God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Melawan Hou Dao dan Fu Zhu.


__ADS_3

Bab 176. Melawan Hao Dao dan Fu Zhu.


Dewa Abadi telah berada di dunia bawah tanah. Dihadapannya, ada seekor anjing yang menyerupai Singa, memiliki tiga ekor yang berbentuk ular, leher berbulu lebat seperti Singa, ukuran tubuhnya lebih besar dari Singa, warna tubuhnya keemasan yang berapi-api.


Anjing itu dikenal dengan sebutan Hou Dao, nama lainnya adalah Bintang Leo.


Hao Dao berbaring di atas tumpukan tulang kultivator yang dibunuhnya. Dia terbangun dan menguap saat merasakan kedatangan Dewa Abadi.


"Sudah lama aku menunggu penantang! Apakah kau siap menjadi makananku?" ujar Hao Dao sambil berjalan ke arah Dewa Abadi.


"Hanya seekor anjing saja? Apakah tidak ada yang lain?" tanya Dewa Abadi tanpa ada maksud untuk meremehkan, melainkan keheranan karena hanya ada satu musuh. Dia pikir akan melawan banyak raksasa seperti yang sudah-sudah.


"Bangsatt! Aku bukan anjing, aku Leo?! Lihat tumpuk tulang itu, walaupun aku sendiri, aku bisa membunuhmu?!" bentakan keras dari Hao Dao yang tidak terima dengan ucapan Dewa Abadi.


Swosh...


Hao Dao melesat ke arah Dewa Abadi saat sudah dekat, dia mengayunkan cakarnya yang tajam. Melihat serangannya yang seakan-akan lambat, Dewa Abadi sedikit menggeser tubuhnya ke kanan, lalu memukul perutnya.


Boom...


Ledakan teredam ketika pukulan Dewa Abadi mengenai perut Hou Dao yang langsung terpental. Hao Dao berguling-guling karena terlalu kuatnya pukulan lawannya.


Dewa Abadi mengerutkan keningnya karena kepalan tangannya sedikit terasa sakit. Sudah dipastikan tubuh lawannya sangat keras. Dia melihat Hao Dao kembali menyerangnya


Karena kecepatan Dewa Abadi melebihi lawan, dia dengan mudah menghindar dan memukuli bagian kepala Hao Dao. Suara dentuman keras ketika pukulan bersarang telak di tubuh lawannya.


Hao Dao berkali-kali jatuh bangun, tetapi tetap saja kembali menyerang tanpa mempedulikan luka dan rasa sakitnya. Tetapi kali ini Dewa Abadi mengeluarkan Pedang Semesta.


Sling...


Tubuh Hao Dao terbelah menjadi dua bagian dalam sekali tebasan. Namun, Dewa Abadi sedikit terkejut karena melihat dua tubuh lawannya dengan cepat meregenerasi. Saat ini, ada dua Hao Dao.


Mengetahui kemampuan Hao Dao yang menjadi banyak ketika tubuhnya terbelah, Dewa Abadi akhirnya tahu kenapa banyak kultivator meregang nyawa karena lawannya mampu menggandakan diri. Segera dia mengalirkan energi Kekuatan Jiwa di pedangnya.


Dua Hao Dao yang akan menyerang Dewa Abadi segera berhenti karena merasakan kekuatan yang mengerikan pada Pedang Semesta. Muncul nalurinya untuk bertahan hidup, dia segera kabur.


Swosh... Boom boom...


Ledakan energi ketika dua Hao Dao terkena bilah Pedang Semesta. Seketika tubuhnya menjadi serpihan kunang-kunang, dan dalam sekejap mata menghilang.


Saat ini, Dewa Abadi melihat sekelilingnya yang hanya ada daratan berumput, tidak ada apapun selain tumpukan tulang kultivator dan bebatuan.


"Bagaimana kita keluar dari sini?" Dewa Abadi keheranan karena tidak ada pintu maupun sesuatu yang bisa digunakan sebagai alat transportasi untuk menuju ke tempat berikutnya.


"Suami, lihat itu di depanmu!" sahut Yuna Aurora.


Lalu, Dewa Abadi melihat di tanah tempat terakhir bagi Hao Dao sebelum mati. Ada sebuah Kristal Energi bergambar Hao Dao. Dengan telekenisis, Kristal Energi itu melesat ke arah tangannya.


Dewa Abadi melihat Kristal Energi bergambar Hao Dao dengan teliti. Dia merasa energi besar yang terkandung di dalamnya. Tetapi energi itu tidak banyak meningkatkan kekuatannya.

__ADS_1


"Kita memiliki Kristal Energi bergambar, milik Bai Ze, Gemini dan Gorgon," kata Chen Yeon yang mengeluarkan Kristal Energi bergambar Gemini.


Dia dan semua orang masih berada di dalam Dunia Jiwa, melihat apapun yang terjadi di luar. Lalu, Hu Yue Yan juga mengeluarkan Kristal Energi bergambar Bai Ze (Taurus). Tian Shuwan juga mengeluarkan Kristal Energi bergambar Gorgon (Virgo).


Muncul di telapak tangan Dewa Abadi tiga Kristal Energi bergambar yang diberikan oleh mereka bertiga. Kemudian, dia meletakkan Kristal Energi bergambar Hao Dao di telapak tangan kanannya.


Seketika keempat Kristal Energi itu mengeluarkan sinar yang melesat ke langit. Dewa Abadi melihatnya, yang mana di langit muncul lubang hitam.


"Mungkin itu pintu menuju ke tempat berikutnya!" tebakan Tian Li Xia, putri dari Dao Li Xia dan Dewa Abadi.


Baru saja Tian Li Xia berbicara, tubuh Dewa Abadi terhisap ke dalam lubang hitam. Dan dalam sekejap mata, dia telah berada di tempat lain. Kali ini, dia berada di tempat padang rumput hijau yang sangat luas.


Semua orang menjadi tahu jika untuk menuju ke tempat berikutnya harus mengumpulkan semua Kristal Energi bergambar.


Sambil menyimpan keempat Kristal Energi bergambar, Dewa Abadi melihat bukit yang tidak terlalu tinggi. Di atas puncak bukit itu ada seekor binatang yang sangat aneh; tubuhnya menyerupai binatang Griffin, tetapi keempat cakarnya seperti serigala, kepalanya menyerupai binatang Rusa yang memiliki sepasang tanduk domba, memiliki sepasang sayap.


Ukuran tubuhnya lebih besar tiga kali lipat dari Hao Dao, bulu-bulu seputih salju yang terlihat sangat lembut dan halus. Gerakannya yang mondar-mandir di puncak bukit terlihat elegan.


"Itu mahkluk Aries," kata Chen Yeon.


Binatang Aries disebut juga dengan nama Fu Zhu, salah satu dari Four Disaster Beast. Fu Zhu mampu menghipnotis targetnya dengan suaranya yang indah.


Baru saja Chen Yeon memberitahukan kepada Dewa Abadi dan semua orang, binatang Aries itu mengembik layaknya suara kambing. Suaranya tidak sesuai dengan fisiknya yang aneh.


Seandainya semua orang berada di luar Dunia Jiwa, sudah pasti akan terjebak ke dalam ilusi saat Fu Zhu mengembik. Tetapi bagi Dewa Abadi, suaranya itu tidak sedikitpun mempengaruhinya karena memiliki Kekuatan Jiwa.


Fu Zhu turun dari bukit menuju ke arah Dewa Abadi, gerakan berlenggak-lenggok. Dewa Abadi tersenyum melihat tingkahnya yang seolah-olah memperlihatkan keindahan tubuh.


Selain itu, Dewa Abadi merasakan dengan jelas aura kekuatan lawannya yang berada di tingkat The Realm Of Eternal Darkness, jauh lebih kuat dari Hao Dao. Fu Zhu bisa saya menjadi seorang pria, tetapi dia menggunakan fisik wanita untuk memikat hati lawannya yang seorang pria.


"Sudah lama aku tidak bertemu dengan manusia! Tampan, maukah kau menemaniku selamanya di sini?" ucap Fu Zhu dengan nada lembut dan mampu menggoyahkan iman kaum pria.


Setiap kultivator yang menerima tantangan ini, tidak pernah satupun yang mampu mengalahkan Hao Dao. Oleh karena itu, Fu Zhu sangat kesepian selama bertahun-tahun.


Dewa Abadi berjalan mundur karena waspada terhadap serangan mendadak. Namun, Fu Zhu tiba-tiba muncul di belakangnya. Fu Zhu membelai bahu Dewa Abadi, lalu berjalan memutari dan berhenti di depannya.


"Aku mencium feromon dari Celestial Snake! Apakah dia berada di Dunia Jiwamu?" tanya Fu Zhu sambil mengendus-endus tubuh Dewa Abadi.


"Dia istriku, mau apa?" selidik Dewa Abadi dengan nada ketus.


Fu Zhu tersenyum manis melihat keseriusan Dewa Abadi, dia berkata dengan genit, "santai saja jangan tegang!"


Dewa Abadi segera menjauhinya sebelum dagunya disentuh oleh Fu Zhu. Fu Zhu tertawa kecil melihat ketakutan lawannya.


"Jika dia bisa menjadi istrimu, seharusnya aku juga bisa menjadi istrimu! Temani aku di sini, ya?" rayuan Fu Zhu yang ingin menjadikan Dewa Abadi pasangan Dao-nya.


"Jika ada jalan keluar dari sini untuk menuju ke tempat berikutnya, bisa saja kau menjadi istriku. Tetapi, jika tidak ada, aku terpaksa harus membunuhmu!" ungkap Dewa Abadi dengan nada tegas, dia jelas tidak mungkin mau berada di tempat ini.


Fu Zhu terkejut dengan pernyataannya, dan jelas tahu maksudnya. "Memang tidak ada jalan keluar dari tempat ini selain seperti yang kau ucapkan. Tetapi, aku juga tidak mau mati!"

__ADS_1


Swosh...


Fu Zhu langsung menyerang Dewa Abadi dengan tangan kanan mengepal. Dengan jarak yang sangat dekat, jelas Dewa Abadi tidak sempat menghindari pukulannya.


Namun, tiba-tiba Fu Zhu berhenti saat kepalan tangannya berada tepat di hidung Dewa Abadi. Hembusan angin dari pukulannya, membuat rambut Dewa Abadi bergoyang-goyang.


"Aku juga sebenarnya tidak mau terjebak di tempat ini, aku ingin bebas menikmati hidup!" ungkap Fu Zhu dengan nada sedih, lalu membalikkan badan agar Dewa Abadi tidak melihat kedua matanya yang akan menangis.


Walaupun sebagian mahkluk rasi bintang, Fu Zhu juga memiliki keinginan seperti kehidupan di manapun. Dia juga ingin sekali seperti Celestial Snake.


Dewa Abadi tidak sedikitpun mempercayai ucapannya karena tidak pernah menghadapi situasi seperti ini saat melawan empat rasi bintang yang sudah-sudah.


"Apakah kau tahu siapa orang yang memperalat dirimu dan yang lainnya?" selidik Dewa Abadi.


"Seandainya tahu, tidak mungkin aku berada di sini!" jawab Fu Zhu sambil berjalan menuju ke bukit.


"Aku harus membunuhmu untuk keluar dari sini!"


Setelah berbicara, Dewa Abadi mengeluarkan Pedang Semesta dan melesat ke arah Fu Zhu. Adanya bahaya mengancam nyawa, Fu Zhu mencabut satu tanduknya, dan membalikkan badan untuk menangkis serangan lawan.


Big bang...


Dentuman keras ketika Pedang Semesta berbentuk dengan tanduk. Setelah berbenturan, mereka berdua terdorong mundur beberapa ratus meter dengan mata saling berpandangan.


"Jika kau mau berjanji, kau bisa keluar dari sini!" ungkap Fu Zhu sebelum Dewa Abadi kembali menyerangnya.


Mendapatkan jalan lain tanpa harus susah payah bertarung, jelas membuat Dewa Abadi mengurungkan niatnya untuk menyerang.


"Bagaimana caranya?" tanya Dewa Abadi.


Fu Zhu menancapkan tanduknya di kepala, lalu ia menjawab, "yang kau butuhkan hanya Kristal Energi, bukan? Aku bisa mengeluarkannya, tapi itu sama saja melemahkan diriku bahkan membuatku mati! Kau sudah pasti pahami maksudku!"


Fu Zhu tahu Dewa Abadi berniat untuk membunuhnya karena harus mendapatkan Kristal Energi bergambar. Ia juga tahu saat mengendus-endus tubuh Dewa Abadi beberapa saat lalu, dan mencium aroma dari empat rasi bintang yang sudah dikalahkan.


"Janji seperti apa?" tanya Dewa Abadi.


"Buatkan aku tubuh baru untuk tempat jiwaku bersemayam. Selama dalam proses pemulihan kekuatanku, kau harus berjanji untuk selalu melindungiku. Apakah kau bisa?"


Di dalam hati, Dewa Abadi jelas sangat senang jika solusinya sesederhana ini. Membuatkan tubuh untuk Fu Zhu adalah hal yang sangat mudah baginya. Tidak perlu dia, dengan semua istrinya bekerjasama juga bisa membuatnya.


"Aku, Dewa Binatang Yang Abadi, selalu melindungimu di saat lemah!" janji Dewa Abadi.


Fu Zhu tersenyum manis karena bisa hidup bebas. Dia melambaikan tangan kiri dan muncul gambaran tubuh baru yang sesuai dengan keinginannya.


"Aku ingin menjadi wanita sejati seperti ini! Setelah kau membuatkan tubuh baru, jiwaku akan memasukinya!" jelas Fu Zhu.


Dewa Abadi dan semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwa melihat gambaran energi membentuk tubuh ideal seorang wanita yang diinginkan oleh Fu Zhu. Dewa Abadi segera berkomunikasi dengan semua istrinya untuk membuatkan tubuh baru.


"Berikan aku waktu 7 hari untuk membuat tubuh baru untukmu!" pinta Dewa Abadi dan segera duduk bersila.

__ADS_1


Fu Zhu mengangguk paham. Lalu dia mendekati Dewa Abadi dan ikut duduk. Dewa Abadi segera memejamkan mata karena khawatir pikirannya menjadi macam-macam saat melihat tubuh wanita ini.


__ADS_2