
Bab 33. Menuju ke Mysterious Land.
Baru saja membaringkan tubuh, Dewa Binatang mendengar suara ledakan di dalam bungker. Lalu dia buru-buru keluar dari kamar dan melihat pintu keluar jalur kapal ekspedisi telah diketahui oleh para penjajah.
Evilyn segera memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan para penjajah yang sudah masuk ke jalur keluar masuk kapal Interstellar.
"Lindungi Interstellar!" perintah Evilyn yang tidak ingin satu-satunya kapal angkasa dihancurkan musuh.
Dengan persenjataan yang ada semua orang segera menembak musuhnya.
Dewa Binatang menghampiri Evilyn yang ikut menembak, "bagaimana mereka mengetahui tempat ini?" tanyanya.
"Tidak tahu, mungkin saja kita tadi dibuntuti!" jawab Evilyn sambil menembak dengan senjata laser.
Secara kebetulan, Dewa Binatang melihat benda yang menyerupai nyamuk di punggung Evilyn, nyamuk yang terbuat dari besi dengan sistem teknologi mutakhir.
Menggunakan ibu jari dan telunjuk dengan cepat dia menangkap nyamuk tersebut, lalu dia menunjukkan kepada Evilyn, "mungkin karena ini markas diketahui!"
Evilyn segera berhenti menembak dan melihat nyamuk besi yang meronta-ronta ingin lepas. Segera Evilyn mengeluarkan sebuah tabung besi dan Dewa binatang memasukkan ke dalamnya.
Nyamuk tersebut memiliki persenjataan laser dan menembak dinding tabung besi. Akan tetapi tabung besi sangat kuat dan tidak mempan dengan senjata laser.
"Mereka selalu terdepan dalam hal teknologi, mungkin ini ciptaan terbaru mereka," kata Evilyn sambil mengamati nyamuk yang berusaha keras melubangi dinding tabung.
"Kecerdasan mereka pembawa bencana bagi kaumnya, tidak perlu dipikirkan! Lebih baik kita segera hancurkan penyusup dan berangkat ke Mysterious Land," ujar Dewa Binatang yang tidak begitu tertarik dengan ciptaan Ras Pleidian, dia mengeluarkan senjata api laras panjang.
Evilyn mengangguk paham. Lalu memberikan tabung besi kepada anak buahnya untuk diteliti dan dia segera mengikuti Dewa Binatang yang telah menghancurkan beberapa robot dan serangga pelacak.
Dengan Dewa Binatang yang turun tangan, jalur keluar kapal Interstellar telah berhasil diamankan. Lalu dia bersama Evilyn keluar dari lorong rahasia untuk menghancurkan semua musuhnya yang berdatangan.
Evilyn serta anak buahnya selalu dibuat takjub dengan kehebatan dan keberanian Dewa Binatang, terutama saat menghancurkan para penjajah yang dilengkapi dengan persenjataan canggih dan kuat.
"Persiapkan Interstellar, aku akan lindungi jalur keluarnya!" pinta Dewa Binatang kepada Evilyn, dia mampu mengalahkan setiap musuh yang berdatangan.
__ADS_1
"Angela, persiapkan Interstellar dan bawa masuk semua apapun yang berharga!" perintah Evilyn kepada gadis muda usia 17 tahun yang menjadi asistennya.
"Siap, bos!" Angela segera mengajak semua orang untuk kembali ke dalam bungker.
Sedangkan Evilyn tetap bersama Dewa Binatang, dia melepaskan tembakan ke arah target sambil bertanya, "apakah kamu bukan berasal dari Planet Nibiru?"
Melihat Dewa Binatang dengan bebas mengeluarkan energi spiritual dan memiliki senjata yang lebih canggih dari Ras Pleidian, Evilyn dan anak buahnya menduga jika Dewa Binatang bukan asli penduduk Planet Nibiru, sebab tidak pernah ada maupun melihat seseorang seperti Dewa Binatang.
"Iya," jawab Dewa Binatang dengan singkat dan tanpa berhenti menghancurkan setiap robot yang berdatangan.
Rasa ingin tahu menggelitik hati Evilyn dan segera kembali bertanya, "dari mana?"
"Sangat jauh... Sejauh miliaran tahun cahaya!" jawab Dewa Binatang.
Menuju ke Observable Universe memakan waktu miliaran tahun cahaya baru sampai, itupun jika tidak ada kendala saat perjalanan. Tahun cahaya adalah satuan panjang yang digunakan untuk menyatakan jarak astronomis dan memiliki nilai sekitar 9,46 triliun kilometer atau 5,88 triliun mil. Sebagaimana didefinisikan oleh Persatuan Astronomi Internasional, tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa dalam satu tahun Julian (365,25 hari).
"Apakah kamu berasal dari Alam Surgawi?" tanya Evilyn yang menebak.
Alam Surgawi nama lain dari Alam Suci, setiap ras menyebutkan dengan nama yang berbeda-beda tapi tetap satu nama tempat.
Evilyn melongo sampai menghentikan tembakan, dia tidak menyangka jika asal muasal Dewa Binatang sangatlah jauh. Namun, dia segera kembali menekan pelatuk senjatanya saat Dewa Binatang melindunginya dari serangan musuh.
Yang menjadi pertanyaan besar dihatinya, bagaimana caranya Dewa Binatang bisa berada di Planet Nibiru, sebab perjalanan itu sudah pasti sangat jauh dan memakan waktu.
"Bisa sampai di planet ini, apa kamu menggunakan kapal luar angkasa yang teknologinya lebih canggih dari ras unggulan?" tanya Evilyn yang ingin tahu lebih banyak tentang Dewa Binatang.
"Tidak. Menciptakan seperti yang kalian gunakan hanya memakan waktu dan membuang sumber daya. Di luar planet ini, ada sebuah ajaran yang namanya kultivasi dan pelakunya disebut kultivator. Sebagai seorang kultivator, mereka memanfaatkan sumber daya yang dipadukan dengan energi spiritual untuk menciptakan berbagai macam peralatan, suatu alat yang lebih praktis, canggih dan memiliki kemampuan di luar imajinasimu. Salah satunya yang sedang aku gunakan ini...," jawab Dewa Binatang yang kali ini lebih panjang dalam penjelasannya.
Lalu dia merubah senjata api laras panjang menjadi bentuk aslinya, yaitu Pedang Semesta. Dengan wujud asli Pedang Semesta yang dikendalikan oleh Dewa Binatang, segala peralatan dari besi maupun baja tiba-tiba mengalami gangguan.
Para penjajah (robot, kapal penjelajah, serangga pelacak dan lain sebagainya) yang mendekatinya langsung berhenti dan berjatuhan, jelas semua sistem mereka terganggu karena pancaran energi spiritual yang keluar dari Pedang Semesta.
Demikian juga dengan persenjataan yang digunakan oleh Evilyn yang langsung tidak bisa digunakan, dia langsung berlutut karena merasakan tekanan kuat seperti Medan gravitasi yang berasal dari Pedang Semesta.
__ADS_1
Evilyn berusaha sekuat tenaga untuk melihat Dewa Binatang yang masih berdiri sambil mengayunkan Pedang Semesta untuk menghancurkan para penjajah.
"Mengerikan! Jadi dia adalah mitos yang nyata!" batin Evilyn sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah.
Evilyn seperti sedang bermimpi melihat seorang kultivator yang sering diceritakan saat akan tidur. Namun kenyataan, dia hari ini melihat sendiri seorang kultivator sejati, kultivator yang berbeda dengan penghuni Planet Nibiru.
Dalam sekejap mata, Dewa Binatang telah menghancurkan semua para penjajah yang berniat memusnahkan kelompok Evilyn. Kemudian, Dewa Binatang menyimpan Pedang Semesta ke dalam Dunia Jiwanya.
Dewa Binatang mengulurkan tangan kanan ke arah Evilyn yang tidak berkedip memandanginya. Evilyn meraih tangan Dewa Binatang sebagai pegangan untuk berdiri.
"Kultivator di sini bagiku masih tingkatan fana, atau tahapan melepaskan tubuh yang lemah," ungkap Dewa Binatang.
"Berarti kamu abadi!" ujar Evilyn dan melihat sekitarnya, di mana robot dan sejenisnya telah menjadi rongsokan.
"Tidak ada yang namanya abadi, kecuali kehampaan, karena asal muasal semuanya berasal dari kegelapan. Bahkan waktu tidak abadi, waktu tidak berlaku di kehampaan!" jawab Dewa Binatang yang membuat Evilyn mengunci alisnya karena bingung.
Seperti yang sudah diketahui, waktu akan melambat saat berada di luar angkasa karena jauh dari medan gravitasi. Dan, di saat melintasi dengan kecepatan cahaya, waktu tidak lagi berarti.
Salah satu contoh yang mudah dimengerti, yaitu skill teleportasi. Konsep yang digunakan adalah kecepatan cahaya, sering digunakan oleh para ahli Formasi Array dan Pandai Besi
dalam pembuatan altar dimensi atau gerbang teleportasi.
"Menurut cerita legenda sih begitu... katanya kultivator memiliki umur panjang dan tidak bisa mati," kata Evilyn sambil membersihkan lututnya yang kotor.
Dewa Binatang tertawa karena ketidaktahuan Evilyn karena kultivator bisa mati. Setelah tertawa dia berbicara, "umur panjang memang bisa dan mungkin, asal tidak menghadapi lawan kuat. Semua kultivator bisa mati walaupun tidak bertarung dengan orang yang lebih kuat, sebab... Jika basis kultivasinya mengalami kemacetan atau kebuntuan, maka dia akan menua. Dan, pada akhirnya tidak bisa menolak kematian."
Pada titik ini, Evilyn mengangguk paham. Namun begitu, dan karena belum memahami konsep kultivasi yang sebenarnya, dia sebagai seorang wanita pasti ingin memiliki umur panjang dan tidak ingin menua, penuaan bagi sebagian wanita adalah musibah.
"Bisakah aku menjadi kultivator sejati dan apakah tidak terlambat?" harapan Evilyn agar Dewa Binatang mau mengajarinya.
"Tidak ada yang nama terlambat jika masih memiliki kehendak, siapapun bisa belajar. Kamu kan sudah mampu mengendalikan energi spiritual, hanya itu yang perlu dipelajari lebih jauh dan ditingkatkan," ucap Dewa Binatang dan melihat kapal Interstellar keluar dari lorong bungker.
Evilyn menahan kegembiraannya, lalu dia berkata dengan semangat, "sisa biaya ekspedisi aku gratiskan, asal kamu mau mengajariku. Ayo, kita berangkat!"
__ADS_1
Dewa Binatang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dan mengikuti Evilyn yang menarik pergelangan tangan kanannya.
Jika Evilyn baik dan tidak berpikir jahat kepadanya, Dewa Binatang akan mengajarinya. Dan dia memiliki banyak Teknik Kultivasi yang didapatkan saat menjalani siklus Samsara, teknik bela diri aktif dan pasif segudang dimilikinya, dan tidak pernah digunakan karena tidak bermanfaat baginya.