God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kisah Ye Jiali.


__ADS_3

Bab 79. Kisah Ye Jiali dan Raja Arwah di Lembah Arwah.


Pangeran Sun Jia merupakan putra pertama dari Raja Guang dengan permasuri pertama, dia digadang-gadang menggantikan posisi Raja Guang yang akan turun tahta. Sedangkan Putri Sun Liangyi adalah anak kedua dari selir atau istri kedua Raja Guang.


Sebenarnya, kedatangan pangeran di Gedung Harta Langka bukanlah untuk pertama kali, dia sudah sering datang untuk menemui Gong Fang, dua kali dalam sebulan. Gong Fang telah mencuri hatinya ketika bertemu 3 tahun yang lalu, saat itu dia menghadiri undangan pernikahan seorang Alkemis terkenal.


Sejak pertemuan itu, dia tidak bisa melupakan kecantikan Gong Fang, setiap kali datang selalu membawa hadiah, cendramata dan apapun yang disukai oleh pujaannya.


Akan tetapi, Gong Fang selalu bersifat dingin saat menemui pangeran, sebab dia tahu situasi Kerajaan Arcadia dalam masalah, di mana banyak pendukung kerajaan yang ingin mendirikan sebuah pemerintahan sendiri, dengan kata lain akan ada pemberontakan.


Singkat cerita, Kaisar Sun Quan berhasil menyatukan banyak kerajaan untuk mendirikan sebuah kekaisaran, hingga posisinya digantikan oleh Sun Bowen yang menjadi kaisar pengganti.


Sebelum Kaisar Bowen meninggalkan Planet Arcadia, dia membubarkan kekaisaran, tapi masih dalam satu kesatuan. Semenjak itu, kerajaan-kerajaan yang dulunya bersatu ingin memisahkan diri dari Kerajaan Arcadia. Para pemimpin itu beralasan bahwa Raja Guang tebang pilih dalam bertindak sehingga memicu rasa ketidakpuasan pendukungnya.


Oleh karena masalah itu, Gong Fang tidak ingin berhubungan dengan keluarga kerajaan, dikarenakan marga Gong akan mendirikan kerajaan sendiri, lepas dari Kerajaan Arcadia.


"Jarang-jarang mendapatkan 10.000 keping emas dalam sehari... Cukup kamu berikan informasi, emas itu milikmu!" rayu Dewa Binatang sambil melihat pangeran dan putri di antar ke ruangan yang berbeda..


Lang Zhen Juan kembali duduk dan langsung mengambil kantung kain berisi kepingan emas. Lalu dia pun berbicara, "sejujurnya, saya tidak terlalu jelas mengetahui telur apa itu. Menurut ahli kita, itu adalah telur binatang yang memiliki lima elemen, tapi masih diragukan karena tidak mengetahui isinya. Oleh sebab itu, telur itu pun dilelang dikarenakan tidak mungkin ada binatang yang memiliki lima elemen di dunia ini."


Dewa Binatang langsung teringat dengan masa lalunya, di mana dia pernah berburu binatang yang memiliki lima elemen, yaitu Monster Lima Elemen. Dia juga maklum atas ketidaktahuan para ahli di sini, jika mereka tahu ada binatang yang memiliki lebih dari lima elemen, sudah pasti akan syok.


"Tuan Muda, acara lelang akan segera dimulai. Saya undur diri!" pamit Lang Zhen Juan yang tahu prosedur lelang, di mana tidak diperbolehkan ada di ruangan lelang demi menjaga kerahasian.


"Terima kasih!" ucap Dewa Binatang atas informasinya.


Tiba-tiba Lang Zhen Juan mencium pipi kiri Dewa Binatang dan buru-buru keluar dari ruangannya. Sontak semua istrinya yang berada di dalam Dunia Jiwa menjadi marah.


"Bukan salahku!" sanggah Dewa Binatang sebelum menjadi pelampiasan kecemburuan istrinya.


Tidak berselang lama, Gong Fang memasuki panggung lelang. Pangeran Jia langsung bersemangat melihat pujaannya yang lebih cantik dari sebelumnya, dia bertepuk tangan dan diikuti banyak orang.


"Kampungan!" gumam Gong Fang sambil mengembangkan senyuman hangat kepada semua anggota lelang.


Hanya Dewa Binatang yang mendengar gumaman-nya, dia langsung menyahut yang hanya didengarkan oleh Gong Fang, "iya, kampungan mereka, padahal kamu biasa saja! Ayo, segera buka acara lelangnya!"


Ucapan Dewa Binatang melalui telepati membuat senyuman Gong Fang sirna. Dia langsung menatap tajam ruangan yang ditempati oleh Dewa Binatang, namun hanya sesaat. Baru kali ini dirinya dibilang biasa, padahal kecantikan setara dengan Putri Sun Liangyi.


Pangeran Jia mengikuti arah pandangan Gong Fang, dia keheranan melihat reaksi pujaan hati yang kesal. Dia sudah jauh-jauh datang tidak diperhatikan oleh pujaannya, malah pujaannya melihat ke ruangan lain.

__ADS_1


"Siapa orang di ruangan itu?" tanya Pangeran Jia dengan kesal.


Ada lima orang di dalam ruangan yang ditempati oleh Pangeran Jia, mereka adalah orang-orang kepercayaannya, termasuk Duke Manchu yang terkenal penjilat.


"Hamba akan tanyakan dulu, Paduka!" jawab Duke Manchu yang kenal baik dengan pemimpin Gedung Harta Langka.


Setelah Duke Manchu keluar dari ruangan, Gong Fang membuka acara lelang.


"Terima kasih sudah dengan sabar menunggu! Baiklah, tanpa basa-basi acara lelang dibuka. Tidak seperti tahun sebelumnya, lelang dibagi menjadi 3 sessions, kali ini ada 4 sessions dan yang terakhir adalah lelang utama...,"


Gong Fang berhenti berbicara ketika anggota lelang berseru keras karena kegirangan. Semakin banyak barang yang dilelang, maka semakin besar kesempatan untuk mendapatkan barang-barang langka.


"Aturan tetap sama dan sederhana, penawaran tertinggi adalah pemenangnya. Tidak diperbolehkan bertarung selama berada di Kota Chu, di luar kota bukan urusan kami."


Setelah Gong Fang berbicara, dia menepuk tangannya sekali. Tidak berselang lama datang seorang wanita yang mendorong gerobak kecil, di mana di atas gerobak tertutup kain hitam.


"Lelang pertama, benda ini ditemukan oleh anggota Guild Hunter ketika menjelajahi dungeon, kegunaan benda ini untuk melindungi diri dari serangan musuh yang memiliki kekuatan tingkat Tyrant. Menurut ahli Formasi Array, benda ini adalah jimat pelindung yang bisa digunakan sebanyak tiga kali. Kami menyebutnya Mantra Pelindung, harga awal 500 keping emas. Penawaran tertinggi pemenangnya!" Gong Fang menjelaskan benda pertama kepada semua anggota lelang.


Dewa Binatang menguap karena bosan, dia tahu diawal-awal pembukaan lelang akan seperti ini, dan menjadi rebutan anggota lelang yang berada di lantai bawah.


Satu demi satu anggota lelang di lantai satu membuka penawaran dengan mengangkat kayu yang bertuliskan harga. Harga awal 500 keping emas naik hingga 1.100 keping emas, dan dimenangkan oleh anggota di lantai satu.


Ketika Dewa Binatang bosan, pintu kamarnya diketuk oleh Lang Zhen Juan.


"Masuk saja!" ucap Dewa Binatang.


Lang Zhen Juan membuka pintu, dan masuk Ruan Fei, Lei Jihan yang bergandengan tangan dengan Ye Jiali.


"Jangan panggil aku seperti biasanya, cukup panggil Tuan Muda atau lainnya!" perintah Dewa Binatang kepada Ruan Fei dengan menggunakan komunikasi telepati.


"Tuan Muda!" sapa Ruan Fei yang paham maksud perkataan Dewa Binatang yang tidak ingin identitas diri diketahui oleh siapapun.


"Terima kasih, Tuan Muda!" ucap Ye Jiali dan Lei Jihan yang kompak sambil membungkuk badan.


"Hal sepele! Ayo, kalian duduk!" sahut Dewa Binatang sambil melihat mereka, lalu dia melihat Lang Zhen Juan, "aku pesan makanan dan minuman terbaik di sini!" pintanya.


"Baik, Tuan Muda!" jawab Lang Zhen Juan dan segera menutup pintu kamar.


Ruan Fei duduk di sofa tunggal di sebelah kiri Dewa Binatang, sedang Lei Jihan duduk bersebelahan dengan ibunya. Dewa Binatang tersenyum melihat ibu dan anak tidak berani menatap wajahnya...

__ADS_1


Sebelum menyusul Dewa Binatang, Lei Jihan dan ibunya kaget ketika Ruan Fei memberikan mereka cincin dimensi yang berisi satu juta keping emas, dan jutaan keping perak. Ye Jiali hampir pingsan waktu itu karena belum pernah mendapat kekayaan sebanyak itu.


Ye Jiali dan Lei Jihan tidak pernah menyangka upah 10 keping emas dibayar dengan jutaan kepingan emas dan perak. Saat itu, Ruan Fei segera menenangkan mereka yang syok dan menolak pemberian Dewa Binatang.


Ruan Fei bersikukuh agar mereka menerima pemberian Dewa Binatang karena khawatir akan dihukum. Setelah Lei Jihan dan ibunya menerimanya, Ruan Fei membantu mereka membersihkan halaman rumah, serta memperbaiki rumah mereka yang rusak


Penampilan Ye Jiali saat ini tidak kalah menarik dengan Lang Zhen Juan yang berusia 23 tahun, pakaian ibu dan anak itu juga pemberian Dewa Binatang, pakaian yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh istrinya. Penampilan mereka sekarang tidak kalah dengan para bangsawan yang mengenakan kain terbaik, yaitu kain sutera.


"Bagaimana keadaan Anda sekarang?" tanya Dewa Binatang kepada Ye Jiali, dia tidak peduli dengan acara lelang karena masih awalan.


"Terima kasih, Tuan Muda! Berkat Anda, saya sepenuhnya sehat dari gangguan roh iblis!" jawab Ye Jiali dengan jujur.


"Ceritakan dari awal bagaimana Anda bisa kerasukan roh iblis!" pinta Dewa Binatang yang penasaran, lalu menarik pergelangan tangan kiri Lei Jihan agar duduk di sebelah kanannya


Ye Jiali masih tidak berani menatap wajah tampan Dewa Binatang yang membuat hatinya bergetar, dia menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati.


Ruan Fei tersenyum melihat reaksi Ye Jiali yang terpesona dengan pemimpinnya, orang nomer satu di Dunia Jiwa. Lalu dia melihat Lei Jihan yang duduk di sebelah pemimpinnya.


"Ini berawal setelah 40 hari kematian suami saya. Waktu itu, saya dipanggil oleh tuan Duke Manchu yang katanya akan memberikan pekerjaan...," Ye Jiali menceritakan kisahnya.


Sebagai istri yang mencintai suaminya, Ye Jiali jelas terpukul atas kematian suaminya saat dalam menjalankan misi dari Guild Hunter, suaminya bernama Lei Ziran. Waktu itu Lei Jihan masih kecil dan belum tahu apa-apa, dia dan putrinya hanya mendapatkan santunan dari Guild Hunter sebesar 650 keping emas.


Karena tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, dan juga masih memiliki seorang anak, Ye Jiali mencari pekerjaan, dan Duke Manchu mendengarkan masalahnya.


Duke Manchu memanggil Ye Jiali dan memberikan pekerjaan sebagai pelayan. Selama satu bulan bekerja, semuanya biasa-biasa saja; membersihkan kediaman Duke Manchu, merawat tanaman, mencuci pakaian dan lain sebagainya.


Di bulan kedua berikutnya semua berubah, di mana kejahatan Duke Manchu mulai terlihat. Ternyata, Ye Jiali disukai oleh Duke Manchu sejak lama, dia juga yang memerintahkan anggota rampok Tangan Setan untuk membunuh Lei Ziran.


Awalnya Ye Jiali belum tahu jika suaminya telah dibunuh oleh Duke Manchu. Dia selalu menghindari Duke Manchu karena berusaha untuk menyentuh tubuhnya, tetap tidak bisa menghindari tangan Duke Manchu yang menepuk pantatnya dan tertawa setelah itu.


Ye Jiali selalu bekerja dengan para pelayan lain agar tidak menjadi korban pencabulan. Duke Manchu kehilangan kesabaran dengan memberikan perintah kepada Ye Jiali untuk mengirim pesan kepada temannya di Kota Ming yang dipimpin oleh Marquis Sun Dishi.


Karena Kota Ming sangat jauh, Ye Jiali diantar oleh dua prajurit yang mengawalnya. Akan tetapi, saat pertengahan jalan, dua pengawalnya berubah arah perjalanan, dengan alasan memangkas waktu.


Tibalah mereka di sebuah Lembah Arwah (Spirit Valley) yang terkenal berbahaya bagi siapapun, bahkan anggota Guild Hunter jarang yang berani menginjakkan kaki di tempat tersebut.


Ye Jiali seketika berprasangka buruk saat salah satu pengawalnya mengatakan lembah tersebut. Dia pun yang tahu niat buruk mereka segera kabur demi putrinya. Sayangnya, dia seorang wanita yang kekuatannya lebih rendah dari kedua pengawalnya, dia pun dengan mudah ditangkap dan dilemparkan ke dalam Lembah Arwah.


"... Saya pikir waktu itu sudah mati karena dilemparkan ke dalam Lembah Arwah. Saat saya siuman... Di sekeliling sudah banyak makhluk mengerikan, salah satu dari mereka merasuki saya. Roh iblis itu berkata, bahwa saya adalah tumbal atas perjanjian Raja Arwah dengan Duke Manchu yang menginginkan kekuatan serta kekuasaan. Saya adalah salah satu dari banyaknya korban Duke Manchu...." Diakhir cerita, Ye Jiali meneteskan air mata saat teringat kekejaman Duke Manchu dan mengerikannya Roh-roh iblis itu di Lembah Arwah.

__ADS_1


Bersambung.


Note: Dungeon (ruang bawah tanah)


__ADS_2