God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Keluar Dari Pegunungan Dantian.


__ADS_3

Ban 243. Keluar dari Pegunungan Dantian.


Setelah kepergian Tian Bo, Yu Tien dan Hu Samhok yang mengejar Zhi Xiu Juan. Di dalam gua muncul setitik cahaya yang perlahan mulai membesar dan membentuk wujud tanaman jiwa yang akan diambil oleh Zhi Xiu Juan.


Jika ketiga pria itu mengetahuinya, sudah pasti tidak akan keluar dari gua. Mereka bertiga hanya tertipu sinar setelah ledakan energi yang dibuat oleh Dewa Abadi sebagai pengalihan saja.


Di dalam kuncup daun, Dewa Abadi menatap wajah Zhi Xiu Juan yang dibuat pingsan setelah dilahap oleh kuncup daun jiwa.


"Bibi, bangun!" Dewa Abadi menggoyangkan tangan Zhi Xiu Juan.


Merasakan ada suara yang memanggil, Zhi Xiu Juan segera bangun dan menata wajah pria muda yang tidak dikenalinya. Dia segera duduk dan menjauhi Dewa Abadi. Namun punggungnya membentur dinding daun jiwa.


"Siapa kamu?" tanya Zhi Xiu Juan dengan kewaspadaan tinggi.


Dia melihat dinding daun jiwa yang mengeluarkan cahaya warna-warni, ada 9 warna berbeda seperti pelangi. Lalu kembali melihat pria muda di depannya yang ternyata tidak mengenakan pakaian. Dia memalingkan wajah karena malu melihat pria telanjang.


Dewa Abadi kebingungan harus menjawab apa karena tidak mengingat namanya. Dia berkata, "siapa aku? Aku tidak tahu dan tidak memiliki nama! Sejak awal hingga saat ini aku selalu berada di dalam tanaman jiwa!"


"Siapa namamu?" Lanjutnya dengan bertanya.


Zhi Xiu Juan mengerutkan keningnya karena menganggap pria muda ini aneh. Tetapi, dia merasakan kedamaian di dalam kuncup daun jiwa, kedamaian hati yang tidak dirasakannya selama ini, dia juga enggan untuk keluar.


Ia mengeluarkan jubah penyamaran yang biasanya digunakan dari dalam cincin dimensinya, lalu melemparkan ke arah Dewa Abadi hingga menutupi wajahnya.


"Pakai itu," kata Zhi Xiu Juan.


Dewa Abadi melihat jubah penyamaran berwarna hitam. Setelah memakaikannya, dia melihat jubah penyamaran ini kekecilan. Zhi Xiu Juan baru berani melihat Dewa Abadi setelah berpakaian.


Melihat wajahnya yang biasa saja dan tampak tidak berkultivasi, tapi memancarkan aura yang membuatnya nyaman. Jika dibandingkan dengan wajah Tian Bo, jelas tidak sebanding. Diibaratkan Dewa Abadi adalah pelayan, sedangkan Tian Bo adalah pangeran. Tetapi Tian Bo, tidak memiliki aura yang menenangkan hatinya.


"Panggil saja aku... Xiu Juan," katanya sambil melihat struktur tulang Dewa Abadi yang memang masih sangat muda, usia 17 tahun.


"Apa benar kamu semenjak kecil ada di sini? Siapa namamu? Lalu di mana kedua orang tuamu?" lanjutnya dengan bertanya.


"Ya, sejak aku ada di dunia ini selalu ada disini. Namaku... Aku tidak punya nama dan tidak tahu di mana orang tuanku. Hanya Bibi Juan orang yang pertama kali kulihat!" jawab Dewa Abadi, "oh iya, termasuk ketiga pria jahat itu!" imbuhnya yang hampir kelupaan.


Wajah cantik Zhi Xiu Juan langsung berubah karena tidak suka dipanggil dengan sebutan bibi, sebab dia masih muda dan belum menikah, bahkan tidak memiliki kekasih.


"Aku bukan Bibimu?! Panggil aku Kakak Juan atau Xiu!" kegeraman Zhi Xiu Juan.


Dewa Abadi tersenyum melihat tingkah Zhi Xiu Juan yang lucu ketika marah.


"Senyummu tidak enak dilihat! Awas kamu panggil aku Bibi lagi!?" ancaman Zhi Xiu Juan dengan mengepalkan kedua tangannya yang seolah-olah siap untuk memukuli Dewa Abadi.


Dewa Abadi tidak berani tersenyum lagi dan berpura-pura melihat pakaian yang kekecilan. Sedangkan Zhi Xiu Juan menatapnya, terlihat memikirkan sesuatu.


"Jika kamu memang tidak memiliki nama... Karena kamu tinggal di dalam tanaman jiwa... Ling An, itu namamu yang cocok," kata Zhi Xiu Juan yang memberikan nama untuk Dewa Abadi.


Dewa Abadi menatap wajah cantik Zhi Xiu Juan. Dia senang dengan nama baru yang artinya Jiwa Damai (Ling An). Saat menatap wajah wanita didepannya ini, ada rasa sayang, rasa yang sudah lama tertanam di hatinya. Sayangnya, Dewa Abadi belum mengingat tentang masa depan jika Zhi Xiu Juan adalah ibu kandungnya.


"Ling An! Nama yang indah. Terima kasih!" ucap Dewa Abadi, dan melihat Zhi Xiu Juan yang tersenyum semakin cantik, detak jantungnya berdebar-debar karena timbul perasaan yang aneh.


Zhi Xiu Juan tidak tahu tentang perasaan Ling An, dia kembali melihat ruang di dalam kuncup daun jiwa hanya bisa muat dua orang. Tetapi, walaupun sempit, dia tidak keberatan tinggal di tempat ini, tempat yang dirasakan sangat nyaman, aman dan mendamaikan hati.


Selain itu, dia juga merasakan kekuatan jiwa perlahan meningkat. Jika tidak ada Ling An, dia sudah pasti akan berkultivasi di tempat ini.

__ADS_1


"Jadi ini adalah tanaman jiwa? Jujur saja, aku dan mungkin semua orang yang ada di dunia ini, baru pertama kali melihat tanaman jiwa. Tanaman ini lebih besar manfaatnya bagi profesi Alkemis, Formasi Array dan berbagai profesi lainnya!" ungkap Zhi Xiu Juan sambil menyentuh tempat duduknya yang terasa dingin tapi menyenangkan.


"Oh iya, Pohon Peri juga mengeluarkan aura seperti tanaman jiwamu ini. Tetapi hanya bisa dirasakan saat kita menyentuh batang pohon yang transparan!" lanjutnya yang hampir melupakan keunikan tanaman jiwa dan Pohon Peri di wilayah Suku Shanhu.


Yang dimaksudkan oleh Zhi Xiu Juan adalah batang pohon yang seperti kaca. Siapapun orangnya akan bisa melihat Putri Mahatma yang semenjak lahir di dunia ini selalu memejamkan mata, dengan posisi tetap meringkuk seperti bayi hingga saat ini.


Namun, disaat ada orang yang menyentuh batang pohon kaca, seketika kaca akan menjadi gelap dan jelas tidak bisa melihat lagi Putri Mahatma. Setelah itu, orang yang menyentuh batang pohon transparan akan merasakan sakit kepala selama berhari-hari.


Karena keanehan itu, tidak ada satupun orang yang berani menyentuh batang pohon transparan. Tetapi, mereka masih bisa mengambil tanaman langka yang tumbuh di sekitar Pohon Peri dan di batang yang lain.


Karena tanaman langka selalu tumbuh subur dan cepat, serta selalu memicu keserakahan dan perebutan, Kepala Suku Shanhu segera bertindak, yang mana area Pohon Peri hanya bisa dimasuki oleh pihak Suku Shanhu dan Pohuai Shen (Yao Shen / Dewa Perusak).


Jika ada pihak lain berniat untuk mencuri tanaman langka, maupun memasuki area Pohon Peri, sudah pasti akan diberikan hukuman berat dan denda. Jika ada orang yang menginginkan tanaman langka, maka bisa dilakukan dengan cara barter atau lelang.


Ling An si Dewa Abadi terlihat kebingungan karena tidak tahu tentang adanya Pohon Peri. Tetapi, dia menjadi penasaran karena Pohon Peri mengeluarkan kekuatan jiwa.


"Di mana tempat Pohon Peri itu?" tanyanya dengan antusias.


"Kamu ingin ke sana?" tanya balik Zhi Xiu Juan dan di anggukan kepala oleh Ling An.


"Bagaimana dengan tanaman jiwamu ini? Apa boleh untukku?" tanya Zhi Xiu Juan dengan penuh harap.


"Jelas aku bawa, ini kan rumahku!" sahut Ling An yang tidak mungkin memberikan tanaman jiwa ini.


Zhi Xiu Juan menghela nafas berat karena keinginannya tidak terpenuhi. Namun, kekecewaan seketika menghilang saat Ling An memberikan sebuah mutiara putih susu.


"Ini yang kamu butuhkan. Ini adalah Mutiara Jiwa, ambillah! Anggap saja sebagai ungkapan rasa terima kasihku!" ucap Ling An.


Dengan segera Zhi Xiu Juan menerima Mutiara Jiwa dan melihatnya. "Apakah Mutiara Jiwa ini bisa meningkatkan kekuatan dan kemampuanku dalam bidang Alkemis?" tanyanya tanpa memperhatikan Ling An.


"Coba saja! Tetapi berkultivasi lah di tempat ini agar tidak memicu keributan!" jawab Ling An dengan santainya.


"Apakah kamu memiliki lebih dari satu?" tanyanya yang tidak bisa ditahan-tahan rasa keingintahuannya.


"Gunakan Mutiara Jiwa, aku ingin segera keluar dari sini!" ujar Ling An yang tidak menjawab pertanyaan Zhi Xiu Juan.


Mendapatkan jawaban yang tidak sesuai, Zhi Xiu Juan menjadi gemas melihat Ling An. Jika tidak terkurung di dalam kuncup daun jiwa, sudah pasti akan memukulinya. Biasanya, dia tidak mau berduaan dengan pria seperti saat ini, dan selalu menghindar pria manapun, termasuk Tian Bo yang menyukainya.


Sebenarnya, Zhi Xiu Juan juga menyukai Tian Bo jika tidak sombong dan serakah. Dia mau bergabung dengan mereka karena adanya Hu Samhok yang lebih bersikap dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.


Zhi Xiu Juan membuang pikirannya, lalu segera menelan Mutiara Jiwa yang sebesar ibu jari. Kemudian, dia memejamkan mata dan mengaktifkan Kitab Kultivasi.


Melihat Zhi Xiu Juan yang telah menyerap energi yang terkandung di dalam Mutiara Jiwa, Ling An menyentuh dinding daun jiwa. Segera kuncup daun jiwa mekar.


Ling An segera berdiri dan melayang di udara. Kemudian, delapan daun jiwa satu per satu lepas dari tangkainya dan menempel di tubuhnya. Ketika delapan daun menempel di tubuhnya, tubuhnya mengeluarkan serat-serat kuasi Petir Semesta dalam skala kecil sehingga tidak dirasakan oleh Zhi Xiu Juan.


Ketika delapan daun jiwa yang merupakan inti delapan Batu Keabadian telah menyatu dengan Ling An, wajahnya dengan cepat berubah menjadi aslinya yang sangat tampan. Namun, ketika cahaya ditubuhnya menghilang, dalam sekejap mata wajahnya menjadi berubah menjadi biasa lagi.


Ling An sendiri tidak mengetahui wajah aslinya, dan juga tidak peduli wajahnya tampan atau jelek. Setelah itu, dia melihat Zhi Xiu Juan yang masih duduk di atas tangkai daun jiwa. Lalu dia mengeluarkan energi Kekuatan Jiwanya untuk menopang tubuh Zhi Xiu Juan.


Perlahan Zhi Xiu Juan melayang di udara dan pindah di sisi lain, duduk di tanah tanpa sedikitpun dirasakannya. Kemudian, Ling An yang melayang mengarahkan telapak tangannya ke arah tangkai tanaman jiwa.


Tanaman jiwa itu tercabut dari tanah, dan perlahan berubah menjadi senjata tombak. Senjata tombak itu berasal dari Pagoda Berlian 5 lantai di lantai 4. Tombak itu merupakan gabungan dari banyak kitab bela diri dan Artefak Alami.


Bentuk tombak tidak terlalu menarik perhatian orang, terbuat dari berlian yang keras, ujungnya berbentuk segitiga. Panjang dari ujung hingga pangkalnya mencapai 270 cm, sedikit lebih pendek dari tinggi badan Ling An yang mencapai 287 cm.

__ADS_1


"Tuan, selamanya kami akan selalu mengikuti kemanapun Anda pergi."


Ling An terkejut saat mendengar suara telepati dari tombaknya yang dipegang. Dia pikir tangkai tanaman jiwa adalah perwujudan dari tombak biasa.


"Apa kamu senjata yang memiliki jiwa?" tanya Ling An.


"Benar! Kami terlahir juga karena Anda. Berikan kami nama!"


Ling An segera memikirkan nama yang cocok untuk tombaknya. Melihat tombaknya terbuat dari berlian keras serta mengeluarkan serat-serat Kuasi Petir Semesta, dan juga memiliki kekuatan jiwa, dia memutuskan untuk memberikan nama Tombak Jiwa Berlian Petir.


"Lightning Diamond Soul Spear, itu namamu," kata Ling An untuk tombaknya.


"Terima kasih, Tuan!" ucap tombaknya.


Kemudian, Ling An meletakkan tombaknya di punggungnya. Seketika Tombak Jiwanya mengeluarkan serat-serat petir yang membentuk sabuk pengikat tubuh. Dengan begitu, tombak akan selalu terikat erat.


Yang belum diketahui oleh Ling An si Dewa Abadi, tombaknya itu bisa digunakan untuk bertarung dengan kekuatan di atas tingkat Creator Of The Universe. Sesuai dengan ucapan Dewa Abadi ketika berada di dalam Pagoda Berlian 5 lantai di lantai 4.


Ling An melihat Zhi Xiu Juan menerobos satu level dari tingkat Dewa Matahari level 30, dan masih terus naik secara dratis karena energi besar yang terkandung di dalam Mutiara Jiwa.


Agar energi terobosan tidak dirasakan oleh siapapun, Ling An memblokir ujung gua dengan energi Kekuatan Jiwanya. Kemudian dia keluar dari gua. Di pintu gua juga diblokir dengan Kekuatan Jiwanya agar lebih aman.


Zhi Xiu Juan terhanyut dalam kultivasinya dan tidak mengetahui jika Ling An telah meninggalkannya. Dia melihat Mutiara Jiwa di dalam dantian-nya yang terus mengeluarkan energi kekuatan jiwa. Dia tidak menyangka mutiara sekecil ini memiliki energi besar.


Selain itu, kekuatan jiwanya juga mengalami peningkatan secara perlahan. Dia tidak tahu jika basis kultivasi Kekuatan Jiwa juga seperti halnya basis kultivasi pada umumnya. Yang dia tahu, kekuatan jiwanya meningkat dan akan mendukung profesinya sebagai Alkemis.


Karena Zhi Xiu Juan tidak memiliki basis kultivasi Kekuatan Jiwa, maka peningkatannya tidak maksimal dan terbatas. Saat ini, kekuatan jiwanya hanya naik satu tahap, dari tingkat Danau tahap rendah.


Dengan Kekuatan Jiwa di tingkat Danau tahap menengah, Zhi Xiu Juan mampu mengalahkan lawan yang lebih kuat 10 level. Basis kultivasinya terus meningkat dratis sampai membuatnya kewalahan mendapatkan kekuatan secara instan.


Di dalam hatinya, dia berjanji akan selalu melindungi Ling An dengan nyawanya. Jika tidak diberi Mutiara Jiwa, dia tidak mungkin mencapai ketinggian seperti ini.


Zhi Xiu Juan tidak menyadari jika gua bergetar terus-menerus disaat dirinya menerobos...


Sedangkan Ling An si Dewa Abadi telah jauh dari Pegunungan Dantian, tujuannya untuk menemukan Dewa Langit dan Dewa Surgawi. Di ingatannya saat ini hanya memiliki tujuan hidup untuk membunuh kedua musuhnya itu.


"Bagaimana aku bisa menemukan mereka jika tidak tahu wajahnya!" gumam Ling An sambil berjalan menuju ke arah Barat Laut, menuju ke pusat pemukiman Suku Fanchen (marga Chen).


Dia tidak tahu jika kedua musuhnya sudah dilihatnya saat berada di dalam gua. Inilah yang menjadi pertanyaan besar dihatinya karena tidak mengingat wajah musuhnya itu, tapi memiliki tujuan hidup untuk membunuh mereka.


"Nikmati saja hidup sambil mencari lawan kuat!" sahut Tombak Jiwa Berlian Petir yang membuat Ling An tersenyum senang.


"Kamu benar. Tetapi, aku ha--"


Tiba-tiba muncul satu set pakaian dihadapan Ling An sebelum selesai berbicara. Dia jelas kaget sambil melihat sekelilingnya. Namun tidak ada satupun orang yang berada di sekitarnya.


"Dari mana pakaian ini?" tanyanya sambil mengambil pakaian terusan berwarna putih berlengan panjang, ada juga celana panjang berwarna hitam, serta sabuk pengikat pinggang yang terbuat dari kulit binatang berwarna hitam.


Dia memang berniat untuk membeli pakaian baru, sebab pakaian pemberi Zhi Xiu Juan terlalu kekecilan. Tapi sebelum membeli pakaian, dia berniat untuk mencari uang.


"Anggap saja bidadari surga yang memberikan pakaian ini," ucap Ling An sambil melepaskan jubah penyamaran, dan mengenakan pakaian baru.


Dia tidak tahu bahwa pakaiannya itu pemberian dari Bai Ge yang bersemayam di dalam Dunia Jiwanya. Bai Ge mendapatkan tugas dari Kitab Suci untuk selalu melindungi Dewa Abadi, dan memenuhi kebutuhannya selama menjalankan misinya.


Jika tidak mendapatkan tugas dari Kitab Suci, Bai Ge sudah pasti akan keluar dari dalam Dunia Jiwa karena merindukan Dewa Abadi. Dan, dia bisa berkomunikasi maupun keluar dari dalam Dunia Jiwa saat Dewa Abadi dalam bahaya.

__ADS_1


Ling An melanjutkan perjalanan ke Barat Daya. Namun, dia melihat seekor binatang Puma berukuran besar, panjang tubuhnya mencapai 7 meter dan tinggi mencapai 2 meter lebih, memiliki empat taring, bulu ditubuhnya berwarna kekuningan, ujung ekornya mengeluarkan api.


Dihadang oleh binatang Puma, dia tidak sedikitpun takut. Cukup sedikit mengeluarkan aura Kekuatan Jiwa Semesta, binatang itu lari terbirit-birit. Lalu melanjutkan perjalanannya keluar dari Pegunungan Dantian...


__ADS_2