
Bab 166. Gemini Lepas Dari Pagoda Emas.
...****************...
Di luar altar Dewa Sihir. Chen Yeon dan semua pendukungnya berhasil menghentikan kebrutalan Gemini. Saat ini, Gemini berhasil diikat dengan rantai besi khusus yang dimiliki oleh Chen Yeon dan Hu Yue Yan.
Keberhasilan itu memakan banyak korban jiwa, tak terhitung banyaknya pasukan yang meregang nyawa, dan puluhan Dewa tidak lepas dari kekejaman Gemini.
Keberhasilan Chen Yeon dan pendukungnya yang berhasil mengikat Gemini, dikarenakan kekuatan Gemini turun dengan cepat hingga berada di tingkat Holy Light Realm level 1.
Chen Yeon dan pendukungnya tidak tahu kenapa kekuatan Gemini menurun. Mereka tidak peduli yang menjadi penyebabnya, kesempatan ini dimanfaatkan untuk memusnahkan Gemini.
Akan tetapi, Gemini sulit dimusnahkan, dibakar hidup-hidup tidak mempan, diledakkan dengan energi spiritual juga tidak mempan. Dan yang mampu memusnahkan Gemini hanya Api Semesta.
Oleh sebab itu, Chen Yeon dan Hu Yue Yan menggunakan rantai khusus untuk mengikat Gemini. Dan rencananya, mereka menunggu Yuna Aurora yang memiliki Api Semesta yang mampu memusnahkan Gemini.
Chen Yeon dan pendukungnya belum mengetahui jika penyebab menurunnya kekuatan dari Gemini karena kekalahan Lord Transcendental.
"Hahaha...!!" tawa Gemini sambil meronta-ronta agar terlepas dari ikatan rantai, "apakah rantai ini bisa mengikat diriku? Hanya sementara!" ucapnya.
Chen Yeon dan pendukungnya tidak menghiraukan ocehan dari Gemini. Kemudian, Chen Yeon melihat Kaisar Langit yang terluka cukup parah, lalu melihat ke arah Maharaja Yaksa yang juga terluka parah.
"Yang Mulia Kaisar Langit, gunakan Pagoda Emas untuk memenjarakannya! Dan Anda, Yang Mulia Maharaja Yaksa, gunakan Trisula Sihir untuk melemahkan kekuatannya!" perintah Chen Yeon kepada dua penguasa Alam Suci.
Segera Kaisar Langit mengeluarkan Pagoda Emas, lalu diletakkan di tanah. Pagoda Emas yang semula berukuran kecil dengan cepat berubah menjadi besar dan tinggi. Setelah itu, Maharaja Yaksa menancapkan tombak Trisula Sihir ke tanah, dan artefaknya berubah menjadi memanjang setinggi Pagoda Emas.
"Yang Mulia kendalikan Pagoda Emas dan Trisula Sihir. Saya dan yang lainnya bekerjasama untuk memasukkan Gemini!" rencana Chen Yeon.
Segera Kaisar Langit mengendalikan Pagoda Emas. Kemudian, Gemini yang berada di dekat pintu dasar dari Pagoda Emas terhisap ke dalamnya. Gemini semakin meronta-ronta sambil berteriak keras saat terhisap.
Ketika masuk ke dalam Pagoda Emas, ujung Trisula Sihir mengeluarkan sinar, lalu melesat ke dalam Pagoda Emas. Teriakan Gemini makin keras karena tersengat listrik yang berasal dari Trisula Sihir.
Chen Yeon dan semua pendukungnya terduduk lemas setelah berhasil memenjarakan Gemini. Mereka mendengar teriakan Gemini yang memilukan. Tetapi tidak ada rasa kasihan kepadanya karena telah banyak membunuh Dewa dan pasukan.
Xu Huang terlentang di atas tanah sambil tertawa puas karena berhasil mengalahkan wanita cantik tetapi kejam. Dia juga terluka, tetapi beruntung tidak separah dua penguasa Alam Suci berkat zirah perang pemberian Dewa Binatang. Demikian juga dengan Juan Rou dan kedua anaknya.
Chen Yeon dan pendukungnya duduk bersila dengan melingkari Pagoda Emas, mereka sedang memulihkan kondisi pasca pertarungan dengan Gemini. Sebagian balatentara menguburkan jenazah para Dewa dan semua prajurit yang tewas.
Setelah lewat satu hari, Gemini tidak lagi berteriak karena kesakitan. Sedikit membuat semua orang bisa tenang. Namun, ketenangan itu hanya sesaat ketika Pagoda Emas tiba-tiba bergetar hebat.
Semua orang menjadi panik karena perbuatan Gemini yang berusaha keras untuk keluar dari Pagoda Emas. Chen Yeon segera menenangkan semua orang karena tidak mungkin Gemini terlepas dari ikatan rantai yang masih mengikatnya.
Semua orang pun kembali memulihkan kondisi, tetap berada di tempat sambil menjaga Pagoda Emas. Semua orang masih menunggu Dewa Binatang.
"Altar Dewa Sihir tidak lagi mengeluarkan dentuman dan percikan api, apakah adikku berhasil mengalahkan Lord Dark Matter?" gumam Xu Huang sambil melihat ke altar Dewa Sihir yang kembali tenang.
__ADS_1
Xu Huang dan semua orang tidak tahu jika di dalam altar Dewa Sihir bukanlah Lord Dark Matter, melainkan The King Of Dark Matter yang berevolusi menjadi Lord Transcendental.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan saling berpandangan karena akhirnya tahu kenapa kekuatan Gemini menurun Ucapan Xu Huang baru menyadarkan mereka yang selalu terfokus kepada Gemini.
"Pantas saja kekuatannya turun, pasti Dewa Binatang berhasil mengalahkan Lord Dark Matter!" tebakan Hu Yue Yan.
"Tapi kenapa adikku tidak segera keluar?" Xu Huang keheranan.
"Jangan-jangan ...!" Chen Yeon dan Hu Yue Yan memikirkan hal yang sama.
Xu Huang segera berdiri dengan sekuat tenaga, dia menuju ke lingkaran sinar karena khawatir Dewa Binatang terluka parah setelah bertarung dengan Lord Dark Matter. Hal terburuk dipikirannya, sahabatnya juga tewas bersama dengan Lord Dark Matter.
Juan Rou dan kedua anaknya juga mengikuti Xu Huang, mereka juga khawatir dengan keselamatan Dewa Binatang.
"Kuharap Dewa Binatang baik-baik saja!" ucap Chen Yeon yang sudah berada di sisi Juan Rou.
"Jasa paman sangat besar bagi kehidupan. Tanpa bantuannya, kita tidak mungkin berhasil memenjarakan Gemini!" sahut Xu Tian Mei yang mengidolakan sosok Dewa Binatang semenjak kecil.
"Tetapi masalah kita belum selesai sebelum Pagoda Berlian kembali ke tempatnya... Hmm!" ujar Chen Yeon yang memikirkan Pagoda Berlian yang dibawa oleh Dewa Binatang, lalu dia melihat ke arah Local Interstellar. Dia berharap agar rasi bintang berikutnya tidak segera datang.
Chen Yeon geleng-geleng kepala karena banyak korban jiwa di pihaknya, pasukan telah berkurang banyak, demikian juga para Dewa yang meregang nyawa di tangan Bai Ze dan Gemini. Jika rasi bintang berikutnya datang, entah apa bisa mengalahkannya? Pikirnya.
"Pergunakan waktu ini untuk memulihkan kondisi. Sewaktu-waktu terjadi hal buruk, kita sudah siap!" pinta Chen Yeon kepada semua orang yang berada di dekat lingkaran sinar.
Xu Huang, keluarganya, serta sahabatnya kembali duduk bersila dengan melingkari Pagoda Emas yang terus bergetar. Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa juga memulihkan kondisinya yang terluka, sambil sesekali melihat Pagoda Emas dan Trisula Sihir.
"Seberapa jauh hubungan kalian berdua dengan Dewa Binatang?" selidik Dewi Aura, ia menggunakan komunikasi telepati.
Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian menundukkan wajahnya karena bingung harus berkata apa kepada gurunya. Mereka khawatir jika gurunya marah karena sudah menjadi pasangan Dao Dewa Binatang.
"Hmm..!!" Dewi Aura menghela nafas panjang karena sudah tahu jawabannya, lalu berkata kepada kedua muridnya, "siapapun wanita pasti akan takluk kepadanya! Pergunakan kesempatan ini untuk belajar kepadanya!"
Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian tersenyum tanpa berani melihat gurunya, mereka lega gurunya merestui hubungan ini. Sebenarnya, Dewi Aura hampir jatuh cinta kepada Dewa Binatang, namun dia segera menepis keinginan hatinya agar tidak terjerumus ke dalam kesenangan duniawi...
...****************...
Waktu berlalu dengan cepat. Sudah lewat satu bulan setelah memenjarakan Gemini. Namun, Dewa Binatang belum juga keluar dari dalam altar Dewa Sihir, dan Pagoda Emas tak henti-hentinya selalu bergetar hebat.
Tiba-tiba dinding Pagoda Emas muncul retakan. Hal ini membuat semua orang menjadi gusar karena khawatir Gemini berhasil keluar dari penjara. Kaisar Langit sangat khawatir jika artefak kebanggaannya akan dihancurkan oleh Gemini.
"Semuanya mundur!" perintah Chen Yeon setelah melihat retakan di dinding Pagoda Emas.
Segera semua orang menjauhi Pagoda Emas. Mereka bersiap-siap untuk bertarung dengan Gemini, walaupun kondisinya belum sepenuhnya pulih kembali.
Boom...
__ADS_1
Ledakan keras terdengar dari dalam Pagoda Emas. Gemini berhasil lepas dari ikatan rantai, lalu meninju dinding Pagoda Emas berkali-kali. Pukulannya semakin membuat Pagoda Emas terguncang.
Boom...
Dinding lantai 7 dari Pagoda Emas berlubang setelah dihantam terus-menerus oleh Gemini. Dia segera keluar sambil tertawa lepas. Lalu melihat semua musuhnya.
"Sudahku bilang, segala upaya kalian akan sia-sia!" ujar Gemini sambil melihat Chen Yeon, lalu dia melihat ke arah Xu Tian Mei.
Ditatap oleh Gemini, Xu Tian Mei jelas sangat ketakutan, dia segera berlindung di belakang ayahnya. Chen Yeon dan Hu Yue Yan tahu tujuan dari Gemini yang mengincar Xu Tian Mei.
"Kami adalah lawanmu!" Chen Yeon melayang di udara sambil mendekati Gemini. Lalu diikuti oleh Hu Yue Yan yang siap bertarung.
Tiba-tiba, Gemini menghentakkan berkali-kali kedua telapak tangannya ke arah Chen Yeon dan Hu Yue Yan, keluar api dari telapak tangannya. Chen Yeon dan Hu Yue Yan segera menghindari serangannya.
Boom boom boom...
Rentetan ledakan energi ketika semua serangan dari Gemini menghantam tanah. Dia melihat Chen Yeon dan Hu Yue Yan jauh dari targetnya. Dia segera menghilang dan muncul di belakang Xu Tian Mei.
Sontak membuat semua kaget melihat Gemini menargetkan Xu Tian Mei. Gemini mengayunkan kepalan tangan kanan ke arah kepala Xu Tian Mei yang tidak sempat bereaksi. Xu Huang, Juan Rou dan Xu Tian Jiang jelas panik...
Boom...
Ledakan hebat ketika kepalan tangan dari Gemini mengenai targetnya. Xu Huang, Juan Rou dan Xu Tian Jiang terpental ke segala arah karena kuatnya pukulan itu. Chen Yeon dan Hu Yue Yan syok melihat Xu Tian Mei yang berlutut di tanah tanpa terluka.
Semua orang tercengang melihat sosok yang dikenali memegang kepalan tangan Gemini. Sosok itu tidak lain adalah Dewa Binatang. Demikian juga dengan Gemini yang kaget pukulannya mampu dihentikan.
"Lawanmu aku, bukan keponakanku!" kata Dewa Binatang melihat ketiga mata milik Gemini.
Bang bang...
Sebelum Gemini berkata-kata, Dewa Binatang yang memegang kepalan tangannya membanting Gemini ke kiri dan kanan. Tindakan Dewa Binatang tidak berhenti yang terus membanting Gemini.
Semua orang melongo melihat Dewa Binatang mampu dengan mudah membantai Gemini yang sangat kuat. Dewa Binatang akhirnya berhenti membanting Gemini, tetapi berlanjut dengan menampar pipi kiri dan kanannya dengan sangat cepat.
Gemini tidak sedikitpun memiliki kesempatan untuk berteriak apalagi berbicara, sebab Dewa Binatang tidak memberikan kesempatan mulutnya terbuka.
Juan Rou segera membawa putrinya yang masih syok karena hampir terbunuh. Setelah ditenangkan, Xu Tian Mei melihat idolanya yang telah menjadi penyelamatnya masih dengan ganas menampar pipi Gemini.
"Dewa Binatang, dia bisa mati hanya dengan Api Semesta!" Chen Yeon memberitahukan cara memusnahkan Gemini.
Segera, Dewa Binatang mencekik leher Gemini. Gemini berusaha melepaskan tangan Dewa Binatang, wajahnya mengeluarkan otot-otot karena tercekik.
"Am-ampun!!" dengan sekuat tenaga karena tercekik, Gemini meminta ampun saat merasakan Api Semesta dari telapak tangan Dewa Binatang.
Semua orang mendengar permintaan Gemini yang tidak ingin mati. "Musnahkan dia!" ucapan semua orang yang tidak ingin Dewa Binatang mengampuni Gemini.
__ADS_1
"To-tolong... Ja-jangan bunuh aku. A-aku.. bersumpah untuk selalu tunduk dan patuh kepada Anda, Dewa!" permohonan Gemini yang sedikit bisa berbicara lancar setelah Dewa Binatang mengendurkan cengkeraman dari lehernya.