
Bab 222. Kedatangan Hei Ren.
Di saat proses penyatuan dengan Benih Petir Semesta, tidak semudah yang dibayangkan oleh Dewa Abadi, dia harus merasakan rasa sakit yang luar biasa, seluruh tulang di tubuhnya dihancurkan berkali-kali oleh benih Petir Semesta.
Tujuan penghancur itu agar membentuk ulang tulang yang akan menjadi tempat bagi benih Petir Semesta. Gumpalan ungu perlahan mulai menyusut saat Dewa Abadi menyerap kekuatan Benih Petir Semesta.
Untung saja Dewa Abadi sudah terbiasa dengan rasa sakit seperti ini, mampu menahan rasa sakitnya. Namun, tetap saja keringat dingin membasahi pakaiannya.
"Bolehkah aku meminta sesuatu?"
Tiba-tiba Dewa Abadi mendengarkan suara benih Petir Semesta. Rasa sakitnya langsung menghilang.
"Selama aku bisa dan tidak melewati batas garis bawahku, akan ku kabulkan," kata Dewa Abadi.
"Aku ingin menjadi seekor merpati putih yang selalu mendampingi Anda. Bisakah Anda membuatnya untukku?" pinta benih Petir Semesta.
"Jika hanya itu, aku bisa. Bahkan bisa membuat tubuh manusia yang sesuai dengan keinginanmu. Mau, ku buatkan tubuh manusia?" jawab Dewa Abadi.
"Iya, aku mau. Aku ingin memiliki tubuh wanita cantik yang bisa berubah menjadi merpati putih!" pinta Benih Petir Semesta dengan semangat.
Kemudian, Benih Petir Semesta mengirimkan gambaran wanita cantik yang diinginkannya. Di dalam bayangan Dewa Abadi melihatnya.
"Beri aku waktu sejenak untuk membuatnya!"
Setelah meminta waktu, dengan pikiran, Dewa Abadi membuat tubuh baru bagi Benih Petir Semesta, sesuai dengan keinginannya. Secara otomatis, proses penyatuan berhenti.
Setelah beberapa waktu, Dewa Abadi telah selesai membuatnya. Dia segera mengeluarkannya dari dalam Dunia Jiwa. Terbaring di tanah seorang wanita cantik usia 17 tahun, tinggi badan mencapai 170 cm, rambut panjang berwarna hitam, kulit putih, wajah oval.
"Jika kurang puas hasilnya, kau bisa merubahnya sesuka hati. Tetapi, aku tidak tahu proses dirimu menyatu dengan tubuh ini," kata Dewa Abadi.
Gumpalan ungu keluar dari pusar Dewa Abadi, melayang di atas tubuh baru. Kemudian, Benih Petir Semesta berkata, "manusia juga energi, dan juga membutuhkan energi. Apakah tidak masalah bagimu jika aku membagi energi? Tetapi, yang harus Anda ketahui, setelah penyatuan kita, kekuatan Anda tidak di tingkat Creator Of The Universe level 12, melainkan di level 6."
Dewa Abadi membuka matanya dan melihat gumpalan ungu melayang di tubuh baru yang telanjang bulat. Dia memikirkan ucapan benih Petir Semesta. Perbedaan satu level di tingkat ini sangat besar jarak kekuatannya.
"Tetapi jangan khawatir, aku bisa membantu bertarung dengan kekuatan yang setara, setara denganmu. Dan juga, kamu memiliki Kekuatan Jiwa Semesta, perbedaan level bisa ditutupi!" ucap benih Petir Semesta untuk menyakinkan keraguan Dewa Abadi.
"Baiklah!" jawab Dewa Abadi.
Kemudian, gumpalan ungu kembali ke dalam pusar Dewa Abadi. Seketika Dewa Abadi merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ketika penyatuan, dia merasakan aura milik beberapa istrinya di luar Pegunungan Kunlun.
__ADS_1
Ternyata, proses penyatuan ini memicu Kesengsaraan Petir di atas Gunung Kunlun. Banyak orang yang berbondong-bondong datang karena penasaran apa yang terjadi.
Anehnya, Kesengsaraan Petir itu tidak menghancurkan apapun, tetapi sambarannya terfokus pada satu tempat, yaitu gua yang dilindungi oleh Formasi Array. Di luar, semua orang tidak melihat adanya gua, hanya melihat bukit yang tertutupi semak belukar.
Dewa Abadi kembali memfokuskan diri dengan melupakan masa lalunya, memblokir semua panca inderanya agar lebih terfokus. Proses Penyatuan berlangsung sangat lama dikarenakan besarnya energi yang dimiliki oleh Benih Petir Semesta...
Hingga waktu berlalu selama 20 tahun di Benua Qi. Kesengsaraan Petir di Pegunungan Kunlun dianggap sebagai hal biasa. Akan tetapi, Kedamaian di Benua Qi terganggu dengan kemunculan lubang hitam di arah Barat Laut dari Desa Ah Lam.
Desa Ah Lam masuk dalam teritorial Kota Ximen, sangat jauh dari lokasi Pegunungan Kunlun yang berada di arah Tenggara, masuk ke dalam wilayah Kota Nanmen.
Dari lubang itu bermunculan armada kapal angkasa yang jumlahnya mencapai ratusan ribu. Setelah armada kapal angkasa mendarat di dekat Desa Ah Lam, keluar jutaan Ras Iblis dengan wujud aslinya, bukan wujud manusia.
Ras Iblis itu dipimpin oleh seorang pria berkulit hitam, yang tidak lain adalah Hei Ren. Sedangkan lubang dimensi itu dibuat oleh Celestial Orfias sebagai jalan masuk.
Fisik Ras Iblis itu bertubuh kekar, tinggi badan mencapai 200 cm, memiliki empat pasang lengan, memiliki tanduk, tanpa rambut di kepalanya, kulit tubuhnya berwarna merah.
"Musnahkan seluruh kehidupan di sini agar Dewa Abadi keluar dari persembunyiannya!" perintah Hei Ren yang berada di dalam induk kapal angkasa.
Penduduk desa segera melarikan diri ke arah pusat Kota Ximen. Namun, Ras Iblis segera memburu siapapun yang dilihatnya. Menyebar ke arah Kota Dongmen, Kota Ximen dan pusat pemerintahan.
Kedatangan Hei Ren dan pasukannya segera diketahui oleh Raja Qi, dia segera memerintahkan kepada para jenderal untuk mengerahkan pasukan melawan musuh. Karena lawan sangat banyak dan memiliki kekuatan mumpuni, Raja Qi segera memerintahkan kepada seluruh penghuni Benua Qi untuk bersatu melawan invasi.
Raja Qi juga melaporkan kejadian ini pada pimpinan di Alam Tianwu. Sembilan Pelindung Alam Tianwu segera mengerahkan seluruh peserta Konferensi Tianwu untuk membantu Benua Qi. Mereka membuka pintu portal dimensi menuju ke Benua Qi.
Saat tiba di Benua Qi, Celestial Lanying dan semua orang terkejut melihat Ras Iblis telah menguasai separuh Benua Qi, mereka berhenti karena terhalang tembok pertahanan pusat pemerintahan Benua Qi.
Di atas dinding pertahanan, banyak generasi muda dan tua, beserta pasukan mempertahankan tembok pertahanan, melepaskan serangan jarak jauh ketika pasukan Iblis akan ingin mendekati pertahanan.
"Pergerakan mereka sangat cepat, dalam kurun waktu 14 hari, sudah menguasai separuh Benua Qi. Satu hal yang diinginkan oleh mereka, yaitu Dewa Abadi. Tetapi, kita tidak tahu siapa Dewa Abadi itu," kata Raja Qi yang berdiri bersama dengan delapan Celestial, melihat pertempuran di tembok pertahanan Kerajaan Qi.
"Hei Ren, apakah dia sudah menunjukkan dirinya?" tanya Celestial Lanying kepada Raja Qi.
"Apakah dia Dewa Abadi?" tanya balik Raja Qi yang tidak tahu siapa itu Dewa Abadi atau Hei Ren.
"Anda tidak kenal dengan Dewa Abadi? Dewa Abadi itu adalah Dewa Binatang, anak muda yang jutaan tahun lalu menghebohkan Benua Qi dan Alam Tianwu! Beliau memiliki dua gelar, Dewa Binatang Yang Abadi jika digabungkan!" jelas Celestial Yunyou yang heran, ada rasa bangga ketika berbicara, "Hei Ren adalah pemimpin dari Ras Iblis ini!" lanjutnya
Tubuh Raja Qi seketika gemetaran karena takut kepada Dewa Abadi. Ia tidak menyangka anak muda itu datang lagi, dan kembali membuat kekacauan. Masa lalunya belum hilang dari ingatannya, namun Dewa Binatang Yang Abadi sudah membuat kekacauan lagi.
Para Taois (Guru Benua Qi) menghela nafas berat karena Dewa Binatang datang lagi, yang mengakibatkan musuhnya juga ikut datang.
__ADS_1
"Anak itu, apakah tidak bisa datang dengan damai!" gerutu Taois Zhuge, kakek dari Qi Zhuge Yueyin dan Qi Zhuge Miao.
Taois Zhuge salah satu orang yang dibuat sakit kepala oleh Dewa Abadi, sebab kedua cucunya hampir saja meninggalkan Benua Qi.
Dulu, sewaktu pasukan dari Maharaja Yaksa datang ke Benua Qi dengan maksud menyelamatkan Dewa Perang, banyak orang yang meregang nyawa. Apalagi dua ras cerdas juga datang bersekutu dengan Dewa Perang. Dan semua itu gara-gara Dewa Binatang Yang Abadi.
Di zaman ini, Dewa Abadi datang membawa musuh baru, musuh yang lebih kuat dari zaman dulu, jelas membuat para pimpinan di Benua Qi kembali merasakan sakit kepala.
Untung saja Kitab Suci membuat Formasi Array tingkat Celestial Supreme tahap puncak sebagai perlindungan di dinding pertahanan. Hal ini yang membuat pasukan Iblis tidak mampu menerobosnya.
"Hei Ren? Dalam beberapa hari ini, saya tidak melihat Ras Iblis lain, selain mereka berempat," kata Raja Qi sambil menunjuk empat Raja Iblis, wakil dari Hei Ren.
"Dia pasti akan keluar saat Dewa Abadi juga keluar!" sahut Celestial Orfias dan di anggukan kepala oleh delapan Pelindung Alam Tianwu.
Kemudian, Celestial Lanying memberikan gulungan bambu kepada Celestial Yunyou, lalu berkomunikasi telapati, "amankan nama-nama yang ada di daftar ini! Jangan sampai Orfias tahu!" perintahnya.
Celestial Yunyou mengangguk paham sambil melirik Celestial Orfias yang melihat pasukan Iblis. Semua pimpinan itu tahu bahwa tidak mungkin bisa menang melawan empat Raja Iblis yang berdiri di belakang pasukannya.
Empat Raja Iblis itu memiliki jumlah mata yang berbeda-beda, tetapi penampilan mereka tidak jauh berbeda. Seperti Raja Iblis Mata Satu karena memiliki satu mata. Raja Iblis Mata Dua karena memiliki dua mata seperti halnya kehidupan pada umumnya, dan seterusnya.
Mereka diberi nama oleh Hei Ren sesuai dengan jumlah matanya agar mudah saat dipanggil namanya. Raja Iblis itu dan pasukannya memiliki garis darah murni, dengan sifat aslinya yang terkenal kejam, memakan korbannya yang berhasil ditangkap, entah sudah tewas maupun hidup.
Secara diam-diam, Celestial Yunyou segera menjauhi rekannya, dia menemui Taois Zhuge untuk membantunya dalam menemukan nama-nama di daftar gulungan yang jumlahnya 100 orang berjenis kelamin wanita.
Di antara daftar nama itu, ada juga nama Shima Aurora, Qian Diao Chan, Shuǐ Jingling, empat reinkarnasi dari keempat kakak perempuan Dewa Abadi, dan She Meili.
Taois Zhuge dan Celestial Yunyou segera bergerak cepat untuk menemukan mereka yang berkumpul di Benua Qi, tepatnya sedang bertempur bersama dengan generasi muda. Mereka mudah ditemukan karena saat tiba di Benua Qi telah melaporkan diri.
Setelah berhasil mengumpulkan semua nama itu, empat Raja Iblis akhirnya mulai bergerak karena pasukannya kesulitan untuk menghancurkan dinding pertahanan.
Empat Raja Iblis itu melayang di udara, lalu melepaskan pukulan berenergi tinggi ke arah dinding pertahanan yang dilindungi oleh Formasi Array.
Serangan mereka membuat semua orang sedikit terkejut karena kekuatannya berada di tingkat Half Super Omega level 9 puncak. Sedangkan sembilan Pelindung Alam Tianwu dan para pimpinan Benua Qi berada di bawahnya.
Boom boom boom boom...
Rentetan ledakan energi ketika serangan mereka membentur Formasi Array. Semua orang menghela nafas lega karena Formasi Perlindungan mampu menahan pukulan dari empat Raja Iblis.
Empat Raja Iblis itu terus berusaha untuk menghancurkan Formasi Array dengan sekuat tenaga. Lambat laun, Formasi Array yang diserang terus-menerus mulai bergetar hebat.
__ADS_1
Boom...
Akhirnya Formasi Perlindungan hancur berkeping-keping setelah bertubi-tubi diserang. Segera pasukan Iblis serempak menyerang dinding pertahanan. Mau tidak mau, pasukan Kerajaan Qi segera keluar dari dinding pertahanan.