God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Diselamatkan.


__ADS_3

Bab 50. Diselamatkan.


Ming Zihan tersenyum sinis dan mengangguk sebagai jawaban. Lalu dia melihat Evilyn dan yang lainnya. Kemudian, kembali melihat Putri Hua. Dia sedikit terkejut karena tidak lagi melihatnya menahan rasa sakit, luka akibat cakaran Demon Rabbit Mythical.


Demi ambisinya untuk menjadikan putranya sebagai Kepala Suku, dia tidak segan-segan untuk membunuh anggotanya sendiri. Bahkan dialah orang yang melukai ayah dari Putri Hua tanpa sepengetahuan siapapun.


"Kebetulan rencanaku didukung oleh Kepala Suku Pohon yang baru. Ya, ini menja--"


"Tidak mungkin! Kepala Suku Pohon yang baru adalah orang luar, tidak mungkin dia sudah bertemu dengan kamu?!" sela Putri Hua sebelum Ming Zihan selesai berbicara, dia tidak lagi sopan seperti sebelumnya. Panggilan Anda menjadi kamu.


Ming Zihan tertawa. Setelah itu dia berkata dengan mengungkapkan rencananya, yaitu menguasai Cermin Kebenaran. Menurut leluhur Suku Angin, dengan memiliki Cermin Kebenaran, maka kehidupan mereka akan terjamin karena selalu mendapatkan petunjuk.


"Memang kita tidak pernah bertemu, tapi kejadian semalam yang menyempurnakan rencana kita. Dengan dia menjadi kambing hitam atas menghilangnya kamu, maka Suku Angin akan menuntut balas kepadanya dan juga Suku Pohon terkena imbasnya. Dengan begitu, putraku yang menjadi pemimpin satu-satunya bagi dua suku, bahkan menjadi penguasa tunggal di Mysterious Land!"


Karena sangat marah, Putri Hua mengepalkan tangan kiri hingga keluar darah dari telapak tangannya, dan tongkat sihirnya dipegang erat-erat. Jika rencana Ming Zihan sukses, kemungkinan besar ayahnya dan apa lainnya tidak akan selamat.


Evilyn, Angela dan anggotanya hanya mendengar pembicaraan Putri Hua. Melihat keadaan seperti ini, hal yang mudah untuk ditebak, bahwa ada perebutan kekuasaan.


Evelyn dan Angela berdiri di sisi kanan dan kiri Putri Hua, mereka siap untuk kembali bekerjasama melawan mereka, walaupun tahu hasilnya kali ini sudah pasti kalah.


"Karena ini masalah internal, kalian segera pergi menemui Kepala Suku Pohon, aku akan menunda mereka!" pinta Putri Hua kepada Evilyn dengan suara lirih.


Dia tidak ingin Evilyn tewas karena masalah Suku Angin. Pengorbanan dirinya sendiri sebagai bentuk permintaan maaf yang telah membuat Dewa Binatang tersinggung. Dan, satu-satunya yang diharapkan dari Dewa Binatang adalah agar menyembuhkan ayahnya dan juga semua orang yang terluka.


Sifatnya yang peduli bertolak belakang dengan Ming Zihan, bisa dikatakan ini adalah perseteruan antara hitam dan putih.


"Kali sulit untuk kabur, lebih baik bertarung bersama-sama!" tolak Evilyn karena telah dikepung oleh Ming Lin dan anak buahnya.


"Bertarung sampai mati itu lebih baik daripada menjadi budak nafsu mereka!" imbuh Angela yang tidak mungkin meninggalkan Evilyn.


Demikian juga dengan anggota Evilyn yang sudah siap menerima ajalnya, tapi bukan berarti dengan mudah menyerah. Anggotanya yang terluka segera bangkit dan memegang senjata dengan erat.


"Bunuh mereka, ketiga wanita itu urusanku!" perintah Ming Zihan sebelum Evilyn melarikan diri.


"Bunuh semua prianya!" perintah Ming Lin dan segera menyerang, lalu disusul dengan anak buahnya.


Putri Hua, Evilyn dan Angela bekerjasama untuk melawan Ming Zihan. Segala kemampuan dan kekuatan dikerahkan. Mereka sesegera mungkin untuk mengalahkan Ming Zihan walaupun tahu ini tidaklah mudah.


Ming Zihan tersenyum tipis sambil mengangkat tongkat sihirnya, lalu muncul cahaya yang terang. Kemudian, berdatangan ratusan kelelawar yang segera menyerang ketiga wanita itu.


Ketiga wanita itu mengurungkan niatnya untuk menyerang Ming Zihan karena serangan kelelawar. Dengan senjata api, tongkat sihir dan pedang, mereka banyak membunuh kelelawar.


Karena kelelawar adalah perwujudan dari energi sihir, setiap kali terkena serangan ketiga wanita itu selalu berubah menjadi asap dan menghilang setelahnya.


Setiap waktu 10 detik berlalu, Ming Zihan kembali mengeluarkan skill yang sama, yaitu Bats Attack. Kembali berdatangan ratusan kelelawar dan segera menyerang.

__ADS_1


Untungnya ada Putri Hua yang memiliki skill penyembuh sehingga setiap kali Evilyn dan Angela terluka dengan segera disembuhkan. Karena skillnya itu, Ming Lin dan anak buahnya dikalahkan.


Berhubungan Ming Zihan seorang penyihir yang lebih kuat, efek skill penyembuhan tidak banyak berpengaruh. Di saat Angela dan Evilyn melawan serangan kelelawar sihir, dia mengeluarkan skillnya, yaitu Meteor Impact.


Di atas kepala Ming Zihan, muncul lingkaran dan keluar banyak batu meteor yang berapi-api. Namun Ming Zihan tidak terkejut maupun ketakutan, dia dengan mudah menetralisir sihir Meteor Impact dengan mengangkat tongkatnya.


"Terlalu lemah, pelajari sihirku!" ucap Ming Zihan yang meremehkan Putri Hua, dia menggunakan skill yang sama, Meteor Impact.


Di atas kepala ketiga wanita itu muncul lingkaran. Ketiga wanita itu yang sedang melawan kelelawar jelas kewalahan menghadapi serangan dari Ming Zihan, apalagi ratusan batu meteor berjatuhan.


Akibatnya, mereka bertiga terpental terkena batu meteor. Untung saja Evelyn dan Angela memiliki Mahkota Dewi Perang sehingga tidak terluka parah. Berbeda dengan Putri Hua yang tidak memiliki perlindungan tubuh, bagian dada, lengan kiri dan punggungnya terluka.


Angela dan Evilyn segera berdiri untuk menghampiri Putri Hua. Kemudian, mereka berdua melindunginya dari serangan kelelawar yang datang kembali.


Ming Zihan tertawa puas melihat Putri Hua terluka, lalu dia melihat Ming Lin dan anak buahnya yang tidak becus mengurus anggota Evilyn. Kemudian, dia mengeluarkan skill Meteor Impact untuk mengalahkan anggota Evilyn.


Ratusan batu meteor berjatuhan mengenai anggota Evilyn, mereka terpental ke segala arah. Karena tidak ingin berlama-lama di wilayah Suku Pohon, Ming Zihan segera mengeluarkan skill andalan, yaitu Magic Skeleton


Keluar dari dalam tanah banyak tengkorak yang segera menyerang ketiga wanita itu. Evilyn dan Angela segera mundur sambil melindungi Putri Hua, namun banyaknya tengkorak menyulitkan mereka.


Kali ini Ming Zihan tidak hanya tinggal di tempat, dia menghilang dan muncul di belakang ketiga wanita itu yang sibuk dengan serangan tengkorak. Tongkat sihirnya mengeluarkan cahaya untuk melumpuhkan ketiga wanita itu.


Ketiga wanita itu jelas kaget saat Ming Zihan menyerang. Mereka pasrah jika hari ini harus mengalami nasib buruk dengan menjadi budak nafsu para pria.


Ming Zihan terpental ke belakang saat tongkat sihirnya membentur perisai energi, dia segera bangun dan melihat skill Magic Skeleton menghilang, tanda ada seseorang yang lebih kuat darinya.


Angela, Evilyn dan Putri Hua yang tadinya sudah pasrah, kini kembali memiliki harapan ketika ada seseorang yang melindunginya, mereka sudah menebak jika orang itu adalah Kepala Suku Pohon. Mereka bertiga melihat sekelilingnya untuk menemukan Dewa Binatang, namun tidak diketemukan.


"Berani memasuki wilayah ini dan membuat onar, berarti siap menerima konsekuensinya!"


Suara Dewa Binatang menggelegar keras disekitar pertempuran, dan juga semua orang merasakan kekuatan yang melebihi Ranah Penguasa Alam. Lebih kuat dari Ming Zihan.


Ming Lin dan anak buahnya segera mundur, mereka berkumpul dengan Ming Zihan. Demikian juga dengan ketiga wanita itu yang berkumpul dengan anggotanya yang terluka.


Evilyn, Angela dan Putri Hua kembali memeriksa sekitarnya, namun tidak juga melihat Dewa Binatang.


Tiba-tiba muncul seseorang di antara kedua kelompok tersebut, dia tidak lain adalah Dewa Binatang yang menghadap ke arah Ming Zihan.


"Siapa kamu? Jangan ikut campur dengan urusan kami!?" bentak Ming Zihan yang berpura-pura tidak mengenali Dewa Binatang.


Dia sebenarnya ketakutan dengan Dewa Binatang, tapi berusaha untuk tegar menghadapi lawan yang kuat. Setelah berhadapan dengan Dewa Binatang, dia baru menyadari jika Kepala Suku Pohon yang baru bukanlah orang sembarang, seseorang yang seharusnya tidak disinggung.


"Konyol, kamu pikir aku tidak mendengar pembicaraan kalian sebelum pertarungan!" sahut Dewa Binatang sambil berjalan mendekati Ming Zihan.


Ming Zihan terlihat malu, lalu segera mundur dan diikuti anak buahnya, namun tubuh mereka sulit digerakkan sebab tertekan aura kekuatan Dewa Binatang.

__ADS_1


"Banyak temanku mati di tangan kalian, dan sebagian kalian penjarakan. Sesuai aturan, nyawa dibalas dengan nyawa, siksaan dibalas dengan siksaan!" ucap Dewa Binatang.


Ming Zihan tidak bisa berkelit karena perkataan Dewa Binatang memang benar. Daripada malu, mengalami siksaan dan mati konyol, dia segera mengerahkan anak buahnya untuk melawannya bersama-sama.


"Serang dengan kekuatan penuh!" perintah Ming Zihan kepada anak buahnya, dia berinisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.


Ming Lin dan anak buahnya mengikuti perintah Ming Zihan, mereka secara bersamaan melepaskan serangan terkuatnya. Dewa Binatang dihujani energi sihir, namun dia tetap diam tanpa sedikitpun menghindari.


Ming Zihan dan semua orang tercengang melihat serangannya tidak mengenai tubuh targetnya, seakan-akan ada perisai energi yang melindungi.


Yang tidak diketahui oleh semua orang, Dewa Binatang menggunakan domain energi yang menyelimuti seluruh wilayah Suku Pohon, sehingga apapun yang terjadi dalam kendalinya.


Melihat seragam terkuatnya tidak mampu menyentuh Dewa Binatang, Ming Zihan memerintahkan Ming Lin dan anak buahnya untuk melarikan diri. Akan tetapi, tubuh mereka membentur dinding tak kasat mata. Mereka dengan sekuat tenaga bekerjasama untuk menghancurkan domain energi.


Dewa Binatang tersenyum sinis terhadap kebodohan Ming Zihan, lalu dia membalikkan badan untuk menghampiri Evilyn dan anggotanya.


"Terima kasih!" ucap Evilyn atas pertolongan Dewa Binatang, lalu diikuti oleh Putri Hua, Angela dan anggotanya.


Tanpa banyak bicara, Dewa Binatang melambaikan tangan kanannya yang membawa tongkat komando Suku Pohon, lalu bermunculan banyak Pil Penyembuh. Pil tersebut melesat ke arah semua orang yang terluka, dan dengan cekatan mereka mengambil Pil Penyembuh.


Tanpa khawatir, Evilyn menelan Pil Penyembuh, lalu diikuti oleh semua anggotanya, termasuk Putri Hua yang telah mengalami secara langsung disembuhkan.


Dalam sekejap mata, seluruh luka bakar, goresan dan apapun jenis lukanya telah dipulihkan.


Kemudian, Dewa Binatang kembali membalikkan badan untuk melihat Ming Zihan yang masih berusaha untuk keluar dari domain energi.


"Memiliki ambisi itu baik, tapi jika berlebihan justru akan membunuhmu! Kejahatan kalian akan ditangani oleh Putri Hua...." Setelah Dewa Binatang berbicara, kembali dia melambaikan tongkat komando Suku Pohon.


Ming Zihan, Ming Lin dan anak buahnya berjatuhan karena kekuatan mereka dihilangkan oleh Dewa Binatang. Kini mereka seperti orang biasa tanpa kekuatan. Perlahan rambutnya mulai memutih, kulit wajah keluar keriputnya. Kini mereka seperti orang tua yang tinggal menunggu ajalnya.


Evilyn, Angela dan Putri Hua mendekati Dewa Binatang. Putri Hua segera kembali mengucapkan rasa terima kasih atas pertolongannya.


"Mereka aku serahkan kepadamu, terserah kamu mau menghukum mereka dengan cara apa, atau sesuai dengan aturan Suku Angin. Yang terpenting, rawat temanku yang kalian penjarakan," ucap Dewa Binatang tanpa melihat Putri Hua.


"Sesuai kehendak Kepala Suku Pohon. Sekali lagi terima kasih atas pertolongannya dan belas kasihnya kepada kami!" jawab Putri Hua dengan tulus.


"Sebelum menghukum mereka, lebih baik kita menemui Dao Li Xia dan empat tetua Suku Pohon!" ajak Dewa Binatang.


"Bagaimana dengan mereka?" tanya Evilyn yang belum bisa berdamai karena perbuatan Ming Zihan.


"Mereka tidak akan bisa keluar dari sini, selamanya akan di tempat ini. Kekuatan mereka juga sudah aku hilangkan. Dan itu semua atas kehendak-ku!" jawab Dewa Binatang, lalu berjalan menuju ke Jurang Kebenaran.


Evilyn dan Angela buru-buru mendekati Ming Zihan dan anggotanya, lalu memberikan pukulan untuk meluapkan kemarahannya. Lalu diikuti oleh anggotanya. Putri Hua tidak mencegahnya, dia mengikuti Dewa Binatang.


Setelah puas memukuli Ming Zihan dan anak buahnya, Evilyn dan anggotanya menyusul Dewa Binatang dengan hati terpuaskan.

__ADS_1


__ADS_2