
Bab 82. Sha Meyleen, Pemimpin Gedung Harta Langka.
Yang menjadi pertanyaan besar dibenak Dewa Binatang, apakah zaman dulu di Planet Arcadia ditinggali oleh manusia raksasa yang memiliki kekuatan True Omega?
"Di laut mana tulang itu ditemukan?" tanya Dewa Binatang yang ingin menyelidiki asal-usul tulang misterius.
Pertanyaan Dewa Binatang membuat semua orang yang berlomba-lomba menaikkan harga langsung berhenti. Gong Fang melihat kaca ruang yang ditempati Dewa Binatang.
"Di Samudera Obsidian (The Obsidian Ocean)!" jawab Gong Fang.
"Bukankah Samudera Obsidian itu sangatlah berbahaya, bagaimana mungkin ada nelayan yang berani ke sana?" sahut Putri Liangyi yang juga ingin tahu.
"Pemilik tulang ini tidak menjelaskan dengan detail bagaimana dia bisa menemukan ini. Dia hanya berkata, tulang ini dari sana!" jelas Gong Fang.
Samudera Obsidian berada di selatan dari kedua kerajaan. Konon katanya, Samudera Obsidian dihuni banyak binatang air yang berukuran besar, sering terjadi badai petir yang tiba-tiba muncul. Para nelayan hanya berani mencari ikan sejauh 500 meter dari bibir pantai, lebih dari itu bisa dipastikan tidak akan kembali.
Setingkat True Alfa akan berpikir ulang jika ingin menjelajahi Samudera Obsidian yang sangat luas, bahkan ada energi tak kasat mata yang menghalang Mata Dewa.
"Harga terakhir 1.500.000 keping emas, apakah ada penawaran tertinggi?" ucap Gong Fang yang segera memulai lelang yang sempat tertunda karena pertanyaan Dewa Binatang.
"Suami, dapatkan itu!" pinta Tian Mei Yin yang menginginkan tulang tersebut, dan sesuai dengan keinginan Dewa Binatang yang berencana menjadikan tulang itu sebagai senjata jenis pedang karena lebih cocok.
"3 juta keping emas!" tawaran Dewa Binatang yang lagi-lagi membuat kericuhan karena kenaikan penawaran.
Gong Fang, Pangeran Jia, Putri Liangyi, Putri Yu Jie dan banyak orang penting tak menduga putra Cheng Bei memiliki kekayaan, padahal diperkirakan hanya memiliki kekayaan tidak lebih dari satu juta keping emas.
"Apa kamu punya uang sebanyak itu?" tanya Pangeran Jia dengan nada ketus.
"Tuan Muda, menaikkan tawaran melebihi batas kemampuan akan dikenakan sangsi. Agar tidak membuat kekacauan dalam lelang, kita meminta jaminan. Apakah ada jaminannya?" tanya Gong Fang sesuai prosedur aturan lelang.
Karena telah diperkirakan banyak para ahli mengenai kekayaan putra Cheng Bei, tawaran Dewa Binatang jelas tidak dipercaya dan seakan-akan sengaja membuat kericuhan.
"Ambil saja jaminannya. 1 miliar keping emas apa kurang?" jawab Dewa Binatang dengan santainya, malahan menantang balik.
Sontak ucapannya membuat semua orang terkejut, pasalnya uang segitu sangatlah banyak. Sekelas Pangeran Jia dan Putri Liangyi belum tentu memiliki sebanyak itu, dan kekayaan itu bisa digunakan untuk membeli suatu wilayah.
Gong Fang melihat ke ruangan khusus para pejabat Gedung Harta Langka. Pemimpin Gedung Harta Langka memerintahkan kepada wakilnya untuk mengambil jaminan. Dan acara lelang kembali tertunda gara-gara Dewa Binatang.
Tidak berselang lama, wakil itu mengetuk pintu ruang nomer 9 yang ditempati oleh Dewa Binatang.
"Tuan Muda!" sapa wakil pemimpin Gedung Harta Langka yang bernama Chou Chen, seorang pria tua. Dia salah satu orang yang memiliki kekuatan tingkat Half Alfa level 30.
Sedangkan pemimpin Gedung Harta Langka adalah seorang wanita bernama Sha Meyleen. Memiliki kekuatan di atas Chou Chen, berada di tingkat Half Alfa level 67.
Chou Chen duduk di sofa dan melihat cincin dimensi yang diletakkan di atas meja. Di dalam hatinya sedikit terkejut karena jarang-jarang seseorang memiliki cincin dimensi, dan umumnya sebagai penyimpan adalah kantung spasial. Melihat itu, bisa dipastikan jika putra Cheng Bei ini adalah seorang ahli Smelting yang handal.
"Itu jaminanku. Tolong diperiksa!" ucap Dewa Binatang.
"Maaf sebelumnya, ini semua bukan bermaksud meremehkan Anda, ini semua adalah aturan, Tuan Muda! Maka saya tidak akan sopan!" ucap Chou Chen dan segera memeriksa cincin dimensi.
Setelah beberapa saat pemeriksaan, dia sedikit terkejut karena jumlahnya lebih dari angka satu miliar keping emas, lalu berkata, "totalnya ada 1.5 miliar keping emas. Saya akan buatkan surat serah terima terlebih dahulu. Sisa jaminan akan dikembalikan jika barang yang dimenangkan tidak lebih dari ini."
__ADS_1
Dewa Binatang hanya mengangguk sebagai jawaban. Segera Chou Chen membuatkan surat serah terima jaminan. Setelah selesai, dia memberikan kepada Dewa Binatang.
"Terima kasih atas kerjasamanya. Saya undur diri!" pamit Chou Chen sambil berdiri dan diikuti oleh Dewa Binatang.
Mereka pun berjabatan tangan. Chou Chen segera kembali untuk melaporkan kepada pemimpinnya. Setelah dikonfirmasi oleh pemimpinnya, Gong Fang segera memulai acara lelang yang tertunda.
"Tuan Muda Cheng telah menyerahkan jaminan. Maka beliau berhak untuk menaikkan tawaran. Apakah ada yang lebih tinggi dari 3 juta keping emas?"
Seketika Pangeran Jia merasa malu karena sebelumnya telah meremehkan Dewa Binatang.
"Coba kamu tanyakan berapa besar jaminannya!" perintah Pangeran Jia kepada Duke Manchu.
Tidak hanya Pangeran Jia yang ingin tahu jaminan milik Dewa Binatang, Putri Liangyi, Putri Yu Jie dan yang lainnya juga mengirim utusan untuk bertanya kepada Chou Chen.
"3.200.000 keping emas!" tawaran Putri Yu Jie.
"3.250.000 keping emas!" sahut Pangeran Jia yang jelas tidak mau kalah, baginya mendapatkan tulang misterius itu sangatlah penting untuk menyelamatkan diri dari bahaya.
"3.300.000 keping emas." Putri Liangyi juga menaikkan tawarannya, pemikiran sama seperti kakaknya.
Dan lagi-lagi, setelah itu Dewa Binatang sengaja tidak kembali menaikkan tawaran ketika persaingan kembali ketat...
Di ruang khusus pejabat Gedung Harta Langka, Sha Meyleen selalu melihat ke arah ruang yang ditempati oleh Dewa Binatang. Sejujurnya, dia tahu jika seluruh marga Cheng telah dimusnahkan oleh Raja Genjo.
"Siapapun identitasmu, aku tidak peduli! Bisnis apapun demi keuntungan!" batin Sha Meyleen.
"Apakah diantara kalian tahu siapa dia?" tanyanya kepada semua bawahannya.
"Pegunungan Larswood memang wilayah Tangan Setan... Jalur yang menghubungkan dua negara...," gumam Sha Meyleen yang hafal seluk-beluk Pegunungan Larswood.
"Cari tahu siapa saja putra pedagang Cheng Bei, juga ambil lukisan keluarganya jika ada!" perintahnya kepada pengawal pribadi.
"Baik, Pemimpin!"
Setelah itu, Sha Meyleen mengembangkan senyuman bahagia karena tulang misterius telah mencapai harga 4 juta keping emas. Baginya, semakin tinggi barang lelang, maka dia akan lebih diuntungkan...
Di lantai lima ruang nomer 3 yang ditempati oleh Putri Yu Jie. Dia kembali menaikkan harga.
"4.500.000 juta keping emas."
Sesuai perintah Raja Genjo, Putri Mao Yu Jie harus mendapatkan peta kuno, tulang misterius, Artefak Bintang 5, Buah Suci dan telur binatang suci, dia telah dibekali banyak uang untuk mendapatkan barang tersebut.
"7 juta keping emas." Akhirnya Dewa Binatang menaikkan tawaran lebih tinggi.
Sontak penawarannya menjadi perbincangan banyak orang, tawaran yang lagi-lagi tidak mencerminkan seorang pedagang handal. Pangeran Jia sampai mengebrak mejanya karena sangat marah.
"Paduka, jangan diikuti. Kita fokus pada telur binatang suci dan Artefak Bintang 5!" cegah asisten sebelum Pangeran Jia menaikkan tawaran.
"Tapi tulang itu juga berharga, itu bisa menjadi pelindungku!" alasan Pangeran Jia yang bersikukuh untuk mendapatkannya.
"Paduka, kita hanya memiliki 20 juta keping emas. Jika hanya untuk mendapatkan tulang itu, kita kesulitan untuk bersaing!" peringatan asisten yang tampak tidak takut dengan Pangeran Jia.
__ADS_1
Assisten itu bukanlah bawahan Pangeran Jia, dia adalah Menteri Bendahara Negara yang mendukung putra mahkota. Dia juga ditugaskan untuk mengawasi pengeluaran Pangeran Jia yang terkenal boros.
"Gunakan saja cadangan kas negara, ayah pasti tidak akan marah!" sahut Pangeran Jia.
Menteri Bendahara Negara menghela nafas berat karena akan mendapatkan teguran lagi. Dia pun tidak lagi menegur Pangeran Jia...
Di ruang nomer 2, yang ditempati oleh Putri Sun Liangyi. Ada enam orang termasuk Putri Liangyi, dan kelima orang itu adalah wanita, asisten dan empat pengawal. Putri Liangyi juga dicegah oleh assisten pribadi sebelum menaikkan harga, dikarenakan keuangan mereka tidak mampu bersaing di sessions keempat jika harus mendapatkan tulang misterius.
Dengan berat hati, Putri Liangyi melepaskan tulang misterius yang sedang diperebutkan oleh Dewa Binatang dan Putri Yu Jie. Saat ini, tulang misterius telah mencapai harga 15 juta keping emas.
"Setampan apa dan sekaya apa dia?" tanya Putri Liangyi yang penasaran dengan identitas Dewa Binatang.
"Saya tidak mendapatkan informasi apapun. Para pejabat Gedung Harta Langka menutup mulut!" jawab si assisten yang bernama Lan Qisheng, "Putri, tapi putra Cheng Bei itu sangat tampan!" imbuhnya dan menyunggingkan senyum menggoda.
"Lebih tampan mana jika dibandingkan dengan Gui Bing?" tanya Putri Liangyi yang makin penasaran.
Gui Bing adalah putra dari Duke Gui.
"Langit dan bumi!" jawab Lan Qisheng sambil melirik Putri Liangyi untuk mengetahui reaksinya.
Kedua mata Putri Liangyi berkedip-kedip karena tertarik untuk mengenal sosok Dewa Binatang.
"Tuan Muda Cheng, sebagai seorang pedagang, untuk apa tulang ini jika tidak ada untungnya bagi seorang pebisnis seperti Anda. Lebih baik memiliki banyak koneksi karena hal inilah yang dibutuhkan oleh seorang pedagang handal!" ucap Putri Yu Jie yang memiliki makna tersendiri.
Ucapannya membuat Dewa Binatang tertawa karena diancam. Lalu dia justru menaikkan tawarannya dengan santai, "40 juta keping emas."
Harga itu membuat semua orang geleng-geleng karena menganggap Dewa Binatang terlalu boros. Sedangkan Putri Yu Jie mengepalkan kedua tangannya karena sangat marah.
"Dia orang satu-satunya yang membuatku kesal!" geram Putri Yu Jie.
"Putri, lepaskan saja. Kita utamakan ketiga barang yang diinginkan oleh Yang Mulia!" cegah seorang pria tua yang khusus melindungi Putri Yu Jie.
"Ambil tulang itu setelah lelang berakhir!" perintah Putri Yu Jie yang ingin merampok Dewa Binatang.
"Pasti, Putri. Serahkan pada kami!" jawab serempak semua pengawalnya.
Gong Fang menunggu beberapa saat untuk memberikan kesempatan kepada para peserta lelang untuk menaikkan tawaran.
"Apakah ada yang lebih tinggi dari 40 juta keping emas?" ucapnya sambil melihat sekeliling.
Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya Gong Fang berbicara, "tulang ini dimenangkan oleh Tuan Muda Cheng. Selamat!"
Palu pun diketuk sebagai tanda kemenangan Dewa Binatang yang mendapatkan tulang misterius. Lalu berlanjut ke sessions ketiga, di mana Dewa Binatang tidak berpartisipasi dalam perebutan harta, sebab tidak ada satupun barang lelang yang menarik minat.
Lalu pintu ruangan diketuk oleh seseorang wanita. Dewa Binatang mempersilakan masuk dan melihat sosok wanita cantik yang tidak lain adalah Sha Meyleen, pemimpin Gedung Harta Langka, dia membawa tulang misterius.
"Silakan duduk," kata Dewa Binatang yang belum kenal dengan Sha Meyleen.
"Kalau boleh tahu, siapa Anda?" tanyanya setelah Sha Meyleen duduk di sofa tunggal sebelah kiri.
"Saya Sha Meyleen, pemimpin Gedung Harta Langka. Maaf sebelumnya! Saya hanya ingin berkenalan dengan orang yang mengaku-ngaku sebagai putra pedagang Cheng Bei!" jawab Sha Meyleen yang tidak suka berbasa-basi terkait apapun.
__ADS_1
Bukannya malu maupun terkejut, Dewa Binatang malah tertawa identitasnya terbongkar...