God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kelicikan Permaisuri Qiao.


__ADS_3

Bab 239. Kelicikan Permaisuri Qiao.


Permasuri Qiao berjalan perlahan mendekati Dewa Abadi. Lalu muncul air yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Dalam sekejap mata, tubuh telanjang telah tertutupi pakaian berwarna krem dengan perpaduan warna emas. Dia juga mengenakan mahkota melingkari kepala yang terbuat dari emas dan dihiasi dengan berlian.


Swosh...


Dewa Abadi terkejut karena Permasuri Qiao menyerangnya dengan sangat cepat.


Boom...


Ledakan energi spiritual ketika dua kepalan tangan saling berbenturan. Mereka berdua mempertahankan kepalan tangan yang saling memberikan tekanan kuat.


Sedangkan Bai Ge, sebelum pukulan beradu, dia segera berubah menjadi Merpati Putih, dan terbang memutari kepala Dewa Abadi.


Di dalam hati, Dewa Abadi tidak menyangka wanita ini memiliki kekuatan yang sedikit lebih tinggi darinya, beda satu level. Kekuatan Permasuri Qiao jauh lebih kuat daripada Raja Yao. Untungnya saja dia segera bereaksi untuk menahan pukulan Permasuri Qiao.


Karena tekanan kuat saling berbenturan, lantai yang dipijak oleh Dewa Abadi muncul retakan. Saat Permasuri Qiao meningkatkan sedikit kekuatannya, lantai yang dipijak oleh Dewa Abadi langsung amblas ke dalam.


Tidak ingin kalah dari seorang wanita, Dewa Abadi juga meningkatkan kekuatannya, sehingga lantai yang dipijak oleh Permasuri Qiao juga amblas ke dalam tanah.


Tiba-tiba Permasuri Qiao menghilang, lalu diikuti oleh Dewa Abadi yang juga menghilang. Mereka berdua muncul di lautan kering, saling berhadapan dengan jarak 100 meter.


"Jadi Anda orang yang dengan sengaja memancingku?" selidik Dewa Abadi.


Sebelum Dewa Abadi menuju ke Istana Kerajaan Yao, dia dan Bai Ge merasakan aura kekuatan yang samar-samar. Setelah beradu pukulan berenergi, Dewa Abadi merasakan aura kekuatan milik Permasuri Qiao sama dengan yang ada di lautan kering.


Permasuri Qiao hanya mengangguk sebagai jawaban. Memang benar dirinya adalah pemilik aura kekuatan yang dirasakan oleh Dewa Abadi.


Yang menjadi pertanyaan besar di hati Dewa Abadi, kenapa Permasuri Qiao yang kuat mau bersekutu dengan Dewa Langit dan Dewa Surgawi?


"Apa tujuanmu? Dan apa tujuan mereka? Apakah kau juga menghendaki Dewa Perusak bebas?" cecar Dewa Abadi.


"Seperti yang kuinginkan sesaat lalu!" jawab Permasuri Qiao yang menginginkan Dewa Abadi menjadi suaminya.


"Tidak tertarik!" tolak Dewa Abadi dengan tegas.


Lalu dia membalikkan badan dan berjalan menuju ke Daratan Pagoda Berlian. Jika semua pertanyaan tidak dijawab, dia juga tidak peduli, sebab lambat laun akan mengetahuinya sendiri. Yang perlu dilakukannya, hanya sabar menunggu musuh menunjukkan batang hidungnya.


Ditolak mentah-mentah oleh Dewa Abadi, Permaisuri Qiao jelas tidak terima, sebab baru kali ini dirinya ditolak oleh seorang pria. Karena tidak terima, dia menghilang dan muncul di depan Dewa Abadi.


Boom...


Ledakan energi spiritual ketika dua orang itu saling beradu pukulan. Akibatnya semua orang yang mendengar dan merasakan dua aura saling berbenturan, segera berdatangan.


"Wanita aneh!" ucap Dewa Abadi keheranan.


Baru pertama kali bertemu dan tiba-tiba mengajak menikah, jelas siapapun orangnya tidak akan mau, apalagi situasinya saat ini tidak mendukung untuk menerima keinginan Permasuri Qiao.

__ADS_1


Dari segi penampilannya, jika situasi damai dan tidak terjadi sesuatu, sudah pasti siapapun prianya itu tidak mungkin menolak ajakan Permasuri Qiao yang cantik.


Permasuri Qiao memutar tubuhnya dengan kaki kanan mengarah ke kepala Dewa Abadi. Namun, Dewa Abadi menepis kaki lawan dengan tangan kanan, lalu segera mundur beberapa puluh langkah dalam satu kali lompatan ke belakang.


Namun, lawannya segera kembali menyerang dengan kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya. Dewa Abadi kembali menangkis setiap serangan Permasuri Qiao, tanpa sedikitpun membalas serangannya.


Bai Ge terbang memutari medan pertarungan mereka berdua, dia tidak membantu Dewa Abadi karena mereka tidak terlihat serius, masih dalam penjajakan kelebihannya masing-masing.


Semua orang yang berada di Daratan Pagoda Berlian sedang melihat pertarungan dua orang itu. Dengan pertarungan ini, merupakan kesenangan setiap orang, mereka dengan semangat menonton pertarungan antara Dewa Abadi dan Permaisuri Qiao.


Menurut catatan sejarah, Permaisuri Qiao adalah murid terkecil dari Dewa Perusak. Lalu dinikahkan dengan Raja Yao. Berhubung Raja Yao lebih lemah, dia hanya dijadikan boneka bagi Permaisuri Qiao.


Lucunya lagi, pernikahan hanyalah status saja, dan mereka berdua tidak pernah berhubungan badan layaknya suami-istri. Raja Yao dibebaskan oleh Permaisuri Qiao untuk menikah lagi. Intinya, Raja Yao bukanlah penguasa Dinasti Anwuzhi, melainkan Permaisuri Qiao dari Kasta Mahaguru adalah penguasanya.


Karena kekuatan Permasuri Qiao itulah yang membuat pihak Dinasti Fandui dan Dinasti Shandui segan untuk mencari masalah. Untung saja Dewa Abadi datang sehingga mereka mendapatkan dukungan kuat.


Gerakan mereka berdua seperti kilat saat bertarung di udara. Kekuatan berada di bawah mereka hanya melihat kilatan petir yang saling beradu. Suara dentuman keras ketika tubuh saling beradu, membuat telinga semua orang berdenging.


Lambat laun mereka berdua mulai serius bertarung, membuat Bai Ge semakin terbang tinggi. Walaupun Dewa Abadi kalah satu level, dia masih mampu mengimbangi serangan dari Permaisuri Qiao.


Tiba-tiba Permaisuri Qiao meningkatkan kekuatannya. Lalu menghilang dan muncul di atas kepala Dewa Abadi dengan tubuh menukik ke bawah. Kepalan tangannya yang akan mengenai kepalanya, segera tahan oleh Dewa Abadi dengan tangan kanannya.


Namun, kaki kanan Permasuri Qiao melesat sangat cepat ke arah pinggang kiri Dewa Abadi.


Dhummm.... Swosh... Boom...


Permaisuri Qiao menatap ke bawah, dia tidak segera menyerang Dewa Abadi. Setelah debu menghilang, ia melihat Dewa Abadi berjongkok sambil menatap tajam ke arahnya.


Dewa Abadi berdiri, lalu membersihkan pakaiannya yang terkena tendangan lawan. Tidak ada sedikitpun rasa sakit karena tangan kirinya masih bisa menahan tendangan. Dia terjatuh karena tekanan kuat dari lawannya yang unggul satu level.


"Burung kecil, jangan ikut campur! Jika dia kalah, dia harus mau mengikuti kemauanku!" peringatan Permaisuri Qiao kepada Bai Ge.


"Kau bukanlah lawannya!" sahut Bai Ge yang tahu kemampuan Dewa Abadi belum sepenuhnya dikeluarkan.


"Hasilnya akan diketahui setelah bertarung!" balasan Permaisuri Qiao yang belum mengeluarkan semua kemampuannya untuk melawan Dewa Abadi.


"Apa katamu? Apakah kita membuat kesepakatan?!" bentakan Dewa Abadi yang tidak terima dengan keinginan Permaisuri Qiao yang seenaknya sendiri.


Permaisuri Qiao tertawa ringan sambil menutup mulut dengan tangan kirinya. Lalu dia menghilang dan muncul tepat dihadapan Dewa Abadi, dan mereka berdua bisa merasakan nafas masing-masing.


Dewa Abadi segera mundur dan sudah jauh dari Permaisuri Qiao dalam sekali langkah kaki ke belakang. Sekali lagi, Permaisuri Qiao muncul di hadapannya, dan nafas kembali dirasakan mereka berdua.


Karena jengkel, Dewa Abadi tiba-tiba mencium bibir Permaisuri Qiao, dengan kedua tangan memeluk lehernya. Dan disambut hangat oleh Permaisuri Qiao, yang juga melingkarkan kedua tangan dileher Dewa Abadi.


Akan tetapi, walaupun mereka berciuman, kedua lutut mereka saling beradu, mengarah kepada organ intimnya masing-masing. Setiap kali lutut saling beradu, suara dentuman keras terdengar karena terlalu kuatnya mereka berdua.


Semua orang dengan serius melihat kedua lutut mereka saling beradu dan mengunci lawan. Mereka tidak melihat adegan mereka yang berciuman. Hanya empat wanita muda yang melihat mereka berciuman, cemburu jelas karena mencinta Dewa Abadi. Keempat wanita itu adalah Hu Yue Lian, Chen Yeon Mei, Putri Lique dan Putri Jiyan.

__ADS_1


Kedua pertarungan itu segera saling menjauh. Lalu terlihat darah di sudut bibir mereka. Mereka saling menggigit lidah lawannya sehingga mengeluarkan darah segar.


"Lumayan ... Cuman sedikit kurang berpengalaman!" ejekan Dewa Abadi setelah merasakan ciuman Permaisuri Qiao.


Permaisuri Qiao tersenyum dan tidak sedikitpun tersinggung, sebab dia memang kurang berpengalaman, ciuman ini baru juga pertama kali sepanjang perjalanan hidupnya.


"Fisikmu kuat walaupun masih muda!" pujian Permaisuri Qiao yang usianya jauh lebih tua dari Dewa Abadi. Dia sudah hidup di zaman Dewa Perusak sebelum disegel.


Usia tua juga berpengaruh besar pada perkembangan kekuatan tulang. Semakin tua seperti kultivator, semakin kuat seluruh tulang tubuhnya yang selalu menyerap energi.


Jika manusia biasa, kebalikan dari kultivator. Semakin tua manusia, maka tulangnya semakin rentan terhadap benturan sekecil apapun, apalagi manusia yang tidak pernah mengolah tubuhnya (olahraga).


"Aku malas bertarung denganmu, tidak ada untungnya!" ucap Dewa Abadi dengan jujur.


Jika dia mau benar-benar serius, dia akan segera mengeluarkan Kekuatan Jiwa Semesta untuk mengalahkan lawan lebih cepat. Tidak perlu bertele-tele seperti ini.


Dewa Abadi menghilang dan muncul di Daratan Pagoda Berlian. Namun, Permaisuri Qiao tidak melepaskan orang yang sudah dipilihnya, ia segera menghilang dan menghadang jalan Dewa Abadi.


Semua orang di Daratan Pagoda Berlian segera melesat ke arah altar segel agar tidak rusak jika mereka berdua kembali bertarung di tempat ini.


"Apa maumu?" tanya Dewa Abadi dengan nada ketus karena selalu dihalangi oleh Permaisuri Qiao.


"Kalahkan aku, maka aku tidak akan mengganggumu dan menjawab semua pertanyaanmu! Jika kamu kalah, seperti yang kukatakan tadi!" tantangan Permaisuri Qiao.


Dewa Abadi mengerutkan keningnya karena tidak ada untung baginya untuk bertarung selain mendapatkan jawaban. Lalu dia melihat ke arah semua orang yang berkumpul melindungi altar segel.


"Apakah dia seperti ini?" tanyanya kepada Mahaguru Sam dan yang lainnya. Mereka semua dengan kompak mengangguk sebagai jawaban.


Bai Ge bertengger di puncak Pagoda Berlian 20 lantai, melihat Dewa Abadi yang kesal karena dikejar-kejar oleh Permaisuri Qiao. Seandainya, dirinya diperbolehkan oleh Dewa Abadi untuk merubah wujud sebagai seorang wanita, sudah pasti akan ikut campur dengan memamerkan kecantikannya. Bahkan akan menggantikan Dewa Abadi melawan Permaisuri Qiao.


"Baiklah!" keputusan Dewa Abadi yang menerima tantangan dari Permaisuri Qiao.


Dia segera menghilang dan muncul di lautan kering, tempat semula bertarung. Permaisuri Qiao segera mengikuti dan sudah saling berhadapan.


Tanpa basa-basi lagi, Dewa Abadi akhirnya mengeluarkan Kekuatan Jiwa Semesta. Segera awan hitam berdatangan dari segala arah. Semua orang melihat ke langit, yang mana awan hitam itu disertai petir, dan angin berhembus sangat kencang.


Kemudian, Tiga Alam berlahan mulai bergetar, tanah muncul retakan. Penghuni Tiga Alam mulai panik karena ini bukanlah bencana, melainkan akibat Kekuatan Jiwa Semesta.


"Dewa, hentikan! Dia menginginkan Anda merusak altar segel!" peringatan Mahaguru Sam dengan suara keras agar Dewa Abadi tidak menggunakan semua kemampuannya.


Mendengar peringatan Mahaguru Sam, Dewa Abadi segera mengurungkan niatnya untuk menggunakan Kekuatan Jiwa Semesta. Seketika alam kembali menjadi normal, awan hitam perlahan menjauh dari atas lautan kering, dan angin berhembus dengan lembut.


Permaisuri Qiao tertawa karena Dewa Abadi tidak bisa menggunakan kekuatan penuh. Dia tidak sedikitpun takut melihat tatapan tajam dari Dewa Abadi yang terlihat sangat marah.


Bai Ge menghela nafas panjang karena tidak bisa melihat kehebatan Dewa Abadi dalam menggunakan Kekuatan Jiwa Semesta.


"Kau sengaja menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan Tiga Alam, licik?!" kegeraman Dewa Abadi.

__ADS_1


Jika dia tidak segera dicegah oleh Mahaguru Sam, sudah pasti akan mengeluarkan Kekuatan Jiwa Semesta gelang kesembilan. Seandainya itu terjadi, sudah pasti bencana Tiga Alam akan sama seperti di Alam Kudus.


__ADS_2