
Bab 224. Sumpah Dewa Abadi.
Celestial Orfias tertawa puas karena berhasil menyelesaikan tugas, dan juga melampiaskan kemarahannya.
Akan tetapi, dia tiba-tiba berhenti tertawa saat asap putih tebal menghilang, dan melihat sosok yang dikenali, sosok yang memblokir serangannya.
Shima Lan Yusan, Shimo Lihua dan semua wanita yang sebelumnya pasrah menerima kematian ini, mereka membuka matanya karena tidak sedikitpun merasakan kesakitan.
Mereka melihat punggung seorang pria yang tegap, gagah dan bertubuh tinggi, berpakaian serba putih, rambut panjang yang juga berwarna putih, bukan putih karena beruban, dan ada seekor burung merpati putih bertengger di bahu kanannya.
"Beraninya hanya kepada wanita sudah begitu bangga! Apa yang dibanggakan?" cemoohan pria itu yang tidak lain adalah Dewa Abadi.
Celestial Orfias berjalan mundur karena ketakutan dengan Dewa Abadi, dia tidak pernah menyangka bahwa orang yang dibencinya ini bisa berada di sini. Dia pikir, musuhnya ini akan keluar saat Raja Iblis berhasil menguasai Kerajaan Qi.
Semua wanita yang mendengar suara Dewa Abadi segera berdiri, dan berusaha untuk mengingat pemilik suara ini.
Tanpa banyak bicara dan juga bukan lawan dari Dewa Abadi, Celestial Orfias melesat keluar dari ruang rahasia. Saking cepat gerakannya, tubuhnya seperti sinar.
Akan tetapi, Dewa Abadi jelas tidak akan membiarkan orang yang ingin membunuh istrinya kabur, ia mengetuk udara di depannya. Seketika Celestial Orfias membentur dinding tak kasat mata yang menghalangi jalannya, dia pun terpental ke belakang.
Celestial Orfias segera bangkit dan menghadap ke arah Dewa Abadi. Lalu dia berkata, dengan maksud untuk memprovokasi Dewa Abadi agar melawannya dengan kekuatan yang sama.
"Anda memang hebat! Seandainya kekuatan kita seimbang, kemungkinan besar Anda akan kesulitan untuk mengalahkan saya!"
"True Omega level 45 ... Aku bisa mengalahkanmu tanpa kekuatan basis kultivasi," kata Dewa Abadi yang tidak bermaksud menyombongkan diri, melainkan memang mampu mengalahkan lawan dengan mudah.
"Anda memang hebat!" pujian Celestial Orfias yang senang karena musuhnya terpancing, "jika begitu, saya pegang omongan Anda!"
Dia segera mengeluarkan senjata pedang yang merupakan Artefak Bintang 7 tahap puncak. Lalu menebaskan pedangnya ke depan. Bermunculan ribuan pedang energi di belakangnya.
Semua wanita merasakan ngeri melihat kekuatan Celestial Orfias. Jika tidak dilindungi oleh aura kekuatan Dewa Abadi, mereka sudah pasti akan sesak nafas akibat pengaruh dari kekuatan Celestial Orfias.
"Amukan Pedang!" gumam Celestial Orfias sambil menebaskan pedangnya.
Ribuan pedang energi melesat ke arah Dewa Abadi. Melihat itu, Dewa Abadi mengetuk udara di depannya, lalu muncul lingkaran Yin Yang yang melahap semua ribuan pedang energi. Dewa Abadi menggunakan keahliannya dalam Formasi Array.
Celestial Orfias mengerutkan kening karena melihat serangannya tidak berarti apa-apa bagi lawan, dan dia tahu lawan tidak menggunakan kekuatan basis kultivasi.
"Formasi Array bisa sehebat ini? Anda memang luar biasa!" kekaguman Celestial Orfias yang belum pernah melihat seorang ahli setingkat ini.
Dewa Abadi tidak sedikitpun tersanjung dengan pujian lawan, dia kembali mengetuk udara di depannya. Lalu muncul dua lingkaran di bawah dan di atas Celestial Orfias.
Celestial Orfias tertawa karena sudah tahu dirinya akan tewas. Setelah tertawa, ia berkata untuk terakhir kalinya sebelum mati, "tewas di tangan Anda merupakan kehormatan! Seperti pepatah, balas dendam tidak menghasilkan apapun!"
Dewa Abadi menjentikkan jari tangan kanan. Seketika dua lingkaran Yin Yang mengeluarkan cahaya yang saling terhubung. Celestial Orfias menarik nafas dalam-dalam sebelum mati.
Kemudian, dua lingkaran Yin Yang mengeluarkan ribuan sinar yang mampu membelah benda sekeras apapun. Sinar itu mencincang tubuh Celestial Orfias yang hanya bisa berteriak kesakitan.
Semua wanita sampai memalingkan wajah karena tidak sanggup melihat kematian Celestial Orfias yang mengerikan. Namun, Shima Lan Yusan tidak sedikitpun berkedip melihat kematian orang jahat ini, dia justru tersenyum tipis.
Dewa Abadi melihat jiwa Celestial Orfias yang terkurung di dalam lingkaran Yin Yang. Tanpa berbelas kasih, dia kembali menjentikkan jari tangan kanan. Kemudian, seluruh daging cincang, jiwa dan darah milik Celestial Orfias menjadi Pil Kultivasi yang jumlahnya mencapai ribuan butir.
Dewa Abadi melambaikan tangan kanannya, lalu bermunculan ratusan botol giok untuk menyimpan pil. Ribuan pil itu masuk ke dalam botol giok, setiap botol berisi 10 butir.
Semua wanita penasaran dengan sosok pria yang menolongnya. Mereka ingin mengintip wajahnya tapi tidak berani, sebab sekuat Celestial Orfias saja dengan mudah terbunuh, apalagi mereka yang sangat lemah.
Akan tetapi, saat Dewa Abadi membalikkan badannya, Shima Lan Yusan, 100 reinkarnasi istrinya, Qi Zhuge Yueyin dan Qi Zhuge Miao melongo. Tubuh mereka gemetaran karena orang yang hebat ini adalah Dewa Binatang Yang Abadi.
"Ayahhh...!!" teriakan Shima Lan Yusan yang segera memeluk Dewa Abadi.
__ADS_1
Dewa Abadi tertawa karena tahu Shima Lan Yusan adalah putrinya. Sebelum berkultivasi tertutup, dia sudah memperkirakan bahwa Celestial Lanying akan segera memiliki anak.
Seandainya putrinya ini tidak segera memanggil namanya ketika dalam keadaan bahaya, Dewa Abadi tidak akan berhenti berkultivasi. Mendengar teriakan putrinya, dia segera berteleportasi sebelum serangan Celestial Orfias membunuh semua orang.
Shima Lan Yusan segera melepaskan pelukannya saat banyak wanita yang akan mendekati ayahnya. Dia merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi mereka.
"Jangan dekati Ayahku!" ucap Shima Lan Yusan, namun perlahan kedua tangannya turun saat melihat mata mereka yang akan menangis.
Qin Zhuge Yueyin dan Qi Zhuge Miao jelas sangat merindukan Dewa Abadi yang telah lama berpisah. Sedangkan 100 reinkarnasi wanita itu, jelas ingatannya yang telah kembali, yang mana diingatnya itu sosok Dewa Abadi adalah suaminya.
Sedangkan yang lainnya, menatap wajah Dewa Abadi dengan kekaguman. Beruntung hidupnya bisa selamat dari kekejaman Celestial Orfias. Mereka tidak menyangka bahwa Shima Lan Yusan memiliki seorang ayah yang sangat kuat.
Dewa Abadi yang melihat reinkarnasi istrinya, hanya tersenyum masam sambil geleng-geleng kepala. Dia tahu jika semua ini pasti atas pengaturan dari Kitab Suci.
Di dalam pikirannya, apakah harus membawa istrinya ini lagi seperti dulu? Jika tidak dibawa, sama saja tidak menghargai perbuatan baik dari Kitab Suci.
"Ayah akan menyelamatkan ibumu dulu! Bagi semua pil ini secara merata, pergunakan untuk berkultivasi. Nanti aku akan jemput kalian," kata Dewa Abadi kepada Shima Lan Yusan.
"Apakah Anda benar akan kembali?" tanya Shima Aurora yang tidak ingin ditinggalkan oleh Dewa Abadi.
"Setelah permasalahan selesai, pasti aku akan jemput kalian!" jawab Dewa Abadi.
"Ayah ...." Shima Lan Yusan tidak mampu berkata-kata karena terlalu bahagia bisa bertemu dengan ayahnya. Ia kembali memeluk ayahnya dengan erat.
Tiba-tiba tubuh Dewa Abadi menjadi udara sehingga Shima Lan Yusan tidak memeluk apapun. Ia mengusap air matanya dan tidak protes ayahnya pergi karena demi menyelamatkan ibunya.
"Ayahku pasti akan kembali!" ucap Shima Lan Yusan kepada semua orang dengan sangat meyakinkan, ia belum tahu jika 100 wanita yang lebih tua darinya adalah istri dari Dewa Abadi.
Lalu dia membagikan botol giok sesuai pesanan ayahnya. Yang tidak diketahui oleh mereka, Dewa Abadi melindungi ruang rahasia itu dengan Formasi Array tingkat Supreme Formasi God tahan puncak...
...****************...
Melawan empat Raja Iblis, jelas Celestial Liangyi dan yang lainnya bukan tandingan mereka berempat. Apalagi bertarung dengan kondisi yang telah terluka, jelas mereka dijadikan samsak tinju berenergi tinggi dari keempat Raja Iblis.
Walaupun Winged Golden Armor Ring mampu melindungi tubuh Celestial Lanying, ia masih saja merasa rasa sakit setiap terkena serangan lawan. Tidak terhitung berapa kali ia memuntahkan darah segar.
Sedangkan rekan-rekan bergeletakan di tanah, tidak mampu lagi bertarung, hanya bisa melihat Celestial Lanying dikeroyok oleh empat Raja Iblis. Pasukan Ras Iblis telah masuk ke dalam pertahanan Kerajaan Qi, membunuh banyak prajurit, penduduk dan banyak kultivator.
Walaupun begitu, masih banyak pejuang masih melawan pasukan Ras Iblis dengan kekuatan tersisa.
Boom boom...
Ledakan keras ketika tubuh Celestial Lanying dihujani pukulan berenergi, ia kembali menghantam tanah. Walaupun sudah tahu kalah dan organ tubuh terkena dampaknya, ia masih saja berusaha untuk bangkit, dan melawan musuhnya.
"Kau benar-benar wanita tangguh!" pujian Raja Iblis Empat Mata.
"Memalukan bagi kau yang bisanya melawan wanita dan orang lemah!" cibiran dari Celestial Lanying, kedua matanya menatap tajam ke musuhnya yang mendekatinya.
Raja Iblis tertawa serempak. Baginya, tidak peduli lawannya adalah orang lemah, anak-anak dan wanita, jika menghalangi jalannya maka harus disingkirkan.
"Manusia dan ras lain adalah makan kita, apa yang memalukan bagi kita? Jika kau lapar, apakah hanya diam saja menunggu makan datang dengan sendirinya? Tentu tidak, bodoh! Kau harus mencari makanan, bukan makanan yang menemuimu!" balasan Raja Iblis Satu Mata.
Swosh... Boom...
Raja Iblis Dua Mata melesat ke arah belakang Celestial Lanying, lalu memukul punggungnya dengan sangat keras. Celestial Lanying terjungkal ke depan, dan langsung disambut dengan pukulan dari Raja Iblis Tiga Mata.
Empat Raja Iblis itu kembali menjadikan tubuh Celestial Lanying sebagai samsak tinju dan tendangannya. Hal ini sudah sering mereka lakukan kepada korbannya, mereka senang melihat korbannya putus asa. Setelah puas bermain-main, mereka akan memakan korbannya.
Tujuh Pelindung Alam Tianwu mengepalkan kedua tangannya sebagai bentuk ketidakmampuan untuk membantu Celestial Lanying. Celestial Yunyou berusaha sekuat tenaga untuk berdiri, lalu dengan kekuatan tersisa melepaskan pukulan jarak jauh.
__ADS_1
Sayangnya, Raja Iblis Empat Mata yang menjadi sasaran serangan jarak jauh dengan mudah menghindari, dan membalas serangan Celestial Yunyou dengan pukulan berenergi.
Boom... Boom...
Dua kali suara ledakan energi ketika Celestial Lanying menghantam tanah, dan Celestial Yunyou berguling-guling ke belakang setelah terkena pukulan Raja Iblis Empat Mata.
"Suami!" Celestial Lanying memanggil Dewa Abadi dengan suara lirih, dia sudah tidak mampu lagi menahan serangan lawan yang bertubi-tubi. Perlahan dia memejamkan mata.
"Serangga!!"
Suara Dewa Abadi yang sangat murka melihat istrinya diperlakukan seperti ini. Suaranya sangat keras dan mengejutkan empat Raja Iblis dan pasukannya.
Kemudian, mereka melihat seekor burung merpati melesat memutari seluruh wilayah Ibu Kota Kerajaan Qi. Lalu bermunculan bola kunang-kunang yang melesat ke bawah dengan sangat cepat, melebihi kecepatan suara.
Boom boom boom boom....
Suara ledakan terjadi di mana-mana saat bola energi kunang-kunang berjatuhan. Anehnya, yang terkena hanya pasukan Ras Iblis, tidak ada satupun orang yang terkena.
Yang mencengangkan semua orang, tubuh Ras Iblis mengeluarkan Kristal Energi yang mengandung energi spiritual. Empat Raja Iblis segera kabur saat tahu siapa musuhnya.
Akan tetapi, bermunculan energi kunang-kunang yang mengepung mereka sehingga tidak ada jalan untuk kabur. Secara bersamaan, energi kunang-kunang itu melesat ke arah Raja Iblis yang terkepung.
Boom boom boom boom...
Seketika empat Raja Iblis menjadi Kristal Energi saat dihujani energi kunang-kunang. Tujuh Pelindung Alam Tianwu tertawa puas karena Dewa Abadi akhirnya keluar.
Dewa Abadi mengendong Celestial Lanying yang pingsan. Dia melayang di udara sambil menatap wajah istrinya yang berlumuran darah. Hatinya terasa sakit karena lagi-lagi orang yang dicintai menjadi korban.
"Keluar kau!?" bentakan keras dari Dewa Abadi yang tertuju kepada Hei Ren.
Merpati putih yang merupakan berwujud dari Benih Petir Semesta, bertengger di bahu Dewa Abadi. Menatap tajam ke arah Desa Ah Lam, tempat keberadaan Hei Ren.
"Hahaha!" Suara tawa dari Hei Ren saat Dewa Abadi keluar dari persembunyiannya.
Dia melesat seperti sinar menuju ke arah Dewa Abad. Dia tidak sendirian, melainkan bersama dua wanita cantik yang segera menyusulnya, mereka adalah Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan yang menjadi budak nafsu Hei Ren.
Tidak butuh waktu lama, mereka bertiga telah tiba di hadapan Dewa Abadi, terpaut jauh 100 meter. Kedua wanita itu tersenyum mengejek saat melihat Dewa Abadi. Sebaliknya dengan Dewa Abadi yang jijik melihat mereka.
"Seorang Dewa seperti pengecut yang selalu bersembunyi di balik punggung wanita!" ejekan Hei Ren sambil memeluk pinggang kedua wanitanya.
"Kupastikan hari ini kalian tidak akan hidup. Jiwamu adalah makananku!" ucap Dewa Abadi.
Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan menggigil ketakutan karena ucapan Dewa Abadi adalah sumpah. Mereka tidak pernah melihat Dewa Abadi marah seperti ini.
"Jangan takut, dia selamanya tidak bisa mengalahkanku!" ucap Hei Ren untuk menenangkan kedua wanita ini saat merasakan tubuh mereka gemetaran.
"Aku sudah pernah mengalahkannya, dan hari ini sudah pasti menjadi yang kedua kalinya!" lanjutnya agar meyakinkan kedua wanitanya.
Dewa Abadi memasukkan Celestial Lanying ke dalam Dunia Jiwanya. Lalu membalas ucapan Hei Ren, "terima kasih sudah merawat barang bekas pakai! Dan kupastikan, wanitamu itu hanya berpura-pura puas!"
Merpati putih yang bertengger di bahu Dewa Abadi tertawa karena tahu maksud perkataannya. Perkataan Dewa Abadi jelas menyakitkan hati Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan. Demikian juga dengan Hei Ren yang tahu sejarah kedua istrinya.
Ucapan Dewa Abadi memang benar, bahwa Maharani Shiwu tidak pernah bisa puas saat berhubungan intim dengan Hei Ren. Demikian juga dengan Hei Ren, yang merasakan gua surga miliki Maharani Shiwu begitu longgar.
Berhubungan Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan memiliki wajah cantik, dia selalu merawat mereka dan dipamerkan kepada semua pria yang ditemuinya.
"Kau... Kau kupastikan hari ini harus mati, selamanya!?" Hei Ren bersumpah membunuh Dewa Abadi, jari telunjuknya mengarah ke musuhnya dengan gemetaran karena marah.
"Kedua wanita jelek itu urusanku. Bolehkah aku memakan mereka?" tanya Merpati Putih.
__ADS_1
"Lakukan sesuka hatimu! Tapi jiwanya sisakan untukku!" jawab Dewa Abadi yang tidak peduli lagi dengan Maharani Shiwu, dia membutuhkan jiwa setiap kehidupan untuk meningkatkan dua sumber kekuatannya.
Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan segera kabur karena tidak ingin mati hanya karena kehebatan Hei Ren. Seandainya tahu jika Dewa Abadi tidak menurun kekuatannya, mereka jelas tidak akan mau dijadikan budak nafsu Hei Ren.