God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Gerakan Cepat Dewa Abadi.


__ADS_3

Bab 207. Gerakan Cepat Dewa Abadi.


Dua penguasa Alam Suci yang baru segera menemui Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian yang berada di dalam satu tempat. Mereka berkumpul di depan gua kediaman Dewi Kasih. Mereka tidak berani masuk tanpa seizin Dewi Kasih.


Penguasa Istana Langit saat ini ada adalah keturunan dari Kaisar Langit yang tewas di Medan Perang Samudera Hitam, dan Kaisar Giok sebagai nama gelar. Menguasai Alam Suci bagian Utara dan Timur.


Sedangkan tahta Maharaja Yaksa saat ini, ternyata digantikan oleh Dewi Shiwu setelah semua kakaknya tewas di Medan Perang Samudera Hitam. Salah satu dari kakaknya dibunuh oleh Dewa Abadi, dia adalah Bola-Peor.


Dewi Shiwu kini menjadi Maharani bagi Ras Asyura, Iblis, dan semua cabang keturunannya di seluruh penjuru alam semesta. Dengan tewasnya ayah dan kakak-kakaknya, dia menjadi kandidat utama penguasa Alam Suci bagian Barat dan Selatan.


Nama gelar Dewi sudah tidak digunakan lagi, nama barunya adalah Maharani Shiwu. Ibunya si Dewi Kecantikan menjadi penasehat Dinasti Yaksa. Semenjak kematian Maharaja Yaksa, Dewi Kecantikan menjadi lebih tegas, kejam dan tidak pandang bulu ketika menghukum siapapun yang bersalah.


Ketika ada orang yang tidak disukai oleh Dewi Kecantikan, hari itu juga Maharani Shiwu menghukum mati orang itu. Ibu dan putrinya itu ditakuti oleh banyak orang di Alam Suci.


Kekejaman kedua wanita itu dikarenakan penguasa Istana Langit terlalu lemah. Jika tidak ada Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih, sudah sejak lama kedua wanita itu menguasai Alam Suci dan seluruh Galaksi Laniakea Super Cluster. Mereka hanya takut kepada Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih, yang menjadi Pelindung Alam Suci.


Saat ini, Kaisar Giok, Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan berada di depan gua kediaman Dewi Kasih. Para penguasa itu mendirikan tenda di depan gua, sebab tahu jika setelah terobosan akan membutuhkan waktu lama untuk menstabilkan pondasi.


Namun, mereka tidak tahu bahwa Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih tidak ada di dalam gua, mereka masuk ke dalam Dunia Jiwa milik suaminya si Dewa Abadi. Saat ini, kedua wanita itu sedang berkultivasi ganda dengan Dewa Abadi. Kedua wanita itu meluapkan rasa rindu dan cintanya kepada suami.


Kaisar Giok putra dari Kaisar Langit lebih sabar dan bijaksana, jauh berbeda dengan Kaisar Langit yang masih memiliki rasa iri hati di dalam pikirannya.


Kaisar Giok juga cerdas, walaupun kalah dalam hal basis kultivasi dengan Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan, dia masih mampu mempertahankan wilayahnya karena kecerdasan dalam memainkan strategi.


Kecerdasan Kaisar Giok yang membuat Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan tidak sembarangan untuk mendekati wilayah bagian Utara dan Timur.


Perbatasan itu dipisahkan oleh sungai besar, dikenal dengan sebutan Sungai Batas. Lebar sungai itu seperti laut, lebarnya mencapai 369 kilometer. Jika dilihat dari luar angkasa, maka sungai itu akan terlihat seperti cincin, melingkari Alam Suci. Antara hulu dan hilir Sungai Batas yang menyatu itu diberi nama Naga Mengigit Ekor (Lóng yǎo wěi / Dragon Biting Tail).


Tujuan Kaisar Giok tulus hanya untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan Pelindung Alam Suci yang meningkat kekuatannya, dan berharap agar terus panjang umur untuk tetap melindungi Alam Suci.


Sedangkan Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan, ingin menjalin hubungan lebih baik dengan Pelindung Alam Suci. Dibalik keinginan kedua wanita itu, sebenarnya ingin mendapatkan izin untuk menguasai Planet Petir.


Maharani Shiwu yang pernah dipenjara di Planet Petir selama jutaan tahun, jelas ingin membuat tempat itu sebagai ladang kekayaannya, memperbudak penghuninya seumur hidup, dan menyiksa orang-orang yang masih setia kepada Maharaja Yaksa...


Walaupun Pelindung Alam Suci belum keluar dari gua selama 7 hari, dua penguasa itu dan banyak orang masih setia menunggu. Mereka tidak ingin melewatkan kesempatan baik ini. Mereka juga telah mempersiapkan hadiah untuk dua Pelindung Alam Suci.


Pada hari kedelapan, datang 5 Dewa yang juga sebagai Pelindung Alam Suci. Mereka adalah Dewa Bumi, Dewa Laut, Dewa Surya, Dewa Kekayaan, dan Dewa Kebahagiaan. Lima Dewa itu kekuatannya berada di bawah Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih.


Tugas 7 Pelindung Alam Suci adalah melindungi Laniakea Super Cluster dan galaksi disekitarnya. Mereka akan memantau kehidupan di setiap planet. Jika ada yang bencana kekeringan, maka Dewa Bumi dan Dewa Laut akan turun tangan. Jika ada planet yang miskin sumber daya, maka yang akan bertindak adalah Dewa Kekayaan dan menyuburkan planet tersebut.


Semua orang memberikan hormat kepada kelima Dewa itu. Lalu Kaisar Giok, Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan mengobrol dengan kelima Dewa itu.


"Sebentar lagi Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih akan segera keluar," kata Dewa Bumi saat merasakan langkah kaki dari dalam gua kedamaian Dewi Kaisar.


Dewa Bumi dan keempat rekan menatap ke arah gua. Semua orang segera bersiap-siap untuk menyapa orang yang sudah ditunggu-tunggu.


"Beliau bersama mereka!" ungkap Dewa Bumi dan di anggukan kepala oleh keempat rekannya yang sudah tahu.

__ADS_1


Ucapan Dewa Bumi membuat Maharani Shiwu, Dewi Kecantikan, Kaisar Giok dan semua orang kebingungan karena tidak tahu siapa orang ketiga selain Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu banyak orang keluar dari dalam gua. Namun, semua orang terkejut saat melihat sosok yang sangat terkenal di alam semesta. Dan kedua lengan orang terkenal itu dipeluk oleh Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian.


"Selamat datang, Dewa Binatang Yang Abadi!" sapaan kelima Dewa Pelindung Alam Suci sambil menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.


Kaisar Giok dan banyak orang segera berlutut menyambut kedatangan Dewa Abadi. Tetapi, ada dua wanita yang tetap berdiri diam membeku seperti patung saat melihat Dewa Abadi tanpa berkedip.


"Bangkit!" perintah Dewa Abadi yang tidak suka kepada orang yang berlutut kepadanya, dia tersenyum sambil melihat kelima Dewa Pelindung Alam Suci.


Lalu senyumnya menghilang saat melihat mantan istrinya si Dewi Shiwu. Dia memalingkan wajah untuk melihat Kaisar Giok yang segera bangkit, lalu diikuti oleh banyak orang.


"Anda pengganti Yang Mulia Kaisar Langit?" tanya Dewa Abadi kepada Kaisar Giok.


"Benar, Dewa!" jawab Kaisar Giok sambil menangkup kedua tangannya.


"Bumi Continent Twins Moon, tolong dilindungi!" pinta Dewa Abadi yang masih ingat memiliki putri di sana.


"Saya akan sekuat tenaga untuk melindungi Continent Twins Moon, Dewa!" jawab Kaisar Giok yang tidak mungkin menolak keinginan Dewa Abadi, sebab dia juga pemimpin dari Pengadilan Surga.


Dewa Abadi mengeluarkan tombak milik musuhnya, lalu memberikan kepada Kaisar Giok. "Terimalah ini! Ini adalah Tombak Qiong Qi, Artefak Alami," katanya.


Semua orang terkejut melihat Dewa Abadi dengan mudahnya memberikan Artefak Alami yang sangat langka secara cuma-cuma hanya untuk melindungi Continent Twins Moon.


Semua orang jelas tidak tahu bahwa tombak itu hasil dari mengalah musuhnya. Karena Dewa Abadi tidak tahu nama tombak itu, maka dia memberikan nama tombak itu dengan nama musuhnya, Tombak Qiong Qi.


Dengan Tombak Qiong Qi, Kaisar Giok tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu Maharani Shiwu dan Dewi Kecantikan berniat buruk. Tombak ini mampu memberikan kekuatan kepada si pemiliknya.


Segera Kaisar Giok membungkuk dan menerima tombak itu dengan kedua tangannya. Dewa Abadi tersenyum karena melihat tangan Kaisar Giok gemetaran.


"Terima kasih, Dewa!" ucap Kaisar Giok, ia merasa malu karena seharusnya memberikan hadiah, dan bukan sebaliknya.


"Hal sepele!" ucap Dewa Abadi sambil melihat Maharani Shiwu yang tubuhnya gemetaran dan menahan diri agar tidak menangis.


"Menjadi seorang penguasa itu tanggung jawabnya sangatlah besar. Bijaklah dalam memimpin rakyat agar mereka setia! Ini ucapan terakhir dariku!" teguran Dewa Abadi kepada mantan istrinya, lalu dia melihat Dewi Kecantikan.


"Anda sebagai seseorang Ibu, seharusnya memberikan teguran, bukan sebaliknya. Menikahlah agar emosimu stabil!" kembali Dewa Abadi memberikan teguran kepada Dewi Kecantikan yang masih layak jika menikah lagi.


Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian menahan senyum agar tidak melukai perasaan Dewi Kecantikan. Demikian juga dengan Kelima Dewa itu yang memalingkan wajahnya.


Dewi Kecantikan cemberut seperti gadis kecil saat ditegur oleh Dewa Abadi. Baru kali ini ada yang berani menegurnya, bahkan Maharaja Yaksa suaminya tidak berani menegur sedikitpun. Untung saja Dewa Abadi ini kuat. Jika tidak, sudah pasti akan dihukum mati.


"Saya ingin berbicara kepada Anda semua," kata Dewa Abadi kepada kelima Dewa Pelindung Alam Suci.


"Dewa, singgah lah di tenda sederhana milik saya!" pinta Dewi Kecantikan dengan segera sebelum keduluan Kaisar Giok.


Dewa Abadi melihat Dewi Kecantikan yang wajah tidak kalah cantik dengan Qin Diao Chin istrinya, tubuhnya sempurna seperti model kelas dunia, dan masih layak jika dikatakan wanita usia 20 tahun.

__ADS_1


"Kuharap tempat itu nyaman!" ucap Dewa Abadi.


"Sederhana namun sangat nyaman. Saya yakin Dewa akan kerasan berlama-lama singgah!" jawab Dewi Kecantikan dengan nada genit.


Dewa Abadi tersenyum lebar. Lalu dia berkata kepada semua orang penting, "kita singgah ke tempatnya!"


Kaisar Giok dan lima Pelindung Alam Suci mengikuti Dewa Abadi yang berjalan beriringan dengan kedua istrinya. Dewi Kecantikan segera berjalan terlebih dahulu sambil menarik pergelangan tangan Maharani Shiwu yang seperti orang bodoh.


Dewi Kecantikan jelas tahu hubungan putrinya dan Dewa Abadi. Oleh karena itu, dia akan berusaha keras agar putrinya ini bersatu kembali dengan Dewa Abadi. Jika putrinya menolak, dia siap...


Setelah berada di dalam tenda milik Maharani Shiwu, Dewa Abadi segera mengutarakan tujuannya. Dia meminta bantuan kepada semua orang agar membantu untuk merekrut kultivator. Syaratnya sangat sederhana, tidak takut mati, semangat tinggi, usia tidak ditentukan dan siapapun bisa bergabung.


Mendengarkan keinginan Dewa Abadi, muncul banyak pertanyaan di benak semua orang. Sebab rekrutmen ini syaratnya terlalu sederhana. Umumnya, seseorang Dewa akan memilih orang yang memiliki potensi besar.


"Saya tahu apa Anda sekalian pikirkan! Sederhananya, apapun yang terjadi nanti, tidak akan melibatkan siapapun yang berada di bawah ranahku. Dan saya sedang menuju ke atas. Saya harap kalian paham!" ungkap Dewa Abadi sebelum semua orang bertanya-tanya.


Walaupun perkataan Dewa Abadi ambigu, semua orang memahaminya dengan jelas. Tujuan perekrutan ini untuk melawan pihak Alam Kudus.


"Kalian jangan khawatir! Membantu saya, tidak akan sedikitpun melibatkan Anda sekalian. Jika masih khawatir, Anda bisa mengabaikan ucapan saya," kata Dewa Abadi sambil melihat Dewi Kasih.


"Tolong, jemput orang-orang yang berasal dari Planet Peliades. Katakan, saya membutuhkan mereka!" pintanya kepada Dewi Kasih, lalu melihat Dewa Surya.


"Dewa Surya, tolong saya! Anda jemput semua orang yang mengenal saya di Galaksi Aurora. Katakan, saya membutuhkan mereka!" sambungnya sebelum Dewi Kasih mengiyakan tugas sepele ini.


Dewa Abadi harus bergerak cepat jika ingin membangun kekuatan militer untuk melawan pihak Alam Kudus. Saat ini, musuhnya sudah pasti mempersiapkan diri untuk melawannya


"Hal mudah, Dewa! Saya undur diri!" pamit Dewa Surya karena di Planet masih ada kerabatnya, ia menghilang di hadapan semua orang.


"Dewa, izinkan saya yang menuju ke Planet Petir!" pinta Dewa Kekayaan karena sungkan jika Dewi Kasih harus turun tangan dalam tugas sepele ini.


"Silakan!" ucap Dewa Abadi.


"Dewa, apa yang harus saya lakukan untuk Anda?" Kaisar Giok tidak mau tinggal diam untuk membantu Dewa Abadi.


"Tetaplah di sini, cukup kerahkan bawahan yang Anda miliki untuk merekrut siapapun yang mau!" jawab Dewa Abadi.


Kaisar Giok sebagai pemimpin istana Langit dan Pengadilan Surga tidak seharusnya keluar dari Alam Suci.


"Sesuai kehendak, Dewa! Jika begitu, saya undur diri terlebih dahulu, maaf!"" pamit Kaisar Giok yang ingin segera mengerahkan bawahannya untuk memenuhi keinginan Dewa Abadi.


"Silakan, terima kasih!"


Segera Kaisar Giok keluar dari tenda dan diikuti oleh banyak pendukungnya. Kemudian, Dewa Abadi melanjutkan pembicaraan dengan semua orang yang tersisa di tenda.


Maharani Shiwu tidak berani menatap wajah Dewa Abadi, karena dia merasa bersalah telah berkhianat dan bahkan melukai mantan suaminya ini sewaktu di Planet Petir.


Jika Maharani Shiwu merasa bersalah, berbeda dengan ibunya si Dewi Kecantikan. Dewi Kecantikan menatap wajah Dewa Abadi tanpa berkedip, ia kagum dengan sikap Dewa Abadi yang tegas, berani melawan Alam Kudus yang ditakuti banyak kekuatan...

__ADS_1


__ADS_2