
Bab 236. Masuk Kedalam Jebakan.
Dewa Abadi tidak segera bertindak karena memikirkan kejadian ini. Dia menyimpulkan bahwa intinya kultivator dari dunia lain memang untuk dijadikan tumbal. Ini masih dua portal dimensi yang terbuka dan sudah memakan korban jiwa.
Jika 131 portal dimensi terbuka secara bersamaan, hal ini akan membuat kekacauan di Tiga Alam, dan jelas sulit untuk menyelamatkan nyawa para pendatang.
"Apa yang baru saja terjadi, membuat kita memiliki gambaran rencana mereka! Yang harus kita pikirkan, seandainya 131 titik-titik portal dimensi terbuka secara bersamaan, apa yang harus kita lakukan?" tanya Dewa Abadi kepada semua orang penting, dia ingin mendapatkan saran dan masukan dalam menghadapi lawan cerdas.
Semua orang segera berpikir. Setelah beberapa saat, Mahaguru Sam mengutarakan isi pikirannya.
"Ini pemikiran saya. Agar kita bisa menyegel 131 titik-titik portal dimensi, langkah pertama adalah menghilangkan jebakan di laut. Kemudian kita secara bersama menduduki setiap titik-titik itu. Memang kita akan dianggap menginvasi Dinasti Anwuzhi jika kita memasuki wilayahnya. Namun, kita juga tidak ada pilihan lain untuk menyegel portal dimensi...,"
Panjang lebar Mahaguru Sam mengutarakan isi pikirannya kepada Dewa Abadi dan semua orang. Sambil mendengar, semua orang memikirkan rencana Mahaguru Sam.
Setelah Mahaguru Sam selesai berbicara, Dewa Abadi segera bertindak sesuai dengan usulan dari Bai Ge yang sama seperti rencana Mahaguru Sam.
Dari kedua telapak tangan Dewa Abadi, keluar Api Semesta yang menyembur ke pasir laut. Saking panasnya, membuat semua orang menjauhinya. Mereka melihat pasir laut dengan secepat membara, tidak berselang lama menjadi abu.
Namun yang mengejutkan semua orang, energi kematian dari para korban dari Planet Beruang Besar juga ikut musnah. Semua orang seketika kegirangan karena hal ini tidak pernah sedikitpun dipikirkan.
Setelah pasir laut menghilang, tersisa bebatuan keras yang sebelumnya berada di bawah pasir laut. Dewa Abadi segera terbang ke tempat lain yang masih ada pasir laut.
Sambil terbang dan membakar pasir laut, Dewa Abadi perlahan mendekati wilayah Dinasti Anwuzhi. Di belakangnya banyak orang mengikuti, mereka siap untuk segera membuka Formasi Array untuk menyegel portal dimensi.
Setelah dekat dengan dua titik portal dimensi yang sebelumnya telah terbuka, beberapa orang segera membuat Formasi Array. Para pasukan berjaga-jaga disekitar dua titik portal dimensi yang akan disegel.
Anehnya, pihak Dinasti Anwuzhi maupun penduduknya tidak ada yang datang, hal yang mengherankan semua orang. Namun, hal ini justru membuat Dewa Abadi dan pendukungnya leluasa untuk menyegel portal dimensi yang berada di sekitar pesisir pantai.
Di pesisir pantai wilayah Dinasti Anwuzhi, ada 31 titik portal dimensi yang berhasil disegel, 100 sisanya berada jauh dari pesisir pantai, tepatnya berada di dekat pemukiman penduduk Dinasti Anwuzhi.
100 titik portal dimensi itu lokasinya berjauhan, menyebar di seluruh wilayah Dinasti Anwuzhi. Hal ini menyulitkan bagi Dewa Abadi dan pendukungnya.
Setelah berembuk mengenai 100 titik portal dimensi yang tersisa, semua orang penting memutuskan untuk membagi tugas, yang mana satu regu yang terdiri dari 10 orang membuat Formasi Array. Sedangkan Dewa Abadi bertugas untuk mengaktifkannya dengan menggunakan energi Kekuatan Jiwa.
1.000 orang yang mendapat tugas segera menyebar sesuai dengan lokasi titik-titik portal dimensi. Mereka bergerak dengan hati-hati dan hening agar tidak menarik perhatian pihak Dinasti Anwuzhi.
Sambil menunggu mereka menyelesaikan tugas, Dewa Abadi yang penasaran dengan situasi di pusat pemerintahan Dinasti Anwuzhi yang begitu tenang, padahal banyak orang yang beraktivitas seperti biasanya.
Tidak hanya dia saja yang keheranan dengan situasi yang tenang seperti ini, tetapi semua orang juga memikirkan hal yang sama. Sungguh aneh karena tidak ada pergerakan dari pihak Raja Yao.
"Saya akan pergi mendekati penduduk Dinasti Anwuzhi!" pamit Dewa Abadi kepada semua orang penting.
"Hati-hati, Dewa!" peringatan dari Raja Chen yang tahu tujuannya untuk penyelidikan.
Dewa Abadi segera berubah wujud menjadi udara dan melesat ke arah pemukiman penduduk yang berasal dari Kasta Sudrah. Lokasinya sejauh 10 km dari pesisir pantai.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Dewa Abadi melihat tiga penduduk yang sedang berburu binatang. Kondisi mereka tampak normal, tidak ada sesuatu yang aneh pada mereka.
Dewa Abadi membaca pikiran mereka bertiga. Setelah beberapa saat, ia tidak menemukan informasi penting terkait dengan titik-titik portal dimensi. Dia hanya mendapatkan informasi umum tentang meningkatkan kekuatan, berburu harta dan lain sebagainya.
Namun yang mengejutkan Dewa Abadi saat melihat jejak langkah kaki mereka, yang mana di telapak kaki mereka mengeluarkan energi kabut hitam. Melihat itu, Dewa Abadi menduga mereka telah menyerap energi dari Dewa Perusak.
Tetapi, yang membuatnya berpikir keras, apakah mereka adalah keturunan dari Dewa Perusak sehingga memiliki energi kabut hitam, atau sebelum tidak memilikinya? Karena tidak mendapatkan jawaban, dia segera kembali ke lokasi pendukungnya yang berkumpul.
Setelah tiba, Dewa Abadi bertanya kepada Mahaguru Lu, "apakah semua keturunan Dewa Perusak memiliki energi kabut hitam semenjak lahir?"
Raja Hu segera menjawab mewakili semua orang, sebab hal ini sudah diketahui oleh siapapun, "pada dasarnya, kita semua adalah satu asal. Energi Kegelapan (kabut hitam) adalah ciri khas dari Dewa Perusak, hanya beliau yang memilikinya...,"
Raja Hu menjelaskan setiap ciri-ciri Dewa Tertinggi. Seperti halnya dengan Dewa Abadi yang memiliki Kekuatan Jiwa. Dewa Pencipta, sesuai dengan namanya, mampu menciptakan apapun dengan kehendaknya.
Demikian juga dengan Dewa Pemelihara, yang mampu memelihara apapun yang sudah rusak, membangkitkan yang sudah tewas dan juga memusnahkan kehidupan yang tidak layak hidup. Dan setiap dewa memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda dari yang lainnya.
"Tadi saya melihat tiga penduduk, dari telapak kakinya mengeluarkan kabut hitam, apakah mereka itu aneh atau hal biasa?" sekali lagi Dewa Abadi bertanya setelah Raja Hu selesai berbicara, dia ingin lebih mengenal keturunan dari Dewa Perusak.
Mahaguru Lu dan semua orang mengerutkan kening karena tidak pernah melihat jika penduduk dari Dinasti Anwuzhi mengeluarkan energi kabut hitam.
"Itu jelas aneh! Seperti yang dikatakan oleh Raja Hu, kita semua pada dasarnya sama, menggunakan energi spiritual sebagai sumber kehidupan. Jika Anda melihat kabut hitam di telapak kaki mereka, kemungkinan besar mereka mendapatkan kekuatan dari Dewa Perusak!" jelas Mahaguru Lu.
"Tapi tubuh mereka tampak normal, tidak melakukan hal-hal yang aneh seperti di Planet Kecebong!" Dewa Abadi kebingungan dengan kondisi tiga orang penduduk yang diselidikinya tadi.
"Kita pikirkan nanti. Yang terpenting titik-titik portal dimensi harus berhasil kita segel!" Mahaguru Lu tidak ingin membahas topik keanehan penduduk Dinasti Anwuzhi.
Dewa Abadi segera menepis pikirannya. Tidak berselang lama, beberapa regu telah berhasil membuat Formasi Array tanpa hambatan, padahal saat membuat diketahui oleh beberapa penduduk Dinasti Anwuzhi, mereka diam saja dan melanjutkan aktivitasnya.
Tanpa berpikir panjang, Dewa Abadi segera mengaktifkan Formasi Kurungan. Lalu disusul regu lainnya yang juga berhasil membuat Formasi Array. Dia terus menyelesaikan tugas untuk mengaktifkan Formasi Kurungan.
Setelah 131 titik-titik portal dimensi tersegel, Dewa Abadi dan semua orang kembali ke Daratan Pagoda Berlian dengan hati yang gelisah, sebab tidak ada pergerakan lawan. Padahal, proses penyegelan portal dimensi diketahui oleh penduduk Dinasti Anwuzhi.
Saat ini, Dewa Abadi berisitirahat di Pagoda Berlian 20 lantai, tetapi berada di lantai dua. Musuh yang cerdas membuat Dewa Abadi sakit kepala memikirkannya. "Apa yang mereka rencanakan?" gumamnya dengan nada kesal karena tidak mengetahui pikiran lawan.
"Nikmati saja hidup! Bertindak setelah lawan bergerak!" sahut Bai Ge dengan santainya.
Ucapan Bai Ge membuat Dewa Abadi bisa tersenyum. Seharian ini dia selalu serius dan berpikir keras karena lawannya.
"Tumben pikiranmu waras," kata Dewa Abadi.
"Hmm... Ngajak berdebat!" sungut Bai Ge yang seharian tadi mengomel.
Dewa Abadi tertawa karena telinganya geli dipatuk oleh Bai Ge. Setelah itu, daripada membuang waktu memikirkan lawan, dia memutuskan untuk berkultivasi di lantai 16.
Di lantai 16 dikhususkan untuk kekuatan tingkat Creator Of The Universe, dan Dewa Abadi seorang diri di lantai ini. Walaupun naik satu level membutuhkan waktu yang sangat lama, Dewa Abadi tetap berkultivasi, dia segera mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa.
__ADS_1
Dengan aktifnya Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, seluruh Energy Primordial di langit 16 terfokus kepadanya. Bai Ge tidak ikut berkultivasi, sebab kekuatannya mengikuti Dewa Abadi. Dia justru membaringkan di pangkuan Dewa Abadi yang bersila...
Dua hari berlalu di Tiga Alam, setelah 231 titik-titik portal dimensi disegel, situasi kembali menjadi tenang. Tetapi, para pemimpin tidak mengendurkan kewaspadaannya, tetap mengawasi setiap titik-titik portal dimensi.
Setelah waktu berlalu selama lebih dari sebulan, di arah selatan dari Daratan Pagoda Berlian, salah satu titik portal dimensi bergetar hebat karena akan terbuka, tetapi tertahan oleh Formasi Kurungan.
Semua orang kuat bergegas menuju ke titik tersebut. Mereka melihat Omniverse yang berusaha keras untuk melebarkan portal dimensi agar bisa keluar. Karena gagal membuka lepas portal dimensi, dia menghilang dan portal dimensi tertutup.
Tidak berselang lama, titik portal dimensi yang lain terbuka, namun tetap tertahan oleh Formasi Kurungan. Sekali lagi Omniverse berusaha untuk membukanya, tapi selalu gagal. Semua orang terus mengawasi Omniverse yang ingin keluar.
Satu per satu, titik-titik portal dimensi yang berada di dekat Daratan Pagoda Berlian, secara bergantian terbuka, dan selalu Omniverse berusaha untuk membukanya. Tetapi berakhir dengan kegagalan.
"Aku hanya menguji kekuatan Formasi Array. Lumayan kuat!"
Semua orang sedikit terkejut karena Omniverse bisa berkomunikasi telepati dengannya. Mereka juga heran dengan ucapannya, jika lumayan kuat, kenapa tidak mampu melebarkan portal dimensi.
Sebelum Raja Chen bertanya, Omniverse segera menghilang dan portal dimensi tertutup dengan cepat. Setelah 100 titik portal dimensi tidak bisa dibuka oleh Omniverse, semua orang sedikit lega, namun tidak mengendurkan kewaspadaannya.
Baru saja lega, lagi-lagi semua orang merasakan fluktuasi energi spasial di dekat pusat pemerintahan Dinasti Anwuzhi. Sebelum mereka bergerak menuju ke titik tersebut...
Boom...
Suara ledakan keras ketika titik portal dimensi meledak. Dampak dari ledakan portal dimensi, mengakibatkan penduduk yang berada di dekatnya meregang nyawa.
Mendengar suara ledakan keras itu yang bisa didengar hingga bermil-mil jauhnya, membuat Dewa Abadi berhenti berkultivasi, dia segera keluar dari dalam Pagoda Berlian. Di saat keluar, dia melihat lokasi sumber ledakan.
Boom...
Sekali lagi ledakan keras yang lain menyusul, lokasinya tidak jauh dari ledakan pertama. Dampaknya jelas membuat penduduk Dinasti Anwuzhi tewas seketika. Tak terhitung jumlahnya korban yang tewas akibat dua ledakan tersebut.
Sebelum Dewa Abadi dan pendukungnya bereaksi, mereka merasa fluktuasi energi spasial di titik yang lain, lokasi lebih jauh dari dua ledakan sebelumnya.
Boom....
Dewa Abadi dan dukungannya melihat titik ketiga meledak seperti bom atom. Dan penduduk Dinasti Anwuzhi kembali menjadi korban ledakan itu.
"Ini jebakan!!" seruan Bai Ge yang menyadarkan Dewa Abadi dan penduduknya yang masih syok melihat tiga ledakan terjadi berturut-turut.
Dewa Abadi segera melesat ke arah titik portal dimensi yang dekat dengannya. Lalu menghilangkan Formasi Kurungan yang diaktifkannya. Dia baru sadar telah masuk ke dalam jebakan musuh setelah tiga kali titik portal dimensi meledak.
Para Mahaguru dan orang-orang kuat segera menghilang Formasi Kurungan yang telah dibuat. Mereka juga baru sadar telah masuk perangkap musuh.
Dengan titik-titik portal dimensi disegel oleh Formasi Kurungan, jika mendapatkan tekanan kuat dari dalam, akan menjadikan sebuah bom dengan daya rusak mengerikan.
Dan inilah yang diinginkan oleh musuhnya, mereka tidak peduli jika korbannya dipihak Dinasti Anwuzhi. Kematian penduduk merupakan pengorbanan demi kebebasan Dewa Perusak. Dan keturunan Dewa Perusak tidak ada sedikit rasa penyesalan karena telah mengorbankan diri asal leluhurnya bebas.
__ADS_1