
Bab 232. Infomasi Penting Dari Omniverse.
Karena portal dimensi tertahan oleh Formasi Array, kedua tangan Omniverse berusaha untuk membukanya. Dampaknya, Formasi Array bergetar hebat karena tekanan kuat dari Portal Dimensi yang dipaksa untuk terbuka.
Dewa Abadi segera berdiri dan mendekati Formasi Array buatannya. Kemudian, dia melekatkan telapak tangan kanannya pada dinding Formasi Array, lalu mengeluarkan energi Kekuatan Jiwanya untuk memperkuat Formasi Kurungan.
Setelah diperkuat, Formasi Kurungan menjadi stabil. Semua orang yang melihat bernafas lega. Tetapi, Omniverse masih terus berusaha untuk membuka lebar portal dimensi agar bisa keluar dari kehampaan.
"Siapkah pasukan!" perintah Mahaguru Lu kepada para jenderal yang selalu mendampingi rajanya, namanya lengkapnya adalah Chen Luxu, dipanggil dengan nama Mahaguru Lu.
Ada 10 Mahaguru yang berkumpul di belakang Dewa Abadi, mereka berasal dari marga Chen dan Hu. Empat Mahaguru adalah ayah angkat dari pria muda yang dibunuh oleh Bai Ge, namun mereka tahu kesalahan anaknya sehingga tidak menuntut Dewa Abadi untuk bertanggung jawab. Bagi mereka, kematian anak angkatnya merupakan kehendak Alam Semesta yang selalu adil.
"Kumpulkan semua kultivator yang sudah siap untuk bertarung!" sekali lagi Mahaguru Lu memberikan perintah kepada Raja Chen dan Raja Hu.
Lucunya, Mahaguru Lu ikut meminum minuman beralkohol, bahkan saat ini masih membawanya. Setelah memberikan perintah, ia menenggak minuman itu.
Yang perlu diketahui, Kasta Mahaguru dikhususkan untuk menjaga Pagoda Berlian, mereka tidak akan ikut bertarung jika portal dimensi terbuka. Yang akan bertarung adalah semua pemimpin, pasukan kerajaan dan kultivator.
Sedangkan penghuni wilayah Dinasti Yao, jelas mendukung Raja Yao, dan berharap agar Dewa Perusak penciptanya bisa keluar dari segel. Mereka siap mati demi Dewa Perusak.
Kedua raja itu segera mematuhi perintah Mahaguru Lu yang merupakan pemimpin dari Kasta Mahaguru. Di bawah Kasta Mahaguru, tidak ada satupun orang berani menolak perintah Mahaguru.
Omniverse menatap tajam Dewa Abadi yang selalu melihatnya. Lalu melihat ke arah Putri Lique. Ditatap oleh Omniverse, tubuh Putri Lique gemetaran karena ketakutan. Namun, tubuhnya menjadi kaku, kedua bola matanya menjadi putih.
Swosh...
Tiba-tiba Putri Lique menyerang Dewa Abadi dari belakang. Namun, oleh Mahaguru Hu Samhok segera dicegah dengan menutup mata Putri Lique dengan tangan kanannya. Chen Yeon Mei, Hu Yue Lian dan Putri Jiyan sangat kaget dengan tindakan Putri Lique.
Dewa Abadi yang tahu Putri Lique dihipnotis tidak sedikitpun khawatir karena adanya Mahaguru di belakangnya, dia fokus mengalirkan energi Kekuatan Jiwa untuk menahan tekanan portal dimensi.
"Jangan melihat matanya, mata Omniverse mampu menghipnotis targetnya!" peringatan dari Mahaguru Sam - Hu Samhok.
Karena wanita tergolong lemah lembut dan mudah terpengaruh sehingga Omniverse mampu mengendalikan tubuh wanita. Ketiga wanita muda itu segera mengalihkan pandangannya pada Dewa Abadi.
Sedangkan Putri Lique segera sadar dari pengaruh Omniverse. Dia kebingungan dengan dirinya yang seakan-akan lemah dan bergerak sendiri.
"Lebih baik, kalian tinggalkan tempat ini!" perintah Mahaguru Sam agar keempat wanita muda ini tidak dikendalikan oleh Omniverse. Dengan berat hati, keempat wanita itu pergi menuju ke Pagoda Berlian.
Namun, dicegah oleh Dewa Abadi dengan berkata, "gunakan ini agar tidak terhipnotis!"
Dia melemparkan empat kacamata hitam kepada Putri Jiyan yang dengan cekatan menerimanya. Lalu membagikan kepada ketiga sahabatnya. Mereka segera mengenakan kacamata hitam, lalu mengeluarkan cermin untuk melihat penampilannya.
__ADS_1
Bai Ge melihat keempat wanita itu yang mengenakan kacamata hitam, lebih cakep dan bergaya. Lalu dia meminta kepada Dewa Abadi, "aku juga bisa terhipnotis, berikan aku benda itu!"
Dewa Abadi tertawa karena membayangkan burung Merpati Putih mengenakan kacamata hitam, sungguh lucu dilihatnya. Dan lagi, sekuat Creator Of The Universe tidak mungkin terhipnotis oleh Omniverse.
Para Mahaguru geleng-geleng kepala melihat Dewa Abadi dan Bai Ge yang masih sempat bercanda disaat situasi genting seperti ini. Namun, mereka juga memakluminya karena kekuatan mereka berada di bawah Dewa Abadi dan Bai Ge.
"Bagaimana, apakah aku yang sekarang lebih cantik?" tanya Hu Yue Lian tanpa malu kepada Dewa Abadi.
Dewa Abadi melihatnya, lalu berkata, "lebih cantik lagi jika kamu telanjang!"
Sontak ucapan Dewa Abadi membuat Bai Ge dan Mahaguru tertawa. Hu Yue Lian memukul lengan Dewa Abadi sekeras mungkin karena kesal, dia ini seorang wanita yang senang dipuji, tetapi diperlakukan seperti ini.
Mata Omniverse berkedip-kedip karena melihat musuhnya ini tidak takut dengannya, padahal dirinya dulu ditakuti oleh banyak orang di seluruh alam semesta. Namun, saat bertemu dengan Dewa Abadi, dia seperti bukan apa-apa.
"Roarr...!!" raungan Omniverse karena marah.
Sayangnya, mulutnya tidak berada tepat di lubang portal dimensi, sehingga hembusan nafas tidak mempengaruhi orang yang berada di luar portal dimensi. Namun, suaranya tetap memekakkan telinga bagi mereka yang kekuatannya lemah.
Hu Yue Lian dan ketiga sahabatnya menutup telinganya dengan menggunakan kedua tangan. Mereka menjauhi Dewa Abadi yang tidak sedikit terpengaruh oleh suara raungan.
Dewa Abadi menatap mata Omniverse, lalu berbicara dengan menggunakan telepati, "siapa yang memberikan perintah? Ada berapa banyak mahkluk sepertimu?"
Yang tidak terduga, Omniverse bisa diajak berbicara, dan membalas komunikasi telepati dari Dewa Abadi.
"Lebih banyak dari jumlah rambutmu, lebih banyak dari pasir di lautan. Sehelai rambut Yang Mulia Dewa Perusak yang terpotong-potong, setiap potongan rambut adalah kami. Kami selalu ada di kehampaan, tempat kami berevolusi, dan berkembang biak dengan energi kegelapan. Kami adalah Pasukan Kegelapan yang sebenarnya. Kau pernah membunuh salah satu dari kami, tetapi kami akan tetap selalu hidup...!"
Dengan bangga Omniverse mengungkapkan semuanya kepada Dewa Abadi sebagai mahkluk ciptaan Dewa Perusak. Dia tidak sadar telah terpancing dengan pertanyaan sederhana dari Dewa Abadi.
Dewa Abadi mendengarkan ocehan Omniverse, dia mengingat tindakan Dewa Pencipta yang meniup sehelai rambut yang merupakan perwujudan dari Omniverse. Pada waktu itu, sehelai rambut seketika lenyap dimusnahkan oleh Dewa Pencipta.
Karena Omniverse merupakan manifestasi dari Dewa Perusak, seluruh tubuh bisa menjadi jutaan Omniverse. Jika kukunya terlepas, maka akan hidup Omniverse baru. Jika secuil daging terkelupas, maka dagingnya juga menjadi Omniverse. Inilah yang maksud perkataan Omniverse dihadapan Dewa Abadi.
Karena manifestasi dari Dewa Perusak, semua Omniverse bisa dikendalikan oleh Dewa Perusak, melakukan perintahnya, dan semua ini atas perintah Dewa Perusak. Omniverse itu tidak membicarakan tentang Dewa Langit dan Dewa Surgawi. Intinya, dia mengagung-agungkan Dewa Perusak.
"Kau memang hebat!" pujian Dewa Abadi setelah Omniverse dihadapannya ini berhenti mengoceh.
"Tetapi, tetap saja kau butuh bantuan dari Dewa Langit dan Dewa Surgawi, lemah!" cemoohan Dewa Abadi yang ingin memancing kemarahan Omniverse.
"Siapa yang lemah, hah?! Mereka hanya budak Pencipta-ku, sudah seharusnya melayani kami?!" bentakan keras dari Omniverse yang tidak terima dihina oleh Dewa Abadi.
Untung saja mereka berkomunikasi telapati sehingga bentakan keras dari Omniverse tidak didengar oleh semua orang. Namun mereka melihat Dewa Abadi menatap mata Omniverse tanpa berkedip. Putri Lique kelelahan memukuli lengan Dewa Abadi yang tidak sedikitpun kesakitan.
__ADS_1
"Huh, menjengkelkan!" gerutu Putri Lique sambil mengelus kepalan tangan yang merasakan sakit memukuli lengan Dewa Abadi, dia seperti memukuli benda logam.
Para Mahaguru melihat kepalan tangan Putri Lique yang menjadi berwarna merah, mereka menahan tawa. "Sudah tahu kekuatan Creator Of The Universe tubuhnya lebih keras lagi benda logam, masih saja dipukuli!" batin Mahaguru.
Kekuatan Putri Lique dan ketiga sahabatnya jelas sangat jauh dari Dewa Abadi, kekuatan mereka masih berada di tingkat True Delta, dan jelas bukan tandingan Dewa Abadi.
Usia muda telah mencapai kekuatan True Delta dikarenakan adanya Energy Primordial, jika mereka berada di galaksi lain, jelas kekuatan mereka tidak mungkin mencapai ketinggian seperti saat ini...
Dewa Abadi tersenyum mengejek dan semakin membuat Omniverse marah. Lalu dia berkata dengan nada ketus, "walaupun mereka budak, tetap saja kalian membutuhkan mereka!"
Omniverse berusaha keras untuk melebarkan portal dimensi, namun sekuat apapun tidak mampu membukanya. Lalu ia berkata berkomunikasi telepati dengan Dewa Abadi, "masih ada 231 titik portal dimensi. Jika kami tidak bisa keluar dari sini, kami bisa melewati portal dimensi yang lainnya. Tapi sebelum kami, kau semut, harus menghadapi budak-budak kami!"
Setelah berbicara, Omniverse menutup lubang portal dimensi. Dalam sekejap, lubang itu tertutup, tetapi masih ada titik koordinat yang bisa terbuka sewaktu-waktu.
Kecuali Dewa Abadi, semua orang yang berada di belakangnya membuang nafas lega karena Formasi Array mampu menghentikan Omniverse yang membuka portal dimensi. Mereka pikir hari ini akan dimulai peperangan besar, namun masih bisa ditunda.
"Tetap bersiap-siap!" Perintah Dewa Abadi kepada semua orang di belakangnya, dia paham dengan ucapan Omniverse.
Mahaguru Lu berinisiatif untuk bertanya kepada Dewa Abadi, "kira-kira, ada berapa banyak mahkluk itu?"
Dewa Abadi membalikkan badan dan melihat Mahaguru Lu, lalu menjawab, "apakah Anda bisa menghitung pasir di lautan? Jika tidak, jumlah mereka lebih banyak dari pasir di lautan!"
Nafas mereka tertahan setelah Dewa Abadi memberikan jawaban tentang jumlah Omniverse. Dibandingkan dengan jumlah penghuni di dua wilayah, jelas kalah jumlah dan pastinya akan kewalahan menghadapi Omniverse.
"Buat Formasi Array di setiap titik, nanti saya yang akan mengaktifkannya!" perintah Dewa Abadi kepada semua orang.
Mahaguru mematuhi perintah Dewa Abadi, walaupun berstatus lebih tinggi. Mereka membuang ego untuk menghentikan semua ini, dan Dewa Abadi menjadi tumpuan harapan semua orang di Tiga Alam.
Raja Hu datang bersama dengan banyak kultivator yang sudah siap untuk menghadapi lawan, mereka datang bersamaan dengan para jenderal yang membawa pasukan.
Tidak berselang lama, Raja Chen juga datang bersama dengan banyak pasukan dan kultivator. Mereka segera bekerja sama membuat Formasi Array di titik portal dimensi yang berjumlah 101 di luar wilayah Daratan Pagoda Berlian. Itu belum termasuk yang berada di wilayah Dinasti Anwuzhi, jumlahnya mencapai 130 titik portal dimensi.
Satu demi satu, Dewa Abadi mengaktifkan Formasi Kurungan dengan energi Kekuatan Jiwanya. Selama pengaktifan yang perlahan mengurangi energi Kekuatan Jiwa, Dewa Abadi tersenyum karena menolak keinginan Kitab Suci.
Seandainya dia membawa semua reinkarnasi dari istrinya yang berada di Alam Tianwu, sudah pasti tidak bingung memikirkan cara untuk mengisi energi Kekuatan Jiwa yang perlahan terkuras. Akhirnya, dia tahu tujuan Kitab Suci yang sebenarnya.
Tetapi di sisi lain hatinya, dia tidak ingin istrinya mengalami hal buruk seperti dulu, dia ingin istrinya memulai hidup baru tanpa dirinya, hidup baru bersama dengan pria lain yang bisa membuat mereka lebih bahagia.
Setelah mengaktifkan Formasi Kurungan yang ke-57, Dewa Abadi beristirahat di dalam Pagoda Berlian dan mengisi ulang energi Kekuatan Jiwanya. Melihat Dewa Abadi yang kelelahan dan pucat, Mahaguru Lu, Raja Chen dan Raja Hu segera menyusul Dewa Abadi.
Hu Yue Lian dan ketiga sahabatnya juga mengikuti Dewa Abadi, mereka ingin membantunya, walaupun tidak tahu harus bertindak seperti apa.
__ADS_1