God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Menuju Ke Kerajaan Anarym.


__ADS_3

Bab 130. Menuju Ke Kerajaan Anarym.


Dewa Binatang keluar dari kediaman Blair Witch. Setelah keluar, dia berubah wujud menjadi udara. Lalu mengikuti seseorang ahli Formasi Array yang akan memendam Batu Formasi.


Dia menunggu orang itu yang sedang memendam Batu Formasi. Setelah orang itu selesai, Dewa Binatang segera mengambil Batu Formasi. Dia merubah simbol-simbol yang telah terukir. Kemudian berlanjut ke tempat lainnya, di mana Batu Formasi dipendam melingkari wilayah Suku Dewa Api.


Setelah selesai menggagalkan usaha musuhnya yang ingin menangkap dirinya, Dewa Binatang kembali ke dalam Lubang Neraka, tujuannya untuk menyelidiki Formasi Penjara Elemen. Selain itu, dia ingin mengeliminasi Dewa Api dan Dewa Ilusi.


Di dasar Lubang Neraka, dia tidak lagi melihat Dewa Api karena telah bergabung dengan Dewa Ilusi dan semua ahli Formasi Array, hanya ada beberapa anggota Suku Dewa Api yang berjaga-jaga di dasar lubang.


Saat ini, Dewa Binatang berada di tempat Devil Hunter Firefox, kedua matanya tertuju ke bawah. Dengan Mata Surgawi, dia melihat dibawahnya ada altar datar yang tertutup magma, panas magma itu tidak terlalu dirasakan karena tertutup tanah setebal lebih dari ribuan meter.


"Pantas saja tidak ada reaksi alam ketika aku mengambil Api Semesta... Ternyata Dewa Sihir telah mengantisipasi hal ini," gumam Dewa Binatang.


Seharusnya, jika Formasi Penjara Elemen kehilangan salah satu energinya, maka akan terjadi reaksi, biasanya akan terjadi guncangan. Berhubungan altar api dari Formasi Penjara Elemen masih memiliki sumber energi cadangan, maka hal itu tidak terjadi. Magma adalah sumber pengganti dari Api Semesta, karena sama-sama berunsur api.


Bisa disimpulkan, bahwa Dewa Sihir tidak membutuhkan peringkat elemen sebagai sumber energi, melainkan yang dibutuhkannya adalah unsur alam.


Satu hal yang Dewa Binatang ketahui dari catatan sejarah Planet Peliades, yang digabungkan dengan petanya, lokasi pintu segel merupakan tempat dunia spasial, dengan kata lain ada dunia lain yang tidak sesuai dengan struktur geografis alam di sini.


Oleh karena itu, Dewa Binatang menarik garis lurus pada petanya, lalu melipat petanya. Dari situ akan muncul dua lokasi pintu segel, Magic Sea dan Flotilla Sea. Sesuai dengan namanya, Magic Sea merupakan lautan tipuan belaka alias sihir, dan yang sebenarnya adalah Flotilla Sea.


Jika Dewa Binatang tidak mencoret-coret petanya, mungkin tidak akan menemukan lokasi pintu segel itu. Tetapi yang menjadi pertanyaan dihatinya, apakah ada dunia spasial yang lain di Flotilla Sea?


Setelah tahu ada altar di kedalaman Lubang Neraka, Dewa Binatang menemui Devil Hunter Firefox yang berada di dalam Dunia Jiwanya. Dia melihat Devil Hunter Firefox yang masih melahap api dengan santainya, sambil tiduran.


"Kamu kenal dengan nama Dewa Sihir?" tanya Dewa Binatang sambil dudu di samping Devil Hunter Firefox.


"Oh, orang tua itu! Tahulah, dia orang yang memenjarakan-ku di sini. Untung saja ada sumber magma yang bisa membuatku menjadi remaja. Jika tidak ada, entah sampai kapan aku bisa menjadi remaja!" jawab Devil Hunter Firefox si Api Semesta dengan nada kesal.


"Apa alasannya sehingga kamu dipenjara di Lubang Neraka?" selidik Dewa Binatang.


"Alasannya sangat konyol! Dia mengatakan, jika Api Semesta bisa menjadi penyebab masalah, menjadi perebutan banyak kultivator. Karena itu aku harus dipenjara, padahal waktu itu aku masih bibit!" terang Devil Hunter Firefox dengan nada ketus.


"Berarti kamu tahu jika di bawah tempat tinggalmu ada altar?" Selain mahkluk sepertimu, apakah ada yang lain?"


"Tahulah... Karena altar itu menjadi penjara bagiku. Untung saja ada kamu yang memiliki kekuatan jiwa. Jika kamu tidak datang, selamanya aku akan terkurung di sana! Tentang mahkluk yang lain, aku tidak tahu karena panca inderaku diblokir oleh altar itu!" jawab Devil Hunter Firefox yang tidak tahu tujuan Dewa Binatang terus bertanya.


"Kau terus bertanya... Ada apa sebenarnya?" tanya balik Devil Hunter Firefox.

__ADS_1


"Ingin tahu masa lalumu. Oh iya! Apakah kamu tahu sejarah tentang Dewi Sihir dan Penguasa Kegelapan?"


"Cerewet sekali!" sungut Devil Hunter Firefox karena Dewa Binatang terus bertanya.


Dewa Binatang tertawa sambil membaringkan tubuhnya, kepalanya bersandar di perut Devil Hunter Firefox.


"Penguasa Kegelapan, siapa dia? Kalau Dewa Sihir, aku hanya tahu dia adalah penemu Benua Peliades. Apakah dia sudah mati? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya semenjak waktu terakhir itu!"


Devil Hunter Firefox memang tidak kenal dengan nama Penguasa Kegelapan, sebab waktu itu dia masih menjadi bibit, dengan kata lain masih menjadi bayi. Dia bisa cepat menjadi remaja karena sumber panas dari magma, dan juga menyerap esensi kehidupan yang menginginkan elemen apinya.


"Kamu juga cerewet!" balasan Dewa Binatang dan diakhiri dengan tawa.


Karena Devil Hunter Firefox kesal, dia mengayunkan ekornya ke arah Dewa Binatang. Namun, Dewa Binatang segera menghilang dan muncul di luar Dunia Jiwa.


"Mengganggu saja!" gerutu Devil Hunter Firefox dan kembali menikmati hidup dengan melahap api disekitarnya.


Kemunculan Dewa Binatang dengan wujud aslinya, jelas membuat anggota Suku Dewa Api menjadi panik. Segera mereka menggunakan tongkat sihir untuk menyerangnya.


Namun, sebelum mereka sempat mengeluarkan sihir, Dewa Binatang hanya melirik dan membuat mereka menjadi patung. Baru setelah itu, dua Formasi Kurungan secara otomatis memberikan sinyal kepada Dewa Ilusi.


Dewa Ilusi segera melompat ke dalam Lubang Neraka, lalu diikuti oleh Dewa Api dan semua anggotanya, kecuali Blair Witch yang buru-buru kabur ke tempat tinggalnya.


"Kau tidak akan bisa keluar dari Formasi Kurungan ini. Formasi ini memblokir semua kemampuanmu!" ungkap Dewa Ilusi sambil mengangkat tangan kanan ke atas, dia sedang memperkuat Formasi Kurungan agar Dewa Binatang tidak bisa mengeluarkan kekuatan serta kemampuannya.


Dewa Binatang melihat sekelilingnya yang mengeluarkan cahaya kebiruan, itu merupakan tanda Formasi Array aktif yang diperkuat.


Dia segera berdiri dan menendang perut anggota Suku Dewa Api yang menjadi patung. Kepala Suku Dewa Api segera melesat ke depan untuk menahan tubuh anggotanya yang terpental ke arah Dewa Ilusi.


Melihat Dewa Binatang masih mampu mengeluarkan tenaga, Dewa Ilusi dan semua ahli Formasi Array tercengang. Seharusnya, setelah Formasi Kurungan diaktifkan, maka targetnya akan menjadi manusia biasa, manusia yang tidak berkultivasi.


"Bodoh, hahaha!" ejekan Dewa Binatang dan diakhiri dengan tawa karena melihat gestur wajah mereka yang terkejut.


Dia berubah menjadi sinar yang melesat ke luar Lubang Neraka. Dia sengaja ingin memancing mereka keluar dari Lubang Neraka, baru di luar dia akan mengeksekusi mereka.


Dewa Ilusi, Dewa Api, Kepala Suku segera mengejarnya, seluruh anggota Suku Dewa Api juga mengikuti pemimpinnya.


Di dalam pikiran Dewa Ilusi ada beberapa pertanyaan, kenapa Formasi ciptaannya tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Padahal dia secara pribadi yang membuatnya, serta memberikan arahan kepada semua ahli Formasi Array. Apakah ada kesalahan?


Karena yakin tidak salah membuat simbol-simbol Formasi Array, maka dia berkeyakinan bahwa Dewa Binatang memiliki suatu alat yang mampu melindungi diri dari segala jenis Formasi Array.

__ADS_1


Sebenarnya, Formasi Kurungan di dasar Lubang Neraka masih berfungsi sebagaimana mestinya, sebab Dewa Binatang tidak merusak Batu Formasi. Dia hanya merubah simbol-simbol Formasi Array di lapisan kedua, yang terpasang di luar Lubang Neraka.


Formasi Kurungan di dasar Lubang Neraka yang tidak efektif, sebab Dewa Binatang telah mengetahui pusat Formasi Array, dan mengambil Batu Formasi Penjuru tanpa harus merusaknya. Selain itu, dia juga memiliki Kekuatan Jiwa yang mampu menetralisir Formasi Array jenis apapun...


Ketika mengikuti Dewa Ilusi dan akan mencapai permukaan tanah, Dewa Penghancur berkomunikasi dengan Dewa Api.


"Kabur secepat mungkin!" perintah Dewa Penghancur saat merasakan firasat buruk.


Perintah ini jelas membuat Dewa Api mengurangi kecepatannya. Kejadian sesaat lalu, sudah mengidentifikasi bahwa Dewa Binatang tidak sedikitpun terpengaruh oleh Formasi Kurungan.


Berhubungan sahabatnya terus mengejar Dewa Binatang, Dewa Api jelas tidak mungkin meninggalkannya. Namun, Dewa Penghancur mengetahui keragu-raguan Dewa Api.


"Kekuatanku masih 5%. Jika tersisa 30%, aku bisa memberikan kekuatanku ... Menyelamatkan diri lebih penting daripada apapun. Cepat kabur dari sini!?" dengan nada membentak, sekali lagi Dewa Penghancur memberikan perintah kepada Dewa Api.


Dewa Api segera meningkatkan kecepatan semaksimal mungkin agar bisa menyusul Dewa Ilusi...


Di luar Lubang Neraka, Dewa Binatang dengan santainya menunggu musuhnya, sambil duduk di kursi yang terbuat dari energi spiritual.


Tidak berselang lama, Dewa ilusi keluar dari dalam Lubang Neraka. Namun, Dewa Api segera menarik pergelangan tangannya dan melesat ke langit dengan kecepatan tinggi.


Dewa Ilusi menepis tangan sahabat, namun dia mendengar suara telepati darinya. Setelah tahu alasannya, mereka segera kabur dengan kecepatan maksimal.


Dewa Binatang melihat mereka yang kabur, tubuh mereka berkedip-kedip dan menghilang setelahnya. Tahu mereka akan kabur, dia segera menyusulnya. Akan tetapi, Dewa Ilusi mengeluarkan kemampuannya dalam Formasi Array, di mana dia membuat dinding penghalang agar tidak terkejar.


Dewa Ilusi tercengang melihat Dewa Binatang mampu melewati dinding penghalang yang dibuatnya. Akhirnya dia tahu jika musuhnya menggunakan Teknik Teleportasi.


Sebelum Dewa Binatang mendekat, Dewa Ilusi segera mengeluarkan Teknik Formasi Array jenis Teleportasi. Kemudian, muncul lingkaran putih bersimbol dibawah kaki mereka berdua. Dalam sekejap mata, mereka menghilang.


Dewa Binatang muncul di tempat mereka yang menghilang, dia melihat lingkaran putih yang memudar setelah digunakan. "Jika tahu mereka memiliki kemampuan teleportasi, tidak mungkin aku bermain-main!" sesalnya.


Kemudian, dia membalikkan badan untuk melihat Lubang Neraka di wilayah Suku Dewa Api. Dia tidak melihat siapapun di sekitar Lubang Neraka, dan menebak jika mereka bersembunyi di dalam bawah tanah seperti kediaman milik Blair Witch.


Dengan Mata Surgawi, dia melihat di dalam bawah tanah wilayah itu ada banyak retakan pada kehampaan, membuktikan bahwa ada dunia spasial yang menjadi tempat persembunyian mereka.


"Tidak berhasil membunuh mereka bukan masalah bagiku, mungkin dilain waktu! Setidaknya, disinilah aku mampu menerobos ke tingkat Hyper Omega. Aku biarkan kalian hidup kali ini!" gumam Dewa Binatang yang mengurung niat untuk membantai seluruh anggota Suku Dewa Api.


Selain itu, dia juga tidak ada masalah dengan Kepala Suku dan seluruh anggotanya, dan mereka juga bukan musuhnya. Mereka bertindak juga atas perintah Dewa Api, bukan karena kehendak pribadi.


Dewa Binatang menganggap mereka telah membantunya dengan memelihara Api Semesta, yang akhirnya dimilikinya, serta meningkatkan kekuatannya. Dia juga masih mengingat si penyihir muda yang bernama Blair Witch, pria muda yang bisa dikatakan baik kepadanya ketika sedang menyamar.

__ADS_1


Kemudian, Dewa Binatang melihat ke arah wilayah Kerajaan Anarym. Mata Surgawi tertuju pada Lubang Neraka yang dihuni oleh Turtle Divine Magic. Karena penasaran, dia melesat ke arah wilayah itu...


__ADS_2