
Bab 261. Berpura-pura.
Setelah Dewi Semesta tidak lagi mengejar, Ling An kembali memburu Omniverse. Tapi, wanita itu selalu mengawasinya, mencari kesempatan untuk bisa menangkapnya.
Kehebatan Tombak Jiwa Berlian Petir, menjadi perhatian utama dari semua kultivator. Mereka membagi fokusnya, mengalahkan Omniverse yang terdekat dengan Ling An.
Demikian juga dengan Yao Li Kepala Suku Wuzhi, setiap kali menumbangkan Omniverse, perlahan mendekati Ling An. Bahkan banyak orang yang diam-diam bekerjasama untuk mengepung Ling An.
Omniverse yang menghindari cahaya suci tidak dikejar oleh para kultivator, melainkan memilih Omniverse yang berdekatan dengan Ling An. Akibatnya, banyak Omniverse Mata Lima memburu kultivator lemah di pusat hunian padat penduduk. Yang belum diketahui oleh banyak orang, sebagian Omniverse Mata Empat meninggalkan Planet Tiga Alam.
Kehadiran Dewi Alam Semesta yang memiliki cahaya suci yang membuat Omniverse itu ketakutan. Semenjak Omniverse Mata Tiga lepas kendali atas pemiliknya si Yu Tien, ia perlahan mulai beradaptasi dengan perubahan, mempelajari tentang kehidupan manusia, binatang, dan apapun yang bermanfaat untuk bertahan hidup.
Yang tidak diketahui oleh Hu Samhok, Omniverse secara perlahan mulai berevolusi, mengembangkan pemikirannya sendiri, rasa lapar merupakan awal evolusinya. Kini, mereka seperti manusia yang membutuhkan makanan, pilihan mereka adalah kultivator atau binatang karena memiliki kekuatan.
Satu hal lagi yang belum disadari oleh semua orang, yaitu ukuran tubuh Omniverse dari waktu ke waktu semakin mengecil karena seringnya membelah diri (fragmentasi).
Gerak-gerik kultivator lambat laun dirasakan oleh Ling An. Sambil menumbangkan Omniverse, kedua matanya melirik pergerakan mereka yang menginginkan tombaknya.
Menjadi incaran banyak orang, bukannya khawatir atau takut, justru Ling An tersenyum. Setelah menumbangkan Omniverse hingga menjadi abu, dia mengambil bola kristal energinya. Lalu terbang tinggi di atas kepala semua orang.
Dia duduk di atas tombaknya, dengan kaki kanan ditekuk untuk dijadikan tumpuan tangannya, dan kaki kirinya menjuntai ke bawah sambil bergoyang-goyang. Ling An mengambil 10 butir bola kristal energi.
"Apakah kalian mau gula-gula ini?" tawaran Ling An sambil memamerkan sebutir bola kristal energi kekuatan True Delta milik Omniverse Mata Lima.
Namun, semua orang mengabaikannya, tetap bekerjasama mengalahkan Omniverse. Dewi Semesta yang tidak henti-hentinya mengeluarkan cahaya suci, mempermudah mereka untuk mengalahkan Omniverse.
"Ya sudah jika tidak mau! Lagian aku juga tidak mau berbagi gula-gula ini!" raut wajah Ling An terlihat kecewa, dan berbanding terbalik dengan ucapannya yang mengejek.
"Dasar bocah!" cemoohan Dewi Semesta yang menahan kekesalannya.
Walaupun Ling An jauh dari Dewi Semesta, ia masih dengan jelas mendengar suaranya. Dengan suara keras, ia menyahut, "menjadi wanita tua, harus lebih bersabar menghadapi bocah berbulu ini!"
Dia langsung menelan 10 butir bola kristal energi yang disaksikan oleh Dewi Semesta dan beberapa orang. Mereka tercengang melihat kebodohan Ling An. Jika bola kristal energi secara langsung ditelan, maka bisa-bisa meledakan tubuhnya, hal ini tidak jauh berbeda dengan kultivator yang bunuh diri dengan cara meledakan diri sendiri.
Karena takut dengan Ling An yang akan meledakkan diri sendiri, buru-buru semua orang menjauhinya, khawatir terkena dampak ledakan tubuh kultivator yang seperti bom atom.
Tetapi, mereka tercengang melihat Ling An justru berjoget ria tanpa beban di atas Tombak Ilahi. Yang lebih mengejutkan, justru Ling An meningkatkan kekuatan dengan gila-gilaan, dari tingkat Half Theta level 50. Tidak ada tanda-tanda tubuhnya akan meledak.
Letupan energi terobosan terus-menerus, membuat Omniverse di bawahnya berusaha untuk menahan tubuhnya agar tidak terdorong. Namun, seiringnya kekuatan Ling An meningkat, tubuh Omniverse tidak mampu menahan hembuskan angin.
Dewi Semesta, tiga penguasa Tiga Alam, dan banyak orang kuat melongo melihat Ling An yang berjoget-joget setiap kali naik level. Saat ini, kekuatannya berada di tingkat True Gama, tapi itu belum berhenti, masih terus naik.
Akhirnya, Ling An berhenti berjoget saat terobosan kekuatannya berhenti di tingkat True Delta level 50, lebih kuat dari Omniverse Mata Lima. Karena Omniverse Mata Empat memiliki kekuatan Half Resonance, Ling An mengeluarkan tiga butir bola kristal energi milik Omniverse Mata Empat.
Dia menelannya langsung yang disaksikan oleh banyak orang kuat. Mereka tidak mampu berkata-kata melihat Ling An bukan seperti manusia normal yang berasal dari Tiga Alam.
Pengetahuan umum, setiap kultivator membutuhkan waktu lama hanya untuk naik satu level. Jika beruntung mendapatkan pil, bola kristal energi, dan lain sebagainya yang mampu memberikan peningkatan lebih dari satu level, itu juga masih membutuhkan waktu untuk menyerap energi yang terkandung di dalam benda tersebut.
Tiga butir bola kristal energi itu membuat Ling An naik ke tingkat Half Resonance level 2. Tidak seperti sebelumnya yang naik dengan gila-gilaan. Dia sudah tahu, jika kekuatannya sudah berada di tingkat Half Resonance level 1, maka bola kristal energi kekuatan Half Resonance hanya memberikan kenaikan satu level.
Jika dia ingin naik dengan cepat seperti sebelumnya, maka harus berburu Omniverse Mata Tiga atau Mata Dua. Sayangnya, Ling An tidak tahu jika Omniverse milik Yu Tien telah diturunkan kekuatannya.
Kekuatan Omniverse Mata satu yang sebenarnya berada di bawah Guru Yao Shen, yaitu di tingkat Half Super Omega, Omniverse Mata Dua berada di tingkat True Omega, dan seterusnya. Bahkan, Guru Yao Shen mampu menciptakan Omniverse Mata Satu dengan kekuatan yang sama.
Namun, Guru Yao Shen si Dewa Perusak tidak mau melakukannya, sebab energi kabut hitam miliknya juga akan terkuras habis hanya untuk menciptakan satu Omniverse Mata Satu. Belum lagi jika Omniverse membelah diri, maka energinya semakin terkuras habis.
Oleh karena itu, dia berkultivasi tertutup agar energinya bisa terus terisi. Sayangnya, Hu Samhok muridnya telah kehilangan kotak kayu dunia sihir. Akibatnya, dia saat ini seperti orang sekarat akibat Omniverse terus-menerus mengkonsumsi energinya.
Kabar baiknya, dantian-nya semakin luas sepuluh kali lipat dari semula. Akan tetapi, kondisinya semakin buruk, membuka mata saja sangat sulit, dada terasa sesak, dan juga menahan rasa sakit di perutnya. Jika ada orang tanpa kultivasi mengetahui tempat persembunyiannya, dia akan dengan sangat mudah untuk dibunuh...
__ADS_1
Mengetahui jika Ling An bukan seperti manusia normal, muncul di otak Yao Li Kepala Suku Wuzhi untuk membunuh Ling An sebelum melampaui kekuatannya. Jika Ling An dibiarkan hidup, maka akan mengancam kekuasaannya di Tiga Alam.
"Kita tidak bisa membiarkannya hidup, kera itu akan sangat membahayakan Tiga Alam dikemudian hari, lebih berbahaya daripada Omniverse! Jika kekuatannya setara dengan kita dan juga memiliki Tombak Ilahi, dunia ini dalam kekacauan total. Ayo, kita bunuh dia dan mengembalikan Tombak Ilahi ke Alam Jiwa!" Yao Li memprovokasi Chen Gang dan Hu Jing yang berada di sampingnya.
Chen Gang dan Hu Jing memikirkan perkataan Yao Li. Setelah berpikir sejenak, mereka berdua berkomunikasi telepati dengan Yao Li. Ucapannya memang benar bahwa Ling An sewaktu-waktu bisa saja membahayakan kehidupan di Tiga Alam.
Jika Tiga Alam kacau, sudah pasti di planet lain juga akan lebih kacau, dan berpotensi dihancurkan oleh Ling An. Dengan memiliki Tombak Jiwa Berlian Petir, siapapun orangnya bisa melakukan apapun sesuka hatinya.
"Aku akan berbicara dengan Dewi Alam Semesta," kata Chen Gang, dia adalah orang yang melaporkan kondisi Tiga Alam kepada pimpinan Istana tingkat pertama.
Karena laporannya itu, maka pimpinan Istana tingkat pertama mengutus Dewi Semesta untuk menanggani Omniverse. Jadi, untuk menangkap Ling An dan merampas Tombak Ilahi, Dewi Semesta harus dilibatkan.
Setelah mendapatkan izin dari Yao Li dan Hu Jing, Chen Gang mendekati Dewi Semesta yang masih mengeluarkan cahaya suci membantu kultivator melemahkan Omniverse.
"Dewi, kera itu lebih berbahaya daripada Omniverse. Kita telah sepakat untuk menangkapnya dan menyerahkan Tombak Ilahi kepada Anda!" Chen Gang berkomunikasi telepati dengan Dewi Semesta, mengutarakan rencananya ini.
"Jika dia tidak memiliki Tombak Ilahi, aku dengan mudah menangkapnya. Apakah ada cara untuk menangkapnya?" Dewi Semesta memang sejak awal ingin mendapatkan Tombak Ilahi, namun dia kesulitan untuk menangkap Ling An.
Chen Gang segera mengutarakan rencananya yang jauh hari telah dipersiapkan untuk menangkap Ling An. Mendengar rencana ini, Dewi Semesta mengembangkan senyum penuh kemenangan.
"Baiklah, aku akan jadi eksekutor terakhir setelah kalian berhasil menyudutkannya!" Dewi Semesta akhirnya melibatkan dirinya.
Dia melihat Ling An memburu Omniverse yang berada di Kota Sudrah distrik tiga (kabupaten tingkat 3), pemukiman yang dikhususkan untuk penduduk Kasta Sudrah, jauh dari Kota Baojie.
Karena Omniverse di Kota Baojie tinggal sedikit dan mampu ditangani oleh kultivator, Ling An memutuskan untuk berburu di Kota Sudrah distrik tiga. Dia akan berburu sebanyak mungkin untuk mendapatkan bola kristal energi, untuk dirinya sendiri, Zhi Xiu Juan dan Yao Ningqiao.
Di kota itu, Ling An tidak bermain-main lagi, kali ini dia serius sebelum hari menjelang pagi. Tetapi, dia masih tetap menggunakan dua elemennya dalam skala kecil agar tidak menewaskan penduduk kota.
Kedatangan ribuan Omniverse Mata Lima telah mengacaukan penduduk Kota Sudrah distrik tiga, sebagai pendukung berhasil melarikan diri karena tidak ada yang nama manusia biasa, semua penduduk di Tiga Alam adalah kultivator. Penduduk yang kurang beruntung, sudah pasti menjadi makanan bagi Omniverse.
Ling An menebaskan tombaknya ke arah Omniverse Mata Lima yang saling berdekatan. Dalam sekali tebasan senjatanya, empat Omniverse bertumbangan, Api Semesta membakarnya hingga menjadi abu. Sambil mengambil bola kristal energi, dia dengan mudah menumbangkan Omniverse.
Melihat Omniverse Mata Lima terus berdatangan ke Kota Sudrah distrik tiga, dengan caranya seperti ini akan sangat lama baginya. Ling An meletakkan tombaknya di punggung, lalu merentangkan kedua tangannya ke samping.
Dari jari-jarinya mengeluarkan puluhan ribu bola energi kunang-kunang seperti gelembung air. Bola energi itu mengeluarkan serat-serat petir biru, putih dan kuning. Ling An menggabungkan Kekuatan Jiwa Semesta, Kuasi Petir Semesta dan Api Semesta, tetapi masih dalam skala kecil.
Munculnya puluhan ribu bola energi kunang-kunang, membuat Omniverse ketakutan karena tubuhnya terdistorsi. Penduduk Kota Sudrah yang bertarung segera melarikan diri karena takut dengan kekuatan yang tidak pernah ada di Tiga Alam.
Boom boom boom...
Rentetan suara ledakan ketika rumah penduduk hancur akibat bola energi kunang-kunang. Omniverse Mata Lima meraung-raung keras karena tubuhnya tersengat petir, panas, dan juga merasakan sakit kepala ekstrim
Dewi Semesta, tiga penguasa, dan banyak kultivator yang akan mengepung Ling An di Kota Sudrah, segera berhenti karena melihat kota itu menjadi terang benderang yang berasal dari bola energi kunang-kunang.
Walaupun posisinya jauh kota Sudrah, mereka merasa sakit kepala yang pernah dirasakan saat terjadinya fenomena gerhana bulan beberapa tahun lalu. Mereka melihat penduduk kota yang sudah keluar dari kota.
Puluhan ribu bola energi kunang-kunang mengelilingi Kota Sudrah, mengepung Omniverse yang semakin keras raungannya. Dewi Semesta melihat Ling An melayang di udara, tubuhnya terselimuti sinar yang sangat mirip dengan cahaya suci.
"Apakah dia adalah orang pilihan Istana Tahta Trimurti?" Dewi Semesta berpikir seperti ini dikarenakan cahaya suci hanya dimiliki oleh orang-orang pilihan yang telah menjadi anggota resmi Istana Tahta Trimurti.
Boom boom boom boom...
Bola-bola energi kunang-kunang itu melesat ke arah Omniverse yang terkurung di kota. Suara rentetan ledakan itu memekakkan telinga hingga berdengung. Ledakan ini menyilaukan mata, lebih silau dari cahaya suci. Dewi Semesta sampai memejamkan mata untuk sesaat.
Setelah semua orang membuka mata, mereka tercengang karena ribuan Omniverse Mata Lima sudah menjadi abu. Mereka melihat Ling An sibuk mengambil ribuan bola kristal energi dari dalam abu Omniverse.
"Cepat, kita kepung!" perintah Yao Li sebelum Ling An keluar dari kota.
Segera semua orang terbangun dari keterkejutannya. Mereka terbang dengan sangat cepat mengapung Kota Sudrah distrik tiga. Sedangkan Dewi Semesta terbang ke langit, dan berhenti tepat di bawah kota.
__ADS_1
Seperti orang yang sudah terlatih dalam pengepungan, semua kultivator kuat yang melayang di pinggir kota merentangkan kedua ke atas, lalu mengeluarkan energi spiritual.
Merasakan aura kekuatan yang berkumpul, Ling An berhenti mengambil bola kristal energi. Mata Surgawi-nya melihat banyak orang yang sudah mengepungnya. Lalu ia melihat energi spiritual melesat ke langit.
Bomm...
Ledakan hebat energi spiritual ketika kekuatan semua orang saling berbenturan di langit. Ling An melihat Dewi Semesta yang menahan energi spiritual semua orang dengan tangan kanan.
Di telapak tangannya itu muncul bola besar yang dihasilkan dari gabungan energi spiritual. Dewi Semesta segera menghentakkan tangan kanan ke bawah.
Bola besar energi itu meledak menyebarkan energi spiritual. Ling An tersenyum tipis karena tahu niat mereka. Dia melihat energi itu membentuk kubah besar yang mengurung dirinya, bahkan seekor semut tidak akan bisa keluar dari dalam Kota Sudrah.
"Wanita jelek, kita tidak pernah bersinggungan, tapi kau selalu saja memulai masalah terlebih dahulu! Apakah kau pikir aku akan takut kepadamu? Tidak, aku tidak takut sedikitpun walaupun tidak menggunakan Tombak Jiwa Berlian Petir! Kau pikir aku tidak bisa mengalahkanmu? Jika mau, sejak dulu aku dengan mudah mengalahkanmu!" ungkap Ling An.
Perkataannya membuat Dewi Semesta tersenyum tipis karena dianggap hanya gertakan, membual untuk menakuti-nakuti dirinya. Dengan kekuatannya berada di atas Guru Yao Shen, dia jelas tidak takut dengan ancaman dari Half Resonance level 2.
Dewi Semesta tidak menanggapi perkataan Ling An, ia menghilang dan muncul di depannya. Ling An segera mundur beberapa puluh meter.
"Kamu tidak akan bisa keluar dari kurungan energi ini. Coba saja!" tandas Dewi Semesta sambil merentangkan tangan kanan, dengan siku tertekuk yang ditopang oleh tangan kiri.
Ling An melihat jari tangan kanan Dewi Semesta perlahan mulai menutup, lalu dia melihat kurungan dari energi spiritual perlahan mengecil. Dewi Semesta membatasi ruang gerak Ling An.
Di luar kurungan, sudah banyak orang yang perlahan mendekatinya, mengikuti gerakan kurungan energi yang mengecil. Ling An menggunakan skill teleportasi, tapi skillnya diblokir oleh kurungan energi spiritual. Dia melihat ke atas dan tidak ada jalan untuk melarikan diri.
Punggungnya ditabrak oleh kurungan energi spiritual sehingga membuatnya terdorong ke depan. Mau tidak mau, ia mendekati Dewi Semesta yang terus memperkecil ukuran kurungan energi. Punggung Ling An terus didorong ke depan oleh kurungan energi. Ia baru berhenti terdorong saat jaraknya terpaut tiga meter dari Dewi Semesta.
"Serahkan Tombak Ilahi secara sukarela, atau aku harus mengambilnya sendiri dengan cara kasar," kata Dewi Semesta, lalu dia mengembangkan senyuman kemenangan, dan perlahan mengeluarkan aura kekuatan.
Tubuh Ling An langsung menjadi berat akibat aura kekuatan Dewi Semesta, dia seperti membawa beban berat berton-ton di bahunya. Saking berat badannya, kedua lututnya tertekuk tapi berusaha keras untuk menahannya agar tidak berlutut di hadapan Dewi Semesta.
Namun, Dewi Semesta meningkatkan tekanan aura kekuatannya sehingga kedua kaki Ling Ling An gemetaran karena menahannya. Ling An menatap tajam Dewi Semesta sambil kedua tangannya terkepal erat.
"Aku bisa membuat tubuhmu menjadi bubur jika mau! Kamu pikir aku tidak bisa menangkapmu? Tentu bisa!" Dewi Semesta membalikkan ucapan Ling An, ia melihat Tombak Ilahi di punggungnya.
Namun, dia melihat Ling An yang tersenyum kepadanya, dan perlahan mulai berdiri tegak. Segera Dewi Semesta mengeluarkan setengah aura kekuatannya agar Ling An berlutut dan tidak bisa bergerak.
Tubuh Ling An terhentak ke bawah sehingga lututnya hampir menyentuh tanah, namun dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan lututnya agar tidak berlutut. Otot-otot tubuh dan wajahnya keluar karena menahan tekanan kuat, keringat membasahi seluruh tubuh.
Dewi Semesta tersenyum tipis tapi hanya sesaat. Dia melihat Ling An perlahan mulai berdiri tegak. Lalu dari tubuhnya mengeluarkan mengepulkan asap karena keringat menguap. Dengan kecepatan mata memandang, kurungan energi spiritual menjadi penuh dengan uap sehingga menghalangi pandangan mata orang di luar.
Dewi Semesta mengaktifkan Mata Langit agar bisa melihat Ling An yang tertutupi uap air keringat. Dia terbelalak karena Ling An berdiri di depannya sangat dekat sembari tersenyum.
"Sobat, ikat dia!" perintah Ling An sebelum Dewi Semesta bereaksi karena syok.
Dengan cepat Tombak Jiwa Berlian Petir melesat ke arah Dewi Semesta, dan langsung melilit seluruh tubuhnya. Baru Dewi Semesta bereaksi menyerang Ling An, namun Tombak Jiwa Berlian Petir lebih dulu mengikat tubuhnya dengan sangat kuat.
Yang lebih mengejutkan Dewi Semesta, semua kemampuannya diblokir oleh tombak, lidahnya terkunci, bahkan tidak bisa menggerakkan jari-jarinya. Dia hanya bisa melotot tajam ke arah Ling An yang mendekati bibirnya.
Dewi Semesta penuh kemarahan karena Ling An mencium bibirnya, dan juga memeluk pinggangnya. Dia tidak menyangka masuk ke dalam jebakannya.
"Kamu kaget ya aku berpura-pura!" goda Ling An setelah mencium bibir Dewi Semesta.
Dewi Semesta ingin sekali membunuh Ling An, tetapi tubuhnya benar-benar lemah karena diikat oleh Tombak Jiwa Berlian Petir, untuk berkomunikasi telapati pun tidak mampu.
"Hari ini, kita bulan madu, menikmati kebersamaan kita yang bahagia ini!" Ling An segera mengendong Dewi Semesta.
Boom....
Kurungan energi spiritual meledak ketika Tombak Jiwa Berlian Petir dengan mudah menerobosnya, melesat ke langit dengan kecepatan cahaya. Dampak dari ledakan itu menghempaskan tubuh semua orang yang berada di luar. Untung saja ledakan itu tidak sampai memakan korban jiwa, hanya beberapa orang yang terluka ringan.
__ADS_1
Ketiga Kepala Suku dan semua orang tidak lagi melihat Dewi Semesta, demikian juga dengan Ling An dan Tombak Ilahi tidak ada di lokasi kurungan energi...