God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Suku Penjaga Makam, Dao Li Bai.


__ADS_3

Bab 55. Suku Penjaga Makam, Dao Li Bai.


Dewa Binatang membuka pintu gerbang istana miniatur. Seketika 13 anggota Ras Naga seperti orang kesurupan menyerangnya. Tetapi serangan mereka membentur perisai energi.


Kecuali Dao Li Xia, semua istrinya segera bertindak dengan menyerang balik anggota Ras Naga, mereka yang tadinya senang menjadi kesal karena gangguan ini. Dengan brutal mereka menghajar anggota Ras Naga.


Sambil melihat keanehan anggota Ras Naga, Dewa Binatang bertanya kepada Dao Li Xia, "apakah mereka seperti ini?"


"Tidak, ini bukan seperti karakter mereka. Walaupun tidak kenal dengan orang lain atau sedang bermusuhan, biasanya Ras Naga terlebih dahulu berbasa-basi sebelum menyerang!" jawab Dao Li Xia.


Sebenarnya Dewa Binatang tahu betul sifat para Naga yang sombong, merasa tinggi derajatnya dan sulit untuk ditaklukkan. Tetapi, berbeda dengan apa yang dihadapinya, seolah-olah tidak memiliki kesadaran diri.


Karena penasaran apa yang telah terjadi dengan 13 anggota Ras Naga itu, dia mengaktifkan Mata Langit untuk memeriksa struktur tubuh mereka, dan juga membaca pikiran mereka.


Ternyata, di dalam tubuh 13 anggota Ras Naga terdapat parasit yang mengendalikan mereka, bentuknya seperti bintang laut, tapi struktur tubuhnya seperti jeli, ukurannya sebesar ibu jari orang dewasa.


Yang lebih mengejutkannya, parasit tersebut yang mengendalikan mereka, dan tujuan agar setiap kali bertemu dengan orang maupun binatang bisa dikendalikan juga.


Parasit tersebut mampu menggandakan dirinya, sedangkan tubuh ganda-nya yang akan mengendalikan korban baru. Bisa dikatakan tubuh korban menjadi tempat untuk berkembang biak.


Setelah mengetahui penyebabnya, Dewa Binatang kembali terkejut ketika membaca kenangan anggota Ras Naga yang sedang dihajar oleh istrinya.


Menurut kenangan mereka, mereka sedang berburu binatang mistik sebelum dirasuki oleh parasit. Saat itu mereka sedang berada di perbatasan wilayah Ras Undeed dan Ras Naga, tepatnya berada di Bukit Logam.


Di Bukit Logam mereka menemukan binatang Rusa yang berpura-pura menjadi mayat. Saat didekati dan rencananya akan dibawa pulang, tiba-tiba binatang Rusa yang berjumlah 5 ekor bangkit dan menyerang mereka. Karena tidak siap akan serangan rusa, 13 anggota Ras Naga terluka karena serudukan rusa.


Nah, dari luka tersebut parasit memasuki tubuh mereka sehingga dalam beberapa menit kemudian telah dikendalikan. Dan, yang membuat Dewa Binatang terkejut, parasit tersebut memiliki induk, ukurannya sebesar binatang kambing.


Karena korban juga terhubung dengan parasit serta induknya, Dewa Binatang akhirnya mengetahui siapa orang yang membawa parasit tersebut, yang tidak lain adalah Ras Pleidian. Dan mahkluk itu disebut mikroba bintang laut.


Ras Pleidian mampu menciptakan makhluk mengerikan ini berkat kecerdasan kaum Grey. Dari kaum Grey lah mereka sering menggunakan parasit tersebut untuk menginvasi suatu planet.


"Kalian segera mundur, cepat!" peringatan Dewa Binatang sebelum istrinya mengalami hal serupa.


Peringatan suaminya segera dipatuhi dengan segera masuk ke dalam istana miniatur. Dao Li Xia jelas terkejut karena sikap suaminya yang sangat khawatir.


"Ada apa, mereka akan berhasil mengalahkannya?" tanya Dao Li Xia.


"Iya, aku tadi sudah mau memberikan jurus pamungkas terakhir!" sahut Angela yang belum puas untuk menghajar mereka.


Sebelum menjawab dan menjelaskan kenapa meminta untuk menjauhi anggota Ras Naga, Dewa Binatang melambaikan tangan kanannya, lalu keluar energi spiritual yang meledakkan tubuh mereka.

__ADS_1


Setelah tubuh mereka meledak, semua istrinya terkejut saat melihat makhluk menjijikkan keluar dari kepala mereka, tidak hanya satu tapi banyak parasit. Walaupun tidak tahu mahkluk apa itu, semua wanita tahu jika itu sangat berbahaya.


Parasit tersebut langsung menjadi cairan saat tubuh inangnya telah mati. Kemudian, bagian-bagian tubuh dari 13 anggota Ras Naga berubah wujud menjadi aslinya.


"Jadi itu penyebabnya?" tanya Dao Li Xia.


"Benar. Jika kalian terluka sedikit saja, parasit tersebut akan memasuki tubuh kalian. Dalam hitungan menit, kalian akan sama seperti mereka...," jelas Dewa Binatang dan berhenti berbicara saat menarik napas.


"Mereka telah datang!" lanjutnya dengan mengungkapkan kedatangan invasi.


"Ya Dewa, secepat inikah!" seruan Putri Hua yang tidak siap karena penghuni Mysterious Land belum bersatu.


Melihat kepanikan istrinya, Dewa Binatang segera menenangkan mereka. Dia dan istrinya kembali masuk ke dalam istana miniatur. Saat berada di dalam, dia menceritakan tentang kedatangan invasi sesuai dengan apa yang diketahuinya melalui ingatan anggota Ras Naga.


Saat ini, wilayah Ras Undeed telah berhasil dikuasai oleh musuh. Kemudian, mereka menggunakan mikroba bintang laut untuk mengendalikan King Wolf dan Ras Undeed.


Karena induk mikroba bintang laut hanya mengenal tentang Ras Pleidian dan kaum Grey, sehingga tidak mengetahui apapun tentang Maharaja Yaksa dan utusannya.


Demikian juga dengan Dewa Binatang yang tidak tahu musuhnya datang untuk menangkapnya, dia juga belum tahu karena dirinya musuh bisa masuk ke wilayah Mysterious Land


Setelah menceritakan tentang kedatangan Ras Pleidian, Dao Li Xia segera merubah rencananya. Rencana awalnya ingin menemui Kepala Suku Naga, berhubungan penjajah telah tiba, dia memutuskan untuk menemui Kepala Suku Penjaga Makam karena yang paling dekat dengan lokasinya.


Karena wilayah Kepala Suku Makam berdekatan dengan Bukit Logam, Dao Li Xia khawatir Ras Pleidian menggunakan parasit bintang laut untuk mengendalikan Suku Penjaga Makam.


Dao Li Xia menginginkan bangsa Elves bersatu sesegera mungkin sebelum penjajah menguasai wilayah Ras Giant dan yang lainnya. Walaupun tahu menyatukan bangsa Elves tidaklah mudah, dengan kehadiran Dewa Binatang yang lebih kuat, dia percaya suaminya mampu meyakinkan mereka.


"Begini saja, aku yang akan menemui Kepala Suku Air karena aku dekat dengannya. Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua yang akan mendampingku saat meyakinkan mereka!" pinta Putri Hua yang ingin meringankan beban suaminya.


Dewa Binatang berpikir sejenak. Setelah beberapa waktu berpikir, dia mengeluarkan cincin dimensi yang berisi koin emas dengan jumlah lebih dari dua juta. Ada juga sumber daya berupa Pil Kultivasi dan Pil Penyembuh, semua setingkat Grand Master tahap menengah, jumlahnya ada ratusan pil.


"Berikan ini jika mereka mau bersatu dengan kita. Dengan adanya bukti ini, mereka akan yakin bahwa Kepala Suku Pohon mampu mensejahterakan mereka," kata Dewa Binatang sambil memberikan cincin dimensi kepada Putri Hua.


"Yakinlah, aku bisa meyakinkan mereka. Apalagi dengan adanya ini!" ucap Putri Hua.


"Kamu juga harus bawa satu unit Scorpion ATV agar perjalanannya lancar dan menunjukkan kekayaan Suku Pohon," imbuh Dewa Binatang.


"Tidak ada waktu lagi, kita berangkat sekarang!" pinta Dao Li Xia dan di anggukan oleh semua orang.


Kemudian, Dewa Binatang mengeluarkan Scorpion ATV yang berwarna keperakan untuk digunakan Putri Hua, Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua.


Setelah Putri Hua dan kedua istrinya memberikan pelukan serta ciuman, mereka pergi dengan menggunakan Scorpion ATV. Dewa Binatang tidak khawatir dengan keselamatan ketiga istrinya karena mereka lebih kuat dari Kepala Suku Air, dan juga masih ada Scorpion ATV untuk perlindungan.

__ADS_1


Dalam sekejap mata, Scorpion ATV telah jauh dari lokasinya. Kemudian, Dewa Binatang menyimpan istana miniatur dan mengeluarkan Scorpion ATV berwarna hitam.


Evilyn dan semua orang masuk, dia kembali menjadi pilotnya. Walaupun perjalanan mereka di malam hari, dengan adanya lampu sorot keadaan gelap menjadi terang, belum lagi ada sensor pendeteksi zona sehingga tidak ada halangan.


Wilayah Suku Penjaga Makam adalah tempat yang awal ingin dikunjungi oleh Dewa Binatang. Berhubungan waktu itu dia terhalang oleh serangan Suku Pohon sehingga mengurungkan niatnya.


Menurut tebakannya, makam itu adalah tempat jiwa kakaknya bersemayam...


Saat pagi hari, akhirnya Scorpion ATV telah memasuki wilayah Suku Penjaga Makam. Sesampainya di sana dan karena aturan tidak diperbolehkan seseorang naik tunggangan, maka Dewa Binatang dan ketiga istrinya berjalan kaki.


Baru saja memasuki wilayah Suku Penjaga Makam, Dewa Binatang dan istrinya sudah merasakan aura yang tidak nyaman, seperti halnya berada di makam angker. Pepohonan menjulang tinggi tapi jarak satu dengan lainnya berjauhan, setiap celah itu tertanam nisan berukuran besar.


Dewa Binatang tidak terkejut melihatnya, sebab dulu sewaktu berada di Alam Tianwu dia pernah melihatnya. Hanya saja perasaannya merasa di tempat ini lebih mengerikan daripada di Alam Tianwu.


"Jangan ada pikiran negatif saat berada di wilayah ini. Santai dan anggap saja berada di makam biasa!" peringatan Dao Li Xia saat melihat kegelisahan Evilyn dan Angela yang selalu memegang erat lengan Dewa Binatang.


"Apakah masih jauh hunian mereka?" tanya Evilyn.


"Ya, lumayan. Ikuti aku!" jawab Dao Li Xia yang memimpin jalan.


Bagi Dao Li Xia yang sering mengunjungi Suku Penjaga Makam, dia sudah terbiasa dengan suasana yang mencekam ini. Wilayah ini tidaklah luas, hanya seluas kurang dari 2 km persegi. Jarak antara Bukit Logam dan wilayah ini sejauh 45 km jika ditarik lurus.


Sambil berjalan mengikuti Dao Li Xia, Dewa Binatang bertanya, "ada berapa banyak Suku Penjaga Makam?"


Tanpa berhenti berjalan, Dao Li Xia menceritakan tentang sejarah Suku Penjaga Makam, "kurang dari 300 jiwa. Jumlah mereka lebih sedikit dari suku manapun karena mereka semua adalah wanita, wanita yang sudah tua. Sebenarnya mereka berasal dari Suku Angin, Suku Pohon dan Suku Air. Mereka memutuskan untuk menjaga makam setelah suaminya berselingkuh, ada juga yang tidak ingin menikah lagi setelah suaminya meninggal...,"


Sebagian tidak ingin lagi berurusan dengan keduniawian, dan memutuskan untuk menjaga makam sebagai bentuk penyesalan serta penebusan dosa.


Jumlah yang sedikit dan semuanya adalah wanita, bukan berarti mereka lemah. Mereka justru wanita-wanita kuat dan telah hidup lama, usia paling muda berusia lebih dari 500 tahun, dan yang paling tua usia 3.000 tahun.


Selama itu dan selain melindungi Makam Mysterious Land, mereka juga tidak melupakan untuk berkultivasi dengan tujuan memperpanjang umur. Tapi ada sebagian yang tidak bisa lagi meningkatkan kekuatan karena kemacetan, untuk memperpanjang umur biasanya mereka akan tidur di dalam peti mati.


Dao Li Xia berhenti berbicara saat telah tiba di pusat makam. Saat ini, Dewa Binatang dan istrinya melihat nisan besar yang jaraknya lebih rapat daripada sebelumnya. Suasananya sangat sepi dan tidak melihat satupun wanita.


Setiap nisan besar itu, disebelahnya dibangun sebuah pondok bambu beratapkan jerami. Ada satu pondok bambu berada di tengah-tengah makam, itu adalah kediaman Kepala Suku Penjaga Makam.


"Aku Dao Li Xia, datang berkunjung. Salam!" ucap Dao Li Xia yang ditujukan untuk semua orang penjaga makam.


"Dao Li Xia, ada apa kamu datang kembali, bukankah baru saja kamu ke sini?" tanya seseorang wanita tua dengan nada serak, suaranya keluar dari pondok Kepala Suku.


"Ada petunjuk dari Cermin Kebenaran. Hal ini perlu dibahas dengan Kepala Suku dan semua penjaga makam. Ini sangat penting!" jawab Dao Li Xia.

__ADS_1


Tiba-tiba hembusan angin kencang keluar dari setiap pondok bambu. Kecuali Dao Li Xia, Dewa Binatang dan kedua istrinya sedikit terkejut melihat hembusan angin seperti pusaran. Dari kekuatan pusaran angin, terasa kekuatan mereka berada di Ranah Penguasa Alam level puncak.


Setelah pusaran angin berhenti, terlihatlah wujud mereka sebagai penjaga makam. Pakaian serba hitam seperti ciri-ciri khas Suku Angin. Ada satu wanita tua yang mengenakan pakaian serba putih, wanita itu adalah Kepala Suku Penjaga Makam, namanya Dao Li Bai, asli dari Suku Pohon.


__ADS_2