
Bab 103. Dewa Samudera Obsidian.
Mao Zedong dan Putri Yu Jie keluar dari istana setelah Bao Yaoyao menjelaskan tujuan undangan ini, wajah mereka terlihat berseri-seri. Mereka didampingi oleh Lei Jihan dan Tian She Meili untuk melihat-lihat markas sementara.
Bao Yaoyao membeberkan siapa sebenarnya putra pedagang Cheng Bei. Mereka tidak menyangka maupun bermimpi bisa bertemu dengan sosok seorang Dewa, Dewa Binatang yang namanya sering diperbincangkan di wilayah Kerajaan Matahari Terbit.
Berkat sosok Dewa Binatang yang ditakuti oleh Dewa Api Phoniex, Ras Iblis bisa keluar dari persembunyiannya. Kemudian, secara bertahap menguasai wilayah Kerajaan Arcadia. Karena sosok Dewa Binatang, Mao Zedong dan seluruh anggotanya membuat patung binatang Naga sebagai bentuk ucapan terima kasih, mereka tidak tahu jika Dewa Binatang adalah manusia, dan bukan binatang seperti yang telah dibayangkan selama ini.
Awalnya mereka berdua sempat tidak percaya jika putra pedagang Cheng Bei adalah Dewa Binatang. Namun, setelah Dewa Binatang membuktikan dengan menunjukkan mata ketiga sebagai ciri-ciri seorang Dewa, akhirnya mereka percaya.
Mao Zedong dan cucunya melihat mata ketiga milik Dewa Binatang, yang mana di dalam mata itu terdapat empat binatang purba. Dan ciri-ciri itu tidak bisa ditiru oleh siapapun sebelum sosok Dewa Binatang meninggalkan dunia untuk selamanya.
Setelah mengetahui identitas Dewa Binatang dan semua istrinya yang juga terkenal, Bao Yaoyao mengutarakan tujuan undangan ini. Setelah itu, ia meminta Pedang Penguasa Api, dan menggantikannya dengan jenis yang sama, serta memberikan beberapa juta keping emas sebagai kompensasi.
Pedang Penguasa Api hanya bisa dioptimalkan kekuatannya oleh Bao Yaoyao, selain dia, tidak ada satupun orang yang mampu menggunakan pedang ciptaannya.
Ternyata, Mao Zedong mengurungkan niat untuk melihat-lihat markas sementara, dia ingin segera kembali ke Kerajaan Matahari Terbit untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Bao Yaoyao dan Dewa Binatang.
"Formasi Array... Pantas saja tidak ada satupun orang yang mengetahui kota ini!" gumam Mao Zedong setelah keluar dari markas sementara yang kini menghilang dari pandangan matanya.
"Istrinya banyak sekali," ucap Putri Yu Jie yang telah mengetahui semua wanita di istana adalah istri dari Dewa Binatang.
Seandainya, ia tahu jumlah istri dari Dewa Binatang di Dunia Jiwa, kemungkinan besar sulit untuk diterima akal sehatnya, apa yang baru saja dilihatnya hanya istri utama.
"Kamu menyukai beliau?" tanya Mao Zedong yang ingin menggoda cucunya ini.
"Tidak. Terlalu banyak saingan akan membuat perhatian beliau menjadi terbagi-bagi!" alasan Putri Yu Jie.
Sebenarnya ia memang menyukai Dewa Binatang ketika melihatnya, namun berubah setelah mengetahui istrinya banyak, rasa sukanya hanya menjadi kagum. Tetapi, perkataannya mengindikasikan lain dan mudah pahami oleh kakeknya.
"Jika istrinya sedikit, kamu menyukainya, bukan? Hahaha...!" goda Mao Zedong dan buru-buru terbang menuju ke Kerajaan Matahari Terbit.
"Dasar tua mesum?!" kekesalan Putri Yu Jie sambil mengejar kakeknya.
Obrolan kakek dan cucu itu didengar oleh Tian She Meili yang masih mengikuti, ia tersenyum bangga karena ketampanan ayahnya mudah menaklukkan hati wanita.
"Apakah kamu juga menyukai ayahku?" tanya Tian She Meili kepada Lei Jihan.
"Adik, aku masih kecil. Kata ibu, sebelum usia 18 tahun, tidak boleh memikirkan pria!" jawab Lei Jihan dengan jujur sambil tetap melihat kepergian Mao Zedong dan cucunya.
"Setelah kamu dewasa nanti, apakah kamu diperbolehkan menyukai Ayahku?" kembali Tian She Meili bertanya dengan polosnya.
Lei Jihan tidak segera menjawab karena tidak tahu apa itu rasa cinta kepada lawan jenis. Baginya, dekat dengan Dewa Binatang ada rasa aman, nyaman dan bahagia.
__ADS_1
"Kamu tanya lagi setelah aku dewasa, oke!" jawaban Lei Jihan.
"Baiklah, nanti aku tanya lagi! Ayo, kita kembali!" ajak Tian She Meili yang sudah merindukan ayahnya, padahal baru saja bertemu.
Obrolan kedua gadis kecil itu membuat para penjaga yang ada didekatnya menahan tawa...
...****************...
Dua hari berlalu setelah pertemuan Dewa Binatang dan Mao Zedong.
Di tempat lainnya yang jaraknya jauh dari kedua kerajaan itu, tepatnya di Samudera Obsidian. Laut bergejolak seperti akan terjadi badai, penghuni lautan yang selama ini tertidur menjadi terbangun.
Tidak berselang lama setelah air laut bergejolak, awan hitam berkumpul di tengah Samudera Obsidian, kemudian disusul petir yang menggelegar keras. Tanah di dasar laut menjadi terbelah karena sesuatu keluar. Terbelahnya tanah dasar laut memicu tsunami setinggi 120 meter lebih.
Para nelayan yang sedang mencari ikan jelas ketakutan dan buru-buru kembali ke daratan. Namun, ombak besar itu menerjang mereka hingga kapalnya tenggelam. Ombak besar itu melaju dengan cepat ke arah pesisir pantai wilayah kedua kerajaan.
Di wilayah Kerajaan Arcadia dan Kerajaan Matahari Terbit. Semua mata memandang ke arah melihat Samudera Obsidian setelah merasakan gempa hebat. Kemudian banyak orang menjadi panik karena banyak gunung aktif yang menyemburkan lahar.
Selain bencana alam, para kultivator merasakan aura yang sangat kuat berasal dari arah Samudera Obsidian, aura kekuatan tingkat True Omega.
Kekuatan itu jelas dirasakan oleh Dewa Api Phoniex dan Mao Zedong, termasuk Dewa Binatang dan istrinya yang saat ini sedang melihat sosok pemilik kekuatan True Omega.
"Akhirnya orang itu keluar," ucap Yuna Aurora yang ternyata sudah menantikan orang yang memiliki kekuatan tingkat True Omega.
Sebelum Dewa Binatang mendarat di Galaksi Arcadia, dia dan istrinya telah memindai seluruh wilayah, dan menemukan sosok yang selama ini sedang tertidur, dengan artian lain sedang berkultivasi.
"Dia adalah pemilik asli Galaksi Arcadia yang sebenarnya. Sejarah tentangnya tidak lagi diketahui banyak orang karena akumulasi waktu yang sangat lama. Dia adalah Dewa Samudera Obsidian!" terang Bao Yaoyao yang mengetahui sosok pria tua itu.
Selain Bao Yaoyao, Dewa Api Phoniex juga mengetahuinya, dan pria itu tidak lain adalah gurunya. Sedangkan Mao Zedong, dia hanya pendatang dan jelas tidak kenal dengan sosok pria tua itu.
"Dewa Samudera Obsidian? Cocok untuk dijadikan teman latihan, siapa yang mau menantangnya?" tanya Dewa Binatang kepada semua istrinya yang sedang melihat ke arah Samudera Obsidian.
"Aku saja. Aku ingin menguji seberapa besar pencapaianku saat ini!" Qiaofeng segera mengajukan dirinya untuk melawan Dewa Samudera Obsidian, sebab ia juga bergelar Dewi Samudera.
"Ibu, aku ikut, ya?" pinta Tian She Meili yang tidak mungkin ketinggalan dalam pertarungan, ia sudah bersiap-siap untuk berubah wujud menjadi Ular Surgawi.
"Jangan dulu, walaupun kamu kuat, kekuatanmu masih jauh dari Ibumu dan Dewa Samudera Obsidian!" tolak halus Qiaofeng sambil mengelus rambut Tian She Meili.
"Tapi fisikku kuat, lihat lenganku berotot seperti Ayah!" Tian She Meili bersikukuh untuk tetap ikut bertarung, ia memamerkan lengan kirinya yang kecil kepada ayah dan ibu-ibunya.
Perkataan Tian She Meili membuat Dewa Binatang tertawa, dia segera menggendong putrinya, lalu tak henti-hentinya mencium pipinya yang tembem.
"Jika kamu bisa mengalahkan paman Fung, baru boleh ikut bertarung," kata Dewa Binatang yang ingin Jenderal Fung si Burung Gajah melatih putrinya ini.
__ADS_1
Diberi tantangan, jelas Tian She Meili menjadi senang, buru-buru ia meminta masuk ke dalam Dunia Jiwa untuk mengalahkan Jenderal Fung si Burung Gajah.
"Ayah, tidak lama aku pasti bisa mengalahkan paman Fung!" ucap Tian She Meili dengan percaya diri sebelum masuk ke dalam Dunia Jiwa.
"Ayah menantikannya!" jawab Dewa Binatang dan menutup Dunia Jiwa dari dunia luar.
Setelah kepergian Tian She Meili, Dewa Binatang dan istrinya sedikit lega karena si pembuat onar akan menyibukkan Jenderal Fung. Dan apa yang akan terjadi dengan Jenderal Fung sudah bisa ditebak.
"Biarkan dia selesai menjalani Kesengsaraan Petir. Setelah dia menemui muridnya dan apa rencana mereka selanjutnya, baru kamu mulai bertindak," kata Dewa Binatang kepada Qiaofeng yang mengangguk paham.
Hal ini sudah diantisipasi oleh Dewa Binatang, di mana tujuannya untuk merekrut banyak orang agar tidak menjadi korban pertarungan setingkat True Omega.
Pertarungan tingkat True Omega bukanlah pertarungan biasa, setiap aura yang dikeluarkan mampu merusak apapun, setiap benturan energi akan membuat bencana. Jika salah satu pukulan meleset dan mengenai tempat ini, sudah dipastikan Planet Arcadia bisa hancur berkeping-keping.
Saat ini, Dewa Samudera Obsidian memang menjalani Kesengsaraan Petir karena akan naik ke tingkat True Omega setelah sekian lama macet di tingkat Half Omega level 99.
...****************...
Dewa Api Phoniex yang merasakan aura gurunya, sangat bahagia dan buru-buru mendatangi gurunya. Dia sudah lama menantikan gurunya menerobos, dan tidak menyangka hari ini gurunya menerobos ke tingkat True Omega.
Dia membawa banyak orang kuat untuk melindungi gurunya yang akan menjalani Kesengsaraan Petir, hal ini akan dialami oleh semua kultivator yang menentang hukum alam.
Yang mengikuti Dewa Api Phoniex memiliki kekuatan minimal tingkat Dewa Absolute, dibawah itu tidak diperbolehkan ikut karena tidak akan mampu menahan aura kekuatan tingkat True Omega...
Mao Zedong dan Putri Yu Jie akhirnya tahu tujuan Dewa Binatang, dia segera memberikan perintah kepada seluruh Ras Iblis yang mau mengikuti Dewa Binatang untuk segera menuju ke markas sementara.
Rencana awal bersembunyi menjadi dibatalkan setelah mengetahui tujuan Dewa Binatang. Bersembunyi dari orang setingkat True Omega, sama saja omong kosong belaka, sebab persembunyian mereka jelas akan diketahui. Oleh sebab itu, Mao Zedong lebih memilih opsi yang diutarakan oleh Dewa Binatang...
Putri Liangyi juga melihat ke arah Samudera Obsidian, lalu ia bergumam, "jadi ini maksudnya... Bencana yang disengaja!"
"Semua orang yang mau mengikuti kita, saat ini sudah menuju ke Pegunungan Larswood. Putriku, ayo kita segera menyusul!" ajak Selir Jing yang sangat mempercayai putrinya.
Putri Liangyi telah menceritakan kepada ibunya (Selir Jing) tentang Dewa Binatang. Oleh karena itu, Selir Jing secara diam-diam mengabarkan berita ini kepada Klan Jing.
Putri Liangyi mengangguk sebagai jawaban. Kemudian, ibu dan anak itu meninggalkan istana Kerajaan Arcadia secara diam-diam...
Sha Meyleen dan Gong Fang juga telah menuju ke Pegunungan Larswood, mereka membawa banyak orang yang akan mengikuti Dewa Binatang.
Awalnya banyak orang yang ragu-ragu mengikuti Dewa Binatang, namun semua keraguan itu seketika lenyap saat tahu jika akan terjadi bencana di Galaksi Arcadia...
...****************...
Pasukan khusus Kekaisaran Dewa Binatang juga membawa banyak orang yang mau mengikuti Dewa Binatang, saat ini mereka berada di pintu masuk menuju ke markas sementara.
__ADS_1
Mereka menyambut kedatangan Sha Meyleen, Gong Fang dan masih banyak lagi yang akan menjadi anggota baru keluarga besar Dewa Binatang...
Lei Jihan dan ibunya juga ikut menyambut kedatangan keluarga baru dengan wajah berseri-seri. Berkat sosok Dewa Binatang, kehidupan mereka sangat terjamin dan bahagia.