
Bab 117. Tiba di Galaksi Petir, Tanah Kutukan.
Di hari berikutnya setelah kekalahan telah utusan dari Maharaja Yaksa, serta kematian Leon Vendetta dan jajarannya, Dewa Binatang dan Shuǐ Jingling keluar dari dalam Dunia Jiwa.
Saat ini, mereka berdua berada di wilayah kekuasaan King Caldwell, tepatnya berada di ibu kota. Situasi di ibu kota, hanya ada penduduk dan kultivator, tidak ada satupun prajurit maupun orang-orang penting.
Karena tidak adanya seorang pemimpin, situasi saat ini menjadi kacau balau, kejahatan terjadi dimana-mana, korban kejahatan bergelimpangan tak terurus.
"Apakah dia kabur ke Alam Suci?" tanya Shuǐ Jingling kepada Dewa Binatang.
"Kemungkinan besar ...! jawab Dewa Binatang yang enggan meneruskan ucapannya karena melihat banyak anak-anak dan wanita menjadi korban kejahatan.
"Kita apakan tempat ini?" tanya Dewa Binatang yang ingin pendapat dari istrinya.
"Diekstrak!" jawab Shuǐ Jingling secara singkat.
Setelah Shuǐ Jingling menjawab, muncul Tian Lihua dan Yuna Aurora.
"Jangan diekstrak! Galaksi ini masih layak untuk ditinggali, alamnya juga subur. Biarkan aku dan yang lainnya mengambil alih galaksi ini!" cegah Tian Lihua.
"Lakukan sesuai kehendakmu! Setelah semuanya beres, perjalanan selanjutnya menuju ke Galaksi Petir," ucap Dewa Binatang yang enggan ikut campur dalam urusan istrinya.
Setelah berbicara, Dewa Binatang masuk ke dalam Dunia Jiwanya. Kemudian, Tian Lihua memanggil lebih dari 1.000 wanita agar keluar dari dalam Dunia Jiwa, tujuannya untuk menguasai Galaksi Caldwell...
Di Benua Caldwell, Dewa Binatang dan istrinya tinggal selama lebih dari 2 tahun. Tian Lihua mengambil seorang penduduk asli, seorang wanita usia 25 tahun. Tujuannya, menjadi wanita itu sebagai pemimpin tunggal, tetapi dalam kendalinya.
Setelah semuanya beres, Tian Lihua dan ketiga adiknya membuat Formasi Perlindungan untuk melindungi Galaksi Caldwell agar tidak diserang oleh pihak luar.
Pada tahun ketiga, Dewa Binatang dan semua istrinya meninggalkan Galaksi Caldwell. Dan sesuai dengan rencana, tujuan berikutnya ke Galaksi Petir.
Perjalanannya kali ini sangatlah jauh, harus menempuh waktu selama lebih dari 10 tahun cahaya, dengan kecepatan cahaya...
...****************...
Di Galaksi Petir dikuasai oleh Dinasti Lei, pemimpinnya adalah Kaisar Lei.
Galaksi Petir sangat dekat dengan Alam Suci. Walaupun berdekatan, untuk tiba ke Alam Suci tetap saja membutuhkan waktu, perjalanannya lebih dari 2 tahun cahaya.
Untuk menyingkat waktu agar cepat menuju ke Alam Suci, altar dimensi menjadi alternatifnya. Tetapi harus terlebih dahulu meminta izin sebelum melakukan perjalanan menuju ke Alam Suci.
Seperti namanya, wilayah ini sering kali terjadi badai petir, dan badai itu sangat bermanfaat bagi kultivator yang memiliki elemen petir. Umumnya petir ditakuti oleh banyak orang, tetapi di sini merupakan surga bagi kultivator elemen petir.
Kultivator elemen petir, bisa dikatakan sangatlah banyak, dan bukan rahasia umum lagi. Di setiap tempat, akan ada badai petir, dan menjadi tempat berkultivasi dengan menyerap kekuatan petir.
__ADS_1
Tetapi, tidak sedikit kultivator yang memiliki elemen lain, seperti elemen pada umumnya; elemen air, api, kayu, tanah, logam, dan angin, bahkan ada banyak kultivator yang memiliki lebih dari satu elemen. Dan, elemen petir menjadi puncak rantai kekuatan.
Walaupun seringnya terjadi badai petir, wilayah Galaksi Petir tidak mengalami kerusakan, bahkan tumbuhan tergolong sangat subur, dan seluruh penghuni sangat makmur, binatang mistik sangat melimpah ruah, tanaman langka serta buah suci bukanlah harta langka.
Di Galaksi Petir, terbagi menjadi beberapa kerajaan, dan puncak kekuasaan dipegang oleh Dinasti Lei sebagai kekaisaran, Kekaisaran Petir Surgawi.
Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Awan Putih, Kerajaan Teratai Ungu, Kerajaan Petir Samudera, Kerajaan Lima Petir, dan terakhir adalah Kerajaan Roh Petir. Menurut peringkat kekuatan militernya, Kerajaan Awan Putih adalah yang terlemah dari keempat kerajaan.
Untuk struktur pemerintahannya, tidak jauh beda dengan tempat lainnya, tertinggi di pegang oleh kaisar dan terendah bergelar Noble. Demikian juga dengan ranah kultivasinya, terendah di tingkat Kelahiran, dan tertinggi di puncak True Omega.
(Dengan catatan, ranah kultivasi itu ketika Dewa Binatang terbunuh di sini)
Di Galaksi Petir, tidak ada yang namanya teknologi canggih, di sini murni menjaga keasliannya sebagai seorang kultivator. Tetapi, bukan berarti tidak tahu apa-apa tentang teknologi canggih.
Bagi semua orang, teknologi canggih merupakan suatu hal yang memboroskan material dalam pembuatannya, mudah dihancurkan dan tidak banyak manfaatnya. Sebagai gantinya, membuat Armament dan Artefak Bintang menjadi yang utama. Pandai Besi (Smelting) ditempat ini menjadi status sosial tertinggi, melebihi ahli Alkemis.
Di wilayah Kerajaan Roh Petir, dulunya adalah tempat terakhir bagi Dewa Binatang, di mana waktu itu dia baru tiba dan terbunuh oleh utusan dari Maharaja Yaksa. Bahkan belum sempat berkenalan dengan siapapun.
Tujuan Dewa Binatang singgah di Kerajaan Roh Petir, karena mendengar bahwa Dewi Shiwu dipenjarakan di tempat ini. Entah tepatnya di mana, dia belum sempat untuk mencari keberadaan kekasihnya itu.
...****************...
Setelah perjalanan jauh, akhirnya Dewa Binatang tiba di Galaksi Petir. Saat ini, dia tidak ceroboh seperti dulu, baru menginjakkan kaki di tanah dan menemui ajalnya. Dewa Binatang masih berada di luar angkasa, melayang di kehampaan sambil memeriksa seluruh wilayah kekuasaan Kaisar Lei.
Sambil menunjuk ke wilayah Kerajaan Roh Petir, Dewa Binatang menjawab, " di sana. Ayah baru menginjakkan kaki sudah terkepung. Tampaknya mereka telah mengetahui kesepakatan kita!"
Tian She Meili memikirkan jawaban ayahnya. Setelah sejenak berpikir, ia berkata, "apakah Ayah pernah berbicara kepada orang lain jika akan ke sini?"
Dewa Binatang berusaha mengingat masa lalu karena pertanyaan putrinya, sambil melihat tempat waktu itu terbunuh.
Saat mengikuti Konferensi Tianwu, dia memiliki beberapa sahabat, seperti Chu Fat, Pang Bersaudara dari Galaksi Mata Hitam, termasuk kekasihnya yang berasal dari sana.
Dan seorang wanita yang bernama Kun Ashi juga kekasihnya, putri dari Kaisar Kun. Karena mengingat masa lalu, Dewa Binatang menjadi teringat dengan Kun Ashi.
Cerita tentang Kun Ashi, hubungan mereka ditentang oleh Kaisar Kun. Secara paksa, Kun Ashi dibawa oleh Kaisar Kun. Hingga saat ini, Dewa Binatang tidak tahu keberadaan kekasihnya ini, seperti halnya Dewi Shiwu.
Dewa Binatang menghela nafas berat ketika mengingat masa lalunya, lalu dia menjawab, "Kun Ashi, putri dari Kaisar Kun. Ayah pernah berbicara kepadanya!"
"Pasti gadis kecil itu yang membocorkannya!" sahut Tian She Meili dengan nada kesal.
"Seharusnya tidak mungkin, sebab dia memiliki segel keluargaku... Kecuali ...," Dewa Binatang berhenti berbicara, ucapannya tidak berarti membela Kun Ashi.
"Kecuali apa?" tanya Tian She Meili dengan tidak sabaran.
__ADS_1
"Kecuali dia dibuat pingsan. Kemudian, orang itu mengendalikan alam bawah sadarnya agar membocorkan rahasiaku. Dengan kondisinya seperti itu, segel keluargaku tidak akan bereaksi terhadap Kun Ashi!" jawab Dewa Binatang.
Tian She Meili memahami tentang segel keluarga besar Dewa Binatang, di mana yang memilikinya tidak bisa berkhianat, bahkan sebelum berkata akan segera meledak.
Dan, apa yang dikatakan oleh Dewa Binatang memang benar. Segel keluarga besarnya akan meledak ketika pemiliknya berniat untuk berkhianat, tetapi itu tidak akan terjadi ketika si pemilik segel dibuat tidak sadarkan diri, lalu si pelaku mengendalikan alam bawah sadarnya. Dengan begitu, segel keluarga besar Dewa Binatang tidak akan meledakkan tubuh Kun Ashi.
"Kemungkinan besar seperti itu! Ayah, di mana dia sekarang!" kembali Tian She Meili bertanya karena memang tidak tahu.
"Entahlah, koneksi segel keluarga besar tidak bereaksi. Bisa jadi segel telah dihapus!" jawab Dewa Binatang yang menduga-duga.
Sebelum putrinya terus mencecar banyak pertanyaan, dia segera berbicara, "She'er, masuk ke Dunia Jiwa. Nanti setelah semuanya aman, She'er bisa keluar lagi!"
"Apakah Ayah belum mengetahui wanita itu (Dewi Shiwu)?" tanya Tian She Meili yang sebenarnya tidak mau kembali ke dalam Dunia Jiwa.
"Mata Surgawi tidak menemukan keberadaannya ... Ayah khawatir, Mata Surgawi dihalangi oleh sesuatu yang lebih kuat dan hebat! Lebih baik, She'er masuk dulu, ya!" alasan Dewa Binatang sambil mengusap rambut putrinya agar patuh.
"Ayah benar, She'er merasa Mata Surgawi dihalangi oleh sesuatu, entah kekuatan semacam apa itu!" jelas Tian She Meili yang membenarkan ucapan ayahnya.
"Oh iya, kenapa waktu itu She'er meminta bertemu di Galaksi Petir?" tanya balik Dewa Binatang yang dulu tidak bertanya alasan Celestial She.
"Kan waktu itu Ayah membutuhkan elemen petir untuk menyempurnakan artefak. Di tempat ini adalah surganya petir, cocok untuk menempa artefak itu!" jawaban Tian She Meili dan membuat ayahnya tersenyum.
Tidak ingin terlalu banyak berbicara lagi, Dewa Binatang menyelimuti tubuh putrinya dengan energi jiwa agar masuk ke dalam Dunia Jiwanya. Setelah itu, dia menyamar sebagai seorang pria muda usia 20 tahun, penampilannya biasa-biasa yang tidak menarik perhatian...
Saat ini, Dewa Binatang telah menginjak kakinya di wilayah Kerajaan Roh Petir, di tempat dimana dirinya terbunuh. Wilayah itu dikuasai oleh seorang Marquis.
Pertarungan hebat waktu itu, masih ada jejaknya, walaupun telah ditumbuhi oleh pepohonan, dan tempatnya saat ini sudah seperti hutan lebat. Dewa Binatang bisa mengetahui karena masih merasakan aura kekuatannya sendiri.
"Seperti dugaanku, mereka menggunakan Pagoda Emas agar aku tidak bisa menggunakan kemampuanku!" selidik Dewa Binatang yang tidak merasakan energi dari Pagoda Emas milik Kaisar Langit.
Dia melihat sebuah batu ukiran huruf, tampaknya seperti prasasti. Dia membacanya, "kejahatan ditumbangkan di tempat ini. Dan tempat ini adalah kutukan. Siapapun yang berada di sini, sudah pasti dari golongan yang sama."
Setelah berbicara, Dewa Binatang tertawa karena lagi-lagi difitnah. Namun, tawanya justru membuat banyak orang berdatangan. Dia tahu, tetap tidak sedikitpun takut. Tidak berselang lama, ada 10 orang yang langsung mengepungnya.
"Siapa kamu menginjakkan kaki di tanah kutukan, apa tujuanmu?" tanya seseorang dengan nada tinggi.
"Tanah kutukan? Setahuku yang ada tanah sengketa, mana ada tanah kutukan!" canda Dewa Binatang dan diakhiri dengan tertawa ringan.
Bersambung.
Note: Tahun cahaya (disingkat tc, bahasa Inggris: light year atau ly) adalah satuan panjang yang digunakan untuk menyatakan jarak astronomis dan memiliki nilai sekitar 9,46 triliun kilometer (9,46 x 1012 km) atau 5,88 triliun mil (5,88 x 1012 mil).
Sebagaimana didefinisikan oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU), tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa dalam satu tahun Julian (365,25 hari).
__ADS_1