God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Ajal Dewi Pesona.


__ADS_3

Bab 143. Mengeksekusi Dewi Pesona.


Dewa Binatang tertawa karena permintaan Dewi Aura. Tiba-tiba tubuhnya membesar, tanda akan meledakkan diri sendiri. Tindakannya yang akan bunuh diri jelas mengejutkan semua orang yang segera menjauhinya dengan panik.


Ketiga Taois dan kedua calon Pelindung Alam Semesta lebih cepat menjauhi Dewa Binatang, lalu disusul oleh Kaisar Langit dan seluruh pendukungnya. Siapapun tahu orang yang memiliki kekuatan di atas Half Super Omega, dan berniat untuk meledakkan diri, sudah pasti Bulan Nordic bisa hancur berkeping-keping. Setingkat Divine Realm bisa terluka jika terkena ledakan bunuh diri kekuatan itu.


Boom...


Ledakan memekakkan telinga ketika tubuh Dewa Binatang meledak. Bulan Nordic berguncang hebat, muncul retakan di mana-mana. Anehnya, ledakan bunuh diri itu tidak menghancurkan Bulan Nordic.


Yang belum disadari oleh semua orang, ternyata Dewa Binatang yang meledakkan diri sendiri bukan yang asli, melainkan tubuh ganda-nya. Sebelumnya, setelah menangkap ketiga Dewi, dia buru-buru berteleportasi dan muncul di Kerajaan Anarym untuk menjemput Putri Floryn dan Putri Bella.


Tian Lihua dan semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwanya, sampai dibuat geleng-geleng kepala karena tertipu oleh Dewa Binatang. Mereka pikir Dewa Binatang benar-benar akan bertarung dengan musuh. Oleh sebab itu, Tian Lihua meminta izin untuk membantu Dewa Binatang.


Segera Dewa Binatang menemui Putri Floryn dan Putri Bella. Kebetulan mereka sedang berada di luar istana melihat ke arah Bulan Nordic karena fenomena kemunculan Pagoda Berlian.


"Lindungi putri kami, kita akan tetapi di Benua Peliades!" ujar Raja Salome yang menolak keinginan Dewa Binatang, dia telah mendengar berita dari Kerajaan Caladon.


Dewa Binatang menghela nafas panjang, lalu dia berpikir sejenak. Dia tidak tenang jika meninggalkan keluarga di tempat ini, yang mana pasti akan menjadi sasaran musuhnya.


Setelah berpikir sejenak, Dewa Binatang berkomunikasi telapati dengan Raja Unatti dan Raja Salome. Dia membuat rencana, dan Kedua raja itu mengangguk paham.


"Hati-hati!" ucap Raja Unatti.


"Tentu! Saya pergi dulu!" pamit Dewa Binatang dan menghilang bersama kedua istrinya dihadapan mertua.


Sepeninggalan Dewa Binatang, Raja Salome dan Raja Unatti menyiapkan pasukannya untuk menguasai Kerajaan Caladon....


...****************...


Taois Xian dan banyak orang sangat marah telah tertipu. Mereka tahu telah ditipu karena tidak melihat serpihan tubuh Dewa Binatang, bahkan tidak ada jejak aura kekuatan yang seharusnya masih tertinggal setelah bunuh diri.


Taois Xian segera memerintahkan kepada Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa untuk mengepung Benua Peliades. Dewa Petarung dan Dewa Pemusnah tidak ketinggalan, mereka terlebih dahulu bergerak menuju ke Benua Peliades.


"Yang Mulia Kaisar Langit, Maharaja Yaksa, Anda jangan ikut, tetap bersamaku!" perintah Taois Xian, lalu melihat kedua rekannya, "kita buat Formasi Segel Langit."


Taois Chen dan Taois Lim yang paham segera menyebar, mengepung Benua Peliades. Demikian juga dengan Taois Xian yang telah bergerak terlebih dahulu. Mereka membentuk formasi segitiga.


Setelah memerintahkan pasukan beserta penduduknya, Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa mengikuti Taois Xian...


...****************...


Kedatangan tentara Langit dan tentara Asyura membuat penghuni Benua Peliades ketakutan. Setiap Dewa pendukung Kaisar Langit membawa lima ribu prajurit, mereka berpencar dan memerintahkan prajurit Langit untuk mencari keberadaan Dewa Binatang.


Kaisar Hernades Celosia dan istrinya (Azalea Aurora) mengeluarkan jutaan prajurit yang disembunyikan di dalam Dunia Jiwanya. Mereka berpisah agar lebih mudah menangkap Dewa Binatang.

__ADS_1


Demikian juga dengan Kaisar Kun, Ancestor Adalvino Altair, Kaisar Bowen, Kaisar Lei, Dewa Api Phoniex dan Raja Guang juga mengeluarkan pasukannya. Semua jenderal juga sama, tidak ada satupun orang penting berdiam diri.


Penghuni Benua Peliades menjadi tenang karena kedatangan mereka bukan untuk membuat kekacauan, melainkan mencari Dewa Binatang. Mereka pikir kedatangan orang dari Alam Suci terkait dengan kematian Raja Eluned, Raja Vlad dan Raja Datura...


Saat ini, Dewa Binatang berada di dalam Dunia Jiwanya, tepatnya berada di kamar pribadi seorang diri, dia memegang kubus energi kekuatan jiwa. Sedangkan Putri Floryn dan Putri Bella berkumpul bersama dengan Tian She Meili.


Dewa Binatang memejamkan mata sambil mengeluarkan kekuatan jiwa untuk memeriksa titik seukuran partikel atom, tepatnya titik Dunia Jiwa milik Dewi Kasih.


Energi kekuatan jiwa memasuki Dunia Jiwa milik Dewi Kasih. Mengetahui hal itu, membuat Dewi Kasih menjadi panik, ia dengan sekuat tenaga mengeluarkan energi spiritual untuk memblokir energi lain.


Akan tetapi, sekuat apapun tenaganya tidak mampu memblokir kekuatan jiwa yang telah masuk ke dalam Dunia Jiwanya. Dengan pasrah Dewi Kasih berbicara, "apa yang kamu inginkan?"


Dewa Binatang sedikit terkejut melihat penampilan Dewi Kasih, lebih cantik dari sebelumnya. Tidak hanya cantik saja melainkan jauh lebih muda, seperti usia 17 tahun. Dia melihat struktur tulang Dewi Kasih, dan memang berbeda dari sebelumnya. Selain itu, kekuatannya juga naik 1 level.


"Kecantikanmu sebanding dengan Yuna Aurora!" pujian Dewa Binatang sambil muncul di hadapan Dewi Kasih.


Dewi Kasih segera menjauhinya, namun tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali. Sungguh aneh di Dunia Jiwanya tidak bisa lagi bertindak sesuka hati, dan menebak jika ini pengaruh kekuatan lawan.


"Jika kau membunuhku, guruku tidak akan melepaskanmu!" Dewi Kasih hanya bisa mengandalkan nama besar Dewi Aura, tujuannya agar Dewa Binatang melepaskan dirinya.


"Tidak takut sedikitpun!" ucap Dewa Binatang sambil memeriksa seluruh Dunia Jiwa milik Dewi Kasih dengan kekuatan jiwanya, namun dia tidak menemukan Pagoda Berlian.


Dewi Kasih dengan jelas merasakan Dunia Jiwanya sedang diperiksa, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menatap tajam Dewa Binatang.


"Kenapa kau kejam seperti ini?" selidik Dewi Kasih yang ingin tahu motif musuhnya.


"Setiap orang di Alam Suci, tahu kekejamanmu yang membantai banyak kehidupan!"


Dewa Binatang tertawa karena tuduhannya. Setelah tertawa dia berkata, "kalian justru lebih banyak membunuh kehidupan dengan alasan keadilan dan keseimbangan. Tuduhan kalian tidak ada bukti. Walaupun ada, aku hanya membantai musuhku, tidak lebih dari itu!"


Setelah berbicara, dia muncul di depan mata Dewi Kasih, lalu menyentuh dahinya dan seketika membuatnya pingsan. Dewi Kasih yang tubuhnya tidak bisa digerakkan hanya bisa pasrah, pasrah akan kematian.


Dewa Binatang segera membopong tubuh Dewi Kasih lalu keluar dari Dunia Jiwa. Dia menyerahkan Dewi Kasih kepada Yuna Aurora.


"Tugas kalian untuk membuatnya sadar akan kebusukan Kaisar Langit," kata Dewa Binatang kepada Yuna Aurora yang sedang berkumpul dengan semua istri utamanya.


"Tenang saja, kami tahu apa yang harus lakukan!" jawab Yuna Aurora sambil memegang punggung Dewi Kasih.


"Apa rencanamu untuk menangani mereka?" tanya Tian Lihua yang siap kapanpun melawan Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa.


"Masih ada dua wanita lagi yang belum aku selidik Dunia Jiwanya!" jawab Dewa Binatang dan menghilang dari hadapan istrinya.


Semua wanita hanya bisa tersenyum melihat suaminya tidak mau sedikitpun berdiam diri...


Dewa Binatang muncul di dalam Dunia Jiwa milik Dewi Kedamaian. Seperti Dewi Kasih, Dewi Kedamaian hanya bisa pasrah ketika Dewa Binatang masuk ke tempat privasinya.

__ADS_1


"Kenapa kau membunuhnya?" tanya Dewi Kasih yang mengira Dewa Binatang membunuh sahabatnya.


Dewa Binatang tidak peduli dengannya, dia mencari keberadaan Pagoda Berlian. Namun, tidak menemukan Pagoda Berlian. Dia menebak jika Dewi Pesona yang membawanya.


Seperti halnya yang dialami oleh Dewi Kasih, Dewa Binatang membuat Dewi Kedamaian pingsan dan membopongnya. Lalu menyerahkannya kepada Tian Shuwan. Kemudian, dia menghilang lagi dan muncul di kamar pribadinya.


Seperti sebelumnya, dia dengan mudah masuk ke dalam Dunia Jiwa milik Dewi Pesona. Seketika dia kegirangan melihat Pagoda Berlian yang berukuran besar dan menjulang tinggi, setingkat gedung 100 lantai.


Dewi Pesona seperti halnya kedua seniornya, tubuhnya tidak bisa digerakkan sedikitpun. Ia pasrah menerima ajalnya, tahu hari ini sudah pasti mati.


"Apa permintaan terakhirmu?" tanya Dewa Binatang sambil mengalirkan energi kekuatan jiwa yang memasuki Pagoda Berlian.


Dewi Pesona meneteskan air mata penyesalan karena dulunya telah membunuh Dewa Binatang. Ia tidak sedikitpun mengira hari ini harus merelakan nyawanya. Belum sampai menikmati hasil jerih payahnya, tetapi sudah diambil di depan mata.


Dewi Pesona melihat Pagoda Berlian menjadi kecil seukuran lengan pria dewasa, dan menghilang dari pandangan matanya. Ia tahu Pagoda Berlian telah dimiliki oleh musuhnya.


"Bunuh ... Jiwaku tanpa rasa sakit!" pinta Dewi Pesona sambil menangis.


"Dikabulkan!" jawab Dewa Binatang dan lenyap dari hadapannya, dia muncul kembali di dalam kamar pribadinya.


Tubuh Dewi Pesona bisa digerakkan kembali dan seketika berlutut sambil menangis. Dengan kekuatan jiwa, Dewa Binatang mengabulkan permintaan terakhirnya. Mengalirkan energi kekuatan jiwa untuk mengeksekusi Dewi Pesona.


Boom...


Tubuh Dewi Pesona meledak dan mati untuk selamanya, bahkan ia tidak sedikitpun merasakan sakit. Dewa Binatang membuang nafas lega telah membalas dendam.


Kemudian, dia menemui semua istri utamanya yang sedang mengelilingi Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih. Lalu dia menyerahkan Pagoda Berlian kepada Tian Lihua yang segera menerimanya dengan wajah berseri-seri.


"Dengan Pagoda Berlian ini, kekuatan kita bisa lebih cepat meningkat," kata Dewa Binatang sambil melihat kedua tawanannya yang menangis setelah mengetahui kebusukan Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa.


"Aku akan mengatur tempat untuk Pagoda Berlian ini," ucap Tian Lihua.


"Apa rencanamu untuk menangani mereka?" tanya Yuna Aurora.


"Nanti kalian akan tahu!" jawab Dewa Binatang yang menghilang dari hadapan semua istrinya.


Yuna Aurora menghela nafas panjang, ia berharap suaminya berbelas kasih terhadap kedua orang tuanya yang salah jalan...


Saat ini, Dewa Binatang berada di wilayah yang jauh dari Kerajaan Anarym, berada di wilayah Kerajaan Datura. Dia menyamar sebagai seorang pria paruh baya ahli penyihir, dengan membawa tongkat sihir yang diberikan oleh Dao Li Xia.


Tongkat sihir Kepala Suku Pohon telah disempurnakan dengan menggunakan bahan material Batu Alam yang berasal dari Mysterious Land. Tongkat itu diberikan nama Wand Of Despair (Tongkat Keputusasaan), Artefak Bintang 7 tahap puncak.


Wand Of Despair, ujung tongkatnya berbentuk bulat semi kapak. Di tengah bulat itu terukir kepala serigala, Tongkat Keputusasaan berwarna hitam, dengan ujung bawah yang runcing. Memiliki dua fungsi, menyerang jarak dekat dan jauh.


Karena Wand Of Despair inilah Dewa Binatang lama tinggal di dalam Dunia Jiwanya, selama 3 tahun waktu dunia jiwa...

__ADS_1


Baru saja muncul di wilayah Ibu Kota Kerajaan Datura, dia melihat Dewa Kemalasan yang sedang baru saja masuk ke Ibu Kota. Namanya Bola-Peor. Wujudnya menyerupai pria muda yang tampan, tetapi wujud yang sebenarnya sangat mengerikan, iblis berjenggot yang mempunyai tanduk dan kuku tajam. Tetapi dia juga bisa menjelma sebagai seorang wanita cantik jelita untuk mencari pengikut baru.


__ADS_2