
Bab 105. Kesalahan Fatal.
Setelah Kesengsaraan Petir berlalu, dan Gate Ancient Lightning pun ikut menghilang. Sedangkan Loi Annchi, telah berkumpul bersama suaminya, ia terlihat puas setelah menyerap energi petir.
"Seberapa banyak peningkatan petir-mu?" tanya Qiaofeng kepada Loi Annchi.
"Setelah menyerap Kesengsaraan Petir peringkat kesembilan, sedikit lagi aku akan memiliki kekuatan petir peringkat kedelapan, Demon Fury Lightning!" jawab Loi Annchi dengan nada gembira.
Kesengsaraan Petir yang telah berlalu itu adalah peringkat kesembilan, yaitu Red Spirit Lightning. Oleh sebab itu, Gate Ancient Lightning pun muncul, menandakan bahwa Dewa Samudera Obsidian adalah seseorang yang jenius.
"Dengan kamu terus berkultivasi menyerap Elemen Petir di Dunia Jiwa, peringkat kedelapan akan mudah kamu capai," kata Dewa Binatang dan di anggukan oleh Loi Annchi.
Di Dunia Jiwa, Dewa Binatang telah menyediakan segala elemen yang dibutuhkan oleh semua orang, di mana ada 12 elemen, salah satunya adalah elemen petir.
Kemudian, Dewa Binatang dan istrinya kembali melihat Dewa Samudera Obsidian yang masih melayang di udara setelah berhasil menyelesaikan Kesengsaraan Petir.
Walaupun Kesengsaraan Petir telah berlalu, lautan masih bergejolak dikarenakan Dewa Samudera Obsidian akan menerobos ke tingkat True Omega.
Boom...
Ledakan energi spiritual ketika Dewa Samudera Obsidian menerobos ke tingkat True Omega level 1. Luapan energi spiritual memicu gelombang tsunami yang lebih besar dari sebelumnya.
Dewa Api Phoniex, Raja Guang dan bawahannya terhempas angin hingga terdorong menjauhi Dewa Samudera Obsidian. Segera mereka menstabilkan tubuhnya dan menghalau gelombang tsunami agar tidak merusak wilayah Kerajaan Arcadia.
Pulau tak bertuan yang ditempati oleh Dewa Binatang, juga terkena gelombang tsunami. Namun, Qiaofeng segera mengangkat Trisula Dewi Air agar tsunami tidak menenggelamkan pulau.
Dengan melayang di udara, Dewa Samudera Obsidian duduk bersila untuk menstabilkan pondasi kekuatannya setelah menerobos. Terlihat dia tidak khawatir dengan apapun, sebab dia berpikir yang paling kuat di Galaksi Arcadia.
"Sehebat inikah tingkat True Omega?" gumam Raja Guang yang ingin mengikuti jejak kehebatan Dewa Samudera Obsidian
"Ini hanyalah energi terobosan, belum sedikitpun mengeluarkan kekuatan aslinya!" terang Dewa Api Phoniex yang telah berkumpul dengan keturunannya.
Dia juga memimpikan kekuatan True Omega, tetapi tidak semudah yang dibayangkan untuk mencapainya, butuh waktu lama dan sumber daya yang tak terhitung banyaknya...
Setelah menghabiskan waktu selama dua jam, akhirnya Dewa Samudera Obsidian membuka matanya. Dia segera melepaskan pukulan berenergi ke arah wilayah Kerajaan Matahari Terbit untuk melihat kekuatannya.
Pukulan berenergi itu melesat dengan sangat cepat, sehingga air laut di bawahnya terbelah menjadi dua. Setiap orang yang masih berada di dekat pesisir pantai sudah pasti sangat ketakutan.
Di markas sementara, pukulan berenergi dengan jelas terlihat karena menyerupai batu meteor. Mao Zedong, Putri Yu Jie, Raja Genjo dan banyak orang sedikit lega karena perlindungan dari Dewa Binatang.
Dewa Binatang dan istrinya geleng-geleng kepala karena kebodohan Dewa Samudera Obsidian yang tidak memahami kekuatan True Omega.
"Tempat ini bisa menjadi debu dalam sekejap mata. Benar-benar bodoh menguji kekuatan di tempat ini!" gerutu Qin Diao Chin sambil melihat pukulan itu.
__ADS_1
"Kesempatan bagus untuk menantangnya. Biar aku yang mengatasinya!" ujar Qiaofeng.
Setelah berbicara, ia menghilang dan muncul sebelum pukulan berenergi itu mendekati pesisir pantai wilayah Kerajaan Matahari Terbit. Dengan kecepatannya itu, dikarenakan menggunakan Teknik Teleportasi, bukan karena basis kultivasi yang lebih kuat dari Dewa Samudera Obsidian.
Boom...
Ledakan hebat ketika pukulan milik Dewa Samudera Obsidian membentur sesuatu.
Dewa Samudera Obsidian mengerutkan keningnya karena pukulannya ada yang memblokir. Tetapi dia tersenyum tipis karena pukulannya ini belum kekuatan penuh.
Kemudian, dia melihat gelombang air setinggi 35 meter melesat ke arahnya, di atas gelombang itu berdiri sosok wanita cantik membawa trisula di tangan kirinya. Wanita itu tidak lain adalah Qiaofeng.
Dewa Api Phoniex segera melesat ke arah Qiaofeng untuk mencegatnya. Tanpa banyak bicara, Qiaofeng melambaikan tangan kanannya yang mengeluarkan energi spiritual.
Serangan itu membentuk butiran air yang jumlahnya tak terhitung, berasal dari air laut dan naik melesat ke arah Dewa Api Phoniex. Melihat serangan itu, Dewa Api Phoniex jelas terkejut, dia segera mengeluarkan pukulan api untuk menghalau serangan lawan.
"Bulu Api Phoniex!" teriakkan Dewa Api Phoniex sambil melepaskan pukulannya sebelum serangan Qiaofeng mendekat.
Bermunculan banyak bulu berwarna merah yang mengeluarkan api. Kemudian, bulu-bulu itu berubah menjadi burung Phoenix Api yang segera melesat ke arah butiran-butiran air.
Qiaofeng tanpa berhenti menuju Dewa Samudera Obsidian, segera merubah butiran air menjadi ribuan pedang. Burung Phoenix Api dan ribuan pedang saling berbenturan, tanpa ledakan tetapi ribuan burung Phoenix Api berjatuhan di air setelah terkena pedang.
Dewa Api Phoniex tercengang melihat serangannya dengan mudah dipatahkan, malahan serangan lawan masih bergerak cepat ke arahnya. Padahal basis kultivasinya lebih kuat dari Qiaofeng, hal yang mustahil.
Karena terkejut, Dewa Api Phoniex tidak sempat menghindari serangan itu, tapi Dewa Samudera Obsidian tiba-tiba muncul di depannya sambil memblokir serangan itu dengan perisai energi.
Ribuan pedang itu membentur perisai energi dan seketika kembali menjadi air. Qiaofeng berhenti sambil tetap berdiri di atas ombak sebagai tumpuan kakinya.
"Kamu berniat untuk menguji kekuatan di tempat ini? Apakah kamu bodoh atau memang berniat untuk menghancurkan tempat ini?" geram Qiaofeng yang sebenarnya tidak sedikitpun marah.
"Galaksi ini milikku, apa urusannya denganmu? Dan juga siapa kau? Selama ini aku tidak pernah melihatmu!" Dewa Samudera Obsidian tidak peduli dengan kehidupan di Galaksi Arcadia, sebab dia bisa memulihkan kondisi lingkungan setelah terkena serangannya.
Dewa Api Phoniex sedikit lega karena diselamatkan oleh gurunya. Dia menatap tajam ke arah Qiaofeng. Tiba-tiba, dia teringat wajah Qiaofeng yang menjadi salah satu istri dari Dewa Binatang.
Dia segera mengedarkan pandangan mata untuk mencari keberadaan Dewa Binatang, jantungnya berdebar-debar karena sangat ketakutan. Namun, dia tidak menemukan keberadaannya, hal ini membuatnya makin gelisah karena khawatir akan serangan mendadak.
"Siapa aku? Kamu tidak perlu tahu. Karena aku tinggal di sini, maka akan sekuat tenaga melindungi tempat ini. Jika kamu beralasan hanya untuk menguji pukulan hanya merasa kuat... Aku menantangmu bertarung!" jawab Qiaofeng dengan mengutarakan tujuannya.
"Guru, ja--!" Dewa Api Phoniex berhenti berbicara karena gurunya mengangkat tangan tanda tidak perlu khawatir, padahal dia ingin mencegah gurunya agar tidak menerima tantangan ini dikarenakan wanita itu adalah istri dari Dewa Binatang.
"Gadis kecil, terlalu dini kau menantangku! Carilah pengalaman sebanyak mungkin dan juga tingkatkan kekuatanmu, baru kau layak menantangku. Ya, kuakui, kau sangat jenius bisa mengalahkan serangan muridku. Tetapi, tetap saja kamu bukan lawanku!" tolak Dewa Samudera Obsidian dengan nada ramah, dia tidak ingin wanita dihadapannya mati sia-sia dikarenakan berwajah cantik.
"Aku menantangmu bukan dalam hal basis kultivasi, melainkan bertarung menggunakan elemen air. Aku ingin tahu seberapa besar kemampuanmu dalam pemahaman tentang elemen air!" alasan Qiaofeng.
__ADS_1
Jika bertarung dengan menggunakan basis kultivasi, jelas Qiaofeng mudah dikalahkan oleh Dewa Samudera Obsidian. Ia bisa mengalahkan jurus milik Dewa Api Phoniex dikarenakan lawan yang meremehkannya.
"Apa untungnya bagiku? Aku bisa saja mengalahkanmu tanpa susah payah, jika aku mau. Aku mau menerima tantanganmu, asal... jika kau kalah, jadilah teman tidurku! Hahaha!" ucap Dewa Samudera Obsidian dan diakhiri dengan tawa.
Melihat kecantikan seperti Qiaofeng, siapapun pasti akan tertarik, apalagi Dewa Samudera Obsidian yang sudah lama berkultivasi tertutup, dan jelas tidak pernah berhubungan intim dengan wanita.
"Kesalahan fatal!" sesal Qiaofeng karena ucapan Dewa Samudera Obsidian yang melecehkannya.
Dewa Samudera Obsidian melihat reaksi Qiaofeng yang terlihat pasrah, dia pikir wanita cantik ini sudah sadar akan batas kemampuannya. Berbeda dengan muridnya yang terlihat makin ketakutan.
"Melihat tempat ini yang begitu indah, awalannya aku tidak ingin memusnahkannya. Tetapi, mendengar ucapanmu baru saja, aku pastikan Galaksi Arcadia hanya tinggal sejarah, termasuk kau!"
Terdengar suara seorang pria muda yang sangat marah, dia tidak lain adalah Dewa Binatang. Di depannya matanya, seseorang yang melecehkan istrinya, jelas tidak akan ditoleransi.
Dewa Samudera Obsidian seketika berhenti menertawakan Qiaofeng. Mendengar suara milik Dewa Binatang, detak jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. Sedangkan Dewa Api Phoniex yang hafal dengan suara itu, secara naluri segera kabur dengan menghancurkan batu giok teleportasi, dia seketika menghilang dari belakang gurunya.
Raja Guang dan bawahannya yang melihat dari awal, segera ikut kabur karena Dewa Api Phoniex yang ketakutan. Dewa Binatang dan istrinya dengan sengaja tidak mengejar mereka, sebab nanti pasti akan bertemu.
"Siapa kau, keluar?!" bentak Dewa Samudera Obsidian sambil melihat sekelilingnya, kedua matanya tertuju di pulau tak bertuan.
"Bodoh! Aku di depanmu, bandot tua?!" jawab Dewa Binatang dengan nada tinggi, dia tiba-tiba muncul di hadapan Dewa Samudera Obsidian, terpaut jarak 7 meter.
Sontak membuat Dewa Samudera Obsidian kaget dengan segera mundur, namun tubuhnya sulit untuk digerakkan.
"Si--siapa kau?" tanya Dewa Samudera Obsidian dengan terbata-bata karena pria dihadapannya ini jelas lebih kuat darinya.
Hanya seseorang yang lebih kuat mampu membuat lawan lemah tidak mampu bergerak, hal ini sudah diketahui oleh siapapun. Dewa Samudera Obsidian baru sadar saat tidak lagi merasakan aura milik muridnya. Dia sangat marah karena murid dan yang lainnya malah kabur di saat seperti ini.
"Aku adalah orang yang ditakuti muridmu. Aku... Dewa Binatang!" jawabnya sambil berjalan di udara mendekati Dewa Samudera Obsidian.
Mendengar jawabannya, Dewa Samudera Obsidian akhirnya tahu kenapa muridnya dan yang lain segera kabur. Karena kekuatan lawannya lebih tinggi, dia tidak punya pilihan lain selain bertarung mati-matian, sebab percuma berusaha kabur di saat tubuhnya sulit untuk digerakkan.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Dewa Samudera Obsidian dengan tujuan mengulur waktu.
"Memburu keturunanmu yang berniat membunuhku dan istriku... Tidak hanya niat, tapi hampir saja membunuh kita!" jawab Dewa Binatang.
Tiba-tiba, dia muncul di belakang Dewa Samudera Obsidian dengan tangan kanan telah menempel di punggungnya. Sekali lagi membuat Dewa Samudera Obsidian kaget, niat hati ingin bergerak namun tubuhnya seakan-akan mengkhianatinya.
"Aku ekstrak kekuatanmu. Setelah itu, kau harus bertarung dengan istriku. Jika kau menang, aku akan melepaskanmu. Dan, jika kau kalah, galaksi ini menjadi milikku!" ucap Dewa Binatang.
Dia berniat mengekstrak kekuatan Dewa Samudera Obsidian hingga setara dengan Qiaofeng. Setelah itu, tidak ada lagi kesenjangan kekuatan jika istrinya dan Dewa Samudera Obsidian bertarung.
Ucapannya jelas membuat Dewa Samudera Obsidian ketakutan. Baru saja memiliki kekuatan tingkat True Omega, dan belum sempat digunakan, sudah akan dipanen oleh Dewa Binatang, hal yang tidak diinginkan oleh semua kultivator dimana pun.
__ADS_1