
Bab 41. Keputusan Dewa Binatang.
Tetua pertama Dao Li Qian, tidak berhenti berbicara, dia melanjutkan perkataannya, "setelah menikah dengan Kepala Suku dan bulan madu selama 3 hari. Hari berikutnya, kedua wanita di sisimu juga harus kamu nikahi, dan termasuk semua wanita yang berada di sini!"
Mendengar syarat aneh ini membuat Dewa Binatang tersenyum sambil menggelengkan kepala. Dia tahu tujuan mereka, yaitu menginginkan anak darinya. Jika hanya syarat menikah mereka, 1.000 wanita tidak akan ditolaknya, bahkan lebih dari itu juga tidak masalah, dan tidak akan kewalahan.
"Tugasmu berat, menyelamatkan Mysterious Land dari invasi, dan menjadi penguasa kita untuk menyatukan semua penduduk asli. Memiliki banyak pasangan dan satu istri utama itu sudah keharusan bagi seorang raja!" jelas Dao Li Qian yang tidak sabaran agar Dewa Binatang tahu misi yang diberikan oleh Cermin Kebenaran.
Reaksi Dewa Binatang yang tadinya melongo seketika berubah biasa saja dan tidak terkesan adanya tekanan berat, hal ini membuat Dao Li Xia dan empat tetua keheranan. Mereka pikir Cao Tian Jun akan menolak syarat ini dan tidak mau memenuhi tugas yang diberikan oleh Cermin Kebenaran.
"Apakah hanya itu saja syaratnya, apa tidak ada yang lainnya?" tanya Dewa Binatang yang tidak bermaksud untuk menantang maupun menyombongkan diri, sebab menguasai Mysterious Land tidak sulit baginya.
Apalagi dia sudah bertemu dengan wanita penjaga Kitab Perjanjian Lama, dan juga memberikan tugas yang sama. Dia tidak menolak tugas menyelamatkan Mysterious Land dari invasi pihak luar, semua ini demi untuk menemukan jiwa kakaknya.
Dao Li Xia dan empat tetua saling bertukar pandangan. Namun berbeda dengan Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua yang senang Dewa Binatang tidak menolak syarat Suku Pohon, mereka berdua tanpa sungkan mencium pipi kanan dan kiri Dewa Binatang.
"Syarat ini merupakan langkah awal kamu menyatukan penduduk asli Mysterious Land. Dengan kamu menjadi suami bagi Kepala Suku, maka kamu akan menggantikan posisinya. Dan, hanya itu saja syaratnya!" jawab Dao Li Qian.
"Untuk masalah temanmu, kita sudah berusaha untuk mencari mereka hingga hari ini. Jika ada berita apapun tentang mereka, kamu akan segera kita kabari. Kenapa reaksi kita berubah, ini terkait dengan pertanyaanmu ketiga dan sudah kamu ketahui jawabannya!' sambung Dao Li Xia
Dewa Binatang mengangguk berulang-ulang sebagai respon atas perkataan mereka. Setelah itu, dia berpikir sejenak.
"Semua wanita yang berada di sini adalah pilihan terbaik dari Suku Pohon. Memang diantara mereka ada yang sudah tidak lagi perawan, tapi mereka sangat berpengalaman dalam hal di ranjang. Di jamin kamu akan puas dengan pelayanan mereka," kata tetua kedua yang bernama Dao Di.
"Selama tidak menopause, aku tidak masalah siapapun wanitanya!" sahut Dewa Binatang dan membuat semua orang di ruangan pertemuan tertawa.
"Tetua Qian masih subur dan masih jauh dari kata menopause, walaupun usi--"
Plak...
Tetua pertama Dao Li Qian menampar kepala tetua kedua Dao Di karena berkata kurang ajar, dia jelas malu dipromosikan karena sudah tua dan tahu diri. Semua orang menertawakan tetua kedua yang selalu saja membuat tetua pertama marah.
__ADS_1
Kepala Suku Pohon, Dao Li Xia mengangkat tangan agar semua orang berhenti tertawa. Setelah tenang, dia menyenggol lengan tetua pertama untuk berbicara tentang langkah-langkah selanjutnya.
Dao Li Qian paham dan segera berbicara, "Suku Pohon ada ritual pernikahan, acaranya sederhana. Cukup mempelai pria dan wanita memberikan penghormatan kepada leluhur Mysterious Land, lokasinya tidak jauh dari sini. Jika Tian Zhi Shimo siap, kita bisa lakukan acara pernikahan hari ini juga secara bergantian. Apakah kamu sudah siap?"
"Temanku berada di luar, entah bagaimana keadaan mereka... Apakah acara ini bisa ditunda sampai mereka ditemukan?" sahut balik Dewa Binatang yang merasakan waktu pernikahan ini kurang tepat.
Semua orang paham apa yang dikhawatirkan oleh Dewa Binatang. Segera tetua keempat, Dao Li Xie yang menjawab, "seperti yang telah dikatakan oleh Tetua Pertama, ada 200 anggota Suku Pohon yang terbagi menjadi beberapa kelompok untuk mencari temanmu. Jika ada jejak dan berita apapun tentang mereka, kita akan segera mengabari kamu...,"
Dao Li Xie berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Setelah itu dia kembali berbicara, "di Mysterious Land, seperti kemampuan Mata Dewa tidak akan berguna di sini dan juga dilarang terbang, kamu pasti sudah mengetahuinya saat baru tiba. Jadi, alangkah baiknya menyebarkan banyak orang agar mudah menemukan temanmu. Selama pencarian itu, kamu lebih baik menikahi Kepala Suku dan beberapa wanita wanita pilihanmu. Setelah kamu menikah dengan Kepala Suku, secara otomatis memiliki hak atas seluruh anggota Suku Pohon."
Dewa Binatang paham maksud perkataan tetua keempat. Dalam arti, setelah menikahi Kepala Suku Pohon, maka dia bisa memobilisasi anggota Suku Pohon, membuat aturan, dan masih banyak lagi keuntungan menjadi Kepala Suku.
Semua orang melihat Dewa Binatang yang sedang berpikir dan mereka memberikan waktu untuk memutuskan hal ini.
"Jejak terakhir mereka ada di mana?" jawab Dewa Binatang yang berniat untuk mencari keberadaan Evilyn dan anggotanya.
"Informasi dari anggota pencari, terakhir mereka terlihat di pusat wilayah Suku Angin. Mereka gagal menyelamatkan temannya yang dipenjara, lalu kabur ke arah selatan. Dari sana anggota kita kehilangan jejak!" jawab Kepala Suku Pohon, Dao Li Xia.
Jika mengetahui wilayah Mysterious Land dan arah kabur Evilyn, maka dia bisa membuat rencana. Baginya menikah hal yang mudah, menikah hari ini juga tidak masalah.
Tetua ketiga yang bernama Dao Ming berdiri, lalu berjalan menuju ke arah lemari kayu yang memiliki banyak rak buku, setiap rak tertutup. Dao Ming membuka rak lemari di tengah, lalu mengambil sebuah gulungan dari kulit binatang.
Tidak berselang lama, gulungan kulit binatang sudah berada di meja depan Dewa Binatang. Setiap keterangan di peta menggunakan bahasa Suku Pohon. Untung saja dia dengan mudah mempelajari bahasa Suku Pohon.
"Temanmu melarikan diri ke arah selatan...," kata Dao Ming sambil menunjuk titik di peta.
Dewa Binatang mengangguk paham, dan melihat lokasi Suku Pohon, lalu melihat Bukit Ratapan dan juga wilayah Suku Angin. Jika ditarik lurus dan dihitung jaraknya secara kasar, maka kedua wilayah suku berjarak kurang lebih 779 km, dekat baginya.
"Anggota terdekat berada di mana?" tanya Dewa Binatang sebelum memutuskan apakah harus menikah hari ini atau lusa.
Dao Ming segera menunjuk satu titik lokasi anggota Suku Pohon yang mencari Evilyn, mereka berada di dekat sungai Roh Kura-kura, jaraknya sekitar 686 km dari Suku Pohon.
__ADS_1
"Mereka sudah sangat jauh dari tempat ini!" terang Dao Ming yang merasa kasian kepada anggotanya yang mencari Evilyn.
Bagi Suku Pohon, jarak segitu sangat jauh karena mereka hanya menunggangi Harimau sebagai alat transportasi, harus melewati banyak rintangan seperti naik dan turun gunung, melewati banyak jurang dan sebagainya. Seandainya diperbolehkan terbang, jarak jauh bukan menjadi kendala.
Dan, masalah terberat dalam pencarian adalah berhadapan dengan binatang mistik, jebakan yang dibuat oleh suku lain, belum lagi berhadapan dengan ras lainnya. Jadi, proses pencarian tidaklah mudah dijalani oleh anggota Suku Pohon.
"Baiklah, aku akan nikahi Kepala Suku dan beberapa wanita pilihan kalian!" keputusan Dewa Binatang.
Dia paham dengan situasi Suku Pohon yang berusaha keras untuk menemukan Evilyn dan anggotanya. Jika dia bersikeras untuk menunda pernikahan dan lebih mementingkan Evilyn yang baru dikenali, maka dikhawatirkan kesulitan untuk menemukan jiwa kakaknya.
Keputusan Dewa Binatang membuat Kepala Suku dan yang lain kegirangan. Mereka saling berpelukan untuk mengungkapkan rasa bahagianya. Ternyata, pertemuan itu diintip oleh anggota yang berada di luar, mereka juga ikut bahagia dan segera berita pernikahan menyebar ke seluruh wilayah Suku Pohon.
Dao Meimei alias Demon Rabbit Mythical mendengar suara gaduh di pusat pemukiman Suku Pohon, mulut belepotan darah milik temannya yang baru saja di makan. Di depannya ada dua mayat anak kecil seumuran dengan Dao Meimei, mayat mereka hanya tersisa tulang.
"Jika kalian berpesta, tentu aku tidak akan ketinggalan!" ujar Demon Rabbit Mythical dan diakhiri dengan senyuman, terlihat giginya berlumuran darah.
Kemudian, dia membersihkan wajah dan berlari ke arah pemukiman Suku Pohon untuk ikut dalam keramaian. Sepeninggalnya, ada lima orang pria yang mencari anaknya.
Kelima orang itu tercengang melihat tulang yang masih baru dan darah segar, lalu melihat pakaian anaknya. Sontak mereka menangis sejadi-jadinya karena ada binatang yang memangsa anaknya.
Salah satu dari mereka, segera kembali ke pemukiman Suku Pohon untuk melaporkan kejadian ini kepada Kepala Suku...
Selama di dalam rumah pertemuan, Dewa Binatang diajari cara ritual pernikahan Suku Pohon. Namun, mereka terganggu ketika ada seseorang anggota masuk tanpa izin, lalu diikuti banyak orang yang juga masuk.
"Kepala Suku... Kepala Suku... Ada binatang yang memangsa anak...," laporan dari orang yang melihat korban kekejaman Demon Rabbit Mythical, dia menceritakan apapun yang dilihatnya.
Segera Kepala Suku mengajak Dewa Binatang ke lokasi kejadian. Mereka diikuti oleh empat tetua dan banyak orang. Tidak butuh waktu lama, mereka berkumpul di tempat kejadian.
Setelah melihat korban yang hanya tersisa tulang dan pakaian, sontak Kepala Suku berujar dengan nada marah, "ya Dewa... Ini perbuatan Mulut Besar...!!"
Mulut Besar adalah nama lain dari Demon Rabbit Mythical. Karena korbannya selalu tersisa tulang dan pakaian, dan mampu memakan korban dengan cepat, maka ini menjadi ciri-cirinya.
__ADS_1
Semua orang langsung menggigil karena rasa takut, munculnya Demon Rabbit Mythical merupakan pertanda buruk bagi penghuni Mysterious Land. Tanda akan terjadi musibah besar, sesuai dengan petunjuk dari Cermin Kebenaran.