
Bab 109. Rencana Kaisar Langit.
Setelah berada di dalam Dunia Jiwa, Dewa Binatang berbicara kepada putrinya, "She'er tunggu di ruang operasi. Ayah mau mempersiapkan diri dulu!"
"Oke!" jawab Tian She Meili dan buru-buru menuju ke ruang operasi yang berada di belakang istana Kekaisaran Dewa Binatang.
Dewa Binatang menemui istrinya yang sedang berkumpul bersama, membicarakan tentang latihan untuk pasukan. Kedatangannya, membuat perhatian semua orang.
Dewa Binatang duduk di singgasananya. Setelah itu dia bertanya kepada Tian Lihua, "apakah sudah diketahui siapa sebenarnya putri kita?"
Tian Lihua dan semua istrinya mengangguk. Yuna Aurora berbicara mewakili semua saudarinya, "putri kita adalah Celestial She, seperti dugaan kita semua!"
Sontak membuat Dewa Binatang tertawa karena sangat bahagia, beban di hatinya seketika lenyap.
Setelah meninggalkan Galaksi Arcadia, dia meminta kepada Tian She Meili agar memberikan darah, tujuannya untuk menyelidiki silsilah Tian She Meili.
Setelah pemeriksaan, darah Tian She Meili sangat cocok dengan milik Celestial She, dulu pernah menyimpan darah milik Celestial She sewaktu merobek kulitnya ketika bertarung.
"Kita tidak tahu apa yang sudah dialami saudari She waktu itu, kenapa dia bisa berada di cangkang telur dan kembali menjadi anak-anak?" ucap Qin Diao Chin yang ingin tahu apa yang dialami oleh Celestial She.
"Karena kita sudah tahu siapa putri kita, hal ini tidak perlu dibicarakan lagi. Biarkan dia mengungkapkannya sendiri!" tutur Dewa Binatang yang tidak ingin semua orang membicarakan hal ini dihadapan Tian She Meili.
"Bagaimana rencananya?" lanjutnya dengan bertanya kepada semua orang.
Jenderal Fung sebagai panglima besar, segera berdiri dan memberikan hormat, lalu dia berbicara tentang latihan pasukan di satelit Living Moon...
Tian She Meili yang bosan menunggu kedatangan ayahnya, segera keluar dari ruang operasi untuk menjemput ayahnya. Melihat ayahnya duduk di singgasana, ia menghilang dan muncul di pangkuan ayahnya.
Dewa Binatang dan semua orang yang berada di istana tidak terkejut kehadiran Tian She Meili yang tiba-tiba, tetapi menghentikan pembicaraan mereka.
"She'er bosan menunggu Ayah!" protes Tian She Meili sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya, tanda sedang kesal.
Dewa Binatang tertawa ringan, dan diikuti istrinya yang tersenyum melihat kelakuan putrinya alias Celestial She ini.
"Ya sudah, ayo kita mulai operasinya! Kalian lanjutkan pembicaraan ini!" pamit Dewa Binatang kepada semua orang.
Kemudian, dia meninggalkan kursi singgasana sambil menggendong putrinya, lalu diikuti oleh Tian Lihua dan beberapa istri utamanya yang ingin tahu. Yuke yang ambil kendali rapat koordinasi dengan para pejabat.
Di ruang operasi, Dewa Binatang sudah membaringkan tubuhnya dengan menghadap atap ruangan. Selama perjalanan menuju ruang operasi, Dewa Binatang berbicara kepada istrinya tentang tujuannya yang ingin memiliki Mata Surgawi.
Yuna Aurora dan semua saudarinya antusias dengan apa yang akan dilakukan putrinya. Saat ini, mereka mengelilingi putrinya yang sedang melihat kedua mata dari Dewa Binatang. Pakaian yang dikenakan oleh putrinya seperti seorang dokter ahli bedah, berwarna putih, memakai sarung tangan, penutup mulut dan penutup kepala.
"Mata milik Ayah sebenarnya sudah unik, hanya perlu ditingkatkan menjadi Mata Surgawi. Tetapi prosesnya juga akan menyakitkan, apakah Ayah siap?"
__ADS_1
"Ayah siap, tapi prosesnya kalau bisa dipercepat tanpa ada rasa sakit, Ayah takut!" jawab Dewa Binatang yang berpura-pura ketakutan, padahal dia ingin membuat putrinya senang meniru seorang dokter.
Tian She Meili membelai rambut ayahnya dengan lembut, sambil berkata, "Dokter She pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasiennya! Rileks saja, anggap rasa sakit itu seperti gigitan semut rangrang, kendurkan otot-otot...!"
Ucapannya membuat semua ibunya menahan tawa, apalagi melihat reaksi suaminya yang berpura-pura ingin menangis.
"Jiwaku akan keluar dari tubuhku agar prosesnya lebih mudah dan cepat!" ucap Dewa Binatang.
Sebelum putrinya menjawab, jiwanya sudah keluar dari tubuh sendiri, tidak mengejutkan semua orang yang hadir. Saat ini, istrinya dan juga Tian She Meili melihat sosok Dewa Binatang yang berwujud asap putih berbentuk manusia, dan itu adalah jiwanya.
"Baiklah, Dokter She akan segera bekerja." Setelah berbicara, Tian She Meili mengeluarkan kotak giok dari Dunia Jiwanya.
Setelah dibuka, Dewa Binatang dan istrinya melihat dua bola mata yang memiliki tiga titik berwarna kuning, seperti bola mata putrinya. Dugaan semua orang, kemungkinan besar Mata Langit akan diambil, kemudian digantikan dengan Mata Surgawi.
"Ibu, tolong buka mata kiri Ayah, dong!" pinta Tian She Meili.
Segera Tian Shuwan dan Tian Chunhua yang bertindak sebagai asisten putrinya. Tian She Meili menjentikkan jarinya, lalu melayang satu bola mata dari dalam kotak giok.
Dewa Binatang dan istrinya sedikit keheranan, kenapa putrinya tidak mengambil dulu Mata Langit, baru menggantinya dengan Mata Surgawi. Tetapi, mereka mencegah putrinya karena ingin tahu, dan juga putrinya terlihat serius, wajah serius yang tidak pernah dilihat.
Semua orang melihat Tian She Meili menggerakkan jarinya tangan kanan untuk mengendalikan satu bola Mata Surgawi, lalu bola itu perlahan mendekati mata kiri milik Dewa Binatang.
Dari jari telunjuk tangan kiri milik Tian She Meili, keluar energi spiritual yang berbeda dari siapapun, ada tiga sinar berwarna putih, biru dan kuning. Ketiga sinar itu memasuki mata kiri milik Dewa Binatang secara lembut, sebelum bola Mata Surgawi masuk.
Setelah ketiga sinar itu mengalir ke dalam mata kiri milik Dewa Binatang, bola Mata Surgawi masuk perlahan. Saat akan menyentuh bola Mata Langit, bola Mata Surgawi sedikit kesulitan untuk menyatu, ada penolakan dari Mata Langit.
Dewa Binatang yang menjadi objek percobaan putrinya, tidak sedikitpun khawatir jika putrinya gagal, sebab dia tidak akan terluka maupun kesakitan.
Yuna Aurora melihat keringat di kening putrinya, ia berinisiatif mengeluarkan sapu tangan dan mengusap keringat putrinya. Tian She Meili tidak sedikitpun terganggu dengan tindakan ibunya, malahan mengembangkan senyuman.
Setelah proses operasi penyatu berlangsung lama, akhirnya energi spiritual tiga warna menarik bola Mata Surgawi agar bersentuhan dengan Mata Langit. Kali ini prosesnya berhasil, di mana dua bola mata sudah bersentuhan...
...****************...
Leon Vendetta telah memerintahkan pasukan untuk mencari keberadaan dua musuhnya yang kabur. Saat ini, dia mempelajari berkas masa lalu, masa lalu ketika mendapat tugas untuk membunuh seseorang di Alam Tianwu, dan berkas itu dinyatakan gagal total.
Dia syok melihat sosok ayah dari pembuat kekacauan sangat mirip dengan targetnya, yang tidak lain adalah Dewa Binatang.
Mengetahui sosok Dewa Binatang yang ditakuti oleh banyak penguasa galaksi, dia segera berkomunikasi dengan King Caldwell, dengan menggunakan gadgetnya.
Tidak butuh waktu lama, King Caldwell menerima panggilan dari alat komunikasinya, lalu mendengarkan suara Leon Vendetta yang memberikan kabar kedatangan Dewa Binatang, dia menceritakan tentang gadis kecil yang diduga adalah putri dari musuhnya.
"Di mana dia sekarang, apa masih ada di sana?" tanya King Caldwell yang tidak sedikitpun khawatir.
__ADS_1
"Setelah tidak mampu menghancurkan Formasi Perlindungan, dia dan putrinya pergi. Saat ini pasukanku sudah mencari mereka di seluruh penjuru Living Moon. Apa mereka berada di tempat Anda? Kemungkinan besar, iya. Tujuannya ingin menteror kita sebelum melakukan balas dendam!" jawab Leon Vendetta.
"Aku sudah siap menunggunya. Jika dia masih di sana, segera kabari. Berikan kami waktu 30 menit menuju ke satelit Living Moon. Tetapi, sebelum kita datang dan situasi tidak bisa ditangani, aktifkan benda itu! Jika dia berada di sini, aku pasti akan memberikan kabar," kata King Caldwell dan menutup komunikasi tanpa perlu jawaban dari Leon Vendetta.
Leon Vendetta juga menutup komunikasi, dan tidak tersinggung dengan sikap King Caldwell, hal biasa yang sering terjadi.
"Akhirnya benda itu tidak hanya sebagai dekorasi kota," gumam Leon Vendetta yang tidak sabar mengaktifkan suatu objek yang menjadi andalannya dan King Caldwell.
...****************...
Setelah berkomunikasi dengan Leon Vendetta, King Caldwell berkomunikasi dengan Kaisar Langit, tetapi tidak menggunakan gadget, melainkan menggunakan Cermin Sihir.
Ketika Cermin Sihir diaktifkan, dia melihat sosok pria yang berwibawa dan penuh kharisma yang sedang duduk di singgasana, dia adalah Kaisar Langit.
"Salam, Yang Mulia Kaisar Langit. Panjang umur dan bahagia untuk Yang Mulia Kaisar Langit dan semua keluarga. Maaf, menganggu kesibukan Yang Mulia. Ada yang perlu hamba laporkan!"
Kaisar Langit dan para Dewa-dewi yang berada di istana langit, melihat wajah King Caldwell melalui Cermin Sihir.
"Terima kasih! Katakan apa yang perlu dilaporkan?" balasan dari Kaisar Langit yang sikapnya berbeda saat berhadapan dengan Dewa Binatang, lebih tenang dan terlihat tidak khawatir dengan apapun.
"Dewa Binatang sudah berada di galaksi ini. Beliau sudah membuat kekacauan di satelit Living Moon, menghancurkan tembok pertahanan kota, serta membunuh banyak orang yang tidak berdosa. Hamba ingin bertindak, tetapi atas perintah Yang Mulia Kaisar Langit. Apakah hamba boleh bertindak, atau ...!" laporan King Caldwell yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Kaisar Langit tidak segera memberikan jawaban, dia melihat semua Dewa-dewi dan pejabat istana langit.
"Kalian bisa mendengarnya sendiri hari ini! Dan, tidak mungkin penguasa Caldwell berani berbohong kepadaku dan kalian semua. Dewa Binatang telah berbuat kejahatan di manapun dia singgah. Laporan beberapa tahun lalu, dia telah membunuh Dewa Samudera Obsidian dan hampir membunuh Dewa Api Phoniex, serta lainnya. Jika Dewa Samudera Obsidian tidak mengorbankan dirinya demi melindungi kehidupan di Galaksi Arcadia, berapa miliar jiwa yang menjadi penghuni Alam Jiwa?"
Kaisar Langit berhenti berbicara saat melihat reaksi dewa-dewi dan pejabat istana yang menjadi marah kepada Dewa Binatang. Berita ini sudah lama ditunggu-tunggu untuk menyakinkan bawahannya ini.
"Apakah masih perlu perdebatan sekian tahun hanya untuk mempermasalahkan melawan Dewa Binatang atau tidak? Berita hari ini, apakah belum cukup dan masih menutup mata kalian semua? Kalian sendiri sudah mengetahui laporan dari Kaisar Kun dan Kaisar Hernandes Celosia, yang mana mereka kehilangan miliaran prajurit ketika ingin menyelamatkan Yuna Aurora dari cengkeraman Dewa Binatang. Mereka berdua juga kehilangan tempat kelahiran yang telah dimusnahkan olehnya! Melawannya, apakah perlu menunggu banyak galaksi dimusnahkan terlebih dahulu, dan baru bertindak ketika dia datang ke Alam Suci? Terlambat jika dia sudah tiba di sini. Selanjutnya, kalian sudah bisa membayangkan kekejamannya di sini!" lanjut Kaisar Langit.
Perkataannya, memicu kemarahan semua orang yang berada di dalam istana langit. Sebelum ini, mereka selalu berdebat tentang rencana Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa yang ingin berperang melawan Dewa Binatang, namun selalu saja mendapatkan pertentangan.
Namun, apa yang dikatakan oleh Kaisar Langit, tidak sesuai kenyataan. Dewa Binatang tidak melakukan seperti apa yang dikatakannya. Dewa Binatang mengekstrak Galaksi Nebula dan Galaksi Celosia karena telah ditinggalkan, alias tidak berpenghuni.
Salah seorang pejabat istana langit maju, dia adalah Dewa Kebijaksanaan. Sebelum berbicara, dia memberikan hormat kepada Kaisar Langit.
"Hamba mewakili semua Dewa dan Dewi, ingin membuka rapat terbuka. Dengan kehadiran Yang Mulia Maharaja Yaksa, maka kita semua bisa melakukan voting bersama, apakah pihak Yang Mulia Maharaja Yaksa bersedia melawan Dewa Binatang atau tidak!" keinginan Dewa Kebijaksanaan.
"Segera undangan adikku!" perintah Kaisar Langit yang tahu hal ini.
"Laksanakan, Yang Mulia Kaisar Langit!" jawab serempak semua orang dan menghilang dari hadapan Kaisar Langit setelah memberikan hormat.
Di dalam hati, Kaisar Langit ingin rasanya tertawa puas melihat Dewa-dewi akhirnya kompak. Lalu dia melihat Cermin Sihir.
__ADS_1
"Aktifkan Patung itu jika keadaan genting, bala bantuan akan segera tiba!" perintahnya kepada King Caldwell dan menutup Cermin Sihir dalam sekali lambaian tangan.
...****************...