
Bab 168. Omniverse.
Karena gagal menjadikan Gemini sebagai penjaga Benua Peliades, Yuna Aurora segera memberikan usulan, yang mana meminta izin agar pasukan wanita dan kekaisaran sebagai pengganti menghadapi mahkluk rasi bintang.
Dengan adanya pasukan wanita dan pasukan Kekaisaran Dewa Binatang, maka Dewa Binatang bisa mengantarkan Chen Yeon dan Hu Yue Yan ke Galaksi Pengadilan Jagat Raya.
Awalnya, Dewa Binatang menolak usulan dari Yuna Aurora. Berhubungan, semua istrinya mendukung Yuna Aurora, termasuk Tian Lihua, mau tidak mau Dewa Binatang dengan berat hati menerima usulan istrinya yang selalu kompak.
Dewa Binatang mengeluarkan semua kekuatan militer dari Dunia Jiwanya, termasuk semua robot, BESD 1, dan semua peralatan tempur modern. Lalu segera membuat perencanaan bersama dengan semua Dewa dan Dewi.
Tian Lihua yang paling kuat memimpin pasukan wanita, Tian Shuwan memimpin pasukan Kekaisaran Dewa Binatang, Tian Chunhua menjadi pemimpin para pejabat kekaisaran dan pasukan binatang. Dan, Tian Mei Yin memimpin semua Dewa, termasuk menjadi pemimpin dari Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa.
Setelah mengatur semuanya, termasuk membuat perencanaan untuk menghadapi 10 rasi bintang, banyak orang yang bertanya kepada Dewa Binatang, salah satunya apa yang terjadi di dalam altar Dewa Sihir yang menyebabkan kekuatan Gemini menurun.
Dewa Binatang menjawab sesuai dengan kenyataan. Setelah mengalahkan Lord Transcendental, dia pingsan. Ketika siuman dan telah memulihkan kondisi, dia berniat untuk menghancurkan altar Dewa Sihir, namun kekuatannya tidak mampu menghancurkan Omniverse Magic World.
Karena tidak mampu, akhirnya Dewa Binatang memutuskan untuk keluar dari Omniverse Magic World. Dan baru saja keluar, dia melihat Gemini menargetkan Xu Tian Mei.
Setelah bercerita, Dewa Binatang berpamitan kepada semua istrinya. Kemudian, dia bersama dengan Chen Yeon dan Hu Yue Yan meninggalkan Benua Peliades...
Ketiga orang itu terbang dengan kecepatan cahaya menuju ke Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Dewa Binatang mengikuti kedua wanita itu tanpa sedikitpun kewalahan dengan kecepatan mereka.
Sesekali, Dewa Binatang menoleh ke belakang untuk melihat Local Interstellar. Dia sedikit lega karena anak panah dari rasi bintang belum bergerak ke arah Laniakea Super Cluster.
Selama perjalanan yang sangat cepat, tidak ada satupun orang yang berkata-kata, sebab dalam kewaspadaan tinggi terhadap orang yang menggagalkan misi yang diemban oleh Chen Ying dan Hu Weiheng.
Dewa Binatang melihat ke arah kirinya saat dekat dengan Observable Universe, tempat kelahirannya dan keempat istrinya. Jika orang lain, jelas tidak mungkin bisa melihat Observable Universe karena terhalang oleh energi spiritual.
"Suatu hari nanti, aku pasti akan kembali. Ketika waktu itu tiba, kalian harus siap-siap menerima konsekuensinya!" batin Dewa Binatang yang akan membuat perhitungan kepada keluarganya.
Dia kembali melihat ke belakang, dan Laniakea Super Cluster tampak seperti bintang yang berkelap-kelip karena jaraknya yang sudah sangat jauh, bahkan Local Interstellar tidak bisa dilihat lagi.
Dewa Binatang terus mengikuti kedua wanita itu yang pergerakannya selalu acak; kadang terbang ke kiri, setelah beberapa ribu mil, selalu berganti arah. Lalu terbang lurus tanpa merubah haluan. Gerakan mereka seolah-olah mengikuti alur Formasi Bintang yang seperti rasi bintang, namun rasi bintang yang tidak dikenalnya. Entah sudah berapa lama waktu, Dewa Binatang tidak menghitungnya.
"Kita akan segera tiba di perbatasan antara Observable Universe dan The Living Tribunal Multiverse," kata Chen Yeon. Ia sudah menceritakan asal-usulnya secara pribadi kepada Dewa Binatang.
Lokasinya saat ini adalah tempat di mana Chen Ying dan Hu Weiheng dihadang oleh Dewa Langit. Dewa Binatang melihat miliran ton material yang dihasilkan dari ledakan besar. Melihat itu, tampak telah terjadi sesuatu di luar angkasa ini.
Karena berada di luar angkasa, hal ini tidak mencurigakan bagi Dewa Binatang dan kedua wanita itu. Mereka terus terbang dengan kecepatan cahaya.
__ADS_1
Setelah terbang tanpa halangan apapun, mereka bertiga melihat energi kebiruan yang merupakan perbatasan dua galaksi super besar. Chen Yeon dan Hu Yue Yan yang selalu tegang, seketika wajahnya berseri-seri karena sebentar lagi akan tiba di tempat tujuannya.
Akan tetapi, raut wajah kedua wanita itu seketika berubah menjadi serius saat melihat kabut hitam yang memblokir jalurnya. Dewa Binatang juga melihat kabut hitam itu, yang mana kabut hitam itu dengan cepat menutupi warna kebiruan, sehingga perbatasan energi tidak lagi kelihatan.
"Tidak baik!" Chen Yeon segera berhenti ketika tahu apa itu kabut hitam. Hu Yue Yan dan Dewa Binatang ikut berhenti terbang.
"Energi kabut hitam itu sama dengan yang berada di dalam altar Dewa Sihir," kata Dewa Binatang, "apakah kalian tahu?" tanyanya.
"Itu energi milik Dewa Perusak. Jika kabut hitam ini ada di sini, itu menandakan bahwa kekuatan Dewa Perusak akan segera pulih. Artinya, Yang Mulia Dewa Perusak sebentar lagi akan bangkit!" ungkap Chen Yeon.
"Ya, sudah... Ayo, kita segera kembalikan Pagoda Berlian!" ajak Dewa Binatang dengan tergesa-gesa.
"Tunggu dulu, kabut hitam ini bukan sekedar energi kegelapan yang ada di dalam altar Dewa Sihir. Jika kita menerobosnya, kemungkinan besar kita akan tersesat di dalamnya!" terang Chen Yeon.
Dewa Binatang mengaktifkan Mata Surgawi untuk mencari jalan lain. Namun, Mata Surgawi-nya tidak mampu menerobos ketebalan kabut hitam itu. Lalu dia melihat ke arah lain, tetapi apa yang dilihatnya saat ini hanyalah kabut hitam.
Kegelapan di luar angkasa semakin pekat karena adanya kabut hitam, bahkan sinar matahari tidak mampu menembus ketebalan kabut hitam itu, apalagi melihat kelap-kelip bintang.
"Berikan titik koordinat lokasi tempat Pagoda Berlian!" pinta Dewa Binatang yang akan menggunakan Teknik Teleportasi.
"Anda akan menggunakan teleportasi?" tanya Hu Yue Yan.
"Itu tidak akan berguna karena ketebalan kabut hitam itu memblokir apapun itu energinya!" sahut Chen Yeon.
"Apakah ada jalan lain? Jika tidak ada, apa salahnya dicoba!" Dewa Binatang mulai tidak sabaran karena kedua wanita ini selalu saja khawatir dengan sesuatu yang belum pernah dialami.
Chen Yeon menatap wajah Dewa Binatang. Dihatinya, ada rasa percaya dan juga nyaman. Lalu dia memberitahukan titik koordinat kepada Dewa Binatang.
Setelah itu, tiba-tiba Dewa Binatang memeluk erat pinggang kedua wanita itu. Chen Yeon dan Hu Yue Yan jelas kaget, namun karena tujuannya untuk berteleportasi, maka mereka hanya bisa diam saja. Karena baru pertama kali bersentuhan dengan pria lain, jantung mereka jelas berdebar-debar yang dengan jelas dirasakan oleh Dewa Binatang.
"Rapatkan tubuh kalian!" pinta Dewa Binatang.
Mau tidak mau, kedua wanita itu pun memeluk erat tubuh Dewa Binatang, sehingga dadanya bersentuhan. Dewa Binatang tersenyum melihat wajah kedua wanita ini yang seperti tomat, menjadi merah karena malu.
Kemudian, Dewa Binatang memejamkan mata, pikirannya terfokus pada titik koordinat lokasi tempat Pagoda Berlian. Kedua wanita itu memberanikan diri untuk melihat wajahnya, tetapi pandangannya menjadi buram karena sudah berteleportasi.
¹Keadaan mereka disebut dengan Tachyon Burst, adalah partikel subatomik, secara alami lebih cepat dari kecepatan cahaya. Semburan Tachyon akan mengkonsentrasikan pulse, atau juga disebut dengan perjalanan waktu, dan Teknik Teleportasi adalah media yang lebih cepat dari cahaya.
Berbeda dengan Dewa Binatang yang memiliki Teknik Teleportasi, apa yang dilihatnya semuanya tampak berhenti. Sedangkan kedua wanita itu, pandangannya menjadi buram.
__ADS_1
Ketika berada di dalam tengah-tengah ketebalan kabut hitam, Dewa Binatang melihat sosok raksasa, kepalanya menyerupai kadal, memiliki sepasang sayap, cakarnya menyerupai cakar elang, seluruh tubuh terdapat sisik logam, punggungnya penuh dengan duri tajam yang keras.
Karena sangat besarnya mahkluk itu, tubuh Dewa Binatang diibaratkan seperti debu, ukuran mahkluk ini lebih besar berkali-kali daripada Bai Ze dan Gemini.
Raksasa itu tampak diam karena Teknik Teleportasi. Dia semakin dekat dan dekat dengan mahkluk itu yang membuat jantung Dewa Binatang berdetak kencang.
Ketika Dewa Binatang melewati lengan raksasa itu, tiba-tiba mahkluk dengan cepat mengayunkan tangan kanannya. Merasakan marabahaya, secara naluri dia segera memasukkan Chen Yeon dan Hu Yue Yan ke dalam Dunia Jiwanya. Kemudian...
Boom...
Dentuman keras ketika Dewa Binatang terkena telapak tangan dari raksasa itu. Tubuhnya terpental sangat jauh yang masih berada di dalam kabut hitam. Chen Yeon dan Hu Yue Yan syok saat mengetahui telah berada di dalam Dunia Jiwa milik Dewa Binatang, mereka semakin terkejut saat melihat sosok raksasa itu.
"Omniverse!" seruan kedua wanita itu yang sangat ketakutan, mereka juga melihat Dewa Binatang yang melesat tanpa arah.
Omniverse tercipta dari sehelai rambut milik Dewa Perusak, diciptakan untuk dijadikan pasukan khusus yang selalu mengikuti perintahnya. Dengan kata lain, diciptakan untuk melindungi kerajaannya ketika dia menjelajahi ruang dan waktu.
Karena Omniverse terlalu berbahaya serta kekuatannya yang mengerikan, maka Dewa Pencipta dan Dewa Pemelihara memutuskan untuk menghilangkan kemampuan Dewa Perusak dalam menciptakan mahkluk dari rambutnya. Tujuannya, agar Omniverse tidak membuat kekacauan di alam semesta.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan yang mengetahui itu melalui catatan sejarah, tidak menyangka bahwa mahkluk Omniverse ini masih ada, ² dan bukan mitos belaka.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan memanggil nama Dewa Binatang ketika tangan dari Omniverse akan menangkapnya. Segera Dewa Binatang menstabilkan tubuhnya ketika merasakan hembusan angin kencang mengarah kepadanya.
Dia melihat tangan Omniverse sudah sangat dekat, jelas tidak mungkin untuk menghindar. Secara naluri, dia menyilangkan kedua tangan di depan, dan mengaktifkan zirah perangnya. Dewa Binatang tidak peduli dengan rasa sakit di seluruh sekujur tubuhnya, karena apa yang dihadapinya kali ini membutuhkan konsentrasi tinggi.
Boom...
Dentuman keras ketika tubuh Dewa Binatang terkena telapak tangan raksasa itu. Sekali lagi, tubuhnya terpental sangat jauh dan tetap masih berada di dalam kabut hitam. Seberapa jauh terpental, dia tidak memikirkannya. Seperti yang telah dikatakan oleh Chen Yeon, memasuki kabut hitam akan membuat siapapun menjadi tersesat.
Sayap zirah perangnya mengepak sangat cepat dan melesat ke arah Omniverse, dia tidak ada pilihan lain selain menghadapinya. Dewa Binatang berharap dengan mengalahkan Omniverse, maka dia bisa keluar dari kabut hitam ini. Tetapi, dia sadar bahwa mengalahkan Omniverse tidak semudah mengalahkan Lord Transcendental.
Bersambung.
(Note : ¹. Salah satu efek relativitas khusus yang paling terkenal adalah saat manusia bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka waktu melambat. Pada skenario ini, seseorang yang bergerak dengan kecepatan mendekati cahaya akan memperlambat penuaan. Efek ini disebut dilatasi waktu.
Jadi, jangan heran banyak kultivator yang tetap awet muda dikarenakan fenomena dilatasi waktu, dan semua itu terjadi karena basis kultivasinya, dan belum termasuk hal-hal lain seperti Dunia Jiwa yang semakin membuat kultivator seperti mahkluk abadi.
Untuk mempelajarinya, langkah pertama adalah, pernafasan, masuk dari hidung dan disimpan di dalam perut untuk beberapa saat. Lalu hembusan kembali ke luar hidung. Maka, secara tidak sadar, Anda masuk dalam dilatasi waktu.
² Di dalam cerita yang dianggap mitos, ada kebenaran yang tersembunyi.)
__ADS_1