God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Proses Penyatuan.


__ADS_3

Bab 221. Menyatu Dengan Benih Petir Semesta.


Setelah berkultivasi ganda dengan Yusan selama dua hari penuh, Dewa Abadi dan Yusan menemui Kitab Suci di Menara Roh. Dewa Abadi ingin menyapa Kitab Suci dan juga mengucapkan terima kasihnya yang telah diselamatkan.


Dewa Abadi tidak tahu bahwa gurunya yang telah menyelamatkannya, bahkan tidak tahu jika telah dirawat oleh Dewa Angin dan Dewi Bunga.


Saat berada di puncak Menara Roh, dia segera mengucapkan terima kasih kepada Kitab Suci. Namun, Kitab Suci mengatakan bahwa bukan mereka yang menyelamatkannya, melainkan Dewa Angin dan Dewi Bunga yang membawanya ke Alam Tianwu.


Dewa Abadi memikirkan dua orang yang menyembunyikannya di Alam Tianwu, dia menebak jika kedua orang itu yang ditemui di Alam Kudus. Di dalam hatinya, jika nanti bertemu dengan mereka berdua, dia akan membalas kebaikan mereka.


"Selama saya tertidur, apa saja yang terjadi selama ini? Apakah ada peristiwa baru?" tanya Dewa Abadi kepada semua Kitab Suci yang lebih tahu perkembangan seluruh alam semesta.


Kitab Suci dari Alam Kudus segera menceritakan tentang alam semesta setelah pertarungan itu. Sambil mendengarkan, Dewa Abadi mengingat kejadian itu yang merenggut nyawa ibu, nenek, kakek dan pamannya.


Karena kecintaannya terhadap istri dan anaknya, yang mengakibatkan dirinya dikendalikan oleh Iblis Hati yang ditumpangi oleh benih Petir Semesta, mungkin keempat keluarganya tidak akan menjadi korbannya.


Dewa Abadi jelas menyesali perbuatannya ini sebagai sosok dewa. Namun, demi menebus kesalahannya ini, dia bertekad untuk tidak menyia-nyiakan pengorbanan keluarganya dengan sesegera mungkin untuk meningkatkan kekuatannya. Dia masih ingat betul pesan terakhir dari ibunya.


"... Dampak positif pertarungan Anda, alam semesta menjadi seimbang. Pengadilan surga bisa bekerja sebagaimana mestinya tanpa intervensi dari pihak Alam Kudus!" panjang lebar Kitab Suci dari Alam Kudus bercerita.


Dari cerita itu, tidak ada lagi peristiwa yang menggemparkan seluruh alam semesta. Hanya berkutat pada tiga musuh itu yang masih terus mencari persembunyiannya.


"Apakah Pengadilan Surga bisa bertindak dengan adil tanpa adanya pengawasan dari Kuil Alam Kudus?" selidik Dewa Abadi karena masa lalu buruk Pengadilan Surga.


"Kita semua yang menjadi pengawasnya, bukan lagi dari Kuil Alam Kudus, dan juga dengan adanya tujuh Pelindung Alam Suci, mereka tidak lagi berbuat sewenang-wenang terhadap kehidupan!" jawab Kitab Suci Alam Kudus dengan tegas.


"Saya lebih percaya kepada Anda!" ucap Dewa Abadi yang senang jika Kitab Suci menjadi hakim agung bagi Pengadilan Surga.


"Saran kami, Anda tetap berada di Alam Tianwu untuk memulihkan seluruh kekuatan. Segeralah Anda berkultivasi tertutup di Benua Qi yang sudah kami pulihkan sejak lama. Di sana, Anda akan lebih tenang!" pinta Kitab Suci Kelahiran.


Semenjak Benua Qi kehilangan banyak energi karena ulah Dewa Binatang, dan juga peperangan dengan ras cerdas waktu lalu, Kitab Suci telah memulihkan alamnya.


Dewa Abadi tersenyum karena masih ingat peristiwa itu. Dia mengangguk sebagai jawaban. Setelah berpamitan dengan semua Kitab Suci, dia dan Yusan keluar dari Menara Roh.


"Apakah kamu ingat dengan janda Kota Kunlun, dia masih hidup dan tidak pernah berubah!" goda Yusan yang tahu perbuatan Dewa Abadi yang membuat wanita itu marah.


Dewa Abadi tertawa karena diingatkan tentang wanita genit itu, yang suka memburu pria muda untuk dijadikan lumbung meningkatkan kekuatan.


"Panjang umur dia, apakah masih secantik dulu atau sudah menua?" tanya Dewa Abadi yang memang tidak tahu keadaan penghuni Benua Qi setelah meninggalkan Alam Tianwu.

__ADS_1


"Dia seorang kultivator seperti kita, sudah pasti fisiknya abadi. Tetapi, tingkah lakunya seperti anak muda, tidak pernah berubah!" jawab Yusan sambil menuju ke arah pintu masuk ke Alam Tianwu, tempat peserta Konferensi Tianwu dalam mencapai prestasi tertinggi.


"Kayaknya, perlu ditampar lagi pantatnya hingga tidak bisa duduk," kata Dewa Abadi yang sudah membayangkan bagaimana mimik wajah janda Kota Kunlun.


"Sekarang, pintu khusus menuju Benua Qi sudah dibuat. Kamu masuk saja di sana, aku mau menyerap Energi Yang pemberianmu!" bisik Yusan dengan wajah memerah karena masih merasakan gua surganya mengalirkan cairan kenikmatan.


"Aku masih belum selesai membahagiakan kamu. Temui aku nanti!" bisik Cao Tian Jun, lalu berjalan menuju ke pintu portal dimensi berbentuk lingkaran.


Yusan tersenyum bahagia sambil menatap punggung Dewa Abadi, dia membelai perutnya yang terasa ada kehidupan baru, dia akan segera mengandung anak hasil cinta.


Setelah Dewa Abadi masuk ke dalam portal dimensi, pintu itu langsung menghilang. Yusan yang masih melihatnya tidak terkejut karena sudah diberitahukan oleh Kitab Suci yang ingin Dewa Abadi lebih lama di Benua Qi.


Dengan Dewa Abadi berada di dalam Benua Qi, maka pihak dari Alam Kudus tidak akan mengetahui persembunyian...


Saat berada di Benua Qi, Dewa Abadi mengerutkan keningnya karena banyak perubahannya, yang mana lebih padat akan oksigennya seperti di Alam Kudus.


Selain itu, ukurannya juga dua kali lipat lebih luas dari sebelumnya. Tetapi, struktur wilayah pemerintahan tetap sama, di bagi menjadi lima bagian, yaitu Kota Beimen, Nanmen, Ximen, Dongmen, dan pusatnya adalah Kerajaan Qi sebagai penguasa tunggal.


Uniknya, Mata Surgawi dan Mata Dewa tidak berfungsi di tempat ini, tetapi hal ini tidak mengejutkan Dewa Abadi karena sudah terbiasa dengan situasinya..


"Apakah gadis itu sudah menikah atau belum?" gumam Dewa Abadi saat teringat dengan Qi Zhuge Yueyin yang jatuh cinta kepadanya saat pertama kali bertemu.


Pertemuannya tergolong unik. Gara-gara khawatir diketahui saat mendapatkan Guci Air Mata Dewi, dia segera berubah menjadi tanah dan kabur. Saat muncul di permukaan tanah, tanpa sengaja tepat berada di bawah Qi Zhuge Yueyin yang sedang buang air kecil.


Tidak ingin terus terhanyut dalam masa lalu, dia segera berteleportasi dan muncul di gua, berada di Pegunungan Kunlun, dekat dengan Kota Kunlun.


Gua itu dibuat oleh Dewi Shiwu saat dikejar-kejar oleh penghuni Benua Qi. Saat berada di dalam gua, tempat ini tampak tidak pernah diketahui oleh siapapun, dan menjadi sarang Kelelawar, laba-laba dan ular.


Kemunculan Dewa Abadi, membuat penghuni gua ketakutan dan segera keluar. Dengan lambaian tangannya, gua yang bau, pengap dan kotor seketika bersih. Kemudian, Dewa Abadi mengeluarkan Batu Cahaya sebagai penerangan.


Dengan menjentikkan jari tangan kanan, muncul Formasi Array tingkat Supreme Formasi God tahan puncak yang melindungi gua. Dengan proses penaklukan benih Petir Semesta, sudah dipastikan akan menimbulkan kekacauan di Benua Qi. Oleh karena itu, Dewa Abadi membuat perlindungan sekuat mungkin.


Dewa Abadi segera duduk bersila di batu rata, batu yang di atasnya beralaskan bantal khusus untuk duduk. Sebelum memejamkan mata, dia masih sempat-sempatnya memikirkan ketiga musuh utamanya.


"Jika mereka tidak mati, kehidupan yang berimbang saat ini tidak akan berlangsung lama!" ucap Dewa Abadi, dan memejamkan matanya.


Roh Dewa Abadi masuk ke dalam lautan kesadaran di dalam tubuhnya. Dia melihat seorang wanita muda cantik yang merupakan perwujudan dari benih Petir Semesta.


Benih Petir Semesta duduk di gumpalan ungu dan tersenyum genit melihat Dewa Abadi.

__ADS_1


"Bagaimana, puas mengendalikan tubuhku?" tanya Dewa Abadi dengan nada datar.


"Tidak menarik lagi karena Iblis Hatimu telah hilang. Tumbuhkan lagi agar aku bisa mengendalikan tubuhmu!" jawab benih Petir Semesta dengan semangat, ia menghilang dan muncul sambil memutari tubuh Dewa Abadi.


"Mudah menumbuhkan Iblis Hati. Tetapi, apa untungnya bagiku? Gadis kecil, kau tinggal di dalam tubuhku, seharusnya tunduk kepadaku, bukan sebaliknya!" ujar Dewa Abadi sambil melirik pergerakan benih Petir Semesta yang sangat cepat.


Benih Petir Semesta menertawakan perkataannya. Setelah tertawa, ia berkata dengan semangat, "sangat besar untungnya. Apakah kamu lupa? Dengan kekuatanmu saat itu tidak mungkin mampu melawan mereka. Nyatanya, kamu mampu bertahan karena diriku yang cantik ini!"


"Bertahan untuk dihajar habis-habisan! Seandainya aku tidak diselamatkan, kita di hari itu akan mati bersama-sama. Apakah otakmu tertinggi di danau, hah!" kegeraman Dewa Abadi kepada benih Petir Semesta.


Bukannya menyesal, benih Petir Semesta malah tertawa terbahak-bahak karena dirinya tidak mungkin mati, sebab dirinya adalah energi yang tidak memiliki fisik seperti Dewa Abadi.


Dewa Abadi dengan sangat cepat mencekik leher benih Petir Semesta. Sontak membuat benih Petir Semesta seketika menjadi gumpalan ungu dan lepas dari cengkraman tangan kanan Dewa Abadi.


"Kamu galak sekali setelah terbangun!" protes benih Petir Semesta yang dalam wujud gumpalan ungu. Setelah itu, dia kembali membentuk tubuhnya menjadi wanita cantik dan menggoda hasrat para Dewa.


"Aku tahu kamu penyuka wanita, dan aku menginginkan kamu. Aku ingin seperti wanita yang baru saja kamu puaskan!" pinta benih Petir Semesta dengan nada genit sambil membelai wajah Dewa Abadi.


Yang dia maksudkan adalah Yusan. Dia juga tahu kelemahan Dewa Abadi yang susah menghilang sifat keduniawian. Dewa Abadi menepis tangan benih Petir Semesta, dan tidak sedikitpun tergoda dengan kecantikannya.


"Aku melakukan ini sebagai bentuk kewajiban seorang suami, bukan karena keegoisan semata. Apakah itu termasuk sifat keduniawian? Jika iya, seluruh kehidupan di alam semesta tidak layak untuk hidup bahagia, termasuk kau! Jika seluruh Alam Jagat Raya musnah, memang itu sudah keharusan karena bagian dari keduniawian! Jika aku salah, tolong diralat!"


Ucapan Dewa Abadi seketika membuat benih Petir Semesta terdiam. Dia bingung harus menjawab apa, sebab ini terkait dengan keseimbangan, seperti Yin dan Yang, saling melengkapi. Arti melepaskan keduniawian, maka seseorang benar-benar suci dan tidak lagi ternoda oleh apapun.


Dan, selama masih ada kehidupan di seluruh Alam Semesta, maka tidak ada yang namanya suci. Justru kata suci muncul karena pikiran, sedangkan pikiran itu ada karena melihat dan mendengar.


"Anda sudah memahaminya!" ucap benih Petir Semesta dengan nada sedih karena tahu apa yang akan segera terjadi.


"Jika Dewa Tertinggi tidak menyayangi kita, kau dan aku tidak mungkin ada sampai hari ini. Apakah sifat penyayang itu bukan bagian dari keduniawian? Jawablah!" Dewa Abadi terus mencecar banyak pertanyaan yang sulit untuk dijawab oleh benih Petir Semesta.


Seperti yang dikatakan oleh Dewa Abadi sesaat lalu, dia melakukan kewajiban sebagai seorang suami atas dasar cinta kasih, bukan sekedar melampiaskan nafsunya. Bahkan pasangan binatang pasti melakukan kewajiban.


"Anda telah berhasil! Ayo kita menyatu!" pinta benih Petir Semesta yang tidak punya alasan lagi karena Dewa Abadi telah memahami arti sifat keduniawian yang sebenarnya.


Roh Dewa Abadi menghilang dari dalam lautan kesadarannya. Kemudian, segera mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa untuk menyerap benih Petir Semesta...


Di luar gua, muncul Kitab Suci. Mereka segera memperkuat Formasi Array karena belum mampu menahan lonjakan energi dari benih Petir Semesta ketika proses penyatuan.


Setelah itu, semua Kitab Suci melihat ke dalam gua, di mana dari dalam tubuh Dewa Abadi mengeluarkan energi benih Petir Semesta. Jika gua itu tidak diperkuat, sudah pasti akan hancur berkeping-keping, dampaknya juga akan menghancurkan Benua Qi.

__ADS_1


"Tinggal menunggu waktu proses penyatuan sempurna. Saya tidak sabar ingin tahu perkembangan Dewa Abadi yang akan datang," kata Kitab Suci Kelahiran.


Setelah itu, semua Kitab Suci menghilang dan muncul di dalam Menara Roh. Mereka terus mengawasi Dewa Abadi selama proses ini.


__ADS_2