
Bab 16. Perubahan Aturan Pertandingan.
Semua penonton dan juga para peserta geleng-geleng melihat Dewa Binatang yang diam saja, mereka menganggap Iron Fist terlalu tangguh bagi lawannya kali ini.
Zyila Miralen mengurungkan niatnya untuk minum, dia melihat Dewa Binatang seperti merasakan tekanan kuat dari Iron Fist, dia menghela napas panjang karena harus kehilangan pria tampan yang baru mencuri hatinya.
Assassin Man tersenyum sinis terhadap kesialan Dewa Binatang, akhirnya siapapun pria yang mendekati pujaannya harus mati, dia melihat Iron Fist sudah sangat dekat dengan Dewa Binatang.
Lalu suara dentuman keras ketika pukulan kuat dari Iron Fist mengenai targetnya...
Akan tetapi, tiba-tiba sorakan penonton seketika terdiam menyaksikan sesuatu yang yang di luar dugaan. Ruangan para elit juga terdiam dengan apa yang mereka lihat.
Pukulan Iron Fist ditahan oleh Dewa Binatang dengan satu jari. Itulah yang membuat semua penonton tercengang. Yang mengejutkan lagi, tangan Iron Fist yang dilindungi oleh sarung tangan besi muncul retakan.
Dan... Boom...
Hancurlah perlengkapan canggih milik Iron Fist hanya dengan sentuhan jari telunjuk Dewa Binatang. Iron Fist terpental jauh hingga keluar dari arena Gladiator Cyber Supernatural.
Lalu Dewa Binatang meniup ujung jari telunjuknya yang mengeluarkan asap. Setelah itu dia berjalan santai seolah-olah kemenangan perdananya tidak berarti.
"Shimo... Menang dengan brilian. Seorang juara baru yang mengalahkan lawan dengan jari telunjuk. Kita beri dia julukan Death Touch (Sentuhan Kematian)...,"
Segera panitia pertandingan mengumumkan hasil kemenangan Dewa Binatang, bahkan memberikan nama julukan bagi Dewa Binatang. Seketika diikuti sorak-sorai dari para penonton.
Dewa Binatang tersenyum tipis diberi nama julukan petarung sebagai Death Touch, aneh menurutnya. Padahal apa yang baru saja dilakukannya belum satu persen kekuatan.
Hammer Man, Twins Ice dan semua petarung masih syok dengan apa yang baru saja terjadi. Mereka baru sadar setelah mendengar pengeras suara dari panitia.
Apa yang mereka lihat seakan-akan hanyalah mimpi, hanya dengan satu jari mampu mengalahkan Iron Fist yang telah memiliki banyak pengalaman dan prestasi. Dan yang mengalahkannya adalah seorang pria tanpa menggunakan perlengkapan canggih.
__ADS_1
Seorang gadis muda usia 17 tahun yang juga seorang petarung bersorak gembira karena kemenangan Dewa Binatang, namanya Astrella Xiosien. Dia seorang petarung spesialis Pendukung (Support), namun bukan berarti tidak bisa membunuh lawan.
Dia sangat energik, memiliki pergerakan yang sangat cepat, wajahnya imut dan menggemaskan bagi yang melihatnya, bola mata besar dengan rambut diikat dua menyamping, rambutnya berwarna hitam. Tinggi badannya 169 cm, tubuhnya padat berisi seperti artis profesional.
Astrella Xiosien telah mengalahkan 347 petarung dari berbagai spesialis di arena Gladiator Cyber Supernatural, dia dikenal dengan sebutan Putri Berdarah Dingin. Dijuluki demikian karena metodenya dalam mengalahkan lawan selalu tidak terduga, cepat, rapi dan setelah itu selalu memberikan bunga mawar merah kepada korbannya.
Hammer Man segera mencegat Dewa Binatang yang akan masuk ke ruang tunggu, dia berkata, "aku menantangmu!"
Dewa Binatang tersenyum sinis dengan pria bertubuh besar ini, sifatnya yang seperti kekanak-kanakan.
"Katakan kepada panitia!" sahut Dewa Binatang dengan jari telunjuk tangan kanan akan menyentuh dada Hammer Man.
Hammer Man segera menghindari jari telunjuk Dewa Binatang karena tidak ingin mengalami nasib buruh seperti Iron Fist.
"Kamu takut dengan Death Touch!" ejek Astrella Xiosien, karena belum puas dia kembali mengejek Hammer Man, "tubuh besar tapi takut dengan jari telunjuk! Lebih baik gunakan ototmu untuk menyangga tiang!"
Hammer Man tercengang karena lengan tangan kanannya tiba-tiba mati rasa terkena sentuhan jari telunjuk Dewa Binatang, dia merasakan sengatan listrik yang membuat otot-ototnya melemah.
"Rasain kamu!" ejek Astrella Xiosien yang sudah bersembunyi di balik punggung Dewa Binatang.
Dewa Binatang masuk ke ruang tunggu, lalu dia duduk bersama Astrella Xiosien dan Twins Ice, dua wanita cantik yang kini menempel seperti lem. Baru saja Dewa Binatang duduk, sudah banyak petarung yang mengerumuninya. Mereka berniat untuk menjadikan Dewa Binatang masuk ke timnya.
Namun Dewa Binatang menolak tawaran mereka karena dia bukan penduduk asli Kota Metrolit Phoniex, dia mengaku sebagai seorang petualang yang selalu berpindah-pindah tempat, dan kebetulan ingin menguji seberapa besar peningkatannya selama berpetualang.
Kemudian, panitia pertandingan memanggil nama Astrella Xiosien dan petarung lain yang tidak lain adalah rekan dari Hammer Man, yaitu Cyber. Panitia memanggil mereka berdua agar segera memasuki arena.
Cyber melirik Astrella Xiosien yang sudah lama menjadi musuhnya, dia segera keluar dari ruang tunggu. Demikian juga dengan Astrella Xiosien yang segera berdiri.
"Dia pasti menggunakan metode licik!" sungut Astrella Xiosien sambil mengaktifkan perlengkapan canggih andalannya.
__ADS_1
Dari tubuhnya mengeluarkan cahaya sesaat, lalu seluruh tubuhnya telah terlindungi oleh besi yang kuat, berwarna merah darah dan pada dadanya ada logo bunga mawar.
Dewa Binatang melihat Cyber dan menemukan titik kelemahan pada perlengkapan canggihnya. Kemudian dia memberikan informasi ini kepada Astrella Xiosien, "kelemahannya di bagian pinggang kiri dan paha kanan bagian dalam. Jika kamu menyerang pada kedua titik tersebut, kamu akan menang dengan mudah!"
Perkataan Dewa Binatang mengejutkan semua petarung di ruang tunggu. Berbeda dengan Astrella Xiosien yang pasti senang telah diberikan informasi penting.
"Jika informasimu benar, aku akan traktir kamu di menara!" ucap Astrella Xiosien, lalu dia mengedipkan mata kepada Dewa Binatang dan segera keluar dari ruang tunggu.
Di Room Elite, Zyila Miralen dan yang lainnya masih menganalisis pertandingan Dewa Binatang dan Iron Fist, mereka memutar ulang hasil rekaman pertarungan. Dan hasilnya, jari telunjuk Dewa Binatang tidak mengeluarkan fluktuasi energi spiritual, maupun menggunakan suatu alat canggih.
Jadi kesimpulan mereka, kekuatan Dewa Binatang melebihi Iron Fist yang berada di Ranah Yayasan level 8. Diperkirakan mereka, kekuatannya berada di Ranah Bumi.
Saat ini, Astrella Xiosien telah berhadapan dengan Cyber, dia menggunakan senjata api laras pendek dikedua bahunya sebagai dukungan, sedangkan senjata utamanya adalah senjata sabit. Cyber menggunakan senjata pedang ganda, dia juga memiliki senjata pendukung dikedua bahunya.
Setelah lampu hijau menyala, Astrella Xiosien mengunci titik lemah lawannya. Si Cyber terlihat kaget karena kelemahan diketahui lawan, dia langsung menjaga jarak agar tidak terkena senjata api.
Namun, Astrella Xiosien tidak sedikitpun memberikan kesempatan kepada Cyber untuk menghindar, dia mengayunkan sabitnya dengan cepat dan akurat.
Assassin Man dan semua petarung elite berbicara kepada panitia, mereka mengajukan pertarungan agar diubah. Mereka mengusulkan agar pemenang tetap berada di atas arena untuk menerima tantangan dari peserta lainnya sampai dikalahkan.
Tujuan utama mereka agar bisa bertarung dengan Dewa Binatang, terutama Assassin Man yang ingin sekali mengalahkan pria yang mencuri hati Zyila Miralen.
Panitia Gladiator Cyber Supernatural menyetujui pertandingan diubah karena akan lebih menarik, dan juga mendapatkan keuntungan dari para penjudi.
Akhirnya, Astrella Xiosien berhasil mengalahkan Cyber dengan mudah karena mengetahui kelemahannya. Dia segera turun dari arena setelah panitia mengumumkan kemenangannya.
Panitia Gladiator Cyber Supernatural menghentikan pertandingan selama satu jam dengan alasan istirahat. Padahal para panitia sedang berdiskusi mengenai perubahan pertandingan.
Sesuai janjinya, Astrella Xiosien mentraktir Dewa Binatang karena berhasil mengalahkan lawannya. Dewa Binatang, Astrella Xiosien dengan Twins Ice menuju ke menara untuk makan dan minum, mereka juga banyak yang mengikuti karena tujuannya sama.
__ADS_1