God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Ada Entitas Lebih Kuat.


__ADS_3

Bab 141. Ada Entitas Lebih Kuat.


Di Domain Universe Lightning. Terdengar benturan energi ketika dua orang saling bertarung dengan sengit. Mereka adalah murid dan guru - Dewa Binatang dan Universe Lightning.


Dewa Binatang telah menerobos ke tingkat Epsilon level 2. Saat menjalani Kesengsaraan Petir peringkat Ke-2, dia tidak sedikitpun mengalami hambatan, justru Petir Asyura diserapnya untuk dijadikan kekuatan sendiri.


Saat ini, dia sedang berlatih bersama dengan gurunya. Universe Lightning menurunkan kekuatannya hingga setara dengan muridnya.


Kecepatan mereka sulit dilihat dengan Mata Dewa, hanya terlihat seperti sinar yang saling berbenturan, ketika berbenturan akan mengeluarkan gelombang kejut listrik. Setelah berbenturan, dua sinar itu meliuk-liuk ke atas dan kembali berbenturan.


Namun, ketika Dewa Binatang akan menyerang gurunya, secara tiba-tiba gurunya mundur dan melihat ke arah Bulan Nordic. Dia melihat di bulan itu mengeluarkan kilauan, dan bermunculan empat binatang mitologi yang melayang-layang di atasnya.


"Ada apa, Guru?" tanya Dewa Binatang yang belum puas bertarung dengan gurunya, jarang-jarang mendapatkan lawan seperti ini.


"Pagoda Berlian muncul kembali. Tampaknya Dewa Perang telah dibangkitkan!" jawab Universe Lightning.


Dewa Binatang mengunci alisnya karena tidak mengetahui tentang Pagoda Berlian. Mengenai Dewa Perang, dia tidak sedikitpun takut walaupun nantinya akan bertarung. Dia mengikuti pandangan dari gurunya, namun tidak melihat apapun karena berada di dalam Domain Universe Lightning.


"Apa itu Pagoda Berlian?" tanyanya dengan antusias.


Universe Lightning tersenyum sambil melihat muridnya, lalu menceritakan tentang Pagoda Berlian, "Pagoda Berlian ini lebih hebat jika dibanding dengan Pagoda Emas dan artefak lainnya, termasuk milikmu. Fungsinya untuk berkultivasi, berlindung dan memenjarakan siapapun sesuai keinginan tuannya...,"


Pagoda Berlian memiliki 20 lantai, di dalamnya mengeluarkan energi, Energy Primordial yang melimpah ruah akan oksigen, medan gravitasi di setiap lantai berbeda-beda, semakin tinggi tekanannya makin kuat.


Di lantai pertama, tekanan gravitasinya 20 kali lipat dari Bumi, tempat yang cocok untuk berkultivasi di tingkat awal Kelahiran. Di lantai 2, medan gravitasinya naik 200 kali lipat, cocok bagi kultivator yang baru menerobos ke tingkat Saint. Di lantai 3, medan gravitasinya mencapai angka 2.000, setiap naik melalui anak tangga ke lantai ini memiliki tekanan yang berbeda-beda.


Hingga ke lantai 9, medan gravitasinya diluar nalar, mencapai angka 2 miliar, cocok bagi kultivator di tingkat Dewa Absolute. Semakin tinggi naik ke lantai berikutnya (lantai 10), maka medan gravitasinya naik makin kuat dari sebelumnya, naik berkali-kali lipat.


Di lantai 12, tempat untuk berkultivasi yang dikhususkan untuk kekuatan di atas tingkat Epsilon hingga tingkat Divine Realm. Untuk tekanan medan gravitasinya sulit untuk diucapkan dengan kata-kata, sangat kuat.


Di lantai 13, tempat bagi kultivator di tingkat Realm Of Majesty hingga Realm Of True Immortal. Lantai 14, untuk tingkat The Realm Of Eternal Darkness dan Ruler Of The Universe.


Di lantai 15, untuk tingkat Ruler Of Multi Universe. Di lantai 16, untuk tingkat Creator Of The Universe. Di lantai 17 adalah tempat terakhir untuk berkultivasi, khusus tingkat The Great Creator.


Di lantai ke-18, merupakan tempat harta pengetahuan, seperti halnya pusat perpustakaan ilmu pengetahuan di dunia, menyimpan pengetahuan berbagai profesi dari tingkat Pemula hingga Almighty God.


Di lantai 19 adalah tempat penjara siksaan, setingkat Creator Of The Universe tidak akan berkutik. Walaupun di tingkat ini tubuhnya abadi dan tidak lagi merasakan sakit apapun, di lantai ini semua itu tidak berarti, tetap tersiksa seumur hidup.

__ADS_1


Di lantai terakhir, lantai 20 adalah tempat Pencucian Jiwa, tempat khusus bagi kultivator yang tidak lagi memiliki kehendak duniawi; menjadi satu dengan Alam Semesta, tidak lagi memiliki cinta kasih dan juga kebencian, semua sifat netral.


"Di lantai terakhir ini... Mungkin, Guru belum tentu bisa memasukinya, sebab masih memiliki kehendak, kehendak untuk melindungi. Jika kamu ingin memasuki lantai ini, jiwamu harus benar-benar netral dari apapun. Oleh karena itu, di atapnya memiliki simbol Yin dan Yang, yang artinya adalah Kenetralan Batin, Sifat dan Pikiran."


Akhirnya Universe Lightning selesai menceritakan kehebatan dari Pagoda Berlian, dia tersenyum melihat muridnya yang melongo.


"Wow..! Ini lebih hebat dari Batu Keabadian!" seruan Dewa Binatang yang tidak menyangka ada Artefak Alami seperti ini.


"Setara. Tetapi kamu belum memaksimalkan Batu Keabadian. Saat kamu berada di tingkat Ruler Of The Universe, lambat laun semua yang ada pada dirimu akan berubah, tidak lagi memiliki kehendak apapun. Yang ada dipikiran saat itu, hanya ada keseimbangan dan berjalan mengalir!" terang Universe Lightning.


Bukan senang mengetahui Batu Keabadian setara dengan Pagoda Berlian, Dewa Binatang malah cemberut. Baginya, siapapun yang tidak memiliki kehendak, sama saja seperti mayat berjalan.


Namun, dia tidak memahami implikasi dari perkataan gurunya tentang keseimbangan, yang mana kebahagiaan tercapai saat kehidupan mengalir secara alami tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Tidak ada yang di atas maupun di bawah.


Alam Semesta akan bertindak manakala suatu kehidupan telah musnah di satu tempat, membentuk ulang dan berkelanjutan, lalu dibiarkan mengalir seiring berjalannya waktu.


"Guru, bukankah cinta kasih adalah puncak kekuatan dan kebahagiaan tertinggi? Jika tidak memiliki kehendak, bukankah itu sama jatuh dalam kehampaan jiwa?" tanya Dewa Binatang yang tidak mengerti.


"Cinta kasih juga kehendak pikiran dan batin, yang artinya masih hidup dalam jiwa keduniawian. Suatu hari nanti, kamu akan memahami manakala satu demi satu orang yang kamu cintai meninggalkanmu. Pada titik itu... Kamu pasti memahaminya!" jelas Universe Lightning.


Helaan nafas gurunya membuat Dewa Binatang enggan bertanya lagi, sebab dia belum melampaui pemahaman gurunya yang telah hidup jauh lebih lama darinya.


Dia kembali memikirkan Pagoda Berlian, jelas dihatinya menginginkannya, sebab mampu untuk meningkatkan kekuatannya. "Guru, saya harus mendapatkannya!" tekadnya.


Universe Lightning tersenyum sambil melambaikan tangan kirinya. Lalu Dewa Binatang bisa melihat apapun di luar Domain gurunya. Namun yang dilihatnya seperti peta bergerak, memperlihatkan keseluruhan Alam Jagat Raya, di mana dia melihat Local Interstellar, Laniakea Super Cluster dan Observable Universe.


Yang mengejutkannya, selain Observable Universe, masih ada yang lebih besar, besarnya tiga kali lipat dari Observable Universe. Lalu pandangan matanya berpindah ke Bulan Nordic yang mengeluarkan cahaya, dia melihat empat bintang mitologi memutari satelit itu.


Dari keempat Multiverse itu, dia melihat banyak sinar dengan kecepatan tinggi menuju ke Planet Peliades. Sinar itu seperti meteor, dia hanya menganggapnya fenomena biasa yang terjadi di luar angkasa.


"Apakah di sana keberadaan Pagoda Berlian?" tanya Dewa Binatang kepada gurunya.


"Benar! Yakin bisa mendapatkannya?" jawab Universe Lightning dan bertanya balik.


"Bukannya bermaksud menyombongkan diri, Guru. Dengan kekuatan di tingkat saat ini, saya yakin mampu mendapatkan Pagoda Berlian itu!" jawab Dewa Binatang dengan kepercayaan tinggi.


"Guru percaya kamu pasti akan mendapatkannya. Lihat sinar-sinar seperti meteor itu, itu adalah kultivator yang juga menginginkan Pagoda Berlian. Dengan kecepatan mereka seperti yang kamu lihat, kira-kira kekuatan mereka berada di tingkat apa?" Universe Lightning menunjukkan banyak sinar yang keluar dari Observable Universe, Dewa Binatang pun melihatnya.

__ADS_1


"Kurang lebih sama dengan kekuatan saya!" jawab Dewa Binatang.


"Apakah kamu tahu itu?" tanya Universe Lightning sambil menunjuk ke arah alam semesta lain yang lebih besar dari Observable Universe.


"Tidak tahu, ini diluar pengetahuan saya. Apakah ada yang lain selain Observable Universe?" jawab Dewa Binatang dan bertanya balik, nada bicaranya menjadi serius.


"Seperti yang kamu lihat, memang ada. Dari sanalah Lord Dark Matter berasal. Alam semesta itu disebut The Living Tribunal Multiverse!" jawab Universe Lightning dan sedikit menjelaskan tentang alam semesta itu.


The Living Tribunal Multiverse adalah entitas kosmik humanoid yang sangat kuat, dan telah ada selama alam semesta tercipta. Tugasnya adalah untuk menjadi penjaga multiverse (semua total universe) dari ketidakseimbangan kekuatan mistik.


Selain Lord Dark Matter, disana ada juga Anti Dark Matter yang menjadi tandingannya. Disana tidak banyak kehidupan, hanya ada beberapa kehidupan alami, tetap hanya Tiga Entitas yang paling kuat. Namun, Universe Lightning tidak mengatakan siapa pihak ketiga yang sama-sama kuat dengan dua entitas tersebut.


Seketika rasa percaya dirinya runtuh, Dewa Binatang tidak membayangkan jika ada yang lebih hebat dari penghuni Alam Kudus. Dia pikir selain gurunya, keluarganya adalah yang terkuat di alam semesta ini, menguasai Observable Universe, Laniakea Super Cluster dan Local Interstellar.


Dewa Binatang menarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati dan pikirannya. Universe Lightning tertawa melihat muridnya ini.


"Untuk mencapai puncak kekuatan dan menginginkan sesuatu tanpa adanya tekanan, itu sama saja memperlambat kultivasi-mu. Apakah kamu sudah siap untuk menggapainya?" tutur Universe Lightning.


"Selama nafas berhembus, semangat ini akan selalu ada. Guru, izinkan Murid ini untuk kembali, mohon doa restunya!" ucap Dewa Binatang sambil menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.


"Guru selalu mengawasimu. Sampai jumpa lagi!" restu dari Universe Lightning


Zedarrr...


Suara petir menggelegar keras setelah Universe Lightning selesai berbicara, petir itu menyambar Dewa Binatang, dia merasakan sakit yang lebih dari sambaran Petir Asyura.


"Guru yang tidak bermoral...!!" teriakan Dewa Binatang yang tidak terima diperlakukan gurunya seperti ini, dijemput dengan sambaran dan diantarkan juga dengan sambaran petir.


Universe Lightning tertawa puas menyiksa murid yang cabul ini. Kemudian, Dewa Binatang menghantam tanah di Bulan Nordic, dia segera bangkit sambil menatap tajam ke arah langit untuk melihat keberadaan gurunya yang tidak diketahui.


Lalu terdengar di benak Dewa Binatang suara gurunya. "Kamu seharusnya beruntung disambar Gurumu. Itulah bentuk dari kasih sayang Gurumu yang tampan ini!"


"Cih... Siapa juga yang mau dengan kasih sayang sambaran petir. Dasar Guru yang tidak berguna!" sungut Dewa Binatang sambil mengacungkan jari tengahnya ke langit.


Universe Lightning yang melihat kelakuan muridnya tidak marah, sebab hal ini sudah biasa terjadi diantara mereka. Dia malah tertawa keras yang hanya bisa didengar oleh Dewa Binatang.


"Huff... Setidaknya pengetahuan darinya membuka mataku!" gumam Dewa Binatang yang sebenarnya tidak marah dengan perlakuan dari gurunya, dia melihat sekitarnya untuk mencari keberadaan Pagoda Berlian.

__ADS_1


__ADS_2