God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Pinta Gerbang Alam Jiwa.


__ADS_3

Bab 226. Pintu Gerbang Alam Jiwa.


Celestial Lanying yang berada di dalam Dunia Jiwa milik Dewa Abadi, ia telah pulih sepenuhnya. Kini mereka berdua saling melepaskan kerinduan.


Setelah Celestial Lanying berkultivasi ganda sampai meminta ampun karena tidak sanggup melayani suaminya, dia menceritakan tentang Shima Lan Yusan kepada suaminya.


Dewa Abadi hanya diam sambil mendengarkan cerita Celestial Lanying. Di dalam pikirannya, ia mengkhawatirkan keselamatan istri dan anaknya dikarenakan musuhnya sewaktu-waktu bisa datang.


Kekalahan Hei Ren, sudah pasti diketahui oleh Dewa Langit dan Dewa Surgawi. Lambat laun, mereka akan datang ke Alam Tianwu selama dirinya masih berada di tempat ini.


Setelah istrinya selesai bercerita, Dewa Abadi berkata, "kamu temui mereka, dan aku akan menemui Kitab Suci. Tolong, jaga mereka selama aku pergi!"


Celestial Lanying mengangguk paham sambil menahan air matanya karena mengerti maksudnya. Mereka segera keluar dari dalam Dunia Jiwa. Celestial Lanying segera menuju ke tempat rahasia untuk menjemput putrinya dan semua saudarinya. Dewa Abadi menatap punggung istrinya yang menemui Taois Zhuge terlebih dahulu sebelum menjemput.


"Alam Tianwu akan damai dan aman tanpa kehadiranku," gumam Dewa Abadi yang berniat pergi dari Alam Tianwu tanpa membawa istri dan putrinya.


Tanpa sengaja, ia melihat janda Kota Kunlun. Dewa Abadi tersenyum melihat wanita penggoda itu yang masih hidup tanpa sedikitpun mengalami penuaan kulit.


Dewa Abadi menghilang dan muncul di belakang janda Kota Kunlun yang sedang terbang menuju ke Kota Kunlun. Ia mengikuti wanita penggoda itu tanpa diketahui.


"Nyonya Lun, bagaimana kabarnya?" sapa Dewa Abadi yang tahu nama aslinya, Lun Qi yang dipanggil Nyonya Lun


Lun Qi segera berhenti terbang, melayang di udara, tubuhnya gemetaran karena tahu siapa orang yang menyapanya. Secara perlahan, dia membalikkan badan dan menatap wajah tampan Dewa Abadi yang sedang tersenyum.


Dia masih ingat masa lalunya yang pernah dibuat oleh Dewa Abadi sampai tidak bisa berdiri karena guanya dihajar selama dua hari tanpa berhenti. Mengingat kejadian itu, dia khawatir Dewa Abadi akan menyerap Energi Yin-nya, yang susah payah dikumpulkan dari menyerap Energi Yang milik pria muda.


"Siapa Anda dan ada urusan apa? Jika tidak ada sesuatu yang penting, aku akan pergi karena masih banyak hal yang perlu diselesaikan!" Ucap Lun Qi yang berpura-pura tidak mengenali Dewa Abadi.


"Sudah berapa banyak pria muda yang menjadi mangsa mu?" goda Dewa Abadi, ia tahu teknik yang digunakan Lun Qi dilarang di Benua Qi.


Teknik terlarang yang digunakan Lun Qi adalah Teknik Yin, mampu menyerap Energi Yang sampai korbannya meninggalkan dunia, dan juga menyerap semua kekuatan korbannya. Karena kekejaman teknik terlarang ini, maka dengan jelas dilarang oleh semua penguasa. Hanya Dewa Abadi yang mengetahuinya.


Dulu, Dewa Abadi hampir menjadi korbannya. Untung saja dirinya memiliki Kitab Kultivasi Ganda sehingga menyerap Energi Yin milik Lun Qi saat berhubungan badan.


Lun Qi juga salah satu anggota pembunuh bayaran antar galaksi yang dipimpin oleh Leon Vendetta di Satelit Living Moon. Sebagai anggota Paviliun Living Moon, Lun Qi jelas memiliki penampilan yang sempurna untuk menjerat mangsanya.


"Apa maksudmu, hah?!" bentakan Lun Qi yang berpura-pura tidak memahami ucapan Dewa Abadi, dia juga sebenarnya tidak marah.


Tiba-tiba Dewa Dewa muncul di belakang dengan memeluk pinggang Lun Qi. Sontak membuat Lun Qi kaget dan berusaha untuk lepas dari pelukannya. Sayangnya, sekuat apapun melepaskan dekapannya, ia jelas tidak akan mampu.


Pelukan Dewa Abadi membuka Lun Qi mengingat masa lalu ketika berhubungan badan. Sejujurnya, semenjak itu, dia tidak lagi bisa merasakan nikmatnya surga dunia, dan hanya Dewa Abadi yang bisa memuaskannya.


"Teknik Yin bisa disempurnakan sehingga tidak perlu menyerang Energi Yang sampai korbannya meninggal dunia. Jika kamu mau, aku bisa menyempurnakannya!" bisik Dewa Abadi di telinga kiri Lun Qi.


Lun Qi membalikkan badan dan memeluk erat Dewa Abadi. Ia meneteskan air mata karena sangat merindukan Dewa Abadi, bukan tentang Teknik Yin yang akan disempurnakan.


"Bolehkah aku mengikutimu?" tanya Lun Qi yang memutuskan untuk hidup bersama dengan Dewa Abadi, sebab keburukannya akibat Teknik Yin bisa dikendalikan oleh Dewa Abadi.


"Hidupku penuh dengan derita. Setiap langkahku akan banyak nyawa berjatuhan. Tak terhitung orang-orang yang kukasihi meninggalkan dunia karena aku. Di sini, kamu bisa hidup damai!" penolakan Dewa Abadi secara halus.


"Aku jenuh berada di sini!" ungkap Lun Qi yang tidak bisa keluar dari Alam Tianwu karena dihukum oleh Kitab Suci.


Dewa Abadi melepaskan pelukannya. Lalu berkata, "masih banyak pria muda di sini, bagaimana mungkin kamu bosan?"


Lun Qi cemberut karena tidak bisa berbohong kepada Dewa Abadi. Dewa Abadi menghilang dari hadapannya, lalu terdengar suara yang menertawakannya.

__ADS_1


Dia menghela nafas panjang karena sebenarnya berkata jujur. Dia memang ingin hidup bersama dengan Dewa Abadi untuk selamanya, bukan karena hal lain. Tiba-tiba muncul sebuah kitab di hadapannya.


"Itu adalah Teknik Yin yang telah lama aku sempurnakan. Anggap saja itu sebagai hadiah dariku. Tolong, lindungi orang-orang yang kukasihi!"


Suara Dewa Abadi terdengar di telinga Lun Qi. Dia segera meraih kitab dan memeluknya dengan erat. Sekali lagi, air matanya keluar karena tidak tahu kapan akan bertemu lagi dengan Dewa Abadi...


Celestial Lanying telah berada di ruang rahasia. Melihat Dewa Abadi tidak ada, membuat Shima Lan Yusan menangis sejadi-jadinya karena ayahnya tidak menjemput.


Demikian juga dengan Shima Aurora, Qian Diao Chan dan 98 wanita yang dulunya adalah istri dari Dewa Abadi, mereka menangis dengan saling berpelukan


"Ayahmu pasti akan menjemput kita setelah masalahnya terselesaikan!" ucap Celestial Lanying sambil memeluk putrinya dan membelai lembut rambutnya....


...****************...


Dewa Abadi menemui Kitab Suci yang berada di dalam Menara Roh, dia meminta tolong kepada mereka untuk melindungi semua istri dan putrinya. Kitab Suci jelas mengabulkan keinginannya.


"Anda yakin tidak membawa mereka?" tanya Kitab Suci Kelahiran.


"Terima kasih Yang Mulia Kitab Suci telah membantu saya selama ini! Tidak untuk saat ini, sebelum kedua orang itu hilang dari dunia ini!" jawab Dewa Abadi dengan tegas, dia tahu tujuan Kitab Suci yang ingin mendukungnya dalam memulihkan Energi Kekuatan Jiwa, jika terkuras.


"Baru kali ini rencana kita gagal!" ucap Kitab Suci dari Alam Kudus. Semua Kitab Suci dan Dewa Abadi tertawa.


Setelah berhenti tertawa, Kitab Suci dari Alam Kudus berkata, "berada di kekuatan tertinggi, hidup akan terasa sepi karena tidak ada lagi lawan yang setara. Dewa Abadi, karena kebaikan Anda, saya akan berikan apapun keinginan Anda. Apa yang Anda minta?"


Dewa Abadi tidak segera menjawab karena memikirkan apa yang diinginkannya selain membunuh Dewa Langit dan Dewa Surgawi. Semenjak dirinya berada di tingkat kekuatan The Realm Of Eternal Darkness, hidupnya tidak lagi menantang.


"Saya akan katakan setelah mengalahkan mereka!" jawab Dewa Abadi yang tidak ingin segera memutuskan keinginannya. Dia segera beranjak dari tempat duduknya, berniat untuk mencari keberadaan musuhnya.


"Kalau boleh tahu, apa keinginan Anda agar kami menyiapkannya?" desak Kitab Suci dari Alam Kudus.


"Setelah kembali ke Alam Tianwu, kita akan kabulkan!" ucap serempak semua Kitab Suci yang sudah menduga keinginan Dewa Abadi.


Dengan bibir tersenyum, tubuh Dewa Abadi memudar dihadapan para Kitab Suci. Setelah kepergiannya, semua Kitab Suci berubah wujud menjadi manusia dengan penampilan pria tua.


"Dewa Abadi sudah lelah dengan kehidupannya. Bagaimana jika kita buat hal yang menarik untuknya?" kata Kitab Suci Kelahiran.


"Apa ide Anda?" tanya Kitab Suci dari Alam Suci.


"Kita blokir ingatannya, lalu hidup menjadi seorang manusia biasa yang memulai berkultivasi dari awal. Pada tingkatan tertentu...," Kitab Suci Kelahiran menuangkan segala idenya agar Dewa Abadi lebih banyak berkarya untuk alam semesta.


Dengan kekuatannya saat ini, sudah tidak banyak lagi musuhnya yang mampu mengalahkannya. Hal ini akan dirasakan oleh semua dewa yang sudah berada di tingkat kekuatan tertinggi.


Pada titik ini, kebanyakan para dewa akan salah jalan. Biasanya akan membuat suatu kekacauan besar, melakukan perbuatan yang belum pernah dilakukannya untuk menghilangkan titik jenuhnya.


Sebenarnya, Kitab Suci Alam Kudus sengaja memberikan apapun keinginan Dewa Abadi, tujuannya ingin tahu apa yang diinginkan oleh Dewa Abadi yang lelah menjalani kehidupannya penuh dengan lika-liku.


Keinginan Dewa Abadi, mengidentifikasi bahwa akan menciptakan sesuatu yang bertentangan dengan sifatnya saat ini...


...****************...


Di Alam Suci.


Maharaja Yaksa berkabung atas meninggalnya Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan yang mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.


Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan melakukan tindakan ini dikarenakan sangat malu dengan fisiknya tidak lagi sempurna, dan juga sangat malu karena ucapan Dewa Abadi. Dan semakin malu ketika banyak orang yang mencela perbuatannya saat bersama dengan Hei Ren.

__ADS_1


Maharaja Yaksa memegang dua bola kristal yang berisi jiwa istri dan putrinya. Dia berulangkali menghela nafas panjang karena tindakan mereka yang bunuh diri. Seharusnya mereka tidak pernah bunuh diri jika hanya karena fisik, sebab fisik bisa dipulihkan kembali menjadi sempurna.


Setelah masa berkabung berlalu, Maharaja Yaksa mengirimkan jiwa istri dan putrinya ke Alam Jiwa. Dia ingin kedua orang yang dicintai ini bisa segera bereinkarnasi. Dia melintas ruang dan waktu agar segera tiba di Alam Jiwa.


Saat tiba di tujuannya, dia melihat gerbang Alam Jiwa yang dijaga oleh dua orang pria tua berpakaian serba putih. Dan banyak jiwa-jiwa sedang mengantri masuk ke gerbang.


"Untuk jiwa yang bunuh diri, letakan di sana!" ucap salah satu orang yang menjaga pintu gerbang, jari telunjuknya ke arah kiri dari Maharaja Yaksa tanpa melihatnya.


"Bisakah jiwa istri dan putriku terlahir sebagai seorang yang terpandang?" tanya Maharaja Yaksa yang tidak ingin istri dan putrinya terlahir kembali dalam keadaan sengsara.


"Letakan di sana, maka Anda akan mengetahuinya. Di kehidupan sebelumnya yang akan menentukan masa depannya.


Tahu maksudnya, jelas Maharaja Yaksa tidak ingin orang yang dicintai terlahir kembali dalam keadaan buruk dan rendah.


"Jika Anda bisa membantu saya, berapapun besarnya biaya, saya akan berusaha untuk memenuhinya!" ujar Maharaja Yaksa yang ingin menyogok penjaga pintu gerbang Alam Jiwa.


Kedua penjaga itu geleng-geleng kepala karena masih saja ada orang yang berpikir picik. Salah satu penjaga melihat telapak tangan, yang mana muncul tentang perjalanan hidup Maharaja Yaksa.


"Walaupun Anda jahat, masih ada sisi baiknya. Tetapi, aturan tetap aturan. Sisi baik Anda akan diberikan kepada kedua wanita itu. Letakan jiwa mereka di sana!" ucap penjaga itu dengan tegas.


Maharaja Yaksa tersenyum senang karena tahu maksud perkataan penjaga. Dia segera meletakkan bola kristal yang berisi jiwa istri dan putrinya kedalam wadah khusus berbentuk lingkaran.


Setelah itu, dia melihat empat garis kehidupan di lingkaran horizontal. Dari empat garis kehidupan, garis ketiga yang menyala terang, tanda kedua orang yang dikasihinya hidup sebagai rakyat jelata.


Jika yang menyala adalah garis keempat, maka akan terlahir sebagai tanaman, bisa juga sebagai binatang, atau bakteri hidup. Jika yang menyala garis kedua, maka akan terlahir sebagai seorang bangsawan. Dan garis teratas adalah yang terbaik, terlahir sebagai seorang keturunan raja.


Semua garis kehidupan itu berpotensi menjadi seorang dewa, tergantung perjalanan hidupnya mampu dilalui atau tidak.


Setelah melihat masa depan kedua orang yang dicintai, Maharaja Yaksa segera meninggalkan pintu gerbang Alam Jiwa. Baru saja keluar, dia mengalami perubahan sikap, yang mana tidak lagi memiliki sifat baik, apa yang dipikirkannya adalah keburukan...


...****************...


Dewa Abadi melayang di luar angkasa dengan memejamkan matanya, dia sedang mencari keberadaan musuhnya. Setelah beberapa waktu, dia menemukan setitik aura kekuatan milik Dewa Surgawi yang berada di Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Sedangkan keberadaan Dewa Langit tidak diketahuinya.


Dia segera membuka mata dan merobek kehampaan agar segera tiba di tujuannya. Saat berada di dalam kehampaan, tubuh Dewa Abadi melesat sangat cepat melebihi kecepatan cahaya.


Dewa Abadi tidak peduli seberapa lama perjalanannya ini, sebab pikirannya terfokus kepada musuhnya. Jika Dewa Surgawi tidak bersama dengan Dewa Langit, maka akan memudahkannya untuk mengeliminasi musuhnya ini.


Boom boom...


Tiba-tiba kehampaan bergejolak hebat karena tiba-tiba muncul badai batu meteor. Dewa Abadi segera berhenti dan keluar dari kehampaan.


Saat berada di luar angkasa, dia melihat sekelilingnya, berada di tempat yang tidak pernah dilewatinya. Hal ini yang membuat Dewa Abadi enggan merobek kehampaan. Berhubungan jarak Galaksi Pengadilan Jagat Raya sangatlah jauh, dengan terpaksa melintas kehampaan agar segera tiba.


Sayangnya, kehampaan terlalu sering terjadi badai sehingga membuat jalurnya berubah. Kejadian ini bukan sesuatu yang mengherankan baginya. Jika dia menggunakan skill teleportasi, maka musuhnya akan mudah mendeteksi keberadaanya. Berkumpulnya dua musuh, maka akan jelas menyulitkannya.


"Setidaknya tidak melenceng jauh dari tujuan," kata Dewa Abadi yang sudah dekat dengan Galaksi Pengadilan Jagat Raya, walaupun harus memakan banyak waktu perjalanan.


Dia segera terbang dengan kecepatan tinggi tanpa sedikitpun mengeluarkan aura kekuatannya. Karena perjalanan seorang diri, ada rasa kesepian dihatinya.


Setelah perjalanan yang membosankan, akhirnya Dewa Abadi tiba di Galaksi Pengadilan Jagat Raya, yang mana terdapat jutaan planet baru dan lama, miliran bintang yang menerangi luar angkasa.


Dewa Abadi berhenti untuk melacak keberadaan Dewa Surgawi. Setelah beberapa saat Mata Surgawi mencarinya, dia tidak menemukan musuhnya.


Dia memutuskan untuk segera menuju ke tempat kelahiran Chen Yeon dan Hu Yue Yan, yang berada di pusat galaksi, yaitu berada di Planet Tiga Alam.

__ADS_1


Dengan sekali menggunakan skill teleportasi, dia telah tiba di Planet Tiga Alam. Dia sengaja menggunakan skill teleportasi agar Dewa Surgawi menemuinya...


__ADS_2