyn dan Angela. Setelah melihat kondisi mereka, dia bertanya kepada ketua tim pencari.
Dari keterangan ketua tim, lokasi keberadaan Evilyn dan anggotanya telah diketemukan, namun mereka tidak bisa keluar karena dikepung oleh Ras Elf dari Suku Angin.
Tim pencari Evilyn awalnya berniat untuk menyelamatkan Evilyn. Rencananya ingin menyerang dari belakang, dan sebelum mereka bergerak, mereka terlebih dahulu diketahui oleh Suku Angin.
Pertarungan pun tidak terelakkan. Karena kalau dalam hal jumlah, 44 orang tewas dalam pertempuran demi menyelamatkan rekannya.
Mengetahui perjuangan tim pencari begitu berat dan berjasa besar, Dewa Binatang memberikan Pil Kultivasi dan Pil Penyembuh tingkat Grand Master, serta puluhan ribu koin emas. Dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi santunan, dengan nilai tiga kali lipat.
"Terima kasih, Kepala Suku!" ucap serempak ketua tim pencari dan anggotanya beserta keluarga yang ditinggalkan suaminya.
"Justru saya yang harus berterima kasih kepada kalian! Berkat kalian, temanku bisa ditemukan. Untuk beberapa hari ini, kalian istirahat sampai benar-benar pulih, saya yang akan menjemput mereka," ucap Dewa Binatang dengan tulus karena jasa mereka.
Seandainya, Mata Langitnya bisa digunakan, dia bisa dengan mudah menemukan keberadaan Evilyn dan anggotanya. Berhubungan tidak bisa digunakan, maka dia mengandalkan tenaga pihak lain.
Segera ketua tim pencari berserta keluarga yang ditinggalkan kembali ke tempatnya masing-masing.
"Kamu akan pergi sekarang?" tanya Dao Li Xia.
"Jelas harus sekarang! Jika terlambat, aku khawatir mereka mengalami hal yang menyiksa!" jawab Dewa Binatang sambil melihat ke arah titik lokasi yang diberitahukan oleh ketua tim pencari.
"Kalau begitu, aku ikut!" pinta Dao Li Xia yang tidak ingin Dewa Binatang memusnahkan Suku Angin yang masih ada hubungan kekeluargaan.
"Tidak! Selama aku pergi, kamu yang menjadi wakilku pemimpin Suku Pohon!" tolak Dewa Binatang, dia lebih suka bergerak sendiri daripada diikuti.
Dao Li Xia merenung sejenak. Apa yang dikatakan oleh suaminya memang benar. Namun dia masih khawatir dengan Suku Angin yang bisa dengan mudah dikalahkan.
"Sesuai aturan yang telah disepakati oleh semua suku, 44 anggota kita yang tewas, harus dibayar dengan jumlah nyawa yang sama. Tidak boleh lebih dari itu. Jika lebih banyak pihak mereka yang tewas, itu akan memicu permusuhan dan balas dendam dikemudian hari, ini tidak baik bagi masa depan generasi muda kita!" peringatan Dao Li Xia agar suaminya paham aturan di Mysterious Land.
Dewa Binatang tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya. Jika situasi seperti ini terjadi di Benua Biru (Alam Semesta Aurora), 44 orang yang tewas akan diganti dengan ratusan nyawa.
"Aku paham, kamu jangan khawatir! Asal, semua temanku sehat dan dalam keadaan baik-baik saja!" jawab Dewa Binatang.
__ADS_1
Dao Li Xia meminta Dao Li Chunhua untuk mengambil tunggangan yang terbaik, yaitu seekor Macan Putih. Namun, Dewa Binatang menolaknya karena memiliki banyak pasukan binatang, yang sewaktu-waktu salah satu dari mereka bisa ditunggangi.
Karena tidak diperbolehkan terbang dan membutuhkan binatang yang memiliki kecepatan tinggi, maka Dewa Binatang mengeluarkan Kuda Terbang, dan binatang itu adalah Kuda Surgawi berwarna putih.
Dao Li Xia dan semua orang yang melihat Kepala Suku mampu mengeluarkan Kuda Surgawi seperti sihir, membuat mereka berdecak kagum karena jenis binatang ini tidak ada di Mysterious Land.
Dewa Binatang berpamitan dengan mencium kening Dao Li Xia, lalu berganti dengan Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua. Setelah itu dia naik ke punggung Kuda Surgawi.
Dao Li Xia dan semua Suku Pohon melihat kepergian Kepala Suku yang melesat seperti angin dengan mengendarai Kuda Surgawi.
"Kamu sungguh beruntung memiliki suami seperti kesatria putih yang sering dijadikan dongeng!" pujian tetua pertama sambil melihat kepergian Dewa Binatang.
Dao Li Xia tersenyum bangga dengan sedikit mengangkat dagunya tanpa mengalihkan pandangan ke punggung suaminya.
"Aku harap tidak terjadi apa-apa dengan temannya... Semoga saja!" harap tetua kedua yang gelisah karena memahami perkataan Dewa Binatang yang tidak segan-segan membantai Suku Angin.
Mantan Kepala Suku - Dao Li Xia menghela nafas berat. Sejujurnya, dia masih belum mengenal sifat suaminya karena baru bertemu dan sudah menikah. Tapi, dia yakin jika suaminya lebih bijaksana dalam bertindak dan melihat kondisi.
"Percayalah, suamiku akan memberikan contoh baik untuk kita, dan juga memberikan pelajaran kepada Suku Angin agar tidak bertindak berlebihan!" jelas Dao Li Xia yang penuh keyakinan.
*****
Segera Kuda Surgawi terbang tanpa terlihat oleh siapapun. Saat terbang, Kuda Surgawi lebih cepat daripada berlari di tanah. Tidak butuh waktu lama, dia melihat lokasi yang sesuai dengan petunjuk.
Segera Kuda Surgawi turun dan bersembunyi di balik pepohonan untuk melihat situasi. Saat ini, gua persembunyian Evilyn dan anggotanya memang telah dikepung oleh Suku Angin, jumlahnya mencapai 600 orang lebih.
Di depan gua persembunyian Evilyn di pasang brokade bebatuan dan kayu. Brokade itu menyulitkan Suku Angin yang akan menerobos dikarenakan harus naik lereng, dan harus berhadapan dengan persenjataan otomatis.
Penampilan Suku Angin tidak jauh berbeda dengan Suku Pohon, berbedanya dari cara berpakaian. Suka Angin selalu memakai pakaian berwarna hitam, topi mengerucut ke atas. Karena mereka ahli sihir, maka senjata mereka kebanyakan adalah tongkat, dan sebagian menggunakan Busur dan pedang.
Mereka tidak bisa masuk ke gua dikarenakan adanya persenjataan canggih yang siap menembak jika musuh melewati batas jarak tembakan. Terlihat jelas sisa-sisa pertempuran antara Evilyn, Suku Pohon dan Suku Angin.
Angela memimpin anggotanya yang telah siap menekan pelatuk senjata, dia melihat ke bawah sambil mengarahkan senjata laras panjang kepada musuh. Sengaja tidak segera menebak karena musuh masih di luar jangkauan tembakan.
Kemudian, Dewa Binatang melihat 44 jenasah Suku Pohon, mereka telah dibungkus dengan kain merah dan tampak telah dirawat dengan baik. Lalu dia kembali berkamuflase bersama Kuda Surgawi dan berjalan melewati banyaknya Suku Angin yang mengepung gua.
Namun salah satu seorang wanita Suku Angin merasa angin yang berbeda ketika dilewati oleh Dewa Binatang. Segera wanita itu melihat sekelilingnya dan matanya terkunci pada satu titik di mana Dewa Binatang sedang naik lereng bukit menuju ke gua, namun dia tidak melihat wujud Dewa Binatang yang menyerupai lingkungan.
__ADS_1
Wanita itu adalah pemimpin tim yang bertugas untuk menangkap Evilyn, dia putri dari Kepala Suku Angin, namanya Ming Lien-Hua, sedang ayahnya bernama Ming Kai. Dia dipanggil dengan sebutan Putri Hua. Kekuatannya berada di tingkat Raja Bumi level 8, ahli sihir tingkat Grand Master Grade Magic.
Wajahnya sebanding dengan kecantikan Dao Li Xia, hanya saja tubuhnya lebih tinggi 5 cm dan tubuh lebih padat berisi, tidak terlalu gemuk maupun kurus, proposional. Rambutnya berwarna putih dengan potongan pendek, kedua pupil mata berwarna hijau.
"Apakah kalian merasakan desiran angin yang baru saja lewat?" tanya Putri Hua kepada anak buahnya sambil kembali melihat sekitarnya brokade.
"Tadi hanya angin hutan dan hal bisa!" jawab wakilnya seorang pria, dia adalah Ming Lin, menyukai Putri Hua sejak lama.
"Apa kita gunakan bom energi untuk menghancurkan brokade itu?" lanjutnya yang ingin segera menyelesaikan tugas.
"Tunggu sampai hari menjelang malam. Baru itu kita bergerak!" jawab Putri Hua, lalu dia berjalan menuju ke tenda sementara yang terbuat dari kayu beratapkan daun.
Bom energi terbuat dari bahan besi berbentuk bulat oval, seukuran granat. Sesuai dengan namanya, bom itu diisi dengan energi spiritual. Cara menggunakannya dengan membenturkan bom energi pada permukaan tanah sebanyak dua kali, lalu melemparkannya ke arah target, baru seketika itu bom energi meledak.
Dewa Binatang telah memasuki brokade bebatuan tanpa diketahui oleh Angela dan anggotanya. Lalu dia menyimpan Kuda Surgawi ke dalam Dunia Jiwanya.
Tanpa ada niatan untuk mengejutkan Angela, dia segera masuk ke dalam gua untuk menemui Evilyn terlebih dahulu. Setibanya di ujung gua, dia melihat Evilyn yang sedang berkultivasi.
Dewa Binatang duduk di depannya dengan wujud asli, wujud yang bisa dilihat. Evilyn belum menyadari kehadiran orang yang selalu ditunggu-tunggu, orang yang membuatnya jengkel karena ditinggal sebelum tertangkap oleh Suku Angin.
Dewa Binatang mengangguk puas saat melihat kekuatan Evilyn telah meningkat pesat. Kini kekuatannya berada di tingkat Raja Bumi level 5, lebih rendah 3 level dari kekuatan Putri Hua.
Walaupun Evilyn kalah dalam hal kekuatan, dengan dukungan Mahkota Dewi Perang, dia mampu mengimbangi jika bertarung dengan Putri Hua. Hanya saja pihak lawan menang dalam hal jumlah, dan itu menyulitkannya jika ingin mengalahkan Putri Hua.
"Betah berada di sini!" sapa Dewa Binatang.
Mendengar suara familiar, Evilyn segera membuka mata dan melihat seorang pria tampan yang telah mencuri hatinya.
"Kamu ...!" Evilyn langsung memeluk Dewa Binatang hingga ambruk ke belakang.
Dewa Binatang mengelus punggung Evilyn yang sedang menangis bahagia. Lalu Evilyn menatap wajahnya dan mencium bibirnya. Dewa Binatang menyambut ciumannya dengan lebih agresif, dia memegang pantat Evilyn dengan sedikit tekanan.
Namun, ciuman mereka berhenti ketika mendengar suara ledakan di luar gua. Segera Evilyn melepaskan diri dengan berdiri.
"Mereka kembali menyerang...," kata Evilyn yang tidak lagi terkejut seperti sebelumnya, "tolong, hancurkan mereka dan juga menyelamatkan timku yang ditangkap!" pintanya dengan penuh harapan kepada Dewa Binatang.
"Mudah itu! Tapi, mereka telah membunuh 44 orang dari Suku Pohon. Jadi, Suku Angin juga harus kehilangan 44 anggotanya...," jawab Dewa Binatang sambil duduk, lalu dia mulai bercerita tentang dirinya ketika diserang oleh Suku Pohon.
__ADS_1
Evilyn kembali duduk sambil mendengarkan cerita Dewa Binatang selama beberapa hari ini. Dia terkejut mengetahui Dewa Binatang sudah menikah dan menjadi Kepala Suku Pohon yang baru.
Evilyn juga menceritakan tentang tim pencari yang sempat bertarung dengan Suku Angin, tapi dia tidak tahu jika Suku Pohon ingin menyelamatkannya. Dia juga menceritakan awal mula ketika tertangkap oleh Suku Angin.