
Bab 23. Mechacircle.
Dewa Binatang melihat ketiga wanita itu yang akan mengaktifkan Mahkota Dewi Perang. Dengan pikiran yang terkoneksi dengan Mahkota Dewi Perang, tubuh ketiga wanita itu mengeluarkan cahaya. Setelah cahaya pudar, tubuh ketiga wanita itu telah mengenakan zirah perang yang memiliki sayap yang sesuai dengan rasnya, Ras Burung.
Zyila Miralen zirah perangnya berwarna tua, Twins Ice zirah perangnya berwarna biru muda dengan perpaduan warna keperakan. Sedangkan Astrella Xiosien zirah perangnya berwarna hitam dan putih bergaris pada setiap persendian tubuh.
Di kedua pinggang mereka terselip senjata api laras pendek, setiap senjata itu bisa diubah sesuai keinginan si pengguna, seperti halnya Pedang Semesta yang diubah menjadi senjata api laras panjang. Bisa dikatakan mereka seperti robot yang feminim. Pelindung kepala menyerupai bentuk burung yang sesuai dengan rasnya.
Dewa Binatang menggunakan Nanoteknologi pada Mahkota Dewi Perang, dan itu bisa ditingkatkan (upgrade) menjadi Quantateknologi (Quantum Teknologi), ukuran yang lebih kecil dari nanometer.
Tubuh ketiga wanita itu merasa ringan setelah mengaktifkan Mahkota Dewi Perang, lalu muncul di berbagai informasi di pelindung matanya, hal itu tidak membuat mereka bingung karena sudah terbiasa.
"Kalian sudah mengetahui apa itu, jadi aku tidak perlu menjelaskan. Sekarang, kalian berlatih di area ini untuk membiasakan diri. Setelah kalian terbiasa dan hafal segala fungsi setiap persenjataan, kita keluar dari tempat ini untuk mengalahkan penjajah," kata Dewa Binatang kepada mereka bertiga.
"Terima kasih!" ucap ketiga wanita itu serempak dan di anggukan kepala oleh Dewa Binatang.
Kemudian, Dewa Binatang duduk di teras rumah sambil melihat situasi di luar Formasi Perlindungan. Di luar, Planet Nibiru penuh dengan kekacauan, pertempuran teknologi terjadi di mana-mana. Sangat disayangkan pihak Planet Nibiru banyak menelan kekalahan karena kalah dalam banyak hal.
Yang menjadi bertanya di benak Dewa Binatang, siapa dalang di balik kekacauan ini dan apa tujuannya. Kenapa kejadian ini terjadi di saat dia berada di Planet Nibiru. Banyak pertanyaan di benaknya yang tidak diketahui jawabannya.
"Apakah karena Formasi Pentagram Samsara yang cacat sehingga meninggalkan jejak?" gumam Dewa Binatang yang menduga-duga.
Dia berpikir keras apa yang menyebabkan Formasi Pentagram Samsara tidak bekerja sebagaimana mestinya, dan mengingat-ingat mulai awal pembuatannya. Namun, dia merasa tidak melakukan kesalahan, hanya saja kesalahannya tidak menguji Formasi Pentagram Samsara terlebih dahulu sebelum digunakan.
Ketiga wanita itu saling bertarung dengan menggunakan berbagai jenis senjata yang berbeda, menghindar dan menyerang balik. Setiap kali terkena serangan, zirah perang yang kerusakannya mencapai angka 25 persen mampu memperbaiki diri secara otomatis, namun membutuhkan waktu dalam proses perbaikannya.
Saat perbaikan berlangsung, zirah perang akan mengaktifkan perlindungan diri dengan berkamuflase agar tidak diserang. Selama perbaikan, si pengguna hanya bisa menunggu dan bisa bergerak lagi ketika perbaikan mencapai angka 80 persen.
Akan tetapi, jika yang dihadapi adalah kultivator di tingkat Ranah Penguasa Alam, maka diharuskan untuk menjaga jarak karena setiap serangannya mampu merusak zirah perang sebesar angka 50 persen.
__ADS_1
Sengaja Dewa Binatang tidak memberikan pertahanan yang lebih kuat dikarenakan agar tidak menjadi perebutan banyak pihak, dia hanya menggunakan teknologi canggih seperti milik penjajah, yaitu menggunakan Nanoteknologi yang bisa ditingkatkan.
Kemudian, Dewa Binatang melihat lingkaran besi raksasa, yang ternyata itu adalah Satelit Luar Antariksa milik Ras Pleidian, dan namanya adalah Mechacircle.
Mechacircle menjadi pusat komando, dan ada lima unit di Planet Nibiru, salah satunya berada di tempat ini. Keempat lainnya berada di wilayah Fairy Nibiru, Gloo Nibiru, Sea Nibiru dan terakhir di wilayah Dragon Nibiru.
Dan anehnya, ada tiga wilayah besar yang tidak diserang, hanya saja satelit komunikasi mereka tidak berfungsi. Wilayah tersebut adalah Demon Nibiru, Ellojiim Nibiru dan Reptilian Nibiru. Sedangkan wilayah Bumi Nibiru hanya ada satu unit kapal angkasa ikan paus, tampaknya tidak dianggap berbahaya.
Yang mengejutkan Dewa Binatang, ada dinding es berbentuk kubah, dinding tersebut menutup wilayah yang jauh, yaitu Land Of Wild, wilayah yang luas dan dikuasai beberapa ras, seperti Ras Annunaki dan lainnya.
Dengan Mata Langit, Dewa Binatang mengukur ketebalan dinding es yang mencapai ribuan kilometer, dengan kedinginan mencapai minus 200 derajat lebih. Suhu dingin yang mampu membekukan apapun dalam sekejap mata.
Untuk mencapai Land Of Wild, seseorang harus memiliki kekuatan di atas Ranah Penguasa Alam. Kekuatan Ranah Penguasa Alam seperti halnya tingkat Saint di Galaksi Aurora, atau setingkat Earth Immortal di galaksi lain.
Untuk mencapai Land Of Wild dalam keadaan sehat tanpa mengalami hipotermia, seseorang harus memiliki kekuatan minimal tingkat Dewa Bumi (basis kultivasi di Galaksi Aurora), 25 tingkat lebih tinggi dari Ranah Penguasa Alam.
"Aku sudah terbiasa dan sangat menyukai Mahkota Dewi Perang! Apakah kita sekarang bisa keluar dari sini?" kata Astrella Xiosien dan meminta izin kepada Dewa Binatang, zirah perangnya kembali menjadi Mahkota Dewi Perang yang melingkari kepala.
"Iya, aku juga sudah terbiasa dan siap untuk melawan penjajah!" imbuh Twins Ice yang tidak sabar ingin bertarung nyata.
Zyila Miralen mendekati Dewa Binatang, tiba-tiba dia mencium pipinya, dan segera duduk di pangkuannya dengan wajah tersipu malu. Dewa Binatang tertawa ringan melihat tingkah Zyila Miralen.
Twins Ice dan Astrella Xiosien mendengus dingin karena perilaku Zyila Miralen, mereka mendekati Dewa Binatang dan memberikan ciuman di pipi sebagai bentuk ucapan rasa terima kasihnya.
"Baiklah, jika kalian sudah siap bertarung! Tapi, bagaimana dengan keluarga kalian, apakah kalian tidak segera kembali untuk melihat keadaan mereka?" ucap Dewa Binatang dan bertanya.
"Kita pasti menemui keluarga. Rencananya, sambil bertarung bersama, tujuannya pertama ke rumah Astrella Xiosien, lalu berlanjut ke Kerajaan Phoniex Es, dan terakhir kita ke tempatku!" jawab Zyila Miralen.
"Setelah mengetahui keadaan keluarga kita, baru kita bersama-sama mencari istrimu. Aku harap ada informasi tentang mereka!" imbuh Twins Ice yang tidak lupa janjinya untuk membantu Dewa Binatang.
__ADS_1
"Ayo, kita berangkat sekarang. Rumah ini menjadi tempat rahasia kita. Jika kita terpisah, rumah ini menjadi tempat kita berkumpul." Dewa Binatang segera berdiri setelah Zyila Miralen.
Lala dia mengeluarkan Siput Penghantar Suara sebagai alat komunikasi. Walaupun alat komunikasinya tergolong kuno, dalam keadaan seperti ini sangat berguna dan juga tidak perlu jaringan internet. Cukup mengalirkan energi spiritual untuk mengaktifkannya.
Dewa Binatang memberikan Siput Penghantar Suara kepada ketiga wanitanya, lalu menjelaskan cara menggunakannya. Kini, ketiga wanita itu tidak lagi dipusingkan dengan energi spiritual karena Mahkota Dewi Perang telah menutupi kekurangannya.
"Aku akan berada di depan, tugas kalian menghabisi musuh yang menyerang dari sisi kanan, kiri dan belakang. Untuk teknologi berat, aku yang akan mengatasinya."
Setelah mengatur formasi pertempuran, mereka keluar dari Formasi Perlindungan. Dewa Binatang tetap menggunakan Pedang Semesta yang diubah menjadi senjata api laras panjang. Demikian juga dengan ketiga wanitanya yang menggunakan senjata api laras pendek untuk serangan jarak jauh dan dekat.
Ketika keluar, Mechacircle telah jauh dari Formasi Perlindungan, tapi masih dalam jangkauan senjata api laras panjang milik Dewa Binatang. Dia segera membidik Mechacircle yang menjadi pusat komando.
Sinar kebiruan melesat dengan sangat cepat, kecepatan melebihi suara. Sinar tersebut menargetkan pusat fusi nuklir yang menjadi sumber penggerak. Akan tetapi, Mechacircle memiliki proyektor pelindung sehingga memperlambat proyektilnya yang berasal dari energi spiritual.
Biarpun membentur proyektor pelindung, energi spiritual mampu menembusnya sehingga proyektor pelindung hancur. Dan setelah itu, Energi spiritual hanya mampu melubangi dinding baja pada Mechacircle.
Akibatnya, posisi Dewa Binatang diketahui oleh pusat komando Mechacircle. Komandan Mechacircle segera memerintahkan kapal jelajah dan semua armadanya untuk menghancurkan musuh. Dewa Binatang dan ketiga wanitanya segera terbang ke arah Mechacircle.
Kegagalan pertama tidak membuat Dewa Binatang berhenti, dia kembali melepaskan tembakan dengan skala yang lebih besar. Sinar kebiruan melesat lebih cepat dari sebelumnya, dan menembus banyak kapal penjelajah yang berusaha melindungi Mechacircle. Ketiga wanita itu juga melepaskan tembakan ke arah serangga pelacak yang menyerang.
Boom....
Ledakan keras ketika energi spiritual mengenai pusat fusi nuklir. Mechacircle perlahan menukik tajam saat tidak adanya energi penopang. Komandan dan para personil bergegas menggunakan kapal penyelamatan diri yang berada di dalamnya.
Dewa Binatang segera menghancurkan apapun yang menyerangnya dengan mudah, setiap kali senjatanya melepaskan tembakan, robot, kapal penjelajah dan yang lainnya dengan mudah dihancurkan.
"Aku akan mengejar pemimpin mereka, tetap selalu berada di belakangku," kata Dewa Binatang kepada ketiga wanitanya.
Dia ingin mengintrogasi komandan Mechacircle untuk mencari tahu dalang serta tujuan dari kejadian ini. Ketiga wanita itu hanya mengangguk sebagai jawaban karena fokus melepaskan tembakan kepada musuh.
__ADS_1