God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Latihan Sukses Besar.


__ADS_3

Bab 116. Latihan Sukses Besar.


Dewa Api Asyura dan Dewa Api Neraka, mereka telah melihat kekuatan lawan, segera memimpin pasukan iblis,. Leon Vendetta dan Revan Blade juga mengikuti kedua utusan itu.


Qin Zhu dan Qin Yang berdiri di depan Qin Diao Chin. Mereka berdua mengunci targetnya, Dewa Api Asyura dan Dewa Api Neraka.


"Mereka berdua bagian kita, sisanya kalian!" pinta Qin Zhu.


"Tetap waspada dan jangan ceroboh meskipun lebih kuat!" pesan Qin Diao Chin yang hafal karakter kedua saudari kembarnya ini.


"Beres!" sahut Qin Yang sambil melihat Dewa Api Asyura yang telah dipilihnya sebagai lawan.


"Kau pria berjenggot panjang, kita bertarung di langit!" tantangan Qin Yang dan langsung menjadi sinar yang melesat ke langit.


"Anak muda yang tidak tahu tingginya langit dan rendahnya bumi!" cemoohan Dewa Api Asyura dan segera menyusul Qin Yang


"Pria jelek, kau lawanku. Kita naik ke atas!" tantangan Qin Zhu sambil menunjuk ke arah Dewa Api Neraka.


"Dasar, anak-anak yang tidak tahu sopan santun!" kegeraman Dewa Api Neraka, dia segera menyusul Qin Zhu yang terlebih dahulu melesat ke langit.


Boom...


Ledakan energi spiritual di lantai ketika Qin Yang dan Dewa Api Asyura saling melancarkan serangan. Pergerakan mereka seperti seberkas sinar saat bertarung, dan hanya terlihat pukulan berenergi tinggi.


Semua orang terpukau dengan kehebatan mereka. Kemudian, terdengar suara ledakan energi hebat yang lain saat Qin Zhu dan Dewa Api Neraka melepaskan serangan berenergi.


Tian She Meili kagum dengan kehebatan ibu-ibunya yang menantang kedua utusan itu, ia tidak mau kalah dengan berkata kepada pasukan musuh, "kalian, pria-pria jelek, ayo lawan aku!"


Tanpa perlu perintah dari kedua pemimpinnya, pasukan Iblis segera menyerang, mereka sangat marah karena ditantang oleh gadis kecil yang menunggangi Mystical Lion King.


Berbeda dengan pasukan Leon Vendetta, mereka masih ingat betul dengan gadis kecil yang mampu membekukan rekannya waktu itu, dan jelas ada rasa takut. Berhubungan pasukan Iblis telah bergerak, mereka segera mengikuti bersama dengan pemimpinnya, yaitu Leon Vendetta, Raven Blade, Steward Yan dan Blanc Jeon yang telah bergerak.


"Hancurkan tanpa sisa!" perintah Yuna Aurora dengan suara keras.


Segera Yuna Aurora, saudari-saudarinya, Tian She Meili dan pasukan binatang menyerang musuh. Dan ini adalah perang terbuka.


"Hahaha...!! Terima ini... Mata Surgawi!" tawa Tian She Meili dan mengaktifkan Mata Surgawi untuk membekukan pasukan Iblis yang bergerak ke arahnya.


Dari kedua matanya, keluar cahaya yang menyelimuti sasaran terdekat. Dalam sekejap mata, ratusan prajurit iblis menjadi patung. Kemudian, Unicorn Badak melepaskan tembakan ke pasukan iblis yang mematung.


Boom boom boom...


Prajurit iblis yang mematung langsung meledak terkena rudal dan roket. Kemudian, disusul oleh Yuna Aurora yang melepaskan pukulan berenergi tinggi. Dalam sekali pukulannya, ratusan tubuh prajurit iblis hancur berkeping-keping.


"Kau lawanku!" tantangan Qin Diao Chin sambil melesat ke arah Leon Vendetta.


Leon Vendetta segera melesat ke langit agar leluasa untuk bertarung, dia melihat Qin Diao Chin mengejarnya. Setelah jarak antara medan pertempuran cukup aman, dia melepaskan pukulan berenergi berkali-kali.


Sambil menukik ke atas, Qin Diao Chin juga melepaskan pukulan berenergi ke arah Leon Vendetta. Benturan energi itu pun menggetarkan hati siapapun yang berada di bawahnya.


Yuna Aurora bergegas membantu Qin Diao Chin yang melawan Leon Vendetta, sebab pasukan iblis bukanlah lawan seimbang.

__ADS_1


Yuke menargetkan Revan Blade. Loi Annchi, Bao Yu dan Bao Xue mengincar Steward Yan. Blanc Jeon melesat ke langit ketika dikejar oleh Jing Jiao, Han Bersaudari dan Qin Lianshi.


Dan, istri Dewa Binatang yang lainnya, bersama dengan Tian She Meili dan pasukan binatang melawan pasukan Iblis, serta pasukan Leon Vendetta.


Dewa Binatang melihat percikan api, butiran-butiran es, tetesan air ketika istri-istrinya menggunakan elemen andalannya, air, api dan es. Dia melihat wajah-wajah istrinya, putrinya, dan pasukannya yang sangat bersemangat.


Lalu, dia melihat putrinya yang selalu membekukan tubuh lawan, dan menggunakan senjata yang berbeda-beda saat mengeksekusi setiap prajurit.


Melihat putrinya aman karena selalu didampingi oleh istrinya, Dewa Binatang melihat Qin Yang yang bertarung dengan Dewa Api Asyura, pertarungan sangat sengit.


Awalnya, Dewa Api Asyura mampu menyudutkan Qin Yang, namun lambat-laun dirinya secara perlahan mulai tertekan oleh lawannya. Dia baru sadar jika lawan dengan sengaja mempermainkannya. Mundur dan balik menyerang, itu startegi yang selalu digunakan oleh Qin Yang.


Setiap kali Dewa Api Asyura mengeluarkan api andalannya, Qin Yang selalu mengeluarkan energi yang mampu menyerap Api Asyura. Tahu jika itu adalah teknik bela diri dari Ras Inti Kehidupan, Dewa Asyura yang mulai tersudut, mau tidak mau harus mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Dewa Api Asyura mengeluarkan wujud aslinya sebagai ras raksasa yang mengeluarkan api, memiliki banyak lengan yang membawa senjata. Namun, dia melihat Qin Yang berubah menjadi banyak, semua wujudnya tampak serupa, jumlahnya 20 tubuh ganda.


Tahu jika itu adalah salah satu teknik penggandaan tubuh, Dewa Api Asyura mengayunkan semua senjatanya ke arah tubuh ganda musuh.


Demikian pula dengan Dewa Api Neraka yang sejak awal bertarung selalu disudutkan oleh Qin Zhu, dia juga merubah wujudnya aslinya yang menjadi raksasa.


Akan tetapi, disaat Yuna Aurora mengeluarkan Api Semesta, Api Neraka dan Api Asyura seketika padam, terlihat ketakutan karena kalah dalam peringkat api. Padahal, Yuna Aurora sedang bertarung dengan Leon Vendetta, dan jaraknya sangat jauh


Leon Vendetta sangat syok melihat Api Semesta yang berubah menjadi kepalan tangan raksasa, melesat ke arahnya. Sayangnya, niat hati ingin kabur, rasa panas Api Semesta membuat tubuhnya melepuh, bahkan energi spiritual tidak mampu menahan suhu ekstrem itu, belum lagi Qin Diao Chin yang selalu merepotkan pergerakannya.


"Sialan, Api Semesta, mundur!" teriakan Dewa Api Asyura yang tidak mungkin mengalahkan Api Semesta, sebab sangat melemahkan kekuatannya yang mengandalkan Api Asyura.


"Tidak semudah itu kabur, pria berjenggot!" ucapan Qin Yang yang segera menutup jalan pelarian lawannya dengan 20 tubuh ganda.


Bermunculan balok-balok energi yang menutupi jalur pelarian Dewa Api Asyura. Kemudian, balok-balok energi itu membentuk penjara. Setelah itu, balok-balok itu menyerap seluruh kekuatan lawan.


Dewa Api Asyura yang tidak lagi bisa mengeluarkan elemen Api Asyura, mau tidak mau menggunakan basis kultivasi dan kekuatan fisik untuk menghancurkan balok-balok energi. Sayangnya, usahanya sia-sia, semakin berusaha untuk melawan, kekuatannya malah diserap oleh lawan.


Dewa Api Neraka yang akan kabur, segera dihentikan oleh Qin Zhu, di mana ia menggunakan teknik yang sama seperti Qin Yang, Inti Kehidupan Melahap Alam dan tubuh ganda.


"Maharaja bangsattt...!! Kau menjadikan kita umpan meriam!?" umpatan Dewa Api Asyura setelah tahu niat buruk Maharaja Yaksa.


Singkat cerita, saat rapat terbuka yang diadakan oleh Dewa Kebijaksanaan, dan dihadiri oleh dua penguasa Alam Suci, memutuskan untuk membantu King Caldwell dalam menghadapi Dewa Binatang.


Dalam rapat terbuka itu, Kaisar Langit mengatakan, bahwa kekuatan Dewa Binatang belum sepenuhnya pulih setelah bereinkarnasi di Galaksi Nibiru. Kesempatan ini, sangat bagus untuk mengalahkannya.


Namun, sebelum rapat terbuka selesai, patung Dewa Alam Suci aktif, menandakan bahwa ada permintaan bala bantuan yang sangat mendesak. Maharaja Yaksa segera memerintahkan Dewa Api Asyura dan Dewa Api Neraka untuk melawan Dewa Binatang...


Sayangnya, saat ini, tubuh Dewa Api Asyura mulai mencair karena diserap oleh Qin Yang, dia tidak menyangka salah satu istri musuhnya memiliki kekuatan melampaui ekspetasi.


Awalnya, datang dengan bangga karena ini adalah tugas suci, ujung-ujungnya menyerahkan diri kepada lawannya, bahkan tidak sempat melihat sosok Dewa Binatang.


Sebelum Dewa Api Asyura mati dan tidak akan bisa bereinkarnasi, dia menyempatkan diri untuk melihat sahabatnya si Dewa Api Neraka.


"Saudaraku, maafkan aku!" ucap Dewa Api Asyura penuh penyesalan, dia melihat sahabatnya yang telah diekstrak oleh Qin Zhu.


Nasib tragis juga dialami oleh Leon Vendetta yang kalah telak, jiwanya telah dimusnahkan oleh Yuna Aurora yang bekerja sama dengan Qin Diao Chin.

__ADS_1


Revan Blade, Blanc Jeon dan Steward Yan


juga telah dikalahkan setelah dikeroyok oleh istri-istri Dewa Binatang. Tersisa pasukan iblis dan pasukan Leon Vendetta.


Tian She Meili yang didampingi oleh ibu-ibunya dan pasukan binatang, tidak melepaskan musuh kabur saat tahu kekalahan kedua Dewa tersebut.


Peperangan itu berakhir ketika hari akan menjelang malam. Di Kota Moon, bau darah segar sangat menyengat hidung, mayat-mayat bergelimpangan di setiap tempat, api, air dan es pun bercampur dengan darah.


Latihan ini, jelas dimenangkan oleh pasukan Kekaisaran Dewa Binatang, walaupun ada beberapa prajurit binatang yang meregang nyawa. Namun secara keseluruhan, latihan ini sangat berarti bagi mereka.


"Tugasmu!" perintah Dewa Binatang kepada Shuǐ Jingling, di mana dia tidak akan membiarkan esensi darah dimanfaatkan oleh kedua penguasa Alam Suci.


Shuǐ Jingling mengangguk paham, lalu ia mengeluarkan Guci Air Mata Dewi untuk menyerap energi spiritual dan esensi darah dari korban peperangan ini. Kemudian, ia terbang ke langit dan mengarah moncong guci ke bawah.


Setelah itu, energi spiritual dan esensi darah dari para korban mengalir deras ke langit, masuk ke dalam Guci Air Mata Dewi, bahkan mayat-mayat bergelimpangan juga masuk ke dalamnya.


Qin Zhu dan Qin Yang kembali sambil membawa balok ditelapak tangannya, balok energi yang berisi kekuatan Dewa Api Asyura dan Dewa Api Neraka. Lalu disusul oleh Yuna Aurora, Qin Diao Chin dan yang lainnya.


Jenderal Sun Yao si Raja Kera Emas segera kembali setelah latihan berakhir lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Dia datang dengan rasa kepuasan telah bertarung lagi.


"Ayah, aku berhasil mengalahkan lebih dari 20 ribu prajurit!" laporan Tian She Meili dengan penuh semangat.


"Bagus. Ayah sudah yakin She'er mampu mengalahkan musuh!" pujian Dewa Binatang sambil menggendong putrinya.


...****************...


Di kejauhan, King Caldwell melihat peperangan yang dimenangkan oleh musuhnya, tanpa ikut campur Dewa Binatang.


"Kekalahan telak!" gumam King Caldwell yang sudah memprediksi bahwa musuhnya akan mudah mengalahkan utusan dari Maharaja Yaksa.


"Semuanya, segera menuju ke tempat persembunyian!" perintah King Caldwell kepada seluruh petinggi kerajaannya.


King Caldwell telah mempersiapkan diri untuk masa-masa seperti ini, di mana dia menggunakan altar dimensi untuk menuju ke tempat persembunyian.


Dia tidak mau mengalami nasib sial seperti yang dialami oleh Leon Vendetta, dan juga tidak mau bersekutu dengan penguasa Alam Suci yang akan menjadikannya sebagai umpan meriam.


Hasil jerih payahnya selama ini, tidak mungkin diberikan begitu saja kepada pihak siapapun. Oleh sebab itu, dia jauh hari telah mencari galaksi baru sebagai tempat tinggal, serta tempat untuk bersembunyi sebelum Peperangan Global terjadi.


Saat ini, di Benua Caldwell, semua keluarga besar Dinasti Caldwell telah berada di galaksi baru, galaksi yang jauh dari Local Interstellar...


Melalui Cermin Sihir, kekalahan Dewa Api Asyura dan Dewa Api Neraka, juga disaksikan oleh Kaisar Langit, Maharaja Yaksa dan para Dewa-dewi di Alam Suci.


Melihat itu, tidak ada satupun orang yang berkomentar, sebab peperangan itu tergolong sangat singkat.


"Satukan semua Artefak Alami untuk melawannya. Hanya itu satu-satunya cara untuk mengalahkannya," ucap Kaisar Langit sambil melihat Maharaja Yaksa.


Maharaja Yaksa tersenyum tipis, lalu dia memutuskan untuk mengikuti rencana Kaisar Langit, "bocah ini lebih merepotkan dari Dewa Tianwu! Baiklah, aku akan serahkan Artefak Alami milikku. Tetapi, itu hanya pinjaman, setelah mengalahkannya, itu tetap milikku!"


Kaisar Langit yang hafal karakter adiknya ini, hanya mengangguk sebagai jawaban. Lalu dia dan semua orang membuat rencana besar untuk mengalahkan Dewa Binatang...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2