
Bab 199. Dunia Yang Aneh!
Penguasa Kota Angsa adalah seorang pria, usianya 40 tahun, namanya Fung Diu dari Kasta Angsa. Istrinya usia 32 tahun, namanya adalah Long Li Na. Pernikahan mereka melahirkan seorang putri dengan dua garis darah keturunan, namanya Long Fung Fen, usia 16 tahun, Kasta Naga Angsa.
Saat dikabarkan bahwa ada manusia di dunia ini, Fung Diu, Long Li Na dan putrinya segera menyambut kedatangan Dewa Abadi. Mereka melihat Dewa Abadi yang berjalan ke arahnya.
"Selamat datang di kota kami!" sambutan dari Long Fung Fen dengan nada semangat, ia baru pertama kali melihat manusia.
Dewa Abadi melihat Long Fung Fen yang kepalanya memiliki tanduk Naga, wajah oval, memiliki sayap angsa di punggungnya. Mata lebar dengan bulu mata lentik. Tinggi badan mencapai 167 cm, pakaian atas lengan panjang berwarna putih, pakaiannya itu memanjang hingga menutupi lututnya, dengan memadukan celana panjang tipis berwarna hitam untuk pakaian bawahnya.
Long Fung Fen melotot melihat Fung Far yang memegang tangan Dewa Abadi. Fung Far segera melepaskan tangan Dewa Abadi, lalu membungkuk sebagai bentuk penghormatan kepada kasta tertinggi. Semua orang juga menghormati gadis kecil itu karena statusnya sebagai Kasta Naga Angsa.
Long Fung Fen mengangguk sebagai respon atas penghormatan rakyatnya, lalu mengandeng tangan Dewa Abadi. Kedua orang tuanya geleng-geleng kepala melihat putrinya yang selalu mengintimidasi rakyat.
"Siapa namamu?" tanya Long Fung Fen sambil mengajak Dewa Abadi masuk ke dalam Balai Kota Angsa.
"Shimo!" jawab Dewa Abadi singkat sambil melihat dekorasi Balai Kota.
"Shimo saja?" Long Fung Fen kembali bertanya sambil melihat wajah tampan Dewa Abadi.
"Shimo itu namaku, tidak pakai saja!" jelas Dewa Abadi agar gadis kecil ini paham.
Long Fung Fen tertawa kecil karena paham dan tidak perlu dijelaskan. Yang ditanyakan adalah nama panjangnya. Jika Long Fung Fen berbicara, kedua orang tuanya hanya bisa diam saja karena kasta mereka lebih rendah. Bisa dikatakan putrinya adalah penguasa wilayah Kota Angsa, walaupun ayahnya adalah penguasa yang sebenarnya.
"Shimo... Singkat dan enak diucapkan!" pujian Long Fung Fen sambil duduk di samping Dewa Abadi tanpa melepaskan tangannya.
"Apakah kamu tidak bertanya siapa namaku!" Long Fung Fen berharap Dewa Abadi agresif seperti dirinya.
"Tidak perlu!" jawab Dewa Abadi singkat sambil melihat wajah Long Li Na yang duduk berhadapan dengannya, terpaut jarak empat meter. Wajah Long Li Na ini mirip dengan istrinya, Seng Huaran si Gadis Naga.
Kedua orang tuanya memalingkan wajahnya karena menahan tawa karena jawaban dari Dewa Abadi. Baru kali ini ada seorang yang berani berbicara seperti ini kepada putrinya.
"Loh, kenapa? Aku cantik, namaku juga indah. Seharusnya kamu bertanya!" protes Long Fung Fen sambil memegang erat tangan Dewa Abadi sebagai bentuk kekesalannya.
"Oh, namamu Indah! Bagus juga, kok!" goda Dewa Abadi.
"Hei...! Maksudku, arti namaku itu indah, bukan namaku yang Indah!" sungut Long Fung Fen sambil melepaskan tangannya karena tidak bisa menyakiti Dewa Abadi.
"Lah iya, berarti namamu itu Indah, bukan!" sahut Dewa Abadi sambil melirik Long Fung Fen yang cemberut.
"Bukan! Namaku itu adalah Long yang berarti Naga, Fung yang artinya Burung, dan Fen yang artinya mengharumkan. Jadi, namaku itu--"
"Indah!" sela Dewa Abadi.
__ADS_1
"Iya, namaku ... Emmh... Kok, Indah lagi?! Namaku itu Long Fung Fen, bukan Indah!" Interupsi dari Long Fung Fen yang tidak senang Dewa Abadi salah menyebutkan namanya.
Dewa Abadi tersenyum melihat gadis kecil ini yang terlalu narsisme, dia pun teringat dengan si Lola. Dia berjanji di dalam hatinya akan mengunjungi Bumi untuk menemui si Lola.
"Gadis kecil, namamu itu indah! Aku menyukainya!" pujian Dewa Abadi yang tidak ingin Long Fung Fen terus-terusan kesal.
Seketika wajah Long Fung Fen menjadi ceria, ia tersenyum sambil menatap Dewa Abadi. Dia membusung dadanya karena bangga dipuji oleh manusia.
"Tidak perlu memamerkan dadamu yang rata itu!" ledekan Dewa Abadi yang melihat gadis kecil ini memiliki dada kecil, ukuran 32B.
Seketika rasa bangganya luntur karena dihina oleh Dewa Abadi, wajahnya yang putih menjadi merah karena amarah. Kedua orang tuanya menahan tawa. Long Li Na menutup wajahnya dengan kedua tangan untuk menahan tawa. Fung Diu menundukkan wajahnya juga untuk menahan tawa.
Long Fung Fen melihat dada ibunya yang besar, berbeda jauh dengan miliknya. Tiba-tiba dia bertanya kepada Dewa Abadi, "bagaimana caranya membesarkan dada?"
Dewa Abadi akhirnya tertawa dengan kekonyolan gadis kecil ini. Ia tidak menyangka jika gadis ini akan bertanya seperti ini.
"Hei...! Aku bertanya serius?!" bentakan Long Fung Fen sambil mencubit lengan kanan Dewa Abadi.
"Tanyakan sama Ibumu!" jawab Dewa Abadi setelah berhenti tertawa.
Long Fung Fen segera menghampiri ibunya, lalu menarik tangan Long Li Na menuju ke kamarnya. Dia ingin berkonsultasi dengan ibunya tentang hal ini yang tidak menarik perhatian Dewa Abadi. Kini, di ruang tamu tinggal Dewa Abadi dan Fung Diu.
"Maafkan atas perkataan putri saya, Tuan Shimo!" ucap Fung Diu yang malu melihat putrinya tidak memiliki sopan santun.
"Tidak masalah, namanya juga anak-anak!" Dewa Abadi tidak sedikitpun tersinggung dengan ucapan dari Long Fung Fen, justru dirinya senang bisa menggoda lagi.
Menurut pengakuan dari Fung Diu, Kristal Energi bergambar Libra tidak ada di dunia ini. Di Dunia Libra banyak meterial, seperti Batu Roh, Batu Mistik, emas dan yang lain. Dia sama sekali tidak pernah mendengar hal ini.
Ketika Dewa Abadi diam memikirkan Kristal Energi, Fung Diu banyak berbicara tentang dunia ini yang begitu indah, damai, dan tidak ada peperangan selama ribuan tahun ini. Semua kehidupan berjalan harmonis tanpa adanya perselisihan, walaupun adanya perbedaan kasta.
Raja Naga Azure dan Ratu Angsa Putih memimpin dunia ini dengan adil tanpa pilih kasih. Setiap tindakan kejahatan diadili seadil-adilnya, tidak ada yang nama kemiskinan di Dunia Libra. Siapapun orangnya yang tinggal di sini sudah pasti bahagia, aman dan nyaman.
"Kelihatannya akan butuh waktu lama ada di sini," kata Dewa Abadi kepada semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwanya.
"Tidak masalah, hitung-hitungan beristirahat sejenak dan mengumpulkan istri lagi!" sahut Tian Shuwan yang menggoda suaminya.
"Bagaimana dengan Benua Capricorn?" tanya Yuna Aurora karena Dewa Abadi belum bercerita.
Sambil mendengarkan Fung Diu menceritakan tentang Dunia Libra, Dewa Abadi juga berkomunikasi telapati dengan semua orang di Dunia Jiwanya. Dia menceritakan kejadian di Benua Capricorn.
"... Usia Anda tidak jauh dari putri saya, apakah Anda tidak berminat untuk memperistri putri saya!" akhirnya Fung Diu mengutarakan keinginannya.
Dewa Abadi seketika terbatuk-batuk karena ucapannya. Dia berada di sini karena Kristal Energi bergambar Libra, dan tidak ada pikiran untuk mencari istri baru.
__ADS_1
"Oh iya! Ngomong-ngomong, dunia ini berasal darimana, apakah memang sudah berada di sini sejak asal muasal?" tanya Dewa Abadi yang dengan sengaja mengubah pembicaraan, dia enggan menjawab keinginan Fung Diu.
Fung Diu mengerutkan kening karena bingung dengan pertanyaannya. "Maksud Anda apa, saya tidak mengerti?" tanyanya.
"Maksudku, apa dulu pernah terjadi fenomena yang menyebabkan dunia ini berpindah tempat seperti planet lainnya?" jelas Dewa Abadi agar Fung Diu mengerti.
"Seperti yang sudah saya katakan tadi, dunia ini damai selama ribuan tahun. Selama itu, tidak fenomena apapun, semua kehidupan berjalan normal!" jawab Fung Diu.
Tidak seperti di dunia kultivator ditempat lain, di Dunia Libra setiap permasalahan diselesaikan dengan cara yang adil. Jika ingin menguji kekuatan, atau beradu kemampuan, ada tempatnya, di arena pertandingan.
Jika pertarungan terjadi diluar arena pertandingan dan mengakibatkan kerugian besar bagi korbannya, maka si pelaku diberikan sangsi tegas dan berat. Jika sampai terjadi korban jiwa, entah si pelaku bersalah atau tidak, si pelaku tetap mendapatkan sangsi berat, yaitu hukuman mati, nyawa dibayar dengan nyawa.
Untuk mengantisipasi hal-hal buruk diluar arena pertandingan, misalkan si pelaku lemah dalam hal kekuatan, maka bisa melaporkan kepada pihak-pihak terkait untuk meminta perlindungan dan keadilan. Maka pihak terkait akan menjadi wasit penentu kebijakan, di dalam arena semua kemampuan di sama ratakan agar adil.
"Menurut Anda, apakah ada tempat-tempat yang berbahaya dan tidak pernah dijelajahi oleh siapapun di dunia ini?" tanya Dewa Abadi yang tidak menyerah untuk mendapatkan informasi tentang Kristal Energi bergambar.
"Tidak ada tempat yang berbahaya! Semua tempat dijaga ketat oleh prajurit. Bahkan jika tempat itu terpencil, pasti akan ada penjaganya. Intinya, di dunia ini adalah surga bagi siapapun!" terang Fung Diu.
Dewa Abadi menghela nafas panjang karena di dunia ini baginya sangat asing. Tidak adanya kekacauan membuatnya terasa aneh. Di dunia ini tidak ada tempat yang belum dijelajahi, lautan telah sepenuhnya dipetakan, daratan juga demikian. Di dunia ini, semua tempat telah disterilkan dari marabahaya.
"Katanya manusia di sini tidak ada, apakah kedatanganku tidak membuat keributan?" selidik Dewa Abadi.
Fung Diu tersenyum tipis karena tidak tahu jalan pikiran Dewa Abadi yang tampak tidak kerasan di Dunia Libra. Lalu dia berkata, "berita tentang Anda sudah seharusnya didengar oleh Yang Mulia. Kemungkinan besar, beliau akan menjemput Anda. Memang kemunculan manusia di sini menggemparkan, namun karena aturan dan sudah terbiasa menjalankannya, maka semua orang hanya bisa berbisik-bisik!"
Seperti Fung Far yang segera memegang tangan Dewa Abadi, dia sudah sangat bahagia bisa menyentuh manusia. Setelah itu, dia akan bercerita tentang dirinya dan manusia kepada semua orang. Bagi kasta ketiga, menyentuh manusia merupakan impian setiap orang di dunia ini.
"Menjemput diriku? Apa tujuan mereka?" selidik Dewa Abadi yang mulai tertarik.
"Apapun yang baru, seperti kemunculan Anda saat ini. Yang Mulia Raja dan Ratu harus terlebih dahulu mengetahui, melihatnya, dan mengenali Anda. Karena Anda sudah ada di tempat ini, mau tidak mau harus mengikuti aturan di dunia ini!" jelas Fung Diu.
Dewa Abadi menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, dia tidak tahu harus bagaimana caranya agar mendapatkan informasi yang diinginkan. Dunia ini yang damai, justru membuatnya tidak nyaman, seakan-akan kedamaian sebelum bencana.
"Apakah setiap langkahku ini akan datang bencana?" batin Dewa Abadi yang menduga-duga jika munculnya Kristal Energi bergambar Libra sesudah adanya masalah di dunia ini.
Fung Diu melihat ke luar, yang mana datang gerbong kereta kuda terbang dari kerajaan. Dewa Abadi juga melihatnya. Lalu keluar dari gerbong seorang wanita cantik, dia adalah Putri Long Yun dari Kasta Naga Angsa, putri dari pasangan raja dan ratu.
Segera, Fung Diu menyambut kedatangan Putri Long Yun dengan tergesa-gesa. Lalu disusul oleh Long Li Na dan putrinya. Long Fung Fen segera memeluk Putri Long Yun.
Karena sama-sama dari Kasta Naga Angsa, dan juga sama-sama wanita. Long Fung Fen berani bertindak tidak sopan kepada Putri Long Yun. Hal ini sudah lumrah terjadi di dunia ini.
Jika Long Fung Fen adalah pria, maka Putri Long Yun bisa menjadi kekasihnya, seandainya Putri Long Yun mau menerimanya sebagai kekasih. Jika tidak, maka bisa menjadi adik dan kakak.
Dewa Abadi tetap duduk sambil melihat Putri Long Yun yang wajahnya mirip dengan Piaoliang istrinya. Untung saja istrinya ini selamat dari bencana di Benua Peliades.
__ADS_1
"Permainan apa yang sedang mereka mainkan?" batin Dewa Abadi yang belum mendapatkan titik terang di dunia ini.
Seandainya terjadi kekacauan di tempat ini, dia akan lebih mudah menemukan Kristal Energi bergambar Libra. Namun, di dunia ini tidak ada namanya kejahatan berkeliaran, tidak ada yang bertindak sesuka hati. Semua kehidupan dalam ketertiban aturan.