God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Rencana Nakal Hu Samhok.


__ADS_3

Bab 258. Rencana Nakal Hu Samhok.


Munculnya Omniverse Mata Tiga dan puluhan ribu anaknya membuat kekacauan di Kota Baojie dan Pegunungan Dantian. Semua orang bekerjasama melawan Omniverse.


Yang membuat semua kultivator keheranan, setiap kali bagian tubuh Omniverse terluka, selalu melahirkan entitas-entitas baru yang memiliki kekuatan lebih rendah dan bertubuh pendek.


Di Kota Baojie yang dulu tenang dan damai, kini berubah menjadi medan pertempuran. Semua Omniverse berkumpul di kota itu dikarenakan banyak kehidupan yang bergerak. Mahkluk-mahkluk itu menargetkan siapapun yang bergerak, melawannya, dan yang mengeluarkan aura kekuatan.


Murid-murid Perguruan Heiwu tidak berani menggunakan rambut gurunya untuk melawan Omniverse, sebab mereka tidak mau dituduh sebagai penyebab kekacauan ini. Saat ini, semua murid berkumpul di perguruan menunggu perintah Guru Yao Shen.


Mereka gelisah karena takut dihukum oleh gurunya atas perbuatan Yu Tien yang ceroboh. Dari perguruan, mereka menggunakan Mata Dewa untuk melihat pertempuran di Kota Baojie yang hampir luluh lantak akibat benturan energi spiritual antara kultivator dan Omniverse.


Sedangkan Ling An yang memulai kekacauan ini, duduk di tepi Tebing Azure, tepat berada di depan guanya. Ia melihat ke arah Kota Baojie. Dia tidak segera bertindak karena ingin melihat kultivator, apakah mampu memecahkan kebuntuan melawan Omniverse yang belum bisa ditumbangkan.


Jika ada cara lain membunuh Omniverse, Ling An tidak akan menggunakan Kekuatan Jiwa Semesta, Kuasi Petir Semesta dan juga Api Semesta. Jika dia mengeluarkan ketiga kemampuannya itu, dikhawatirkan akan menghancurkan Tiga Alam.


Ling An melihat tiga Kepala Suku dan semua kultivator tidak lagi dengan sembarangan menyerang Omniverse, mereka lebih berhati-hati dalam serangannya.


Karena sulitnya membunuh Omniverse, mereka perlahan mundur, dan mengevakuasi penduduk yang basis kultivasinya lemah menuju ke pusat pemerintahan Suku Fanchen.


Ling An melihat beberapa orang yang kekuatan berada di bawah tingkat Dewa Mutlak, menuju ke lubang segitiga. Dia baru tahu jika ada lubang di luar angkasa.


Dengan Mata Surgawi yang masih aktif, dia melihat ke dalam lubang segitiga itu. Di dalamnya terdapat dunia baru yang minim penduduknya, dan semua penduduk itu berasal dari Tiga Alam.


Dia menduga jika Tian Bo masuk ke lubang itu saat melarikan diri dari Yao Shen. "Setelah kekacauan ini berakhir, aku akan menyusulnya!" gumamnya, hatinya gatal ingin membunuh Tian Bo.


Kembali, ia melihat ke Kota Baojie. Di mana kultivator yang tertangkap di makan hidup-hidup oleh Omniverse. Ling An menelan ludah karena ikut merasakan rasa sakit korban itu ketika menjadi makanan.


Dia melihat anak kecil usia 5 tahun yang diam mematung karena ketakutan. Anehnya, anak itu dilewati oleh banyak Omniverse, seolah-olah anak itu tidak ada di bawahnya. Lalu dia melihat seorang pria dewasa diam-diam menyelamatkan anak itu.


Setelah berhasil menyelamatkan anaknya, pria itu segera menjauhi Omniverse dengan mengendap-endap, tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, aura kekuatan, dan juga menahan nafasnya.


Melihat itu, Ling An akhirnya tahu jika Omniverse akan bereaksi terhadap sesuatu yang bergerak dan mengeluarkan aura kekuatan. Saat ini, dia ingin tahu apakah ada solusi lain untuk mengalahkan mahkluk-mahkluk raksasa itu.


Dia terus melihat pria itu menggendong anaknya yang telah jauh dari kepungan Omniverse. Tindakannya yang berhasil melewati Omniverse, segera disebarkannya kepada sesama kultivator...


...****************...


Sedangkan Guru Yao Shen, saat ini berada di dalam ruang bawah tanah yang terhubung dengan dunia lain, dunia yang gelap gulita. Di dunia itu menjadi pusat energi kabut hitam.


Saat ini, dia sedang memulihkan kondisinya yang terus kehilangan energi setiap kali Omniverse membelah diri. Guru Yao Shen tahu apa yang terjadi di Tiga Alam, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya seperti tidak memiliki tulang.


Tubuhnya semakin lemah karena Omniverse terus bertambah banyak. Saking lemahnya karena energi kabut hitamnya terus-menerus dikuras, ia sampai tidak sanggup untuk menggerakkan jari-jarinya.


Namun, dampak baiknya, energinya yang terus diserap oleh Omniverse, dantian-nya lambat laun meluas. Guru Yao Shen menghela nafas berat karena dantian yang luas juga membutuhkan energi besar. Selain itu, dia akan lebih lama berkultivasi daripada sebelumnya.


Namun, kabar baiknya, dengan memiliki dantian yang luas, ia tidak khawatir akan cepat kehabisan energi seperti saat ini. Sambil menahan rasa sakit akibat perubahan dantian-nya, Guru Yao Shen terus memperhatikan dantian-nya.


"Dantian Anda akan terus berevolusi setiap kali Omniverse bertambah banyak. Untuk sementara waktu, Anda fokus pada diri sendiri agar transformasi dantian terbentuk dengan sempurna!"


Suara anak kecil usia 9 tahun terdengar di benak Guru Yao Shen, dia adalah entitas asal-muasal lahirnya Omniverse, ia diberi nama Omniverse, nama lainnya adalah Yanjing yang artinya Mata.


"Selain aku yang bisa mengendalikan mereka, apakah tidak ada yang cara lain agar mereka tidak semakin membuat kekacauan lebih besar?" tanya Guru Yao Shen dengan nada lemah, ia memikirkan Omniverse yang berada di wilayah Pegunungan Dantian.


Ia tidak ingin statusnya dicabut sebagai calon anggota Istana Tahta Trimurti, dan juga mendapatkan hukuman berat atas tindakannya yang mengakibatkan banyak korban jiwa di Tiga Alam.


"Seperti yang sudah kukatakan! Omni (Omniverse) hanya bisa membelah diri sebanyak dua kali. Saat menjadi Omni Mata Lima, itulah batasannya dan tidak bisa lagi membelah diri. Kecuali inangnya terus-menerus terluka!" urai Yanjing yang sudah dua kali ini menjelaskan kepada Guru Yao Shen.


"Maksudku bukan itu! Selain aku yang bertindak, apakah tidak ada cara lain untuk mengendalikan mereka?" guru Yao Shen sedikit kesal karena Yanjing tidak mengerti keinginannya.


"Omni Mata Dua, keluarkan untuk mengendalikan Omni Mata Tiga dan yang lainnya!" jawab Yanjing.


Karena Omnia Mata Dua lebih kuat dan berukuran besar, maka Omniverse Mata Tiga dan yang lainnya akan tunduk. Sedangkan Omniverse Mata Dua akan tunduk kepada Omniverse Mata Satu. Dan penguasa mereka jelas adalah Guru Yao Shen.


Guru Yao Shen segera mengeluarkan tubuh kesadarannya (tubuh astral) yang berbentuk seperti manusia transparan. Ia segera menemui murid-muridnya yang sedang berkumpul di kediamannya.


Munculnya Guru Yao Shen dengan wujud tubuh astral membuat muridnya kaget, bukan kaget karena wujudnya yang seperti hantu, melainkan khawatir dihukum. Mereka segera membungkuk dan memberikan salam.


"Guru ...." Guan Liqin ingin melapor, namun berhenti ketika gurunya mengangkat tangan sebagai isyarat.


"Aku sudah tahu," kata Guru Yao Shen, "Hu Sam, berikan rambut yang kuberikan!" pintanya kepada Hu Samhok.

__ADS_1


Segera Hu Samhok mengeluarkan kotak giok yang menyimpan rambut gurunya. Lalu memberikan kepada gurunya.


"Rambut ini adalah Omniverse Mata Dua yang akan dipatuhi oleh Omniverse Mata Tiga dan yang lainnya...." Jelas singkat Guru Yao Shen.


Lalu dia menyentuh dahi Hu Samhok untuk memberikan informasi perintah tersembunyi agar muridnya yang tidak ada yang mengetahuinya. Hu Samhok akan mewakili gurunya selama pemulihan, dan bertanggung jawab penuh atas Perguruan Heiwu, termasuk memimpin semua rekan seperguruan.


"Saya mengerti, Guru!" Hu Samhok segera paham keinginan gurunya.


Dihadapan semua muridnya, Guru Yao Shen melambaikan tangannya, lalu muncul sebuah kotak kayu, panjang 90 cm, lebar 45 cm, dengan ketebalan 22 cm. Hu Samhok yang melihatnya langsung tahu karena baru saja mendapatkan informasi dari gurunya.


Kotak kayu itu adalah Omniverse Magic World, rumah sekaligus penjara bagi semua jenis Omniverse.


"Ini adalah rumahnya," kata Guru Yao Shen sambil memberikan kotak kayu itu kepada Hu Samhok.


Lalu dia melihat semua muridnya yang tinggal separuh. Ia berkata dan juga sebagai pesan.


"Aku akan berkultivasi tertutup tanpa batasan waktu. Selama aku berkultivasi, Hu Sam yang menjadi wakilku, patuhi perintahnya. Aku harap kalian selalu bekerjasama, saling melindungi, dan segala kebutuhan kalian akan dicukupi oleh Kepala Suku Wuzhi. Sekali lagi aku ingatkan, jangan ceroboh menggunakan rambut Gurumu!"


"Baik, Guru. Kami akan selalu mengingat nasehat Anda!"


Semua muridnya dengan kompak mematuhi perintahnya. Kemudian, Guru Yao Shen mengalirkan energi kabut hitam ke dalam kotak giok milik Hu Samhok. Dia sedang merubah rambutnya agar nanti menjadi Omniverse Mata Dua.


"Pimpin Perguruan Heiwu dengan bijaksana, tidak berpihak kepada sesama murid. Guru rasa kamu sebagai murid tertua seharusnya mengerti!" pesan Guru Yao Shen sambil mengembalikan kotak giok kepada Hu Samhok.


"Saya paham, Guru. Tenanglah dalam berkultivasi!" jawab Hu Samhok dengan tegas sambil membungkuk sebagai bentuk penghormatan.


"Aku pergi!" Pamit Guru Yao Shen yang seketika tubuh astral menghilang di hadapan semua muridnya.


Setelah kepergian Guru Yao Shen, Hu Samhok menyeringai sambil melihat kotak giok. Sudah lama ia ingin menjadi pemimpin bagi rekan-rekannya, terutama memimpin Perguruan Heiwu. Dan sekarang, gurunya dengan mudahnya memberikan kendali atas semua Omniverse, hal yang selama ini selalu menjadi khayalannya.


Setelah menyimpan kedua kotak itu, dia membalikkan badan, dan melihat teman-temannya yang kegirangan karena guru tidak memberikan hukuman.


"Seperti yang sudah kalian dengar sendiri. Kumpulkan semua rambut guru agar tidak membuat kekacauan seperti yang dilakukan oleh Yu Tien!" pinta Hu Samhok yang ingin menguasai semua rambut milik gurunya.


Tanpa curiga rencana Hu Samhok, Guan Liqin, Hu Yue Lian, Chen Huifen dan semua murid memberikan rambut gurunya kepada Hu Samhok. Di hadapan mata teman seperguruan, Hu Samhok mengeluarkan kotak milik kembali, lalu memasukkan semua rambut gurunya.


"Apa yang guru perintahkan untuk kita?" tanya Chen Huifen.


Semua orang melihat gestur wajah Hu Samhok yang berubah menjadi sombong, bahkan matanya jelalatan menjelajahi tubuh Chen Huifen dan semua murid wanita. Semua wanita menjadi benci kepada Hu Samhok karena tatapannya itu.


"Semua wanita harus selalu berada di perguruan, berlatih, memasak untuk kita, mencuci pakaian kita, dan semua hal yang biasanya dilakukan kaum wanita...," Hu Samhok memberikan pengaturan seenaknya sendiri, dan jauh berbeda dengan aturan dari Guru Yao Shen.


Semua wanita yang mendapat perlakuan tidak adil dari murid pria, jelas memprotes pengaturan Hu Samhok. Berbeda dengan murid pria yang memberikan acungan jempol dan pujian kepada Hu Samhok.


"Jika kalian tidak suka, pergi dari sini!" usir Hu Samhok kepada murid wanita yang tidak terima dengan pengaturannya.


"Baik, aku akan pergi! Aku tidak sudi menjadi budakmu!" bentakan Chen Huifen yang segera berjalan meninggalkan Perguruan Heiwu.


"Jika guru selesai berkultivasi, aku akan melaporkan tindakanmu!" ancaman Guan Liqin dan segera menyusul Chen Huifen.


Satu per satu semua murid wanita membentak Hu Samhok, setelah itu mengikuti Guan Liqin yang menjadi seniornya. Semua murid pria tertawa puas melihat kekesalan mereka.


"Yang harus kalian ketahui, aku adalah penguasa Tiga Alam. Aku memiliki pasukan Omniverse yang bertubuh raksasa itu. Keputusan kalian yang membangkang, kupastikan akan menjadi penyesalan!" teriak Hu Samhok yang ditujukan kepada semua murid wanita yang mendukung Chen Huifen.


"Ayo, kita buat semua orang di Tiga Alam mengagumi kita!" ajak Hu Samhok yang ingin menunjukkan kehebatannya kepada rekan-rekannya saat memenjarakan semua Omniverse.


Semua murid pria mengikuti Hu Samhok, dan terus-menerus memuji sikapnya. Mendapatkan pujian, jelas menjadikan Hu Samhok besar kepala dan semakin sombong...


...****************...


Tiga Kepala Suku bersama dengan banyak kultivator di Tiga Alam, sibuk menahan pergerakan Omniverse agar tidak membuat kekacauan semakin meluas.


Sebagian orang yang berasal dari Kasta Bangsawan dan Kasta Sudrah telah banyak yang melarikan diri menuju ke lubang segitiga. Mereka menganggap Tiga Alam tidak lagi damai dan aman untuk ditinggali.


"Laporkan masalah ini kepada Istana Tahta Trimurti!" perintah Yao Li Kepala Suku Wuzhi kepada Chen Gang Kepala Suku Fanchen.


Dia mendorong tubuh Omniverse Mata Tiga dengan menggunakan energi spiritual, ia tidak ingin mahkluk mengerikan ini terus maju mendekati pusat pemerintahan, sebab di sana masih banyak penduduk.


Semua kultivator juga melakukan hal yang sama, tidak lagi melukai Omniverse agar tidak menjadi banyak.


Kepala Suku Fanchen mengangguk paham. Dia segera kembali ke kediaman untuk melaporkan masalah besar ini. Dia menggunakan Altar Dimensi untuk menemui penanggung jawab alam semesta.

__ADS_1


Banyak tubuh Omniverse yang ambruk setiap kali terdorong mundur akibat benturan energi spiritual dari para kultivator. Namun, mereka segera bangkit dan kembali menyerang.


Untung saja fisik Omniverse yang besar menjadi kelemahannya, sehingga setiap serangannya mudah terbaca...


Ling An terus melihat pertarungan antara kultivator dan Omniverse yang tidak seimbang, yang mana Omniverse terus merangsek maju, dan kultivator mendorong tubuh musuhnya.


Di kejauhan, Ling An melihat rombongan murid-murid Perguruan Heiwu yang dengan sengaja terbang sambil mengeluarkan aura kekuatannya. Ia tersenyum melihat gaya mereka yang terlihat sangat sombong, seolah-olah akan menjadi pahlawan kesiangan yang akan mengalahkan Omniverse.


Dengan jumlah mereka yang tidak kurang dari 323 orang, jelas tidak mungkin mampu mengalahkan puluhan ribu Omniverse, apalagi kekuatan mereka tertinggi hanya berada di tingkat Dewa Mutlak level 34, dan yang terkuat adalah Hu Samhok.


Sisanya, banyak yang masih berada di tingkat Sang Mahadewa dan tingkat Dewa Tahta. Di antara mereka, Ling An tidak melihat Yao Zheng dan empat pengawalnya. Bahkan mereka tidak ada di Kota Baojie.


Ling An menduga jika Yao Zheng diamankan oleh pengawalnya saat kemunculan banyak Omniverse. Dia membuang pikirannya tentang Yao Zheng, dan akan bertindak jika pria itu masih mengejar-ngejar Yao Ningqiao.


Ling An berubah menjadi udara. Lalu dia berteleportasi dan muncul di belakang murid-murid Perguruan Heiwu. Hu Samhok memimpin temannya menemui Yao Li Kepala Suku Wuzhi.


"Yang Mulia Li, saya punya solusi untuk mengatasi mereka!" teriakan keras Hu Samhok yang dengan sengaja agar menarik perhatian banyak kultivator kuat.


Yao Li segera mundur agar bisa bebas berbicara, ia tersenyum melihat Hu Samhok. Dia menduga jika solusi menghadapi Omniverse dari Guru Yao Shen.


Hu Samhok berhenti terbang, melayang di samping Yao Li Kepala Suku Wuzhi. Dia dan semua temannya berpura-pura kelelahan setelah terbang dengan kecepatan tinggi.


"Apakah solusi ini dari Guru Shen?" tanya Yao Li tanpa peduli dengan ekspresi wajah mereka yang jelas terlihat pura-pura lelah.


"Benar, Yang Mulia Li! Tapi...!" jawab Hu Samhok yang terlihat enggan mengutarakan solusinya.


"Tapi apa? Katakan saja jika perlu bantuan kita semua untuk menaklukkan mahkluk mengerikan ini!"


Yao Li Kepala Suku Wuzhi ingin rasanya memukuli murid-murid Perguruan Heiwu yang selalu saja bersikap seperti ini saat situasi genting. Dia hafal dengan kelakuan murid Yao Shen yang nakal.


"Itu... Masalahnya solusi ini... Saya!" Hu Samhok terlihat kebingungan untuk mengutarakan solusinya.


"Mau apa, katakan? Kehidupan kita saat ini sedang dipertaruhkan, Tiga Alam bisa musnah karena mahkluk-mahkluk ini! Masa kau perlu meminta imbalan demi penyelamat bangsa orang?" teguran halus Yao Li agar Hu Samhok sadar diri.


"Begini, Yang Mulia Li... Saya diberi guru kemampuan untuk mengalahkan mereka, yaitu memasukkan mereka ke dalam tubuh saya. Tetapi, saya akan menjadi lemah setiap kali memasukkan 20 Omniverse, dan...!" ungkap Hu Samhok dan kembali berhenti.


Yao Li Kepala Suku Wuzhi antara percaya dan tidak, sebab solusinya ini sangat tidak masuk akal. Dipikirannya, bagaimana bisa mahkluk raksasa ini masuk ke dalam tubuh Hu Samhok yang kecil?. Sekarang ia tahu nama mahkluk-mahkluk ini.


Mendengar nama mahluk ini adalah Omniverse, Hu Jing Kepala Suku Shanhu segera mendekati Hu Samhok. Dia juga hafal dengan sikap Hu Samhok dan semua murid Perguruan Heiwu yang terkenal nakal, berbohong dan banyak yang sudah tertipu.


Berhubungan Guru Yao Shen memiliki reputasi yang baik, dan juga ringan tangan, sehingga banyak orang yang tidak memberikan hukuman kepada murid-muridnya.


"Apakah benar Gurumu memberikan kemampuan mengalahkan semua Omniverse ini?" selidik Hu Jing sebelum Yao Li berbicara.


"Benar. Karena Omniverse adalah entitas fragmentasi, yakni mahkluk yang hanya membutuhkan satu organisme induk untuk menghasilkan keturunannya sendiri. Salah satu contoh yang sudah Yang Mulia sekalian saksikan. Setetes darahnya bisa menjadi kehidupan baru dengan kemampuan rendah...!" urai Hu Samhok yang memperagakan gaya gurunya saat mengajar.


Kedua Kepala Suku itu ingin rasanya memukuli Hu Samhok yang penjelasannya sudah diketahui oleh banyak orang. Jika tidak membutuhkan solusi dari Guru Shen, mereka sudah pasti akan langsung menamparnya.


"Hebat sekali Gurumu! Cepat, kalahkan semua Omniverse!" sela Yao Li Kepala Suku Wuzhi, dan sengaja memuji Guru Yao Shen untuk meredam emosinya gara-gara bocah ini.


"Itu... Yang Mulia, tubuh saya akan melemah setelahnya, dan butuh...!"


"Butuh apa, katakan?" tanya Hu Jing yang tidak sabaran karena Hu Samhok berbelit-belit.


"Kita akan bekerjasama untuk mengalahkan mer--"


Plak...


Hu Jing menampar pipi kiri Hu Samhok yang selalu berbelit-belit saat berbicara. Dia jelas sangat kesal. Untungnya masih bisa mengendalikan emosinya sehingga tamparannya tidak sampai membunuh Hu Samhok.


Ditampar, Hu Samhok dan teman-temannya ketakutan. Mereka buru-buru mendekati Omniverse untuk menyelesaikan tugas dari gurunya.


Hu Samhok memegang pipinya yang bengkak sambil menoleh ke arah kedua Kepala Suku, ia berkata, "energi Yang kita akan habis setelah mengalahkan mereka. Jadi ...!"


"Katakan sejak awal, bodoh!?" sela Yao Li dengan suara membentak.


"Tagihan dari Mansion Bunga Melati bisa kau masuk ke pendanaan darurat! Cepat, kalahkan mahkluk-mahkluk itu!" imbuh Hu Jing yang tahu keinginan murid mesum itu.


Nada bicaranya juga tinggi sehingga membuat Hu Samhok dan rekannya mengigil ketakutan. Tapi di hati mereka, jelas kegirangan karena bisa bebas melakukan apapun di Mension Bunga Melati.


"Yes...! Aduhh...!" Hu Samhok kegirangan sampai lupa jika pipinya bengkak di tampar oleh kekuatan Half Super Omega.

__ADS_1


Ling An yang duduk di cabang batang pohon, tepat di dekat mereka, menahan tawanya karena kelakuan Hu Samhok. Tiba-tiba muncul ide untuk menggagalkan rencana murid-murid itu.


Selama pembicaraan yang berbelit-belit, Ling An memahami rencana mereka. Apalagi Mata Surgawi melihat kotak kayu Omniverse Magic World yang bisa diubah ukurannya, dan disembunyikan disembunyikan di perut Hu Samhok. Ling An menduga jika kotak itu adalah penjara bagi Omniverse.


__ADS_2