God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Mechanical Robotec.


__ADS_3

Bab 07. Mechanical Robotec.


Setelah selesai membaca sejarah Planet Nibiru, Dewa Binatang mencari petunjuk, tapi dia melihat catatan pribadi milik Shan Jian. Segera dia membuka buku tersebut dan membuka lembaran demi lembaran.


Tercatat dalam buku, Tian Jian menuju ke Laboratorium Biologi Teknologi (Biotec). Tujuan untuk mengambil serum yang mampu membangkitkan orang yang sudah mati. Serum tersebut akan digunakan untuk menghidupkan kembali putranya.


Kegunaan lain dari serum tersebut untuk meningkatkan stamina dan kekuatan prajurit maupun kultivator. Laboratorium Biologi Teknologi berada di wilayah Ras Ellojiim, sangat jauh dari tempat persembunyian.


Setelah mengetahui tujuan Shan Jian, Dewa Binatang melalui ingatan Shan Tian pernah diberitahukan bahwa Shan Jian memiliki ruang rahasia. Dan di dalamnya ada sesuatu yang akan diberikan kepada Shan Tian.


Dewa Binatang segera membalikkan tempat tidur karena ruangan tersembunyi itu berada di bawah. Lalu dia menyingkapkan kain tebal penutup ruang tersembunyi. Setelah terbuka, ada sebuah pintu baja yang memiliki kode kunci.


Karena Shan Tian pernah diberitahukan nomor sandinya, dia segera menekan tombol di daun pintu baja. Tanggal lahir Shan Tian yang menjadi kunci untuk membuka pintu.


Suara berderak ketika pintu terbuka ke arah dalam, lalu hawa dingin menerpa wajah Dewa Binatang. Di dalamnya ada anak tangga yang miring, dan dia segera masuk. Setelah beberapa waktu, dia melihat ada ruangan yang memiliki dua tabung kaca.


Setiap tabung kaca ada sebuah perlengkapan perang yang berbentuk manusia, itu seperti yang digunakan oleh para prajurit Ras Manusia, tapi teknologinya lebih canggih dan bahannya juga fleksibel.


Dewa Binatang memilih perlengkapan perang berwarna hitam, sebab warna hitam cocok untuk berkamuflase di malam hari. Itu memang dikhususkan untuk Shan Tian, namun Shan Jian sengaja tidak memberikan kepada putranya sebelum memilih kekuatan Ranah Petarung. Kekuatan standar agar mampu mengoptimalkan kinerja perlengkapan perang.


Dewa Binatang menyentuh dada pada perlengkapan perang. Seketika perlengkapan perang itu berubah menjadi cairan hitam dan menyelimuti tangan hingga seluruh tubuhnya.


Dewa Binatang sedikit meringis kesakitan ketika tulang punggung hingga ekornya tertusuk jarum. Tusukan itu merupakan jalan agar terhubung dengan saraf-saraf tubuh dan perlengkapan perang.


Dalam sekejap Dewa Binatang menerima banyak informasi terkait perlengkapan perang. Kemudian membentuk dua senjata pistol di pinggang kanan dan kiri, lalu keluar dari belakang punggung dua buah senjata roket dan juga pedang ganda.


Mechanical Robotec adalah nama perlengkapan perang yang diciptakan oleh Shan Jian.


Setelah mendapatkan Mechanical Robotec, Dewa Binatang tidak sedikitpun merasa senang, sebab perlengkapan ini masih banyak kekurangannya. Dan jauh lebih kuat dan hebat miliknya, yaitu Zirah Perang Dewa Binatang yang tercipta dari beberapa Artefak Alami.


Walaupun begitu, untuk saat ini Mechanical Robotec bisa digunakan untuk menyamar dari musuh-musuh yang pasti akan mencari keberadaannya.

__ADS_1


Dewa Binatang menonaktifkan Mechanical Robotec, dan dengan cepat berubah menjadi sebuah jam tangan di kanannya. Sekilas orang yang melihatnya tidak akan menduga jika jam itu adalah perlengkapan perang.


"Sambil mencari Shan Jian, aku juga akan mencari keberadaan istriku," kata Dewa Binatang yang ingin berkumpul dengan istrinya, setelah itu baru mulai merencanakan untuk membalas musuhnya.


Dia keluar dari kamar Shan Jian, lalu melihat penduduk yang disibukkan dengan berbagai macam kegiatan. Lalu dia melihat Tetua Keempat yang sedang menanam sayuran.


"Tetua, saya izin berburu binatang untuk mencukupi persediaan kita yang akan habis!" pamit Dewa Binatang.


Tetua Keempat menghentikan kegiatannya, lalu melihat Dewa Binatang sambil kedua alisnya terkunci. Setelah itu dia berjalan mendekati putra dari Shan Jian.


"Lebih baik kamu beristirahat saja dulu sampai ayahmu kembali. Aku tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi padamu lagi!" tolak Tetua Keempat dengan nada ramah.


"Iya, lebih baik kamu istirahat saja. Tugasmu untuk sementara waktu telah digantikan oleh teman-temanmu!" dukung seseorang wanita tua yang merupakan istri Tetua Keempat.


Karena tujuan utama di Planet Nibiru untuk menemukan keempat jiwa kakak perempuannya dan juga istrinya, tidak mungkin Dewa Binatang mau tinggal lama di tempat persembunyian.


"Saya janji akan berburu binatang tidak jauh dari pintu persembunyian!" ucap Dewa Binatang yang bersikeras agar bisa keluar dari gua bawah tanah.


Tetua Keempat tersenyum masam karena Shan Tian memiliki sifat keras kepala seperti Shan Jian, lalu kedua matanya memeriksa seluruh tubuh Shan Tian, apakah ada luka atau hal mempersulit diri saat berburu.


Mendapatkan izin dari Tetua Keempat, Dewa Binatang mengembangkan senyuman, dia menangkupkan kedua tangan dengan tubuh sedikit condong ke depan sebagai bentuk rasa hormatnya.


"Saya pergi dulu, Tetua!" pamit Dewa Binatang yang tidak ingin terlalu banyak basa-basi.


"Hati-hati! Utamakan keselamatan!" pesan istri Tetua Keempat sambil melihat kepergian Shan Tian yang melambaikan tangan kanan.


Tetua Keempat menghela napas panjang, dia seolah-olah ada sesuatu hal buruk yang akan dialami ayah dan anak itu. Namun, dia menepis rasa negatif dari pikiran, dan kembali melanjutkan kegiatan bersama istrinya.


Ketika berada di depan pintu keluar gua, Dewa Binatang melihat empat penjaga pintu lalu dia melihat dua daun pintu yang berukuran besar. Salah satu dari mereka segera bertanya tujuan Shan Tian keluar dari gua.


"Bukannya kamu tadi bilang mau istirahat, sekarang mau ke mana?"

__ADS_1


"Persediaan makanan kita menipis. Jadi aku berniat untuk berburu binatang bersama yang lainnya!" jawab Dewa Binatang.


"Memang persediaan kita akan habis. Aku harap kamu jangan ceroboh seperti tempo hari. Ingat, jaga keselamatanmu!" peringatan penjaga yang lain sambil membuka pintu dengan menekan tombol pada panel di dinding.


Lalu terbuka pintu seukuran orang dewasa, dan bukan dua pintu yang berukuran besar. Tanpa keraguan, Dewa Binatang segera keluar melalui pintu khusus untuk dilewati satu orang.


Ketika keluar dari gua bawah tanah, Dewa Binatang menarik napas dalam-dalam untuk merasakan segarnya dunia luar. Lalu dia melihat sekitarnya yang ternyata berada di tengah-tengah hutan, lalu dia melihat kebelakang dan pintu keluarnya yang telah berubah menjadi sebongkah batu besar.


Segera Dewa Binatang berjalan ke tempat yang lebat, dia ingin menggunakan kemampuannya untuk mencari keberadaan istri dan jiwa kakaknya. Setelah menemukan pohon yang pendek dan daunnya yang lebat, dia segera duduk bersila.


Dewa Binatang mengaktifkan Mata Langit, lalu dia melihat ke arah wilayah Dragon Nibiru. Karena Qin Diao Chin memiliki garis darah Naga Hitam, dia menduga jika istrinya ini akan bereinkarnasi di wilayah itu.


Setelah berjam-jam mencari Qin Diao Chin, Dewa Binatang tidak menemukannya, bahkan dia memeriksa setiap gadis seusianya dan juga anak-anak serta bayi.


"Jika aku saja masih mengingat semuanya, mereka sudah pasti juga sama. Seharusnya mereka dengan sengaja mengeluarkan auranya agar aku bisa melacaknya," gumam Dewa Binatang, namun pikirannya menjadi negatif, "jangan-jangan mereka kehilangan ingatan!" tebaknya karena tidak merasakan aura istrinya.


Karena Qin Diao Chin belum ditemukan, dia mencari Yuna Aurora. Dia menduga istrinya ini terlahir di wilayah Ras Ellojiim, suatu tempat yang minim pencahayaan karena hampir 80% adalah hutan dan lembah.


Sama seperti sebelumnya, dia juga tidak menemukan jejak aura Yuna Aurora. Tidak putus asa menemukan istrinya, Dewa Binatang akhirnya memeriksa seluruh Planet Nibiru dengan Mata Langit, berharap menemukan Yuke dan jiwa kakaknya.


Hari mulai gelap ketika Dewa Binatang mencari istri dan jiwa kakaknya. Dia mendengar suara ranting terinjak-injak orang. Dari persembunyiannya, dia melihat rekan-rekan Shan Tian yang membawa buruan, tampaknya mereka mendapatkan hasil yang melimpah.


"Sudah sehari ini mereka semua tidak aku temukan, di mana mereka?" gumam Dewa Binatang yang mulai khawatir dengan keselamatan istrinya.


Tidak kehabisan akal, dia mengeluarkan tiga bola kristal dari Dunia Jiwa. Melihat bola kristal yang merupakan energi spiritual istrinya masih baik-baik saja, dia baru bisa bernapas lega.


"Setidaknya mereka baik-baik saja. Hanya butuh waktu dan keberuntungan untuk bisa bertemu mereka. Sekarang tinggal keberadaan keempat jiwa kakakku yang tidak aku ketahui, di mana lokasinya?"


Dewa Binatang segera berdiri, dia yakin lambat atau cepat akan menemukan mereka. Saat ini dia telah mengetahui keberadaan Shan Jian yang sedang menyamar agar bisa masuk ke Laboratorium Biologi Teknologi (Biotec). Tapi dia tidak menemukan rekan-rekan Shan Jian yang mendukungnya.


Dengan komunikasi telepati jarak jauh, dia berbicara dengan Shan Jian, "Ayah, segera kembali, putramu telah hidup kembali."

__ADS_1


Shan Jian yang menyamar sebagai seorang pekerja Biotec terkejut mendengar suara putranya. Namun, dia menggelengkan kepalanya karena berpikir salah dengar.


Kembali Dewa Binatang berbicara kepada Shan Jian agar kembali. Baru setelah tiga kali Shan Jian mendengar suara putranya, dia bergegas keluar dari Gedung Biotec karena ingin bertemu dengan putranya, di benaknya masih ada rasa tidak percaya putranya hidup kembali. selama perjalanan, dia selalu bertanya-tanya pada diri sendiri.


__ADS_2