
Bab 153. Mengirim Tian Fai Pulang.
Karena kebaikan Tian Fai yang selama ini merawatnya, Dewa Binatang memberikan sesuatu yang sangat berharga, dia memberikan Cincin Dimensi tak terlihat sebagai hadiah.
Cincin dimensinya sudah lama tidak digunakan, dan tidak ada lagi bermanfaat baginya karena memiliki Dunia Jiwa. Di dalam cincin itu kosong, tetapi Dewa Binatang mengisinya dengan banyak Pil Kultivasi yang berbeda jenis, pil yang mampu meningkatkan kekuatan hingga tingkat Dewa Sejati.
Di dalamnya juga diisi dengan banyak Batu Roh, kepingan emas, dan beberapa senjata Artefak Bintang 4. Jika dibandingkan dengan hadiah pemberiannya, kebaikan keluarga Tian Fai lebih besar nilainya, karena memulihkan energi setingkat dirinya sangatlah lama
Sebelum Tian Fai menerima pemberian dari Dewa Binatang, masuk putrinya yang selesai mandi. Lalu disusul Lai Xiu yang selesai menyiapkan makanan.
"Putriku yang selama ini merawat Anda. Hadiah ini lebih pantas diberikan kepadanya!" ucap Tian Fai.
Dewa Binatang tersenyum dan mengangguk paham, lalu dia melihat Tian Xiu Jun yang tersipu malu sambil menundukkan wajah. Penampilannya wanita muda ini dari sebelumnya sedikit berbeda, saat ini sedikit lebih gemuk.
Lai Xiu tersenyum melihat putrinya yang berbeda ketika tamunya tertidur, yang mana bersikap liar saat mencapai puncak kenikmatan, dan selalu mengucapkan kata-kata kotor.
"Duduk di sini!" pinta Dewa Binatang sambil menepuk-nepuk kasur, di sisi kanannya.
Tian Xiu Jun segera duduk di sampingnya. Dewa Binatang memegang kepala Tian Xiu Jun dengan lembut, lalu mengalirkan energi spiritual untuk memberikan informasi tentang Cincin Dimensi, serta memberikan kekuatan.
Merasakan energi besar memasuki tubuhnya, Tian Xiu Jun langsung menutup mata. Kedua orang tuanya tercengang melihat tubuh putrinya mengeluarkan cahaya. Kemudian, disusul dengan energi terobosan dari tingkat Nirwana level 6 naik ke level 7. Namun itu tidak berhenti di level 7, energi terobosan meluap-luap karena terus meningkat.
"Di-dia... Se-Seorang Dewa!" seruan Tian Fai dengan tergagap saat mengetahui jika tamunya adalah seorang Dewa.
Baginya dan dari pengetahuan semua orang, hanya seorang Dewa yang mampu memberikan kekuatan secara instan, seperti yang dilihatnya saat ini. Apalagi tidak perlu lagi mengalami Kesengsaraan Petir.
Akhirnya, energi terobosan berhenti saat kekuatan dari Tian Xiu Jun berada di tingkat Grand Dao level 8, setara dengan kekuatan kedua orang tuanya. Sengaja Dewa Binatang tidak memberikan kekuatan lebih dari itu, agar Tian Xiu Jun tidak menjadi sombong, dan berani kepada orang tuanya.
Kemudian, Dewa Binatang menyelipkan cincin dimensi di jari manis tangan kanan milik Tian Xiu Jun. Lalu berkata, "berlatihlah di luar untuk membiasakan diri!"
Tian Xiu Jun segera memeluk Dewa Binatang dengan air mata bahagia, dan disambut dengan pelukan hangat. Tian Fai dan istrinya ikut meneteskan air mata bahagia.
"Terima kasih!" ucap Tian Xiu Jun setelah melepaskan pelukannya, ia menundukkan wajahnya karena malu.
Tian Xiu Jun dan ibunya sangat bahagia karena tidak menyangka bahwa pria ini adalah seorang Dewa. Namun di dalam hati, ibu dan anak itu merasa berdosa karena telah melakukan hal yang tidak terpuji, melampiaskan hasrat ketika Dewa Binatang sedang tertidur.
"Justru aku yang harus berterima kasih. Apa yang kuberikan tidaklah berharga!" sahut Dewa Binatang.
Tanpa diduga, Tian Xiu Jun mencium bibir Dewa Binatang dengan cepat, lalu buru-buru keluar dari kamarnya. Tian Fai ingin marah karena melihat kelakuan putrinya yang tidak tahu malu. Lai Xiu segera menyusul putrinya.
"Apa yang Dewa berikan kepada putri kami sangat berharga. Terima kasih!" ucap Tian Fai dengan tulus.
Sebelum Tian Fai berlutut sebagai bentuk penghormatan kepada seorang Dewa, Dewa Binatang menahan bahunya agar tidak melakukan tindakan berlebihan.
__ADS_1
"Aku juga manusia biasa seperti kalian!" jelas Dewa Binatang, lalu menggelengkan kepalanya karena tidak tahu harus berkata apa.
Tian Fai duduk kembali tanpa berani menatap wajah Dewa Binatang, lalu dia mengeluarkan botol giok. "Di dalam masih ada dua pil yang sama. Semoga ini bisa menggantikan rasa terima kasih kami kepada Dewa!" ucapannya.
Spontan Dewa Binatang segera menerima botol giok itu, dia membuka tutupnya dan mencium aroma wangi khas pil. Segera dia menutupnya kembali, rencananya akan dipelajari agar bisa dibuat secara massal.
Sebenarnya, Dewa Binatang ingin tertawa karena kebaikan musuhnya. Seandainya Hu Yue Yan tahu apa yang diberikannya justru jatuh di tangan Dewa Binatang, sudah pasti akan sangat menyesal.
"Karena kebaikan Anda, apakah Anda tidak ingin kembali ke Bumi?" tawaran Dewa Binatang sebagai ganti pemberian dari Tian Fai.
Tian Fai langsung berlutut dan berkata jika mau kembali ke Bumi, hal inilah yang selama ini selalu diinginkan olehnya, termasuk istri dan putrinya. Selama ini mereka sudah mencari altar dimensi agar bisa pulang, namun tidak pernah menemukannya.
"Persiapkan diri untuk kembali. Hari ini juga aku akan kirim kalian pulang," kata Dewa Binatang.
Tian Fai segera keluar dari kamar putrinya, lalu menemui istri dan putrinya. Dewa Binatang tersenyum melihat kebahagiaan mereka, lalu dia mengeluarkan satu butir pil di dalam botol giok.
"Pantas saja ini adalah pil tingkat Almighty God Alchemist," gumam Dewa Binatang saat tahu tingkatan pil yang mampu memulihkan energinya, dia mencium aroma pil untuk mengetahui jenis tanaman apa yang digunakan sebagai bahannya.
"Mungkin Shuǐ Jingling yang lebih paham!" ucapnya karena kesulitan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang terkandung di dalam pil, sebab tingkatannya belum mencapai tingkat Almighty God, masih berada di tingkat Supreme Alchemist God.
Dia segera menelan pil itu sambil duduk bersila dan memejamkan mata. Dia merasakan dantian-nya secara perlahan mulai terisi dengan energi spiritual...
Di luar, Tian Fai segera berbicara kepada istri dan putrinya mengenai Dewa Binatang yang bisa mengirim mereka kembali ke Bumi. Mereka bertiga segera berkemas dan tidak ada niatan untuk berpamitan dengan seluruh penduduk Desa Ulcaster, sebab mereka tidak ingin penduduk desa banyak bertanya.
Reaksi ketiga orang itu jelas tercengang melihat Dunia Jiwa yang tidak pernah mereka ketahui, dunia yang sangat-sangat subur, seperti dunia di negeri dongeng.
Dewa Binatang mengajak mereka bertiga menuju ke suatu tempat, di mana disimpannya mesin waktu yang telah perbaikan. Tian Fai, Tian Xiu Jun dan Lai Xiu tidak bisa berkata-kata melihat kekayaan Dewa Binatang. Mereka melihat banyak bangunan-bangunan arsitektural, bertingkat, besar dan juga melihat banyak penghuninya.
"Ini adalah mesin waktu yang akan membawa kalian ke Bumi. Waktu dan tempat bisa diatur sesuai keinginan!" jelas Dewa Binatang kepada Tian Fai.
"Apakah waktu disesuaikan dengan kondisi Anda sebelum terjebak di dalam portal dimensi?" tanyanya yang memberikan tawaran kepada Tian Fai.
"Hebat, ini hebat!" seruan Tian Fai, lalu menjawab, "jika waktu bisa diatur, saya ingin kembali 18 tahun setelah kami terjebak!"
Dewa Binatang melihat ilmuwan yang bertugas merawat mesin waktu, dia mengangguk sebagai perintah. Sang ilmuwan segera bertanya kepada Tian Fai kapan peristiwa itu terjadi. Setelah tahu, dia segera mengatur mesin waktu sesuai dengan permintaan.
Mesin waktu yang berbentuk lingkaran mengeluarkan cahaya terang, lalu muncul lorong hitam.
"Yang Mulia, mesin waktu sudah siap!" laporan sang ilmuwan.
"Apakah kalian sudah siap?" tanya Dewa Binatang kepada penolongnya.
"Anda tidak ikut?" sela Tian Xiu Jun sebelum ayahnya menjawab, namun ibunya mencubit perutnya putrinya, ia meringis menahan cubitan ibunya.
__ADS_1
Lai Xiu khawatir putrinya ini keceplosan berbicara apa yang telah dilakukan kepada Dewa Binatang ketika tertidur.
"Masih banyak urusanku yang belum selesai. Setelah urusanku beres, aku akan menemui kalian di Bumi!" jawab Dewa Binatang.
Sebelum putrinya berbicara lagi, Tian Fai segera berbicara, "kami siap, Dewa!"
Dewa Binatang tersenyum sambil menganggukkan kepala sebagai respon. Kemudian, Tian Fai memegang pergelangan tangan istrinya serta putrinya, lalu mereka berjalan menuju ke mesin waktu.
Ketika berada di dalam mesin waktu, tanpa diduga Tian Xiu Jun berbicara kepada Dewa Binatang dengan menggunakan telepati, "di rahimku ada anakmu!"
"Tunggu...!" cegah Dewa Binatang.
Sayangnya, mereka telah menghilang terbawa arus lorong waktu. Dia baru mengerti kenapa selalu bermimpi basah, dan hampir setiap hari selalu begitu, sungguh keadaan yang aneh. Dia pikir, bermimpi basah akibat terkurasnya energi.
Boom...
Tiba-tiba mesin waktu meledak setelah digunakan. Ledakan itu tidak berdampak apa-apa bagi Dewa Binatang dan para ahli teknologi, namun tetap saja mengejutkan.
"Apakah mereka baik-baik saja?" tanya Dewa Binatang yang panik akan keselamatan penolongnya, terutama Tian Xiu Jun yang sedang hamil muda.
Sang ilmuwan segera menjelaskan penyebab mesin waktu meledak. Dia berkata jika mesin waktu meledak dikarenakan seringnya digunakan untuk uji coba. Selama uji coba itu, hasilnya sangat memuaskan, semua objek dikirim sesuai dengan tujuan ilmuwan, dan kembali dalam keadaan normal.
Kemungkinan besar ledakan itu disebabkan bahan materialnya yang rapuh karena akumulasi waktu.
"... Saya jamin mereka tiba dengan selamat, sebab yang hancur hanya mesin waktunya saja, dan lorong dimensi berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan tujuan mereka!" penjelasan Kepala Biotec yang bertanggung jawab atas mesin waktu.
"Syukurlah jika mereka baik-baik saja! Karena kalian sudah memiliki blueprint mesin waktu, buatlah yang baru dengan material terbaik!" perintah Dewa Binatang, dia lega setelah mendapatkan penjelasan.
"Sesuai kehendak Yang Mulia!" jawab serempak semua ilmuwan itu
Dewa Binatang segera menemui Shui Jinjing yang masih berada di dalam Pagoda Berlian, dia ingin sesegera mungkin untuk membuat pil pemberian dari Tian Fai. Dengan adanya pil ini, dia tidak lagi pelit untuk mengeluarkan semua kekuatan ketika bertarung nanti.
Sayangnya, Shuǐ Jingling sedang berkultivasi dan tidak bisa diganggu. Akhirnya, Dewa Binatang memutuskan untuk ikut berkultivasi di lantai 12. Walaupun musuhnya telah mengingkari kesepakatan, dia tetap berpegang teguh pada kesepakatan awal, 30 hari adalah miliknya.
Sebelum berkultivasi, dia keluar dari dalam Dunia Jiwanya untuk memastikan keselamatannya. Saat berada di luar, dia terlihat sedih saat teringat dengan Tian Xiu Jun. Seandainya tahu, sudah pasti akan mencegah Tian Fai kembali sebelum Tian Xiu Jun melahirkan.
Dia membuang segala pikirannya tentang Tian Xiu Jun. Kemudian, jari telunjuknya mengarah ke tanah, lalu keluar sinar energi yang melubangi tanah sedalam 35 kilometer. Ukuran lubang sebesar ujung jari telunjuknya. Lalu, dengan wujud menjadi udara, dia masuk ke dalam lubang, dan mengendalikan tanah agar lubang tertutup seperti semula.
Ketika berada di dalam dasar lubang, Dewa Binatang masuk ke dalam Dunia Jiwanya untuk berkultivasi di dalam Pagoda Berlian. Dengan begini, keselamatannya terjamin...
Istri Kepala Desa Ulcaster datang ke kediaman Tian Fai. Tujuan Samara ingin berhubungan intim dengan Dewa Binatang seperti sebelumnya. Dia sangat puas dan ketagihan.
Sayangnya, Samara tidak menemukan siapapun di rumah, benar-benar kosong. Samara segera melapor kepada suaminya tentang menghilangkannya keluarga Tian Fai, termasuk Dewa Binatang...
__ADS_1