God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kematian Dewa Samudera Obsidian.


__ADS_3

Bab 106. Kematian Dewa Samudera Obsidian.


Dewa Samudera Obsidian dengan jelas merasakan kekuatannya yang mengalir ke telapak tangan Dewa Binatang. Karena tidak ingin kekuatannya diambil, dia dengan segera mengeluarkan seluruh kekuatan dengan tujuan menjauhkan musuhnya ini.


Letupan energi keluar dari tubuh Dewa Samudera Obsidian sehingga sedikit mendorong tubuh Dewa Binatang. Terlepas tangan Dewa Binatang dari punggung Dewa Samudera Obsidian.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Dewa Binatang yang segera memecahkan batu giok teleportasi. Sayangnya, alat pelariannya tidak berhasil digunakan karena terblokir oleh domain energi milik Dewa Binatang.


Karena gagal kabur, Dewa Samudera Obsidian berinisiatif untuk menyerang lawannya dengan melepaskan pukulan berenergi berkali-kali. Dia berharap ada kesempatan lain untuk kabur dari musuhnya.


Pukulannya berbentuk kepalan tangan air yang melesat ke arah musuhnya. Serangan itu tidak membuat Dewa Binatang menghindar, malahan diam melihat serangannya.


Rentetan ledakan energi spiritual yang mengenai lawannya. Dewa Samudera Obsidian tidak menghentikan serangannya karena tahu lawannya lebih kuat...


Qiaofeng yang tahu suaminya marah, sudah berkumpul dengan saudarinya. Saat ini, mereka sudah menjauh dari lokasi suaminya yang sedang diserang oleh Dewa Samudera Obsidian, mereka dekat dengan pesisir pantai.


Ketika serangan Dewa Samudera Obsidian membentur target, gelombang kejut memicu air tsunami yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Dengan sigap, Qiaofeng mengangkat Trisula Dewi Air untuk membekukan gelombang tsunami.


Sedangkan Dewa Binatang, cukup menggunakan perisai energi untuk memblokir serangan dari Dewa Samudera Obsidian, dan tidak sedikit serangan lawan mengenai tubuhnya.


Sebenarnya, Dewa Binatang dengan mudah mengalahkan musuhnya, namun sengaja membuat lawan kehabisan energi. Baru setelah itu, dia akan lebih mudah mengekstrak kekuatan lawannya.


"Percuma saja seranganmu ini," ucap Dewa Binatang yang melihat Dewa Samudera Obsidian tak henti-hentinya menyerangnya.


Tahu jika serangannya ini tidak mungkin mengalahkan musuhnya, Dewa Samudera Obsidian berniat meledak dirinya sendiri, tujuannya agar bisa bereinkarnasi kembali tanpa harus berkultivasi dari awal.


Melihat tubuh Dewa Samudera Obsidian yang mulai membesar, Dewa Binatang dengan jelas mengetahui tujuannya. Sebelum musuhnya meledak diri sendiri, dia segera bertindak.


Dia menghilang dan muncul di belakang Dewa Samudera Obsidian yang masih menyerang sambil mempersiapkan diri untuk bunuh diri.


Merasakan tangan di punggungnya, Dewa Samudera Obsidian jelas terkaget-kaget, dia tidak habis pikir bagaimana mungkin lawannya memiliki kecepatan tinggi di luar nalar seperti ini. Jika menggunakan kemampuan dalam berteleportasi, masih bisa dirasakannya, tapi pergerakan lawannya tidak sedikitpun diketahui.

__ADS_1


"Sekuat apa orang ini?" Dewa Samudera Obsidian yang sempat membatin, padahal nyawanya diujung tanduk.


"Ampuni aku, Dewa Binatang!" mohon Dewa Samudera Obsidian yang tidak bisa lagi melepaskan diri dari musuhnya, bahkan ingin kabur ke dalam Dunia Jiwanya juga tidak bisa.


Dan itu dikarenakan tubuhnya tidak bisa digerakkan, sebab telapak tangan milik Dewa Binatang yang menyentuh punggungnya.


Dewa Binatang tidak menggubris permohonan musuhnya, dia segera mengekstrak kekuatan lawannya ini. Dia sudah memberikan kesempatan kepada musuhnya tetapi malah tidak diterima dengan baik.


"Arghh...!!" teriakkan Dewa Samudera Obsidian saat kekuatan diekstrak, terasa sangat sakit melebihi apapun.


Teriakkan kesakitan itu terdengar sangat keras, siapapun yang mendengarnya ikut merasakan rasa sakitnya, sungguh memilukan hati setiap orang.


Karena kekuatannya diekstrak, tubuh Dewa Samudera Obsidian yang berpenampilan tua menjadi makin tua dan lemah. Teriakkannya berubah menjadi tangisan yang keras. Hingga akhirnya, tubuhnya tinggal tulang dan kulit, sebentar lagi dia akan menemui ajalnya.


"Karena kesalahanmu yang tidak terlalu besar... Aku tidak akan memusnahkan jiwamu! Di kehidupan mendatang, jadilah orang yang baik dan juga bijak!" ucap Dewa Binatang yang masih berbelas kasihan kepada Dewa Samudera Obsidian.


Akhirnya, Dewa Samudera Obsidian pun mati, jiwanya melesat ke langit setelah tidak ada lagi domain energi milik Dewa Binatang.


Dewa Binatang melihat kepergian Dewa Samudera Obsidian yang akan menuju ke Alam Jiwa, alam yang tersembunyi dari siapapun, dan juga misterius.


"Bagaimana caranya bisa ke sana?" tanya Dewa Binatang sambil tangannya membawa bola kristal yang berasal dari kekuatan Dewa Samudera Obsidian.


"Hanya keturunan dari cahaya yang bisa memasukinya!" jawab Yuna Aurora.


Dewa Binatang membalikkan badan untuk melihat istri-istrinya, dan berhenti kepada Yuna Aurora si Dewi Cahaya. Dia tahu maksud perkataan Yuna Aurora, sebab istrinya inilah yang selalu membantu setiap kali bereinkarnasi.


"Lord Dark Matter dan Alam Jiwa.... Menurut kalian, yang mana lebih misterius?" tanya Dewa Binatang kepada kakak-kakaknya dan Yuna Aurora.


Tian Lihua segera menjawab mewakili semua saudarinya, "ini seperti Yin dan Yang, kedua-duanya sama-sama melengkapi. Tetapi, seperti yang dikatakan adik Yuna, untuk memasuki wilayah Lord Dark Matter dan Alam Jiwa, harus memiliki garis darah yang sama. Jika dengan paksa masuk ke wilayahnya, siapapun jiwanya akan mati!"


Dewa Binatang mengembangkan senyuman tipis, bukan maksudnya untuk meremehkan perkataan Tian Lihua mengenai hal ini, tetapi Lord Dark Matter dan Alam Jiwa jauh dari pemikirannya. Saat ini, dia hanya ingin menuntaskan masalah yang dibuat oleh Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa.

__ADS_1


Kemudian, Dewa Binatang memberikan bola kristal kepada Qiaofeng, lalu kembali melihat ke langit. Semua istrinya mengikuti arah pandang matanya.


"12 galaksi akan membentuk garis sejajar, tanda Peperangan Global akan segera terjadi. Apa yang akan kamu lakukan kepada Galaksi Arcadia?" tanya Tian Mei Yin yang ingin tahu rencana Dewa Binatang selanjutnya.


Di langit, atau tepatnya di luar angkasa, Dewa Binatang dan istrinya melihat bintang yang merupakan galaksi akan membentuk garis lurus. Jarak antara galaksi itu seperti membentuk rasi bintang Pisces.


"Menurut kalian, apakah layak galaksi ini masih tetap berada di tata surya?" tanya balik Dewa Binatang yang ingin mengetahui pendapat semua istrinya.


Qin Diao Chin segera menjawab mewakili semua saudarinya, "masih layak untuk hidup. Kesalahan beberapa orang tidak harus melibatkan orang-orang yang tak berdosa. Orang-orang yang mengikutimu, mereka adalah orang-orang yang bisa diandalkan dan dipercayai. Mereka yang tidak ikut, biarkan mereka berkembang dengan sendirinya."


Setelah Qin Diao Chin selesai menjawab, Yuna Aurora memeluk suaminya, lalu ia bertutur kata dengan lembut, "jangan jadikan hatimu menjadi gelap! Kegelapan akan membutakan hati nurani. Aku suka kamu yang selalu riang dan penuh jenaka. Jadilah diri sendiri dan jangan mengikuti hati yang penuh dendam!"


Dewa Binatang tersenyum manis sambil memeluk erat tubuh Yuna Aurora, serta melihat semua istrinya yang mengangguk sebagai bentuk dukungan atas perkataan Yuna Aurora.


"Baiklah, Galaksi Arcadia aku serahkan kepada kalian bagaimana masa depannya. Setelah semua beres, kita pergi dari sini dan menuju ke Galaksi Kecebong. Aku ingin tahu apakah Ancestor Adalvino Altair masih di sana atau sudah berkumpul di Alam Suci,"


Setelah berbicara, Dewa Binatang dan istrinya kembali ke markas sementara...


...****************...


Samudera Obsidian kembali tenang setelah Dewa Samudera Obsidian mati secara tragis.


Sedangkan Dewa Api Phoniex, Raja Guang dan seluruh keturunannya buru-buru kabur menuju ke Alam Suci. Mereka meninggalkan banyak harta kerajaan karena ketakutan, tapi harta yang paling berharga tetap dibawa.


Altar dimensi juga dihancurkan agar tidak digunakan oleh Dewa Binatang, mereka khawatir diikuti dengan menggunakan altar.


Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Galaksi Kecebong. Dewa Binatang belum mengetahui jika Ancestor Adalvino Altair telah meninggalkan Planet Kecebong. Saat ini, Planet Kecebong dikuasai oleh rekan dari Raja Arwah, dikenal dengan sebutan Raja Dark Matter.


Di Planet Arcadia, Dewa Binatang meluangkan waktu selama 7 Minggu, tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada istrinya dalam membuat rencana bagi penghuni di planet ini. Sha Meyleen, Putri Liangyi, Mao Zedong dan Putri Liangyi yang menjadi kaki tangan semua istrinya, tetapi sebatas sebagai sambung lidah, atau sebagai perantara saja.


Selama itu, Dewa Binatang diam-diam membuat rencana yang tidak diketahui oleh semua istrinya, di mana dia membuat rencana cadangan jika sesuatu yang tak terduga terjadi di masa depan. Dan Galaksi Arcadia, adalah tempat bagi masa depannya jika hal buruk terjadi nanti.

__ADS_1


Setelah waktu 7 Minggu lebih berlalu, Dewa Binatang meninggalkan Galaksi Arcadia, setelah memberikan segel keluarga besarnya kepada anggota keluarga baru yang mengikutinya...


...****************...


__ADS_2