
Bab 203. Wabah Monster.
Di bagian Tenggara, jauh dari pusat pemerintahan Kerajaan Naga Angsa, muncul lubang hitam di tepi sungai besar. Tidak berselang lama, keluar seorang pria yang menggunakan penutup wajah.
Pria itu mengeluarkan beberapa botol dan menuangkan isinya ke dalam air sungai. Seketika air sungai yang jernih menjadi berwarna merah darah, namun hanya sesaat. Air sungai kembali jernih, dan pria itu segera kembali masuk ke dalam lubang hitam yang langsung menghilang.
Jika dilihat dengan menggunakan alat mikroskop, di air itu akan terlihat seperti bola berambut tipis, ukurannya sangat-sangat kecil, setara dengan ukuran atom, berwarna hitam, dan itu adalah virus.
Sungai yang kini dipenuhi dengan virus, merupakan sumber air minum bagi penduduk di Dunia Libra. Virus itu mengikuti arus air.
Tidak jauh dari munculnya lubang hitam. Salah satu pendukung dari Kasta Jelata menimba air, lalu meminumnya. Pria tua terlihat sangat puas karena kehausan setelah bekerja di ladang.
Namun, rasa puasnya berubah, dia merasakan sakit kepala. Karena terlalu sakit kepala, pria tua memegang kepalanya sambil berguling-guling di tanah. Dari mulutnya mengeluarkan busa, tubuh kejang-kejang. Tidak berselang lama, pria itu menjadi diam seperti orang mati.
Kurang dari satu batang dupa, tiba-tiba pria itu hidup kembali. Akan tetapi, penampilannya berubah menjadi mengerikan. Telinganya memanjang seperti telinga kelelawar, memiliki empat taring tajam, dengan mulut memajang seperti serigala, jari-jari tangannya juga memajang dan kuku menjadi runcing seperti cakar beruang.
Dari punggungnya keluar sayap kelelawar, matanya berubah menjadi merah darah, kakinya juga memajang, seluruh tubuhnya menjadi berbulu lebat berwarna hitam. Tinggi badan yang awalnya 167 cm, menjadi 190 cm.
Kini, pria tua itu seperti manusia kelelawar jadi-jadian. Dia melihat tiga orang pria tua yang sedang menuju ke arah. Dia segera terbang ke arah penduduk itu. Sontak membuat penduduk itu ketakutan melihat sosok yang mengerikan.
Sebelum mereka kabur, sosok mengerikan itu terlebih dahulu menangkap salah satu pria, dan mengigit lehernya, menyedot habis darahnya hingga tubuh korban menjadi lemas.
Sosok mengerikan itu terlihat belum puas, dia segera membuang mayat korbannya, dan mengejarnya dua pria yang sudah kabur. Namun, korban yang dibuang itu hidup kembali dengan penampilan yang juga mengerikan, sama seperti sosok yang menggigitnya.
Pria itu segera mencari mangsa untuk memuaskan rasa laparnya akan darah. Apa yang terjadi dengan pria tua dan korbannya itu karena virus...
...****************...
Di ruang pertemuan yang luas, Dewa Abadi bersama dengan Raja Naga Azure melihat dihadapannya berbaris banyak wanita-wanita cantik.
Yang masih lajang berjumlah 80 gadis, dari usia 17 tahun hingga 25. Ada juga wanita yang bersuami, jumlahnya mencapai 23 orang, dari usia 18 tahun hingga 40 tahun.
Semuanya adalah wanita dari Kasta Naga Angsa, Kasta Naga dan Kasta Angsa. Mereka berasal dari keluarga pejabat istana. Para pejabat istana berdiri di belakang Raja Naga Azure, berharap keluarga mereka diminati oleh Dewa Abadi.
Dewa Abadi melihat wajah wanita-wanita itu yang tidak kalah cantik dengan Pasukan Wanita yang telah gugur di medan perang Samudera Hitam.
"Saya terima semua wanita ini," kata Dewa Abadi yang tidak pilih-pilih dalam mencari pasangan Dao demi mendapatkan anak yang memiliki Kristal Energi bergambar Libra.
"Kepala Pelayan Istana akan merawat mereka sebelum melayani Anda!" ucap raja Naga Azure sambil melihat Kepala Pelayan Istana.
Putri Long Yun dan Long Fung Fen segera mengajak Dewa Abadi menuju kamar yang akan menjadi tempat berkembang biak. Ratu Angsa segera mengikuti mereka.
Raja Naga Azure tertawa senang, dan diikuti oleh para pejabat yang sudah tidak sabar ingin memiliki keturunan hebat dari manusia. Yang belum diketahui oleh mereka, virus yang disebarkan ke sungai telah banyak merubah penduduk Dunia Libra menjadi monster.
Semua monster itu juga harus darah. Setiap kali menghisap darah korbannya, ia akan menjadi lebih kuat. Sedangkan korbannya yang tewas hidup kembali, dan penampilannya juga berubah total.
__ADS_1
Rasa laparnya terhadap darah, para monster yang baru hidup itu berburu mangsa apapun yang bergerak. Tidak peduli yang dimangsa adalah hewan peliharaan seperti ayam, kucing dan lain sebagainya.
Para prajurit yang ada disetiap tempat, segera mengetahuinya. Mereka segera melawan para monster itu tanpa rasa takut. Sebagian prajurit segera melaporkan hal ini kepada penguasa wilayah...
Saat ini, Dewa Abadi telah membersihkan dirinya. Dia dilayani oleh Putri Long Yun dan Long Fung Fen. Mereka akan selalu mendampingi Dewa Abadi ketika membuahi rahim wanita yang telah dipilih.
Ratu Angsa akan selalu mencatat apapun yang memicu kehamilan para wanita itu. Semalaman, telah mendapatkan pengalaman baru, yang mana tidak sanggup membuat Dewa Abadi mencapai puncak kenikmatan.
Bagi Dewa Abadi, melayani 103 wanita bukan masalah sulit. Dia segera duduk bersila sebelum berkultivasi ganda, menyegel kekuatannya hingga berada di tingkat Kaisar. Butuh waktu untuk menyegel kekuatannya.
Setelah dua batang dupa berlalu, dia membuka matanya. Lalu melihat di ranjangnya telah berbaring Putri Long Yun dan Long Fung Fen.
Sebelum wanita yang dipilih itu melayani Dewa Abadi, mereka harus terlebih dahulu melayani Dewa Abadi. Tujuannya, agar Energi Yang yang masih segar bersemayam di rahim mereka.
"Kalian masih sanggup?" tanya Dewa Abadi sambil naik ke ranjang.
"Tentu! Semalaman kita tidak mendapatkan Energi Yang!" jawab Long Fung Fen sambil membuka selimutnya, dia ingin memperlihatkan lubang kewanitaannya yang siap untuk dihajar kembali.
"Kali ini, kalian yang harus agresif," kata Dewa Abadi sambil tidur diantara kedua istrinya ini. Dia telentang sambil memejamkan mata.
Kedua wanita itu segera melepaskan pakaian tidur Dewa Abadi, lalu melihat kejantanan suaminya yang masih tertidur. Dewa Abadi segera mengaktifkan Kitab Kultivasi Ganda.
Dari tubuhnya mengeluarkan aroma afrodisiak yang wangi. Aroma itu dengan cepat dihirup oleh kedua wanita itu. Tidak butuh waktu lama, kedua wanita itu menjadi agresif. Ratu Angsa juga terpengaruhi oleh aroma afrodisiak, ia segera meletakkan catatan dan menghampiri Dewa Abadi.
Long Fung Fen segera memasuki kepala kejantanan suaminya ke dalam lubang peranakannya. Dia merasa lubangnya yang penuh ketika dimasuki oleh kejantanan, otot-otot lubangnya mengigit kejantanan.
Berita tentang serangan monster segera dilaporkan kepada Raja Naga Azure. Jelas semua orang terkejut dengan berita ini. Rasa bahagianya seketika menghilang dan berganti serius.
Dengan segera, Raja Naga Azure mengambil tindakan cepat, dengan mengirimkan banyak prajurit dan tabib untuk bergegas menuju ke Tenggara. Dia mengirimkan 2.000 prajurit dan 25 tabib.
Setelah keberangkatan para prajurit kerajaan, datang pemimpin dari kota yang terdampak serangan monster, namanya Fung Liam dari Kasta Angsa. Dia membawa salah satu monster yang masih hidup, terpenjara di jeruji besi berbentuk kotak.
Raja Naga Azure dan para pejabat istana merasakan kengerian melihat sosok monster itu yang terluka. Apa yang mereka lihat belum pernah ada di Dunia Libra.
"Darimana monster ini?" selidik Raja Naga Azure kepada Fung Liam.
"Maaf, Yang Mulia! Hamba tidak mengetahuinya!" jawab Fung Liam dengan jujur, dia juga tidak tahu asal-usul para monster ini.
"Ceritakan kronologis kejadian!!" pinta Raja Naga Azure yang ingin mempelajari monster.
Baru saja Fung Liam menjawab, datang beberapa orang dengan tergesa-gesa. Mereka segera melapor kepada Raja Naga Azure, bahwa ada sarangan monster di sepanjang jalur sungai besar.
Raja Naga Azure dan para pejabat istana jelas terkejut karena kejadian ini datang secara bersamaan. Kemudian, Raja Naga Azure memerintahkan kepada semua orang untuk mengisolasi sungai besar, dan tidak boleh siapapun orangnya yang mendekati sungai, dilarang keluar dari kediaman sebelum para monster dikalahkan.
Berita serangan monster ini dengan cepat tersebar. Penduduk Dunia Libra menjadi panik, mereka segera mempersiapkan diri untuk melawan para monster yang menyebar virus melalui gigitan.
__ADS_1
Raja Naga Azure duduk di singgasananya dengan tubuh lemas. Kejadian mendadak ini jelas tidak pernah diantisipasi. Dia segera memerintahkan kepada para ilmuwan untuk menanggani monster yang ditangkap oleh Fung Liam...
Karena kejadian ini seperti wabah, Raja Naga Azure memutuskan untuk terjun langsung ke tempat terdampak, dia ingin tahu para monster itu. Dengan dikawal oleh dua jenderal dan ribuan prajurit kerajaan. Raja Naga Azure telah tiba di sungai besar, tidak jauh dari istana.
Baru saja tiba, dia melihat para monster yang bisa terbang memburu rakyatnya. Bersama dengan jenderal dan prajurit, Raja Naga Azure segera berubah wujud aslinya, seekor naga berwarna biru langit.
Raja Naga Azure sangat marah kepada para monster. Dengan cakarnya, ia mencabik-cabik tubuh para monster. Lalu dari tanduknya mengeluarkan petir yang meledakkan tubuh para monster hingga hancur berkeping-keping.
Tindakan Raja Naga Azure diikuti oleh rakyatnya, mereka segera berubah wujud menjadi Naga dan Angsa. Terbang melesat ke para monster. Pertarungan itu terjadi hingga sore hari, dan belum berhenti.
Ketika malam hari, kekuatan para monster meningkatkan dua kali lipat. Perubahan situasi ini mengejutkan semua pihak. Mau tidak mau, malam ini mereka harus berjuang habis-habisan untuk melawan monster...
Dewa Abadi selesai berkultivasi ganda dengan semua wanita, total 116 wanita yang telah diberikan Energi Yang hingga membuat rahim mereka penuh. Mereka terkapar karena kelelahan melayani Dewa Abadi.
Dia bersandar di sandaran ranjang, di samping kanan berbaring gadis muda usia 17 tahun, dan di sebelah kirinya seorang wanita yang telah bersuami. Kedua wanita itu kelelahan tetapi puas, perutnya terasa penuh karena Energi Yang.
"Selalu saja seperti ini!" batin Dewa Abadi saat tahu apa yang terjadi dengan Dunia Libra.
Lalu dia melihat 8 pelayan yang akan merawat dua wanita di sisinya. Segera dia menonaktifkan Kitab Kultivasi Ganda agar tidak mempengaruhi para pelayan istana.
"Bagaimana situasinya?" tanya Dewa Abadi kepada para pelayan yang baru datang, dia ingin tahu jenis monster apa yang sedang dilawan oleh Raja Naga Azure.
Salah satu dari pelayan wanita segera menjawab," situasinya sangat tidak baik, Yang Mulia! Setiap kali korban jiwa berjatuhan, korban para monster akan hidup kembali dan menyerang siapapun yang dilihatnya!"
"Zombie!" gumam Dewa Abadi saat tahu penyebab korban bisa hidup kembali.
Para pelayan segera membawa dua wanita yang telah berkultivasi ganda. Kedua wanita itu kesulitan untuk berjalan karena organ kewanitaannya perih setelah dihajar oleh kejantanan milik Dewa Abadi.
Setelah semua wanita keluar dari kamarnya, Dewa Abadi duduk bersila untuk membuka segel kekuatannya. Dia ingin membantu Raja Naga Azure melawan para monster.
Tidak butuh waktu lama, segel kekuatannya menghilang. Kekuatannya kembali pulih. Kemudian, dia mengeluarkan Artefak Bintang 2, Cawan Ular Harimau.
Cawan Ular harimau itu berisi air yang mampu menetralisir virus zombie. Dulu, dia mendapatkan benda ini sebelum menjadi seorang Dewa Binatang. Dia menghilang dan muncul di sungai besar yang menjadi penyebab penduduk berubah wujud.
Dewa Abadi menuangkan isi cawan ke sungai besar. Seketika air sungai itu berubah menjadi warna merah darah. Dia mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat virus masih hidup atau sudah mati. Dia tersenyum melihat virus itu telah mati.
Kemudian, dia terbang ke langit. Lalu menyebar isi Cawan Ular Harimau ke udara. Seketika tetesan air membasahi tubuh semua penghuni Dunia Libra yang berada di luar.
Para monster meraung-raung keras karena terkena air Cawan Ular harimau. Air itu seperti hidup saat bertemu dengan musuhnya, memasuki pori-pori kulit, dan menginvasi virus yang ada di dalam tubuh.
Organ dalam yang membusuk perlahan mulai pulih. Darah hitam yang mengental perlahan mulai mencair dan berubah menjadi merah.
Raja Naga Azure dan semua orang yang bertarung segera berhenti. Mereka jelas keheranan melihat para monster yang kesakitan karena air hujan.
Namun, saat melihat ke langit, baru tahu bahwa Dewa Abadi yang telah membantu mereka. Mereka melihat Dewa Abadi masih terus menyebarkan isi Cawan Ular Harimau.
__ADS_1
"Dia... Tenyata bukan orang sembarangan!" gumam Raja Naga Azure yang baru menyadari jika Dewa Abadi lebih kuat darinya.