God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Devil Hunter Firefox Versus Dewa Penghancur.


__ADS_3

Bab 124. Devil Hunter Firefox Versus Dewa Penghancur.


Dewa Binatang segera berubah wujud menjadi angin panas sebelum Dewa Penghancur masuk ke Lubang Neraka. Dia segera berteleportasi dan muncul di seberang lubang, jauh dari tempat musuhnya.


Di catatan milik Kepala Suku Dewa Api, Dewa Petarung berhasil mengambil bibit Api Semesta dengan cara bertarung, pertarungan terjadi selama dua hari tanpa henti.


Walaupun Devil Hunter Firefox lebih lemah dari Dewa Petarung dan Dewa Pemusnah, dia masih mampu mengimbangi mereka karena Api Semesta. Yang menarik perhatian Dewa Binatang, setelah pertarungan itu, Dewa Petarung memberikan Api Abadi kepada Devil Hunter Firefox, sebagai pertukaran untuk mendapatkan bibit Api Semesta.


Saat ini, Dewa Penghancur juga akan menggunakan cara dari kedua seniornya, dengan memberikan Api Kuno kepada Devil Hunter Firefox. Api Kuno berada di peringkat keempat, di atasnya adalah Api Jiwa, Api Penguasa, dan puncaknya adalah Api Semesta.


Devil Hunter Firefox tahu tujuan dari Dewa Penghancur, dia meningkatkan suhu panas Api Semesta agar tidak ada satupun orang yang masuk ke Lubang Neraka.


Suhu panas ekstrim segera dirasakan oleh semua penyihir, mereka bergegas menjauhi Lubang Neraka, termasuk Kepala Suku dan Dewa Api. Di dalam hati semua penyihir, mereka sangat kesal karena gangguan yang disebabkan oleh Dewa Penghancur.


Dewa Penghancur tersenyum sinis terhadap semua penyihir yang membencinya, dia segera menyelimuti tubuhnya dengan mengeluarkan kemampuan dalam mengendalikan Api Kuno. Setelah tubuhnya terlindungi, dia segera terjun ke dalam Lubang Neraka.


Dewa Binatang juga mengikutinya, tanpa diketahui oleh banyak orang, bahkan Dewa Penghancur tidak merasakan kehadirannya yang berada di belakang.


Ketika jarak kedalaman mencapai 100 km, suhu panas makin terasa, dan membuat pergerakan Dewa Penghancur melambat. Dia segera memaksimalkan kemampuannya dalam mengendalikan elemen Api Kuno.


Setelah tidak lagi merasakan panas Api Semesta, dia mempercepat pergerakannya. Dan, Dewa Binatang juga mengikutinya, menjadikan tubuh musuhnya sebagai tameng menahan panas ekstrim.


Di setiap dinding Lubang Neraka, Dewa Binatang melihat bebatuan yang menjadi emas, berlian dan permata, ada juga tanaman langka yang mengandung Elemen Api Semesta, tanaman yang tidak dimilikinya.


Karena mendapatkan Api Semesta lebih utama, Dewa Binatang akan mengambil tanaman langka itu setelah urusannya selesai.


Kembali pergerakan Dewa Penghancur melambat saat kedalaman telah mencapai 250 km, setengah jalan. Karena sudah pernah masuk ke dalam Lubang Neraka, untuk mengatasi hal ini, dia mengaktifkan zirah perang yang menutupi sekujur tubuhnya.


Kali ini, suhu panas Api Semesta tidak dirasakan oleh Dewa Penghancur, dan kembali bergerak, lebih cepat dari sebelumnya.


Sedangkan Dewa Binatang, dia tersenyum melihat musuhnya yang sudah kewalahan menghadapi suhu panas. Dia kembali mengikuti musuhnya, menjadi tubuh Dewa Penghancur sebagai tameng.


Dewa Binatang tidak sedikitpun khawatir diketahui oleh musuhnya, sebab suhu panas ekstrim mengacaukan sensorik sistem tubuh. Oleh sebab itu, dia cukup mengikuti lawan tanpa mengeluarkan kemampuannya, sambil menyerap energi Api Semesta.


Tujuannya menyerap, agar bibit Api Semesta miliki cepat tumbuh menjadi remaja, dan berharap sesegera mungkin menjadi dewasa.


Devil Hunter Firefox menatap ke atas saat peringatannya tidak dihiraukan oleh Dewa Penghancur. Tetapi, bukan Dewa Penghancur yang sedang dilihatnya, melainkan Dewa Binatang yang sedang diincarnya.


"Berani-beraninya kalian memasuki wilayahku! Pergi kalian atau menjadi abu!" kemarahan Devil Hunter Firefox dengan memberikan ancaman.


Dewa Penghancur segera berhenti saat jarak antara Devil Hunter Firefox terpaut 500 meter, sebab zirah perangnya tidak mampu menahan suhu panas Api Semesta. Zirah perangnya mulai membara, dan secara perlahan meleleh.


Sebelum zirah perangnya menjadi cairan logam, dia mengeluarkan basis kultivasinya untuk melindungi tubuh.


"Tenang sobat! Aku datang dengan damai. Aku ingin melakukan barter denganmu!" bujukan Dewa Penghancur agar Devil Hunter Firefox tidak marah.


"Apa yang kau tawarkan?" tanya Devil Hunter Firefox.


"Api Kuno usia 200 juta tahun, ditukarkan dengan 5 bibit Api Semesta!" tawaran Dewa Penghancur sambil mengeluarkan inti Api Kuno di telapak tangan kanannya.

__ADS_1


Devil Hunter Firefox menatap penuh minat inti Api Kuno itu, namun hanya sesaat. Lalu dia berkata dengan nada ketus, "dulu aku memang bodoh, tetapi tidak untuk kali ini! Kedua orang itu telah menipuku dengan memberikan Api Abadi ... Aku tidak tertarik, enyah kalian!"


Setelah membentak keras, ketiga Devil Hunter Firefox mengeluarkan Api Semesta yang tertuju kepada Dewa Penghancur. Segera Dewa Penghancur menghindari serangannya.


"Sabar, sabar! Berikan aku waktu untuk berbicara atau kita bertarung saja. Jika kita bertarung, jelas kita sama-sama yang dirugikan!" Dewa Penghancur berusaha untuk menenangkan kemarahan Devil Hunter Firefox.


Devil Hunter Firefox sedikit mengurangi suhu panas yang keluar dari ketiga matanya. Dia tahu dampak setelah bertarung, pasti akan membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi tubuhnya.


"Apa yang kau tawarkan? Aku tidak mau jika itu Api Kuno, tidak peduli berapapun usianya!"


"Aku akan berikan usiaku sebanyak 1.000 tahun, ditambah dengan inti Api Kuno. Bagaimana?" tawaran Dewa Penghancur.


"100 ribu tahun, plus inti Api Kuno!" pinta Devil Hunter Firefox.


"Jangan mengigit lebih dari yang bisa dikunyah!" tolak Dewa Penghancur yang tidak mau memberikan esensi kehidupannya, sebab itu sangatlah berharga.


"Enyah kalian, sekarang!" bentakan Devil Hunter Firefox hingga menggetarkan Lubang Neraka.


"Kau meminta kekerasan? Baiklah, akan kulayani!" Dewa Penghancur habis kesabaran.


Sebelum Dewa Penghancur menyerang, Devil Hunter Firefox menertawakannya. Dari dalam mulutnya mengeluarkan api yang lebih panas dari sebelumnya.


Dewa Penghancur harus naik agar tidak terkena semburan api. Keadaan seperti ini tidak pernah dialaminya, dulu sebelum bertarung masih enak untuk diajak berbicara.


"10 ribu esensi kehidupan, plus inti Api Kuno...," pinta Devil Hunter Firefox sambil menatap Dewa Binatang yang berada di belakang Dewa Penghancur, bersandar di dinding.


"Tetapi, setelah kau mengalahkannya!" imbuh Devil Hunter Firefox.


Perkataannya jelas membuat Dewa Penghancur keheranan, sebab semenjak masuk selalu sendirian. Karena penasaran, dia menoleh ke belakang, dan tidak melihat siapapun.


Dewa Binatang menelan salivannya karena wujudnya diketahui oleh Devil Hunter Firefox, dia pikir akan aman. Walaupun ada rasa takut, dia tetap tenang tanpa sedikitpun bergerak.


"Apa maksudmu?" tanya Dewa Penghancur dengan nada ketus, dia mulai kehilangan kesabaran.


"Kau yang berkamuflase ... Keluar, janganlah jadi pengecut!" bentakan Devil Hunter Firefox sambil menatap ke arah Dewa Binatang.


Akan tetapi, Dewa Binatang tidak menghiraukan bentakannya, tetap diam tanpa bergerak, dia menatap matanya. Sengaja melakukan hal ini agar Dewa Penghancur marah kepada Devil Hunter Firefox.


Sedangkan Dewa Penghancur, segera membalikkan badan untuk melihat orang yang dikatakan oleh Devil Hunter Firefox. Dan seperti sebelumnya, dia tidak melihat siapapun, bahkan Mata Dewa tidak melihat orang yang menggunakan teknik kamuflase.


"Ini terakhir tawaranku. 20 ribu esensi kehidupan dan inti Api Kuno. Jika kau menolaknya, ayo bertarung!" kegeraman Dewa Penghancur.


"Tidak tertarik, jika kau belum mengalahkannya!" tolak Devil Hunter Firefox, lalu dia kembali meningkatkan suhu panas.


"Kurang ajar! Aku sudah bersabar, tapi kau malah menginjak-injak kepalaku!"


Akhirnya, kesabaran Dewa Penghancur setipis kertas, dia segera menukik sambil tangan kanan melepaskan pukulan berenergi.


"Dewa bodoh!" cemoohan Devil Hunter Firefox karena Dewa Penghancur tidak mempercayai ucapannya.

__ADS_1


Dia segera memuntahkan bola api yang sangat panas dari sebelumnya. Bola api dan pukulan berenergi saling berbenturan. Ledakannya menggetarkan Lubang Neraka.


Devil Hunter Firefox dan Dewa Penghancur bertarung di dasar lubang. Pertarungan sengit dan kekuatan hebat tidak sedikitpun membuat Lubang Neraka hancur, hanya bergetar dan terus bergetar hebat.


Dewa Binatang telah bersembunyi di dalam Dunia Jiwa ketika mereka bertarung, menunggu momen seperti ini untuk menjinakkan Devil Hunter Firefox.


Pergerakan mereka sangat cepat, seperti sinar yang saling bertabrakan, serta bunga-bunga api berterbangan. Jika tidak memiliki Mata Surgawi, dia tidak mungkin bisa melihat dengan jelas. Mata Dewa akan kesulitan untuk mengikuti pergerakan mereka.


Awalnya, dengan mengerahkan seluruh kekuatan, kemampuan, serta mengeluarkan senjata andalan, Dewa Penghancur mampu mengimbangi kekuatan Devil Hunter Firefox.


Tetapi, setelah setengah hari bertarung, dia mulai tersudut ketika suhu panas makin meningkat dari waktu ke waktu. Senjatanya yang merupakan Artefak Bintang 8 puncak, mulai panas dan perlahan berubah bentuk, keadaan seperti ini membuatnya mundur dan mundur. Selain itu, energinya juga berkurang drastis.


"Aku hanya mengeluarkan Api Semesta sebesar 10%. Jika aku mengeluarkannya sebesar 40%, tempat ini akan menjadi abu!" ungkap Devil Hunter Firefox sambil mengayunkan ekornya ke arah Dewa Penghancur, ekornya yang mampu mengeluarkan Api Semesta.


Ucapannya memang benar, bahwa Api Semesta akan dengan mudah melelahkan Planet Peliades, apalagi hanya Dewa Penghancur yang kalah dalam hal elemen.


Dewa Penghancur tidak peduli dengan ucapannya. Dipikirannya, dia harus mendapatkan bibit Api Semesta, ini demi harga diri sebagai calon Pelindung Alam Semesta, dan juga meningkatkan kekuatan.


Jika gagal kembali, maka kredibilitasnya akan dipertanyakan, popularitasnya jelas menurun. Seandainya diketahui oleh kedua seniornya, dia jelas akan malu. Apapun yang terjadi hari ini, harus mendapatkan bibit Api Semesta.


"Keluarkan seluruh kemampuanmu! Tetap kau harus ingat, Pengadilan Surga tidak akan tinggal diam!" ancaman Dewa Penghancur yang mengandalkan nama kedua Penguasa Alam Suci untuk menakuti-nakuti lawan.


Devil Hunter Firefox segera berhenti setelah diancam. Seluruh tubuhnya makin mengeluarkan suhu panas, merupakan tanda jika dia sangat marah.


"Aku tidak takut! Jika mereka berani, sudah pasti datang semenjak dulu, bahkan sebelum kalian berhasil menipuku!" ucap Devil Hunter Firefox dengan nada membentak.


Dia masih ingat betul bagaimana Dewa Petarung dan Dewa Pemusnahan menipunya, dengan memberikan Api Abadi yang kualitasnya lebih rendah dari Api Semesta.


Dewa Penghancur yang akan kembali menyerang, segera berhenti, sebab ancamannya tidak menakuti lawan. Tetapi perkataannya juga benar, seandainya kedua penguasa Alam Suci berani datang, sudah pasti sejak lama mereka memiliki Api Semesta.


Nyatanya, walaupun mereka tahu keberadaan Api Semesta, mereka tidak memilikinya, bahkan tidak memiliki bibitnya. Menurut kekuatan, Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa, sudah seharusnya bisa memiliki bibit Api Semesta.


"Itu karena kau masih remaja. Seandainya sudah dewasa, beliau sudah pasti memiliki bibit-mu!" Interupsi Dewa Penghancur yang jelas membela kedua penguasa Alam Suci.


Devil Hunter Firefox makin marah karena diremehkan orang, dia meningkatkan suhu panas hingga angka 35%. Seketika, dinding gua dan lubang membara, tanaman langka langsung menjadi abu, bebatuan emas meleleh, kristal semakin membara.


"Sialan! Jika ini keinginanmu!" Dewa Penghancur sangat marah karena lawan masih terus melawannya, bahkan tidak takut dengan nama junjungannya.


Dari tubuh Dewa Penghancur mengeluarkan Api Kuno, basis kultivasinya meledak-ledak, kedua tangannya mengepal erat. Lalu dia mengeluarkan jurus andalannya dengan bergumam, "Penghancuran Total!"


Dewa Penghancur melepaskan pukulannya bertubi-tubi ke arah Devil Hunter Firefox. Demikian pula dengan Devil Hunter Firefox, dia juga meningkatkan kekuatan Api Semesta hingga 30%.


Ribuan bola api melesat ke arah Dewa Penghancur, demikian juga dengan ribuan pukulan berenergi milik musuhnya.


Boom boom boom boom...


Rentetan ledakan keras ketika dua kekuatan saling bertabrakan. Gelombang kejut panas naik mengikuti jalur Lubang Neraka. Di luar, semua orang sudah sejak lama menjauhi Kota Raja Api, termasuk Dewa Api dan Kepala Suku.


Saat ini, Kota Raja Api telah menjadi abu, tidak sedikitpun meninggalkan puing-puing. Gurun Pembakaran juga makin panas, suhu panasnya naik hingga pasir menjadi seperti cairan magma...

__ADS_1


__ADS_2