God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Melawan Scorpio Taotie.


__ADS_3

Bab 179. Melawan Scorpio Taotie.


Waktu pun berlalu dengan cepat setelah pertarungan antara Dewa Abadi dan Qiong Qi. Dunia yang menjadi tempat bertarung disebut Planet Zhera, yang berasal dari Local Interstellar.


Di Planet Zhera, kehidupannya tidak jauh berbeda dengan Bumi, dan tidak ada namanya kekuatan supranatural seperti yang dimiliki oleh kultivator. Tetapi ilmu bela diri tetap ada dan sebatas memperkuat fisik, memperdalam pemahaman tentang skill bersenjata, strategi dalam pertempuran dan lain sebagainya.


Di planet ini, tidak ada orang yang bisa terbang layaknya seorang kultivator. Jika ada orang yang bisa terbang dan menggunakan kekuatan supranatural, orang itu dianggap sebagai dewa.


Oleh karena itu, ketika terjadinya bencana yang dibuat oleh BI Fang dan Qiong Qi, penghuni Planet Zhera tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawannya. Untung saja, Planet Zhera terlepas dari bencana karena kedatangan Dewa Abadi.


Kuil pemujaan terhadap Dewa Abadi, diberi nama Kuil Dewa. Di dalam kuil tempat Dewa Abadi memulihkan kondisinya, ada beberapa orang yang setiap hari selalu membersihkan kuil.


Ada wanita tua dan gadis kecil usia 7 tahun. Nenek dan cucunya itu selalu tinggal di depan Kuil Dewa, mereka berdua ingin sekali memberikan penghormatan terhadap Dewa Abadi, tetapi selalu diusir dengan alasan mereka berdua adalah orang miskin.


Padahal, nenek dan cucu itu adalah anggota keluarga dari penguasa Planet Zhera. Ayah gadis kecil itu adalah seorang kaisar yang dibunuh oleh BI Fang. Nenek itu tidak pernah sekalipun menunjukkan identitas yang sebenarnya, sebab masa lalu putranya sangat dibenci oleh masyarakat semasa menjadi seorang pemimpin.


Sampai pada akhirnya, nenek itu meninggal dunia karena penyakit, meninggalkan cucunya yang baru berusia 10 tahun. Gadis itu berjuang seorang diri di dunia yang penuh ketidakadilan, ia akan melakukan apapun demi sesuap nasi.


Satu hal yang tidak pernah luntur di hati gadis kecil itu, ia selalu berusaha untuk masuk ke dalam Kuil Dewa. Ketika malam tiba, gadis kecil itu menyelinap masuk ke kuil, menangis sejadi-jadinya dihadapan Dewa Abadi. Dia mengutarakan keluhannya, dan selalu berulang-ulang diucapkannya.


Setiap kali gadis kecil itu meluapkan kesedihannya, dia selalu mendapat kekuatan untuk bertahan hidup di dunia ini. Setelah lelah menangis, dia selalu tertidur di pangkuan Dewa Abadi yang seperti patung. Saat hari menjelang pagi, gadis kecil itu buru-buru keluar dari kuil, melakukan aktivitas seperti biasa, menjual bunga dan dupa di depan Kuil Dewa.


Gadis kecil itu beranjak dewasa, wajahnya yang tidak terawat dan tidak menarik perhatian kaum pria. Namun, ketika menemui Dewa Abadi, penampilannya berubah menjadi wanita cantik layaknya seorang putri kerajaan.


Penampilannya akan kembali jelek ketika beraktivitas, wajah diolesi dengan arang, pakaiannya yang tidak layak. Hingga usianya 17 tahun, tidak ada satupun orang yang tahu jika gadis kecil itu keturunan langsung dari penguasa Planet Zhera. Dia dikenal dengan sebutan gadis buruk rupa, dan dia juga selalu menggunakan nama Zhelma.


Hingga suatu hari di sore hari, ketika Zhelma membersihkan diri di sungai yang tidak jauh dari Kuil Dewa, ada empat pria muda yang kebetulan melewati sungai. Mereka melihat Zhelma yang ternyata berwajah cantik.


Melihat kecantikannya, siapapun pria sudah pasti dibuat mabuk kepayang. Keempat pria muda itu segera mengepung Zhelma, mereka memiliki niat buruk. Zhelma jelas panik karena tidak bisa bela diri.


Sebelum diperkosa oleh keempat pria itu, Zhelma menceburkan dirinya ke sungai, padahal dia tidak bisa berenang. Keempat pria muda itu tertawa melihat Zhelma yang akan tenggelam, tidak ada sedikitpun rasa kasihan.


"Dewa, tolong!" ucap Zhelma sambil meronta-ronta agar tidak tenggelam.


Dua pria muda itu melemparinya dengan batu agar segera tenggelam. Hingga akhirnya Zhelma pun tenggelam, mulutnya kemasukan air dan perlahan memejamkan mata.


"Dewa, kenapa, kenapa hal-hal buruk selalu terjadi padaku!" batin Zhelma penuh kesedihan, tubuhnya tersentak karena paru-paru kemasukan air.


"Sayang sekali! Jika dia mau melayani kita, dia besok masih bisa hidup dan terus melayani kita!" sesal salah satu dari keempat pria itu.


Ketiga temannya tertawa dan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke kuil. Mereka tidak peduli dengan keadaan Zhelma.

__ADS_1


Boom..


Namun, baru saja akan melangkah kaki, mereka terkejut karena Kuil Dewa meledak hingga hancur berkeping-keping. Orang-orang yang berada di dalam tidak diketahui lagi nasibnya.


Dari ledakan itu, melesat sinar yang sangat cepat dan masuk ke dalam sungai tempat Zhelma tenggelam. Keempat pria muda itu melihatnya dengan raut wajah ketakutan. Kemudian, muncul lubang hitam di langit yang membuat penghuni Planet Zhera ketakutan.


Keempat pria itu melihat seseorang pria tampan yang keluar dari sungai sambil membopong Zhelma. Lalu melayang di atas permukaan air. Melihat wajah yang sangat dikenali, keempat pria itu langsung berlutut dengan tubuh gemetaran. Dan pria tampan itu adalah Dewa Abadi.


"Kalian mencelakai Putriku!" kegeraman Dewa Abadi yang sudah menganggap Zhelma sebagai anak karena kesetiaannya.


Walaupun Dewa Abadi selama ini memejamkan mata, dia tahu apa yang terjadi di Planet Zhera, terutama mengetahui perjalanan Zhelma dan neneknya. Semua istrinya, Satria 12 Naga, Chen Yeon dan Hu Yue Yan juga tahu, mereka sangat menyukai Zhelma.


Setelah Dewa Abadi berbicara, tubuh keempat pria itu seketika meledak tanpa sempat berkata-kata. Kemudian, dia memasukkan Zhelma yang masih hidup kedalam Dunia Jiwanya. Tian Chunhua dan saudarinya merawat Zhelma, termasuk Fu Zhu yang sudah bangkit dan beraktivitas layaknya manusia.


Banyak orang yang berada di sekitar kuil melihat Dewa Abadi, mereka segera berlutut. Namun, Dewa Abadi tidak memperdulikan mereka karena selalu menghina Zhelma.


Dewa Abadi melesat masuk ke dalam lubang hitam. Setelah itu, lubang hitam menghilang. Banyak orang yang melihat kepergiannya...


Dewa Abadi telah berada di tempat lain yang gelap gulita, tempat yang tidak membuatnya terkejut karena mirip dengan Omniverse Magic World. Dihadapannya, berbaris mahkluk-mahkluk raksasa.


Tubuhnya seperti kalajengking, di kepalanya terdapat tanduk domba, memiliki banyak mata berukuran kecil, memiliki enam kaki runcing seperti halnya kalajengking, tetapi memiliki sepasang tangan cakar dan giginya seperti harimau. Suaranya terdengar seperti bayi yang menangis lirih.


"Itu adalah rasi bintang Scorpion," kata Fu Zhu yang mengenal mahkluk-mahkluk aneh itu.


Dewa Abadi tidak berkomentar apapun karena melihat sosok manusia yang berdiri tegak di belakang para raksasa, dia adalah Scorpion Taotie yang mampu berubah menjadi manusia walaupun tidak sempurna.


Di punggung Taotie terdapat enam benda runcing yang menyerupai kaki laba-laba, memiliki sepasang tangan dengan bentuk yang sama seperti di punggungnya.


"Sudah lama aku menunggu kedatangan seseorang untuk bersenang-senang. Baiklah, permainan segera dimulai. Aturannya sederhana, jika Anda mampu mengalahkan pasukanku ini, hadiah menarik menanti Anda," kata Taotie yang suaranya menggelegar keras.


"Hadiah apa itu?" tanya Dewa Abadi.


"Menjadi budakku, termasuk semua orang yang berada di Dunia Jiwamu!" jawab Taotie.


Dewa Abadi tidak heran jika Taotie mengetahui Dunia Jiwanya, justru dia tersenyum tipis karena hadiahnya sangat menggelikan.


"Bagaimana jika hadiah adalah Kristal Energi milikmu, bukankah itu lebih menarik!" sahut Dewa Abadi.


"Hahaha!!" Taotie tertawa keras karena tidak pernah menyangka Dewa Abadi akan meminta hal ini, "itu juga menarik, asal kau mampu melewati pasukanku!" ucapnya.


Setelah Taotie berbicara, pasukannya bergerak serempak menyerang Dewa Abadi. Namun yang mengejutkan Taotie, Dewa Abadi melewati semua pasukannya dengan sangat cepat, lalu tubuh pasukannya yang dilewati meledak.

__ADS_1


Taotie baru menyadari jika lawannya sangat kuat. Tidak butuh waktu lama, Dewa Abadi memusnahkan para raksasa. Taotie menggerakkan keenam tangan di punggungnya untuk membuat perlindungan diri karena Dewa Abadi melesat ke arahnya.


Boom...


Ledakan hebat ketika kepalan tangan Dewa Abadi memukul perisai musuhnya. Taotie terseret ke belakang dan wajah yang terlihat kesakitan karena keenam tangan hancur.


Namun, tangannya segera pulih kembali karena energi kegelapan, termasuk pasukannya yang hidup kembali dan menyerang Dewa Abadi.


"The Realm Of Eternal Darkness!" keterkejutan Taotie saat tahu kekuatan lawannya.


Dewa Abadi mengeluarkan Tubuh Ganda yang jumlahnya sama dengan para raksasa. Tubuh Ganda-nya bertarung dengan para raksasa, sedangkan Dewa Abadi menyerang Taotie.


Kali ini Taotie lebih siap, dia juga segera menyerang Dewa Abadi. Pertarungan mereka berlangsung lebih lama daripada melawan Qiong Qi. Yang membuat Dewa Abadi keheranan, tubuh musuhnya yang terluka dengan cepat meregenerasi karena menyerap energi kegelapan.


Dengan kekuatannya saat ini dan ditambah dengan kekuatan tempur, seharusnya musuhnya mudah dikalahkan, namun luka musuhnya selalu pulih. Hal ini yang membuat Dewa Abadi mulai tersudut karena energinya lambat laun terkuras.


"Suami, gunakan energi kita!" saran Yuna Aurora yang melihat pertarungan suaminya.


Sambil menyerang Taotie, Dewa Abadi menjawab dengan komunikasi telepati, "dengan kekuatanku, seharusnya dia sudah kalah. Cari solusi lain!"


Semua orang di Dunia Jiwanya segera memikirkan solusi untuk mengalahkan Taotie. Sayangnya, sekeras apapun mereka berpikir, tetap tidak menemukan solusi. Dewa Abadi kewalahan menghadapi Taotie, dia selalu menghindar serangan lawan tanpa menyerang balik karena menghemat energi.


Di saat tidak menemukan solusi, Batu Keabadian yang telah lama diam akhirnya memberikan solusi bagi tuannya.


"Penguasa, serap saja energi kegelapan untuk meningkatkan kekuatan! Gunakan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa. Dengan menyerap energi kegelapan, energi spiritual dan Kekuatan Jiwa juga akan dipulihkan!"


Mendapatkan solusi dari Batu Keabadian, Dewa Abadi tanpa banyak bicara segera mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa. Seluruh pori-pori tubuhnya dengan rakus menyerap energi kegelapan.


Taotie yang menyerangnya segera mundur karena terkejut melihat lawannya mampu menyerap energi kegelapan. Secara perlahan dia merasakan aura lawannya semakin kuat. Mendapatkan energi kegelapan, Dewa Abadi menyerang balik lawannya yang akan kabur.


Boom...


Ledakan energi ketika punggung Taotie terkena pukulan berenergi sehingga berlubang. Dia menghantam tanah dengan sangat keras. Sebelum luka lawannya pulih, Dewa Abadi menginjak-injak punggung Taotie sambil terus menyerap energi kegelapan.


Karena kalah cepat dalam menyerap energi Kegelapan, Taotie hanya bisa berteriak kesakitan karena lukanya diinjak-injak oleh Dewa Abadi. Tubuhnya secara perlahan mulai memudar karena kekurangan energi.


"Huff!" Dewa Abadi membuang nafas lega karena berhasil mengalahkan musuhnya, dia segera mengambil Kristal Energi bergambar Scorpion yang menjadi kunci menuju ke tempat berikutnya.


Setelah kekalahan Scorpion Taotie, dunia yang gelap gulita secara perlahan menjadi terang karena matahari tidak tertutup oleh kabut hitam. Dewa Abadi melihatnya sekelilingnya yang telah berubah menjadi padang tandus, padahal sebelumnya adalah dunia yang subur seperti Planet Zhera.


Dewa Abadi duduk bersila untuk memulihkan kondisinya setelah bertarung. Tidak seperti sebelumnya yang membutuhkan waktu lama untuk memulihkan diri, berkat energi kegelapan, dia memulihkan kondisinya selama dua hari...

__ADS_1


__ADS_2