God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kedatangan Dewa Binatang.


__ADS_3

Bab 73. Kedatangan Dewa Binatang.


Dewa Penghukuman tertawa keras karena berhasil mengalahkan dan menjinakkan Bapak Pohon, lalu dia segera menuju ke Jurang Kebenaran untuk mengambil Cermin Kebenaran.


"Sebagai penjaga Cermin Kebenaran, sampai mati pun aku akan tetap melindunginya! Apakah kalian semua bersamaku melawan penjajah?" tanya Dao Li Xia kepada semua rakyatnya, dia dan semua orang yang terluka telah pulih berkat Pil Penyembuh.


Empat tetua Suku Pohon dan semua orang jelas tidak ingin Cermin Kebenaran jatuh di tangan musuh, sebab itu adalah warisan dari Guru Agung dan menjadi kebanggaan seluruh penghuni Mysterious Land.


"Kami siap mati demi melindungi warisan Guru Agung!" teriakkan semua rakyat.


Dao Li Xia segera memimpin semua orang dengan melindungi jurang kebenaran, lalu dia dan semua orang menyerang Dewa Penghukuman dengan segala kemampuan.


Dewa Penghukuman tertawa keras karena geli merasakan serangan musuh seperti menggelitik tubuhnya. Walaupun tahu serangan apapun tidak berarti apa-apa bagi Dewa Penghukuman, Dao Li Xia serta semua orang terus-menerus mengeluarkan energi.


Dewa Penghukuman menghentakkan kaki kanan di tanah, lalu membuat gelombang tanah seperti tsunami. Pepohonan bertumbangan dan bergulung-gulung sangat cepat ke arah Dao Li Xia dan semua orang.


Melihat itu, Dao Li Xia dan rakyatnya langsung lemas karena ajal akan menjemput. Semua orang benar-benar sudah putus asa. Sebagai orang saling berpelukan karena siap untuk mati.


Raja Long Ying memeluk istrinya untuk terakhir kali. Evelyn dan Angela juga putus asa dengan saling berpelukan. Anak-anak yang berada di bawah Jurang Kebenaran selalu menangis karena ketakutan, mereka merasakan tanah bergetar hebat.


Sebelum tsunami tanah menelan penghuni Mysterious Land, Cermin Kebenaran tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang menyelimuti seluruh penghuni Mysterious Land.


Sontak membuat Dewa Penghukuman kaget melihat serangannya diblokir oleh cahaya yang keluar dari Jurang Kebenaran. Demikian juga dengan semua orang yang keheranan karena belum mati, padahal tsunami tanah sudah sangat dekat.


Lalu mereka baru sadar ketika Cermin Kebenaran mengeluarkan cahaya untuk melindunginya.


"Hebat juga cermin itu!" seruan Dewa Penghukuman.


Karena penasaran dengan kehebatan Cermin Kebenaran, dia kembali menghentakkan kakinya dengan lebih kuat dari sebelumnya. Kembali tsunami tanah bergulung-gulung sangat cepat, lebih tinggi dan kuat dari sebelumnya.


Dao Li Xia dan rakyatnya kembali putus asa karena serangan Dewa Penghukuman, namun sekali lagi mereka dilindungi oleh cahaya dari Cermin Kebenaran. Tsunami tanah pun tidak mampu menyentuh kulit mereka.


Sebelum Dewa Penghukuman kembali menghentakkan kakinya, dia melihat 16 sinar keluar dari Jurang Kebenaran sinar yang berasal dari Cermin Kebenaran. Dao Li Xia dan semua orang juga melihat sinar tersebut.


Lalu sinar tersebut mengejutkan Dewa Penghukuman dan semua penghuni Mysterious Land, di mana ada 16 orang yang seluruh tubuhnya bercahaya menyilaukan mata.


Secara perlahan cahaya memudar, lalu kembali mengejutkan semua orang saat melihat satu pria tampan bersama lima belas wanita yang sangat cantik melebihi Ras Elves.


Sinar itu adalah Dewa Binatang bersama Tian Lihua, Tian Shuwan, Tian Chunhua, Tian Mei Yin, Yuna Aurora, Qin Diao Chin, Yuke, Lotus Bao, Xi He, Qin Zhu, Qin Yang, Shuǐ Jingling, Zyila Miralen, Twins Ice dan Astrella Xiosien. Mereka berdiri sejajar dengan Dewa Binatang.


Dewa Penghukuman yang paling terkejut sampai berjalan mundur dan hampir terjatuh, dia tidak menyangka Dewa Binatang masih hidup dan membawa banyak orang kuat. Yang membuatnya ketakutan, saat merasakan aura kuat yang keluar dari tubuh semua wanita, kecuali ketika wanita, yaitu Zyila Miralen, Twins Ice dan Astrella Xiosien yang kekuatannya masih berada di tingkat Mahadewa.

__ADS_1


Dewa Penghukuman tidak menduga kekuatan musuh tidak lagi tertekan oleh energi tak kasat mata di Mysterious Land. Seandainya dia melawan salah satu dari ketiga wanita itu, dia jelas akan kesulitan mengalahkannya.


Selama berada di dalam Dunia Jiwa, Dewa Binatang membantu Zyila Miralen, Twins Ice dan Astrella Xiosien agar kekuatannya meningkat drastis, dengan cara berkultivasi ganda dan bantuan pil.


"Maafkan aku yang terlambat datang!" ucap Dewa Binatang sambil melihat Dao Li Xia dan semua istrinya yang sudah menangis.


"Istirahatlah dan jangan khawatir!" lanjutnya.


Dao Li Xia dan semua orang sampai tidak bisa berkata-kata karena air mata bahagia. Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang diwaktu yang tepat. Dao Li Xia, Evelyn, Angela dan yang lainnya tidak menyangka suaminya membawa bantuan yang sangat kuat.


Dao Li Xia belum mengetahui jika keempat kakak Dewa Binatang adalah pemilik Mysterious Land. Oleh karena itu, Dewa Binatang dan istrinya tidak tertekan energi tak kasat mata.


"Biarkan aku yang mengatasi semut ini!" pinta Qin Zhu yang sudah lama tidak bertarung, dia hanya berlatih bersama dengan ketiga saudarinya selama berada di Gerbang Tanpa Batas.


"Kakak Zhu, biarkan aku saja, hitung-hitung sebagai bahan latihan!" cegah Zyila Miralen yang ingin menguji kekuatannya.


"Jangan lupakan aku, aku juga butuh latihan!" sahut Astrella Xiosien.


"Meningkatkan kekuatan dengan cepat juga membutuhkan latihan fisik untuk membiasakan diri," sambung Twins Ice sambil meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku.


Dewa Binatang dan semua istrinya mengangguk sebagai jawaban atas permintaan mereka. Zyila Miralen menghilang dan muncul di hadapan Dewa Penghukuman yang masih syok berat.


Tubuh Zyila Miralen seperti seekor nyamuk dihadapan Dewa Penghukuman, lalu dia melayangkan pukulan ke arah hidung musuhnya. Dewa Penghukuman segera bereaksi dengan memblokir pukulan Zyila Miralen dengan tangan kanan bagian atas.


Tubuh Dewa Penghukuman terhuyung-huyung ke belakang, dari hidungnya keluar darah segar. Lalu dia kaget saat merasakan seseorang berada di belakangnya, yang tidak lain adalah Twins Ice.


Twins Ice mengangkat kaki kanannya untuk menendang kepala Dewa Penghukuman. Sekali lagi, Dewa Penghukuman terlambat menghindari serangan mendadak. Kembali tubuhnya terhuyung-huyung ke kiri ketika terkena tendangan keras.


Belum sempat untuk menstabilkan tubuhnya, dari kirinya muncul Astrella Xiosien yang melayangkan pukulan dari bawah ke atas, di mana pukulan itu tertuju di kepalanya.


Namun kali ini, Dewa Penghukuman mampu menangkis pukulan dengan tangan kiri. Akan tetapi, pukulan Astrella Xiosien membuat telapak tangan membentur kepalanya sendiri sehingga terhuyung-huyung ke kanan.


Zyila Miralen kembali muncul di depan hidung Dewa Penghukuman dengan mengayunkan pukulannya. Hidung Dewa Penghukuman makin deras mengeluarkan darah segar. Dan tidak berhenti di situ, di mana Twins Ice kembali menendang kepalanya, dan Astrella Xiosien juga menyerangnya.


Fisik Dewa Penghukuman yang besar, serta kekuatan yang ditekan jelas membuatnya tidak mampu menghindari serangan ketiga wanita.


Melihat Dewa Penghukuman diserang oleh ketiga wanita, Jenderal Lei dan ketiga rekannya yang terluka tidak tinggal diam, mereka bersama sisa-sisa kultivator membantu.


Akan tetapi, baru saja mereka bergerak, Twins Ice segera melambaikan tangan kanannya dan muncul angin kencang yang menghempaskan tubuh mereka seperti lalat.


Jenderal Lei dan yang lainnya bergulung-gulung, serangan Twins Ice membuat luka makin parah, sebagian kultivator langsung meregang nyawa.

__ADS_1


Sedangkan Dewa Penghukuman yang mendapatkan serangan bertubi-tubi secara perlahan mulai berubah wujud. Ketiga wanita itu tidak sedikitpun mengendurkan serangannya. Walaupun Dewa Penghukuman telah kembali seperti semula, dia tetap tidak mampu mengalahkan musuhnya.


Untungnya saja fisiknya masih sekuat dulu sehingga tidak mengalami luka dalam. Dia segera mengeluarkan Tombak Api dan menyerang balik musuhnya. Zyila Miralen, Twins Ice dan Astrella Xiosien segera mundur bukan karena takut, tapi fisik musuhnya sangat kuat.


Kekuatan Dewa Penghukuman memang tidak menghilang hanya ditekan. Oleh sebab itu, kekuatan tingkat Mahadewa tidak mungkin mampu membunuhnya. Yang mampu membunuhnya adalah orang yang memiliki kekuatan setara.


"Kalian semua harus mati hari ini juga!?" bentak Dewa Penghukuman yang tidak terima dipermalukan oleh wanita.


Dia menyerang ketiga wanita itu secara membabi-buta karena amarah, namun ketiga wanita itu dengan mudah menghindari serangannya, dan malahan menyerang balik.


Dewa Binatang bersama istrinya menghampiri Dao Li Xia. Dia langsung diterjang oleh istrinya yang masih menangis haru. Shuǐ Jingling menghampiri Bapak Pohon yang terluka parah, lalu dia menyembuhkan lukanya dengan Energi Sejati.


Kemudian, Dewa Binatang memperkenalkan kakak-kakaknya sebagai pemilik Mysterious Land. Dao Li Xia dan semua penghuni Mysterious Land langsung berlutut, kecuali Evelyn dan Angela.


Tian Lihua melambaikan tangannya dan keluar energi spiritual yang lembut untuk menahan tubuh penghuni Mysterious Land agar tidak berlutut.


"Sesuai dengan permintaan Guru Agung, mulai saat ini, kalian dalam lindungan kami. Kami berencana akan membawa kalian meninggalkan tempat ini. Jika ada dari kalian tidak berniat mengikuti kami, kami juga tidak akan memaksa kehendak. Dan kami akan tetap melindungi Mysterious Land dari pihak luar...," Tian Lihua berbicara kepada penghuni Mysterious Land tentang keinginan muridnya.


Setelah panjang lebar berbicara, empat tetua Suku Pohon, Raja Long Ying, Raja Giant memutuskan untuk tetap tinggal, mereka tidak ingin keluar dari tempat kelahirannya.


Raja Long Ying menyerahkan putrinya kepada Dewa Binatang, dia ingin putrinya menjadi bagian dari istri seperti Dao Li Xia. Dengan putrinya menjadi istri Dewa Binatang, maka dia memiliki sesuatu yang dibanggakan. Putri Long Ying terlihat sangat malu, tapi dihatinya sangat gembira.


Sedangkan Dao Li Xia, Suku Penjaga Makam, Evilyn, Angela, Dao Li Nuwa, Dao Li Chunhua, Bian Fen, Putri Hua dan bersama 50 wanita pilih yang mengikuti Dewa Binatang.


Yuna Aurora dan Qin Diao Chin menghela nafas panjang karena suaminya memiliki istri lagi. Lalu mereka berdua tertawa kecil karena daya tarik suaminya yang sulit dihindari oleh kaum wanita.


"Aku akan berada di sini cukup lama sampai situasi di Mysterious Land kembali seperti semula. Jadi, kalian masih ada waktu untuk berpikir," kata Dewa Binatang, lalu dia melihat ketiga istrinya yang masih bertarung dengan Dewa Penghukuman.


Lalu datang Shuǐ Jingling yang diikuti oleh Bapak Pohon. Bapak Pohon berubah wujud menjadi kecil seukuran manusia, tapi wujudnya masih seperti pohon, lalu dia berlutut di hadapan Tian Lihua.


"Penguasa!" sapa Bapak Pohon yang hafal dengan aura Tian Lihua walaupun penampilannya telah berubah total.


"Bangkit!" perintah Tian Lihua.


Bapak Pohon atau Pohon Pemangsa Jiwa segera bangkit sambil menundukkan kepala.


"Kamu telah menjaga Mysterious Land dengan baik. Sebagai hadiah, apa yang kamu inginkan?" tanya Tian Lihua.


Bapak Pohon berpikir sejenak. Setelah itu dia berbicara dengan hormat, "Penguasa, izinkan hamba tetap berada di sini melindungi penghuni Mysterious Land!"


Tian Lihua tersenyum manis dan mengangguk sebagai jawaban, lalu dia berkata, "Cermin Kebenaran akan tetap berada di sini sebagai alat komunikasi kita. Selama kalian dalam bahaya, kami akan dengan segera datang!"

__ADS_1


Ucapan tulus Tian Lihua membuat penghuni Mysterious Land langsung bersujud. Akan tetapi, Tian Lihua melambaikan tangannya untuk mencegah tindakan mereka.


"Lalu bagaimana dengan mereka?" tanya Evilyn yang sebenarnya ingin membunuh Dewa Penghukuman.


__ADS_2