
Bab 132. Aku Bukan Penyelamat.
Mendengar suara Dewa Binatang, semua orang melihat ke arahnya.
Putri Floryn terbelalak melihat sosok si penjahat yang membuat Dewa Api dan Dewa Ilusi ketakutan. Kepala Suku Dewa Api dan seluruh anggotanya yang masih ingat, jelas gemetaran karena ketakutan.
Semua orang melihat Dewa Binatang berjalan dengan santai menuju ke medan perang. Di hati semua orang, ada rasa takut yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Bagi mereka, melihat Dewa Binatang seperti sedang didekati oleh binatang yang kelaparan.
"Siapa kau? Apakah kau bagian dari mereka atau menjadi bagian dariku?" selidik Raja Eluned.
"Siapa aku? Itu tidak penting! Dan, aku bukan bagian dari siapa-siapa! Aku hanya membenci lintah darat!" jawab Dewa Binatang yang jaraknya dengan medan perang terpaut 70 meter.
"Anak muda, apa yang kau katakan tertuju padaku?" tanya Raja Eluned.
"Bodoh! Sudah tahu buat apa tanya!" cibiran Dewa Binatang yang tiba-tiba muncul di tengah medan perang, menghadap ke pihak Raja Eluned.
Pasukan Kerajaan Caladon dan sekutunya serempak menghunuskan senjatanya, siap untuk menghujani tubuh Dewa Binatang jika berani mendekat.
Ucapan Dewa Binatang jelas membuat Raja Eluned murka. Tidak pernah ada satu orang pun yang berani berkata seperti ini.
"Kau ... Kau?! Bunuh dia?!" Raja Eluned sangat murka dengan memberikan perintah kepada pasukannya.
Pasukan udara yang menunggangi Griffin segera bergerak dengan melepaskan sihir elemen angin dan api. Sedangkan pasukan darat yang menunggangi kuda, serempak bergerak sambil menghunuskan senjatanya. Semua penyihir pihak lawan mengeluarkan segala kemampuannya dalam mengendalikan elemen.
Dewa Binatang tersenyum tipis melihat serangan mereka, apalagi melihat binatang-binatang yang lemah. Dia merentangkan tangan kanan ke depan, lalu muncul bola energi kekuatan jiwa. Dari ukuran kecil dengan cepat berubah menjadi besar.
Boom boom boom...
Rentetan ledakan energi ketika serangan musuh tertuju pada targetnya. Namun, besarnya bola energi itu menghisap semua serangan lawan, bahkan serangan yang melesat ikut terhisap ke dalamnya.
Raja Eluned, Raja Vlad, Raja Datura dan semua pemimpin melihatnya, serta merasakan kekuatan bola energi itu sangat mengerikan, lebih mengerikan ketika menghisap semua serangan.
Sebelum Raja Eluned memerintahkan pasukannya untuk mundur, bola energi berukuran besar itu telah melesat ke arah pasukannya, dan...
Boom...
Ledakan hebat ketika bola energi jiwa meledakkan tubuh pasukan Kerajaan Caladon dan sekutunya. Setelah ledakan itu, bola energi itu menghisap gelombang kejut setelah ledakan, lalu berubah menjadi ukuran kecil, seukuran telapak tangan.
Bola energi jiwa kembali ke tangan Dewa Binatang yang tersenyum tipis. Dalam sekejap mata jutaan pasukan itu hilang, medan perang seketika menjadi hening, hanya ada suara desiran angin.
Melihat kengerian ini, tubuh semua orang mengigil ketakutan. Mereka baru sadar sosok pria muda ini sangatlah kuat. Mereka melihat Dewa Binatang menelan bola energi itu.
"Lumayan buat camilan," kata Dewa Binatang sambil menatap ke arah Raja Eluned.
__ADS_1
Setelah meledakkan tubuh semua pasukan Kerajaan Caladon dan sekutunya, bola energi jiwa itu menghisap kekuatan mereka, kekuatan yang bisa meningkatkan basis kultivasi. Tetapi bagi Dewa Binatang, kekuatan mereka bagaikan setetes air di dantian-nya.
"Kau .... Siapa kau?" Raja Eluned sangat ketakutan hingga tidak mampu berkata dengan jelas.
Dia sulit menerima apa yang baru saja dilihatnya, seolah-olah ini adalah mimpi buruk. Hanya setingkat Dewa yang mampu melenyapkan jutaan orang dalam sekejap mata.
"Tidak penting siapa aku! Apakah kamu mau mati juga? Atau tetap berambisi untuk menjadi penguasa tunggal?" jawab Dewa Binatang dan balik bertanya, pertanyaan yang merupakan pilihan bagi Raja Eluned.
"Mundur!" perintah Raja Eluned yang jelas tidak mau mati mengenaskan. Dan pilihan terbaiknya adalah tidak akan berurusan dengan Dewa Binatang.
Dia segera melesat meninggalkan medan perang, lalu disusul dengan sekutunya yang sangat ketakutan.
Setelah kepergian mereka, Dewa Binatang membalikkan badan ke arah pihak Raja Salome dan sekutunya. Jantung semua orang seakan-akan ingin keluar karena Dewa Binatang, mereka jelas sangat takut.
Dewa Binatang tersenyum melihat wajah-wajah mereka yang pucat, tubuh gemetaran, serta keringat dingin membasahi wajah dan tubuh.
"Sebenarnya aku hanya akan berkunjung ke kota ini. Tetapi melihat peperangan ini, dan mengetahui pokok permasalahannya ... Maaf, aku ikut campur karena tidak tega melihat kesatria cantik terluka," kata Dewa Binatang sambil melihat Putri Floryn, Putri Bella dan beberapa kesatria wanita lainnya.
Perkataannya seperti air surga yang mengubah rasa takut menjadi kedamaian. Putri Floryn dan Putri Bella tersipu malu sambil menundukkan kepala.
Akan tetapi, kedua wanita mendengar suara ricuh dari semua orang yang tidak melihat Dewa Binatang, yang tiba-tiba menghilang. Mereka segera melihat disekitarnya untuk mencari keberadaannya.
Raja Salome dan Raja Unatti saling berpandangan dan tertawa lepas karena kekalahan musuhnya. Mereka tidak menyangka situasi berubah dalam sekejap mata hanya karena satu orang. Padahal, mereka sudah siap jika hari ini harus mati. Dan yang terburuknya, sudah siap menjadi budak bagi Raja Eluned jika tidak mati.
Kedua raja itu melihat putri-putrinya yang berinisiatif untuk mencari Dewa Binatang tanpa berpamitan. Kemudian, Raja Unatti memandang ke arah Kepala Suku.
"Apakah benar dia seorang penjahat?" selidik Raja Unatti karena sebelumnya mendapatkan informasi tentang Dewa Binatang dari Kepala Suku Dewa Api.
Kepala Suku menundukkan kepalanya karena merasa bersalah. Di dalam hatinya... Jika memang Dewa Binatang adalah seseorang yang jahat dan kejam, sudah pasti peperangan ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, nyatanya hari ini justru menjadi penyelamat.
Selain itu, Dewa Binatang yang telah membunuh ketujuh anggotanya merupakan hal wajar, sebab membela diri. Seandainya memang kejam seperti yang dikatakan oleh Dewa Api dan Dewa Ilusi, sudah pasti Dewa Binatang tidak akan membiarkan dirinya hidup, termasuk seluruh anggotanya.
Sedangkan untuk Devil Hunter Firefox yang dicuri, siapapun orangnya yang mampu dan juga kuat, sudah pasti akan menjinakkannya. Ini juga bukan sesuatu yang menghebohkan.
"Apakah benar dia seorang penjahat?" untuk kedua kalinya Raja Unatti kembali bertanya, dia ingin kebenaran yang tampak disembunyikan oleh Kepala Suku.
Raja Salome dan seluruh jajarannya penasaran dengan sosok penyelamatan, dan pertanyaan Raja Unatti mudah dipahami. Mereka melihat Kepala Suku karena ingin tahu siapa sosok yang menjadi penyelamat.
"Maafkan hamba, Yang Mulia Raja. Apakah yang sebelumnya hamba katakan, itu juga keterangan dari Dewa Api dan Dewa Ilusi. Hamba tidak mungkin berani berbohong kepada Yang Mulia!" jawab Kepala Suku sambil menatap ke arah Raja Unatti.
"Jadi Anda tidak tahu sendiri tentang penyelamatan kita?" kembali Raja Unatti bertanya.
"Benar, Yang Mulia Raja. Hamba hanya tahu bahwa Dewa Binatang berhasil menjinakkan Devil Hunter Firefox dan memiliki bibitnya!" jawab Kepala Suku dengan jujur.
__ADS_1
Raja Unatti menghela nafas panjang sambil mendekati Kepala Suku. Akhirnya, Raja Salome dan jajarannya mengetahui sosok penyelamatnya adalah seorang Dewa. Pantas saja mampu dengan mudah mengalahkan jutaan pasukan.
"Kita tahu, Devil Hunter Firefox adalah penjaga altar Dewa Sihir, termasuk penghuni Lubang Neraka yang lainnya. Hilangnya penjaga jelas membahayakan bagi kita semua. Untung saja Dewa Sihir telah mengantisipasi hal ini! Dewa Binatang sesuai dengan namanya, wajar jika berhasil menjinakkan Devil Hunter Firefox. Siapapun orang yang mampu, sudah pasti akan berusaha untuk mendapatkannya, contohnya kita sudah tahu... Dewa Petarung dan Dewa Pemusnah yang berhasil mendapatkan bibit Devil Hunter Firefox...," Raja Unatti dengan bijaksana berbicara kepada Kepala Suku agar berpikir jernih, tidak terpengaruh oleh ucapan yang tidak diketahui dengan mata kepala sendiri.
...****************...
Saat ini, Dewa Binatang berada di Ibu Kota Nashkel, di mana situasinya sangat sepi karena adanya peperangan, hanya ada beberapa toko yang masih buka untuk melayani kebutuhan para prajurit dan semua penyihir yang ikut berperang.
Kabar kekalahan Raja Eluned dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Ibu Kota. Kabar baik ini disebarkan oleh beberapa penyihir yang melihat aksi heroik seorang pria muda.
Kemenangan Raja Salome membuat penduduk yang mengungsi segera kembali ke tempatnya masing-masing. Dan, semua penduduk ingin tahu siapa orang yang menjadi pahlawan itu.
Putri Floryn dan Putri Bella masih mencari keberadaan Dewa Binatang. Mereka juga menyebarkan bawahannya untuk membantunya. Setiap tempat dan toko besar tidak luput dari perhatian mereka.
Sedangkan Dewa Binatang, saat ini berada di rumah makan yang terkenal, di lantai 3. Sebagai seorang foodie (penggila makanan), jelas tidak akan melewatkan tempat baru untuk mengetahui rasa makanan khas daerah.
Rumah makan itu berlantai lima, tempat yang sering dikunjungi oleh bangsawan dan keluarga kerajaan, namanya adalah rumah makan Top Food.
Dewa Binatang memesan semua jenis makanan yang terbaik dan digemari oleh masyarakat. Di meja makan, telah tersedia makanan yang dipesannya.
Sambil makan, dia mendengar beberapa orang yang menceritakan aksi heroiknya yang mengalahkan pasukan Kerajaan Caladon. Disebut sebagai pahlawan, dia tersenyum sinis, sebab tidak niat untuk mencari nama. Apa yang dilakukan hanya mengikuti suasana hati...
Putri Floryn dan Putri Bella telah berada di Top Food. Mereka segera memeriksa setiap lantai untuk mencari keberadaan Dewa Binatang. Akhirnya, mereka melihatnya sedang menikmati makanan. Mereka buru-buru mendekati Dewa Binatang.
"Terima kasih sudah menyelamatkan kita!" ucap Putri Floryn saat berada di samping tempat duduk Dewa Binatang.
Dewa Binatang melihatnya, lalu mengusap mulutnya dengan kain pembersih. Setelah itu dia berkata, "silakan duduk!"
Dipersilahkan untuk duduk, Putri Floryn dan Putri Bella segera duduk menghadap Dewa Binatang.
"Tanpa Anda penyelamat kita hari ini, entah apa yang akan terjadi nanti!" ucap Putri Bella sambil menatap wajah tampan Dewa Binatang.
"Jangan katakan aku sebagai penyelamat maupun pahlawan! Aku melakukan ini hanya mengikuti suasana hati, dan juga membenci orang yang bertindak sewenang-wenang!!" ungkap Dewa Binatang sambil bergantian melihat kedua wanita cantik di depannya.
"Apapun alasan Anda, Anda tetap sebagai penolong kita! Entah apa yang bisa kami berikan sebagai bentuk rasa terima kasih ini!" Putri Floryn mengucapkan dengan rasa tulus.
Dewa Binatang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena tidak tahu harus berkata apa. Dia melakukan ini juga tanpa usaha. Baginya, pasukan Kerajaan Caladon dan sekutunya bukanlah lawan yang tangguh, jauh dari kekuatannya.
"Begini saja, jadilah pemandu selama aku berada di sini. Jujur saja, aku ingin mengunjungi Lubang Neraka yang terkenal!" akhirnya Dewa Binatang memutuskan untuk menjadikan mereka sebagai pemandu wisata.
"Dengan senang hati!" ucap kedua wanita itu dengan serempak karena sangat senang bisa membalas kebaikan Dewa Binatang
Baru saja mereka berbicara, datang banyak prajurit yang mengawal Raja Unatti dan Raja Salome. Kedua raja itu sudah tahu keberadaan Dewa Binatang.
__ADS_1
Dewa Binatang menghela nafas panjang karena tahu hari ini akan menjadi perhatian banyak orang, hari yang pastinya sangat melelahkan, hal yang selalu dihindari. Dia sebagai seorang kaisar di Dunia Jiwanya, selalu menyerahkan hal-hal yang menyangkut pemerintah kepada istrinya, jarang sekali menemui pejabat kekaisaran...