God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Penyu Sihir Ilahi.


__ADS_3

Bab 133. Turtle Divine Magic.


Oleh karena permintaan Raja Salome yang ingin menjamu Dewa Binatang, maka dia mau mengikutinya ke istana Kerajaan Anarym. Selama perjalanan ke istana, semua penduduk yang telah kembali akhirnya mengetahui sosok penyelamat itu, pria muda tampan yang jelas bukan asli penduduk karena penampilannya berbeda.


Mengetahui sosok penyelamat, karena Raja Salome menggunakan kereta kuda terbuka, sehingga siapapun bisa melihat Dewa Binatang. Dewa Binatang duduk berdampingan dengan Putri Floryn dan Putri Bella, berhadapan dengan kedua pemimpin.


Banyak orang yang ingin berkenalan serta mengucapkan terima kasih kepada Dewa Binatang, tetapi selalu dihalangi oleh prajurit yang mengawal. Jadi, mereka hanya bisa berteriak keras untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.


Di dalam kereta kuda, kedua raja itu saling bergantian saat berbicara mengenai tujuan Raja Eluned. Ternyata, sudah lama Raja Eluned ingin menjadi penguasa tunggal.


Dan, peperangan ini sudah berlangsung selama 7 hari. Hari ini adalah yang paling krusial dalam sejarah, yang mana Raja Eluned memanggil sekutunya.


"Maaf sebelumnya! Apakah Dewa akan menjinakkan penjaga altar Dewa Sihir di sini?" tanya Raja Unatti yang ingin tahu tujuan Dewa Binatang singgah di Ibu Kota Nashkel.


"Tidak. Saya hanya ingin mengetahui sejarah tentang Lord Dark Matter. Bagaimana ceritanya sampai disegel?" jawab Dewa Binatang dengan jujur, memang tidak ada niat untuk menjinakkan Penyu Sihir Ilahi.


Raja Salome bernafas lega karena khawatir tujuan Dewa Binatang bukan untuk menjinakkan Penyu Sihir Ilahi. Dia tahu jika Devil Hunter Firefox telah dijinakkan.


"Sejarah ini... Sejujurnya kita tidak mengetahuinya, hanya Dewa Sihir, Dewa Api dan Dewa Ilusi yang tahu kebenaran ini. Kita hanya tahu bahwa altar Dewa Sihir sudah ada sebelum leluhur kita lahir, bahkan tidak ada catatan sejarah tentang Penguasa Kegelapan!" ungkap Raja Unatti yang memang tidak tahu tentang Penguasa Kegelapan.


Di dalam semua catatan sejarah Benua Peliades, hanya mengatakan bahwa lima Lubang Neraka itu adalah tempat penjara bagi Penguasa Kegelapan, yang dijaga oleh lima mahkluk mengerikan serta kuat.


Dewa Binatang tidak lagi mengejar rasa penasaran tentang sejarah Penguasa Kegelapan, karena percuma mereka tidak mengetahuinya. Jika Devil Hunter Firefox saja tidak tahu, apalagi kedua raja ini!


Tetapi, yang masih membuatnya penasaran, apakah keempat penjaga altar Dewa Sihir juga merupakan elemen tingkat puncak seperti Api Semesta? Untuk mencari tahu, dia berinisiatif sesegera mungkin untuk mengunjungi Lubang Neraka yang berada di empat kerajaan.


"Apakah ketiga calon Pelindung Alam Semesta juga pernah memasuki Lubang Neraka di sini?" tanya Dewa Binatang kepada Raja Salome setelah Raja Unatti selesai menjawab.


Kedua raja itu melihat putri-putrinya, tujuan agar berbicara kepada Dewa Binatang. Tujuannya, agar putrinya lebih dekat dengan Dewa Binatang yang membuat ketakutan Dewa Api dan Dewa Ilusi.


"Iya ...!" kedua Putri itu secara bersamaan berbicara karena gugup, mereka semakin gugup karena ditertawakan oleh ayahnya.


Putri Bella segera berbicara mewakili Putri Floryn, "sebenarnya tidak hanya calon Pelindung Alam Semesta saja yang berusaha untuk menjinakkan kelima penjaga altar Dewa Sihir, ada banyak Dewa dan Dewi yang juga telah mencobanya. Tetapi banyak yang gagal!"


"Calon Pelindung Alam Semesta yang sering mencoba, ada yang berhasil mendapatkan bibit elemen. Kalau tidak salah, ada dua orang yang identitasnya dirahasiakan, mereka menyamar. Keduanya orang itu berhasil menjinakkan kelima penjaga altar, tetapi tidak membawanya, entah apa maksudnya!" lanjutnya sambil melirik Dewa Binatang.


"Dua orang? Pasti lebih kuat dari calon Pelindung Alam Semesta! Siapa mereka?" gumam Dewa Binatang yang makin penasaran dengan sejarah Penguasa Kegelapan, semakin misterius semakin besar pula rasa penasarannya.


Dengan telepati, dia berbicara kepada Devil Hunter Firefox, "apakah ada orang yang berhasil menjinakkanmu sebelum aku?"


"Ada, tetapi mereka tidak menjinakkan-ku, tetapi membuatku menyerah! Mereka datang hanya untuk memeriksa altar, setelah itu pergi tanpa berbicara apapun!" jawab Devil Hunter Firefox.


"Apakah kamu ingat penampilan mereka seperti apa?"


"Tidak tahu. Yang pasti mereka sangat kuat!" jawab Devil Hunter Firefox.

__ADS_1


Karena tidak mendapatkan jawaban, Dewa Binatang memutuskan untuk berhenti bertanya dan berpikir, percuma dipikirkan karena tidak ada satupun Infomasi yang penting.


"Apakah Anda langsung ke Lubang Neraka Penyu atau beristirahat sejenak di istana?" tawaran Putri Floryn.


"Jika Yang Mulia ada kesibukan, tidak perlu mendampingi saya. Biarkan wanita-wanita cantik ini yang mendampingi saya!" Dewa Binatang tidak segera menjawab karena berbicara dengan kedua raja di depannya.


Dia tahu kesibukan mereka pasca peperangan, sudah pasti banyak masalah yang perlu diselesaikan. Mereka secara pribadi mendatanginya karena ingin mengucapkan rasa terima kasih.


"Terima kasih atas pengertian Anda! Jujur saja, saya memang perlu menstabilkan situasi kerajaan ...!" ucap Raja Salome yang tidak suka berbasa-basi terkait kerajaannya...


Akhirnya, Dewa Binatang turun dari kereta kuda bersama dengan kedua Putri. Kedua Putri kerajaan itu dikawal oleh puluhan prajurit saat menuju ke Lubang Neraka.


"Tidak tampak seperti seorang penjahat, dia baik!" gumam Kepala Suku Dewa Api yang selalu mengikuti kereta kuda Kerajaan Anarym.


Jika seseorang memiliki sifat buruk, segala ucapan serta tingkah laku sudah pasti buruk. Sedangkan Dewa Binatang, walaupun seorang Dewa, masih menghormati seseorang yang berada di bawahnya, tidak seperti sifat yang dimiliki oleh penjahat. Hal inilah yang merubah persepsi Kepala Suku.


Dewa Binatang bersama dengan Putri kerajaan telah tiba di Lubang Neraka. Karena peperangan, di tempat ini yang biasa ramai menjadi sepi, hanya ada Dewa Binatang dan kedua Putri kerajaan yang dikawal prajurit.


"Tempat ini juga dijadikan tempat berkultivasi, ya?" tanya Dewa Binatang ketika melihat banyak bilik-bilik kamar.


"Benar. Itu adalah kamar saya!" ucap Putri Bella sambil menunjuk ke kamarnya, Dewa Binatang sekilas melihat kamar itu.


Dewa Binatang memang dengan jelas merasakan elemen tanah yang melimpah ruah di tempat ini. Dia segera menuju ke bibir Lubang Neraka dan diikuti oleh kedua Putri kerajaan.


Baru saja melihat ke dasar lubang, mereka merasakan desiran angin kencang yang keluar dari dalam lubang, lalu disusul suara desisan ular. Karena penasaran, Dewa Binatang mengaktifkan Mata Surgawi.


"Aku akan turun, apakah kalian ingin ikut?" ajakan Dewa Binatang yang tidak takut sedikitpun dengan binatang Basalt.


Serempak kedua Putri itu geleng-geleng, tanda tidak mau ikut karena takut. Wajar jika mereka takut, sebab setingkat calon Pelindung Alam Semesta saja tidak sanggup menjinakkan binatang Basalt.


Sebelum Dewa Binatang melompat, Putri Bella bertanya, "apakan Anda akan menjinakkannya?"


Dewa Binatang melihatnya sambil menjawab, "tidak ada niatan!"


Setelah itu dia melompat ke dalam Lubang Neraka. Putri Bella dan Putri Floryn sempat kaget karena Dewa Binatang tiba-tiba melompat tanpa keraguan.


"Dia hebat!" pujian Putri Floryn sambil melihat ke dasar lubang, dasar yang sangat gelap gulita sehingga tidak bisa dilihatnya.


"Seorang Dewa, butuh waktu berapa lama untuk mencapainya? Apakah penampilannya ini benar-benar muda atau sudah tua?" Putri Bella bertanya kepada diri sendiri.


"Dilihat dari struktur tulangnya, dia masih sangat muda, seumuran dengan calon Pelindung Alam Semesta. Entah bagaimana caranya mereka bisa mencapai ketinggian seperti ini!" sahut Putri Floryn.


"Seandainya memiliki suami seperti dia, betapa bahagianya aku!" harapan Putri Bella yang selalu bermimpi memiliki suami seorang Dewa seperti Dewa Binatang.


"Mimpi sudah di depan mata, tinggal bagaimana caranya untuk meraihnya. Mimpiku juga sama sepertimu... Yang pasti, aku akan berusaha untuk meraihnya!" sahut Putri Floryn yang bertekad untuk mendapatkan perhatian dari Dewa Binatang.

__ADS_1


Putri Bella tersenyum manis, dan bertekad untuk mewujudkan mimpinya.


Boom...


Suara ledakan energi dari dasar Lubang Neraka, membuat kedua Putri itu terhempas ke belakang karena tersapu gelombang kejut. Untung saja mereka baik-baik saja karena masih menggunakan zirah perang...


...****************...


Di dasar Lubang Neraka, Dewa Binatang menginjak-injak cangkang Basalt, dia baru saja memukul cangkang Penyu Sihir Ilahi karena diserang secara mendadak.


"Ketahui lawanmu terlebih dahulu sebelum menyerang! Benar-benar bodoh!" cemoohan Dewa Binatang.


"Aku adalah Dewa Binatang, jangan berjingkrak-jingkrak di hadapanku!" lanjutnya sambil terus menginjak-injak cangkang Basalt.


"Ampun... Bos! Aku kira Anda adalah orang itu!" ucap Penyu Sihir Ilahi yang menyembunyikan kepalanya di dalam cangkang.


Kekuatan binatang Basalt sedikit lebih rendah dari Devil Hunter Firefox, lebih rendah 5 level. Walaupun kalah dalam hal basis kultivasi, karena fisiknya yang kuat, tidak mudah untuk dikalahkan. Kekuatan fisiknya sudah sangat melegenda di seluruh penjuru Alam Semesta.


"Siapa orang itu?" tanya Dewa Binatang sambil berhenti menginjak-injak cangkang Basalt.


"Tidak tahu, Bos! Yang pasti mereka sangat kuat, setara dengan Anda!" jawab Penyu Sihir Ilahi, dia sedikit menjulurkan kepalanya untuk mengintip Dewa Binatang.


"Setara denganku? Bagaimana kamu bisa mengira jika aku adalah mereka?" selidik Dewa Binatang sambil duduk bersila di atas cangkang Basalt.


"Aura milik Anda mirip dengan mereka!" jawabnya.


"Mirip denganku?" Dewa Binatang jelas terkejut dan langsung menebak siapa kedua orang itu. Jika tidak salah tebak, mereka adalah Tian Bo dan Tian Ba - kakek dan ayahnya.


"Apa tujuan mereka ke sini? Apakah Lord Dark Matter sangat berbahaya?" gumam Dewa Binatang dengan nada serius.


Dia menjadi teringat dengan ramalan Kitab Perjanjian Lama, yang mengatakan bahwa ada mahkluk asal muasal, mahkluk yang akan segera bangkit. Namun tidak mengatakan kapan bangkitnya mahkluk itu.


"Peperangan Global, apakah ini terkait dengannya, dan bukan karena aku?" Dewa Binatang penuh dengan pemikirannya yang sulit untuk dijawab.


Seandainya, jika 12 galaksi sejajar merupakan pertanda kebangkitan Penguasa Kegelapan, kemungkinan besar Alam Jagat Raya akan menjadi kacau balau, kemungkinan terburuknya adalah pemusnahan global.


Yang menjadi pertanyaan besar dihatinya, apakah dia adalah awal dari semua ini. Jika benar, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari terjadinya Peperangan Global.


Di saat Dewa Binatang sedikit berpikir, Penyu Sihir Ilahi berkata, "Anda berhasil mengalahkan saya, dan berhak menjadi Tuanku! Bos, saya bosan tinggal di sini, kemanapun Anda pergi, saya akan selalu mengikuti!"


"Tidak tertarik membawamu!" tolak Dewa Binatang karena tidak ingin mencari masalah yang menjadi penyebab segel terbuka.


"Ayolah, Bos... Bawalah saya pergi. Saya janji akan selalu menjadi tameng Anda!" pinta Penyu Sihir Ilahi dengan nada memelas.


Dewa Binatang melihat mimik wajah binatang Basalt yang menyedihkan, lalu berkata dengan tegas, "kamu kan tahu di bawah ini ada altar Dewa Sihir, jika kamu meninggalkan tempat ini, sama saja akan membuka segel. Jawabanku, tetap tidak!"

__ADS_1


Sejujurnya, seandainya binatang Basalt tidak digunakan sebagai sumber energi altar, sudah pasti Dewa Binatang akan membawanya karena memiliki kekuatan tinggi, lebih kuat dari semua pasukan binatang miliknya.


__ADS_2