
Bab 35. Ras Elf, Mysterious Land.
Setelah kapal Interstellar masuk ke dalam wilayah Mysterious Land, berdatangan kapal luar angkasa milik Ras Pleidian. Ternyata mereka mengikuti Dewa Binatang semenjak serangan kapal induk dari luar angkasa.
Ada sepuluh kapal luar angkasa dengan bentuk yang berbeda, ada yang berbentuk anak panah, tabung raksasa, ada juga Mechacircle, dan ada pula yang berbentuk lingkaran. Semua kapal itu masuk ke dalam wilayah Mysterious Land yang berkabut...
Seperti yang dikatakan oleh Evilyn, kapal Interstellar mampu masuk ke dalam wilayah berkabut. Setelah masuk Dewa Binatang dan semua orang yang berada di dalam kapal merasakan guncangan.
Kapal Interstellar telah berada di dalam kabut tebal, semua orang hanya melihat hamparan putih, hamparan yang tak berujung. Seharusnya, dengan kecepatan suara kapal Interstellar sudah keluar dari kepungan kabut.
"Apakah seperti ini?" tanya Dewa Binatang kepada Evilyn.
"Tepat 30 menit, kita akan keluar dari kabut!" jawab Evilyn dengan meyakinkan karena sudah sering keluar masuk Mysterious Land.
Dewa Binatang melihat jam digital yang ada di dalam kapal, waktu kurang lima menit lagi dari apa yang dikatakan oleh Evilyn. Namun, setelah waktu 30 menit berlalu, kapal Interstellar belum juga keluar dari kabut. Evilyn dan semua krunya terlihat mulai panik
Sebelum Dewa Binatang bertanya, Evilyn terlebih dahulu menjelaskan, "ini biasa terjadi karena cuaca buruk. Jika cuacanya normal, waktu 30 menit sudah keluar dari kabut!"
Namun, Dewa Binatang tidak mempercayai penjelasan Evilyn karena terlihat panik dan juga semua anggotanya. Biarpun begitu, dia tidak protes dan kembali memperhatikan situasi di luar kapal.
Lambat laun kabut putih berubah menjadi abu-abu, lalu muncul pusaran angin di depan kapal Interstellar, tampak akan ada badai tornado. Kapal Interstellar segera berbelok ke kiri untuk menghindari pusaran angin.
Akan tetapi, pusaran angin tidak hanya ada satu, ternyata ada empat yang mengepung kapal Interstellar. Karena berbelok ke kiri, maka kapal yang ditumpangi oleh Dewa Binatang terbawa arus tornado.
Untungnya kapal Interstellar tidak mengalami kendala karena mengikuti arus tornado. Selain itu kapal ini memang diciptakan khusus untuk melewati badai. Evelyn memerintahkan untuk menambah ketinggian kapal Interstellar agar keluar dari badai.
Akhirnya kapal Interstellar keluar dari pusaran tornado dan berada di atas awan. Namun, apa yang dilihat oleh semua orang wilayah pegunungan, lembah, sungai dan tidak ada dataran rendah. Pepohonan menjulang tinggi, rerumputan setingkat tiga meter, dan wilayah yang sangat subur. Terlihat belum pernah dijelajahi oleh siapapun, benar-benar murni.
"Inikah Mysterious Land?" tanya Dewa Binatang yang memang tidak tahu.
Dengan mengaktifkan Mata Langit, Dewa Binatang tidak melihat ujung wilayah, semuanya adalah pegunungan yang lebat.
"Jujur saja, kita baru pertama kali ditempat ini. Sebelumnya, Mysterious Land yang pernah kita jelajahi tidak seperti ini, masih banyak dataran rendah dan seperti wilayah pada umumnya!" terang Evilyn.
Dewa Binatang merenung sejenak. Jika Evilyn dan anggotanya dengan mudah masuk dan keluar dari Mysterious Land, kemungkinan besar itu bukan tempat yang sebenarnya. Jika Evilyn bisa keluar masuk, sudah dipastikan pihak lain juga sama.
__ADS_1
"Apa pernah mengalami kejadian yang baru kita alami tadi?" tanya Dewa Binatang yang ingin tahu pengalaman Evilyn.
"Empat tornado memang baru kita alami. Biasanya hanya ada dua atau satu tornado!" jawab Evilyn dengan jujur.
"Berarti tempat yang pernah kalian kunjungi bukan Mysterious Land yang sesungguhnya. Jika kalian bisa masuk dan keluar dengan selamat, orang lain juga bisa melakukannya. Mungkin saja ini adalah Mysterious Land yang sebenarnya," kata Dewa Binatang yang berhipotesis.
Evilyn dan Angela mengangguk sebagai respon. Mereka juga baru pertama kali berada di tempat yang belum pernah dilihatnya.
"Perlambat laju kapal untuk membuat peta, dan juga cari tempat untuk mendarat!" perintah Evilyn kepada personilnya.
Segera personil kapal Interstellar mengurangi kecepatan, lalu mulai memindai sekitarnya dengan peralatan canggih. Sayangnya, peralatan canggih tidak mampu memindai seluruh wilayah, hanya sejauh satu kilometer.
"Bos, alat kita tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya! Sensor pendeteksi terbatas jaraknya. Ada tempat yang cocok di depan kita, 236 meter jaraknya!" laporan salah satu personil yang bertugas membuat denah.
Dewa Binatang, Evilyn dan Angela melihat sesuatu yang dikatakan personil. Ada tebing tinggi yang mampu digunakan untuk mendaratkan kapal Interstellar.
"Segera mendaratkan kapal!" perintah Evilyn.
Tidak berselang lama, kapal Interstellar telah mendarat di tebing tinggi, lalu Dewa Binatang segera keluar dari kapal bersama dengan yang lainnya. Hanya beberapa personil yang tetap berada di dalam kapal untuk berjaga-jaga.
Dewa Binatang tersenyum melihat Evilyn dan semua orang menikmati udara yang sangat segar. Mereka belum tahu jika udara yang dihirup adalah energi, yaitu energi spiritual.
Dia sudah terbiasa dengan udara seperti ini, lalu berjalan terlebih dahulu dan melihat sekelilingnya. Di tempat ini Mata Langit tidak bisa digunakan, hanya mata biasa yang memiliki keterbatasan dalam jarak.
"Jika ini benar Mysterious Land, di mana keberadaan jiwa kakakku?" batin Dewa Binatang yang belum mendapatkan petunjuk.
Lalu dia berjalan di ujung tebing tinggi. Setelah berada di ujung, dia melihat ke sekelilingnya. Ada satu lokasi yang menarik perhatiannya, di mana ada banyak bebatuan besar dan memanjang menancap di gunung, bentuk bebatuan seperti batu nisan yang mengelilingi gunung tersebut.
"Mirip makam kuno!" gumam Dewa Binatang yang pernah melihat hal seperti ini masa lalu.
Lalu dia menoleh ke belakang dan melihat Evilyn dan semua orang sedang memejamkan mata menikmati kesegaran udara. Kemudian, dia melihat tempat awal saat keluar dari pusaran tornado, dan apa yang dilihatnya adalah pegunungan.
Dewa Binatang tersenyum tipis karena situasi seperti pernah dialaminya, masuk ke tempat berbahaya dan muncul di tempat lain. Karena tidak ingin menganggu Evilyn, Dewa Binatang meninggalkan mereka dengan terbang menuju ke batu nisan raksasa.
Baru saja terbang sejauh puluhan meter, Dewa Binatang merasakan tekanan kuat hingga membuatnya hampir terjatuh, seperti berada di medan gravitasi yang juga lebih kuat dari Planet Nibiru. Setelah tubuhnya stabil, dia berhenti sejenak untuk beradaptasi dengan tekanan kuat.
__ADS_1
Lalu dia kembali ke tempat semula untuk memberikan pesan kepada Evilyn agar berhati-hati. Namun, Evilyn dan anggotanya masih belum membuka mata.
Dewa Binatang mengeluarkan secarik kertas dan menuliskan pesan. Setelah selesai, dia menyelipkan di kantong baju milik Evilyn. Dan kembali terbang ke tempat batu nisan.
"Semoga saja ada penghuninya di wilayah ini!" harap Dewa Binatang yang ingin bertemu dengan seseorang agar mengenal wilayah ini.
Saat Dewa Binatang terbang, dia diserang dari bawah dengan anak panah energi. Dia segera mengeluarkan perisai energi agar tidak terkena serangan anak panah. Bukannya marah karena diserang tanpa alasan, dia senang jika ada orang di wilayah baru.
Dia segera menukik ke arah sumber serangan, dan terkejut saat mengetahui pepohonan yang tingginya di luar nalar, setinggi 200 meter lebih, dan banyak yang jauh lebih tinggi.
Lalu dia melihat banyak rumah pohon yang tertutupi dedaunan, tidak akan terlihat dari atas karena lebatnya hutan dan dedaunan. Saat Dewa Binatang berhenti setelah melewati puncak pohon, dia kembali diserang oleh banyak orang.
Namun, dia dengan mudah menghindari dan melihat penghuni asli wilayah baru, postur tubuh paling tinggi mencapai 170 cm, dan terendah 140 cm. Wajah mereka berbentuk oval, ada juga yang bulat, telinga runcing dengan pupil mata ada yang berwarna biru, hijau, coklat dan hitam. Kulitnya putih dan ada juga yang berwarna kuning, rambut juga berbeda-beda warna. Bisa dikatakan wajah-wajah mereka mirip satu dengan yang lainnya, kaum pria selalu bertelanjang dada dengan seutas kain melingkari bahu hingga pinggang, sedangkan kaum wanita lebih tertutup sebagai ciri-cirinya.
Mengetahui ciri-ciri mereka, Dewa Binatang menebak jika mereka adalah Ras Peri atau yang dikenal dengan sebutan Bangsa Elf.
Ras Elf dikenal sebagai pelindung alam, tinggal di hutan yang jauh dari dataran rendah, selalu tinggal di atas pohon dan sedikit yang membangun rumah di tanah.
Mereka tidak jauh beda dengan penduduk asli Fairy Nibiru, hanya berbeda tinggi badan, cara berpakaiannya, dan yang jelas peralatan yang mereka gunakan. Ras Elf yang dilihat oleh Dewa Binatang menggunakan senjata tradisional seperti Busur, tombak dan pedang.
"Kenapa kalian serang aku?" tanya Dewa Binatang sebelum diserang kembali.
Ras Elf menurunkan busurnya dan berbisik-bisik karena tidak mengerti bahasa yang digunakan oleh Dewa Binatang, tampak aneh bagi mereka.
Dewa Binatang mendarat di batang pohon dan mendengarkan pembicaraan mereka, dia juga tidak tahu bahasa mereka.
Lalu datang salah satu wanita muda cantik mendekatnya, melompati batang pohon ke pohon lainnya. Setelah dekat dengan Dewa Binatang, dia mengarahkan busur kepadanya.
Tinggi badan 165 cm, rambut panjang warna kebiruan dan pupil mata berwarna hijau, telinga runcing, hidung mancung dan berwajah oval, tubuh proporsional dengan bagian dada berukuran 36B dan cocok dijadikan seorang model seksi.
"Kamu manusia terbang berada di sini adalah suatu pelanggaran berat. Bagaimana kamu bisa berada di sini?" tanya wanita itu dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Dewa Binatang.
"Kapal-ku terbawa badai tornado... Tahu-tahu sudah berada di sini!" jawab singkat Dewa Binatang, lalu dia bertanya, "di mana ini, apakah ini Mysterious Land?"
Wanita itu segera kembali ke kelompoknya dan menerjemahkan bahasa yang dikatakan oleh Dewa Binatang. Setelah beberapa saat menunggu, wanita itu tidak mendekatinya, tapi semua Ras Elf mengarahkan busurnya kepada Dewa Binatang.
__ADS_1
"Iya, ini adalah Mysterious Land. Kamu turun dan telungkup di tanah!" jawab wanita itu dan memerintahkan Dewa Binatang tidur di tanah dengan tujuan ditangkap.