
Bab 15. Pertandingan Perdana.
Di dalam ruang tunggu peserta tarung yang berukuran besar, ada sekitar 230 peserta, ada yang berkelompok lima orang sebagai tim, ada juga yang sendirian seperti Dewa Binatang. Mereka menunggu panggilan masuk ke arena Gladiator Cyber Supernatural.
Sebelum kedatangan Dewa Binatang, ruangan tersebut sudah ramai dengan perdebatan tentang masalah satu wanita tercantik, tidak lain adalah Twins Ice. Para pria ingin merebut hatinya, dan berharap menjadi kekasihnya.
Padahal, banyak gadis muda dan cantik yang tidak kalah dengan kecantikan Twins Ice. Usut punya usut, Twins Ice tidak hanya cantik saja yang menjadi andalannya, dia seorang putri dari seorang raja, yaitu Raja Phoenix Es.
Wanita lain tidak peduli dengan Twins Ice yang menjadi rebutan kaum pria, sebab mereka lebih fokus untuk bertarung daripada memikirkan hal yang tidak penting.
Setelah Twins Ice kembali duduk di sisi Dewa Binatang, dia berkata dengan nada sedih, "jangan hiraukan mereka! Mereka selalu saja mengangguku!"
"Hei! Kita semua sudah berkompetisi untuk menjadi kekasihmu jika menang, dan kamu juga menyetujuinya! Sedangkan dia... dia pendatang baru yang akan membuat kompetisi ini semakin kacau!" sahut Hammer Man yang tidak terima dibilang pengganggu oleh Twins Ice.
"Aturan sudah jelas, siapapun yang menang, aku bersedia menjadi kekasihnya!" protes Twins Ice dengan maksud agar semua adil, padahal dia mendekati Dewa Binatang karena ketampanannya.
Dengan wajah Dewa Binatang yang tampan, dia lebih cocok bersanding dengannya daripada pria lain yang lebih menonjolkan kekayaannya. Walaupun ada pria yang tampan, tapi mereka masih kalah dari Dewa Binatang.
"Oh begitu! Baiklah, semoga kita bisa bertemu di pertandingan berikutnya. Saat itu tiba, aku tidak akan membiarkanmu hidup hari ini!" ancaman Hammer Man yang merasa dirinya paling kuat dari semua peserta.
Nama Hammer Man sudah terkenal di arena Gladiator Cyber Supernatural, dia bersama timnya telah menang sebanyak 499 kali tanpa menelan kekalahan. Dia memiliki tim yang terdiri dari empat orang, dia sebagai pemimpin di garis depan (Defanse Damage), dan keempat rekannya sebagai Petarung dengan julukan Tangan Besi (Iron Fist), Pembunuh dengan julukan Cyber, Penyihir dan Penembak Jitu, dia semuanya adalah pria.
Berhubungan karena pertarungan random, mereka harus keluar satu demi satu saat bertarung, menguntungkan sekaligus merugikan jika menang. Namun, adakalanya panitia merubah aturan agar pertandingan lebih menarik, biasanya terjadi ketika putaran ke-20, hadiahnya juga ditingkatkan.
Sistem random lebih menggiurkan para peserta karena hadiahnya, daripada sistem kolaborasi yang harus membagi hadiah.
Dewa Binatang merasa jengkel karena tidak tahu apa-apa harus masuk ke dalam situasi ini, tapi sebelum dia bereaksi untuk memukul Hammer Man, semua orang mendengar suara panggilan dari panitia melalui pengeras suara.
"Pertarungan selanjutnya... Iron Fist melawan Shimo! Segera menuju ke arena."
__ADS_1
Dewa Binatang melihat gelangnya yang diberikan oleh Zyila Miralen, dan membaca namanya yang dipanggil oleh panitia. Dia segera berdiri tanpa peduli dengan siapapun, bahkan cuek kepada Twins Ice.
"Kamu harus menang!" tiba-tiba Twins Ice memegang tangan kiri Dewa Binatang dengan maksud memberikan semangat.
"Sengaja orang ini!" batin Dewa Binatang yang kesal dengan tindakan Twins Ice.
Tiba-tiba Dewa Binatang mencium bibir Twins Ice di hadapan para pria. Twins Ice jelas kaget dengan gerakan Dewa Binatang yang tidak terduga. Namun sudah terlambat, dia hanya pasrah menerima ciuman yang cepat.
"Kamu...?!" bentak Twins Ice sambil menghentakkan kedua kaki pada lantai, dia memegang bibirnya yang baru saja dicium.
"Sialan dia! Berani-beraninya menodai Putri Kerajaan!" bentak Hammer Man dan hampir bersamaan dengan penggemar Twins Ice.
Dewa Binatang tertawa keras sambil keluar dari ruang tunggu peserta, dia puas telah membuat semua orang marah. Sebaliknya bagi peserta wanita, mereka memberikan acungan jempol kepada Dewa Binatang karena keberaniannya.
"Iron Fist, bunuh dia!" perintah Hammer Man kepada rekannya, dia dan semua pria sudah sangat marah karena tindakan Dewa Binatang.
"Pasti aku bunuh dia, bahkan seluruh tubuhnya aku ledakan tanpa bisa dipungut!" geram Iron Fist kepada Dewa Binatang, dia buru-buru keluar dari ruang tunggu.
"Iron Fist... Iron Fist... Iron Fist!"
Nama Iron Fist terus terdengar di seluruh tribun penonton yang menjagokan Iron Fist sebagai pemenangnya. Anak-anak juga tidak ketinggalan, mereka lebih keras memanggil idolanya serta menunjukkan boneka yang menyerupai Iron Fist.
Sebagian penonton menertawakan Dewa Binatang yang hanya berpakaian biasa tanpa mengenakan perlengkapan canggih, namun sebagian menduga jika akan diaktifkan ketika pertarungan dimulai.
Boom...
Iron Fist dengan aksi spektakuler membuat ledakan dengan pukulan saat mendarat di tengah arena, pukulannya yang kuat tidak menghancurkan lantai arena, hanya mengeluarkan kepulan asap dan debu.
Zyila Miralen sedang duduk sambil tersenyum melihat Dewa Binatang berjalan santai menuju ke arena pertarungan. Ternyata, dia ada di sebuah ruangan khusus bagi para peserta elite yang telah memiliki banyak prestasi di arena Gladiator Cyber Supernatural, ruangan itu dikenal dengan nama Room Elite.
__ADS_1
Syarat menjadi member Room Elite harus menang minimal lebih dari 5.000 kali. Sedangkan Zyila Miralen kurang satu kali mencapai kemenangan yang ke 10.000.
"Dia pria yang menarik hatimu?" ucap salah satu pria sambil berjalan mendekati Zyila Miralen, dari nada bicaranya terdengar cemburu. Selama ini, dia selalu mengawasi Zyila Miralen karena cinta.
Zyila Miralen hafal dengan suara pria tersebut, dan tidak menanggapinya. Pria itu duduk di kursi kosong sebelahnya sambil membawa dua gelas air minum dan memberikan kepada Zyila Miralen.
Pria itu bisa dikatakan tampan, tapi tidak mengalahkan Dewa Binatang, rambut panjang berwarna putih, pupil mata berwarna hijau, dia adalah Ulrond Morader, dia dijuluki sebagai Assassin Man karena spesialisnya.
Assassin Man memiliki garis darah bangsa Elves (Elf) yang mendiami hutan, atau dikenal dengan sebutan bangsa Wood Elves. Senjata andalannya adalah Pisau Terbang untuk serangan dekat, dan Busur untuk serangan jarak jauh.
Assassin Man orang memanggilnya, dia tidak tersinggung dengan sikap Zyila Miralen yang acuh tak acuh. Zyila Miralen melihat Dewa Binatang telah berdiri di tengah arena, lalu terdengar suara panitia melalui pengeras suara.
"Saat lampu hijau menyala, tanda pertarungan dimulai. Aturannya satu, yang terakhir berdiri di arena adalah pemenang."
Setelah suara panitia berhenti, sorak-sorai dari para penonton makin keras terdengar.
"Hidupmu sudah berakhir! Apakah ada permintaan terakhir?" tanya Iron Fist dengan suara keras kepada Dewa Binatang yang masih saja tenang dan santai.
"Berikan RoboBee milikmu!" jawab Dewa Binatang sambil mengulurkan tangan kanannya.
Iron Fist tertawa terbahak-bahak dan diikuti para pendukungnya, perkataan Dewa Binatang seolah-olah membual. Namun, dia melepaskan cincin dimensi yang berisi semua hartanya. Karena yakin kemenangannya, dia melemparkan cincin dimensi kepada Dewa Binatang.
Dewa Binatang dengan cekatan menerima cincin dimensi. Setelah melihat isinya, dia sedikit terkejut karena banyak RoboBee dan berbagai macam perlengkapan canggih yang digunakan untuk bertarung, dan masih banyak harta lainnya yang berguna.
Dewa Binatang menyelipkan cincin dimensi di jari tengah tangan kiri, lalu dia melihat lampu telah menyala hijau. Kemudian, dia melihat tubuh Iron Fist mengeluarkan cahaya merah untuk beberapa saat. Setelah cahaya menghilang, tangan kanannya menjadi besar dengan tubuh yang tertutupi besi fleksibel, sedangkan tangan kirinya tetap normal.
"Mati! Iron Fist Stack 1" teriakan Iron Fist yang mengeluarkan jurus andalannya.
Tangan kanan Iron Fist mengeluarkan kekuatan besar, dia melompat setinggi mungkin. Dengan tubuh berputar-putar layaknya tornado, dia menukik tajam ke arah Dewa Binatang dengan tinju siap mengenai targetnya.
__ADS_1
Gerakannya sangat cepat dan sulit dilihat mata biasa. Anehnya, Dewa Binatang seperti orang bodoh yang hanya diam mendongak untuk melihat lawannya.