God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kekalahan Dewa Abadi.


__ADS_3

Bab 217. Kekalahan Dewa Abadi.


Tidak ingin Dewa Abadi semakin menjadi-jadi dengan membunuh banyak prajurit, Dewa Langit, Dewa Surgawi dan para tetua Kuil Alam Kudus mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Dewa Abadi.


Seluruh pasukan yang tersisa diperintahkan untuk mundur. Kemudian, lebih dari 20 orang kuat, termasuk kedua Dewa itu mengepung Dewa Abadi. Tersungging senyuman di bibir Dewa Abadi yang tidak takut sedikitpun kepada musuhnya.


"Jika aku benar-benar tewas kali ini, adalah anugerah bagiku. Bunuh lah jika kalian bisa! Jika tidak, aku yang akan membunuh kalian termasuk semua keturunanmu!" ujar Cao Tian Jun sambil menatap tajam ke arah Dewa Langit ayahnya.


"Aku tidak akan membunuhmu, sebab tubuhmu itu unik, kemampuan yang tidak dimiliki oleh siapapun. Satria 12 Naga, lumpuhkan semua kemampuan Putraku ini!" ucap Dewa Langit dan memerintahkan kepada Satra 12 Naga yang bersemayam di dalam Dunia Jiwa milik Dewa Abadi.


Dewa Abadi tertawa keras karena perintah ayahnya yang ditujukan kepada bawahannya. Dia sudah tahu jika Satria 12 Naga mampu melumpuhkan kekuatannya. Sayangnya, Dewa Langit ayahnya dan juga musuhnya ini tidak mengetahui bahwa Satria 12 Naga telah tutup usia.


Jika bukan karena benih Petir Semesta menyerap kekuatan penghuni Dunia Jiwanya, kemungkinan besar dirinya akan mudah dilumpuhkan oleh Satria 12 Naga.


Dewa Langit dan sekutunya memang ingin membedah tubuh Dewa Abadi untuk mendapatkan Batu Keabadian, serta mendapatkan Kekuatan Jiwa Semesta. Kedua hal itu yang tidak dimiliki oleh siapapun di seluruh alam semesta.


Dewa Langit sedikit terkejut melihat reaksi putranya ini, dan menebak jika rencananya telah diketahui sejak lama.


"Dia tidak bodoh, Naga 12 Elemen yang menjadi andalanmu telah dikendalikannya!" sindiran Dewa Surgawi kepada Dewa Langit.


Dewa Langit tertawa. Setelah itu dia berkata, "ya sudah ... Karena tidak bisa dikendalikan, dan juga melenceng dari rencana kita, kita lumpuhkan dia dengan cara kasar!"


Sebelum semua orang menyerang, Dewa Abadi mengaktifkan Kekuatan Jiwa Semesta gelang pelangi kesembilan. Dia tahu basis kultivasinya kalah jauh dari musuhnya, tetapi dia tidak peduli jika kalah. Yang ada dipikirkannya, dia harus membalas perbuatan mereka, hal ini sebagai bentuk penebusan kesalahannya karena tidak mampu melindungi orang-orang yang dikasihinya.


Kekuatan Jiwa Semesta tahap puncak membuat Alam Kudus bergetar hebat, gunung aktif meletus, gempa terjadi di mana-mana, air laut bergejolak hingga membuat tsunami, dan magma menyembur keluar dari dalam tanah seperti air mancur. Kemudian, seluruh tubuh Dewa Abadi mengeluarkan serat-serat petir.


Serat-serat petir itu mengejutkan semua orang karena sangat mengerikan, dan itu adalah benih Petir Semesta, yang kedahsyatannya hampir menyamai Petir Semesta. Tidak hanya itu saja yang keluar dari tubuh Dewa Abadi, melainkan Api Semesta juga keluar dan membentuk badai tornado yang melindunginya.


Dewa Langit dan semua orang jelas tercengang. Mereka tidak menyangka Dewa Abadi memiliki benih Petir Semesta yang ditakuti di Alam Kudus. Jika hanya Api Semesta dan Kekuatan Jiwa Semesta, masih bisa diatasi dengan kekuatan Tingkat Creator Of The Universe.


Namun, jika dua kekuatan itu digabungkan dengan benih Petir Semesta, mereka tidak yakin mampu mengalahkan Dewa Abadi.


Badai petir dan api dengan cepat meluas, membakar apapun tanpa menyisakan abu. Semua orang segera berteleportasi menjauhi Dewa Abadi yang kehilangan kendali.


Zhi Xiu Juan, Guan Shilin, Dewa Alam, Dewa Matahari dan semua orang yang tidak terlibat dalam pertarungan ini segera meninggalkan Alam Kudus. Keluarga Dewa Abadi tidak mampu menghentikan pertarungan ini, mereka hanya berharap agar Dewa Abadi mampu melewati semua ini.


Tidak ingin Dewa Abadi memusnahkan Alam Kudus dan seluruh Observable Universe, Dewa Langit, Dewa Surgawi dan semua orang menyerang Dewa Abadi dengan kekuatan penuh, mengerahkan segala kemampuannya.


Segala serangan terkuat melesat ke arah Dewa Abadi. Dewa Abadi yang berada di tengah pusaran badai tornado petir api juga melepaskan tinju berenergi Kekuatan Jiwa Semesta.


Boom boom boom boom...


Rentetan suara ledakan memekakkan telinga ketika saling berbenturan. Dampaknya, Alam Kudus hampir terbelah menjadi dua karena saking dahsyatnya kekuatan mereka.


Jika tidak ada Formasi Array Hukum Alam Kudus, sudah dipastikan Alam Kudus menjadi debu semenjak Kekuatan Jiwa Semesta tingkat puncak dikeluarkan oleh Dewa Abadi.

__ADS_1


Dewa Abadi yang kekuatannya kalah jauh dari musuhnya, jelas tubuhnya dihujani oleh serangan mereka. Akan tetapi, dia masih mampu berdiri dan bahkan melepaskan tinjunya berkali-kali ke arah ayahnya.


Boom boom boom...


Kembali Rentetan suara ledakan energi ketika semua orang menyerang Dewa Abadi. Serangan mereka kali ini membuat badai tornado petir api menjadi memudar, lalu serangan mereka telak mengenai tubuh Dewa Abadi hingga menghantam tanah dengan sangat keras.


Alam Kudus yang hampir terbelah, akhirnya menjadi dua terkena hantaman tubuh Dewa Abadi. Namun, melihat Dewa Abadi yang masih mampu melayang dan akan menyerang kembali, Dewa Langit dan semua orang menyerangnya.


Kali ini, serangan mereka terfokus pada bagian bawah kepalanya. Dengan kepalanya tidak hancur, maka jiwanya juga tidak akan musnah.


Namun, tiba-tiba muncul Zhi Xiu Juan, Guan Shilin, Dewa Alam dan Dewa Matahari yang melindungi putranya. Mereka tidak ingin keturunan tewas walaupun harus mengorbankan diri sendiri.


Dengan mereka bekerja sama, serangan itu mampu ditahan walaupun harus mengalami luka parah. Mereka terpental ke belakang dan menabrak tubuh Dewa Abadi, hingga mereka menghantam tanah.


Dewa Abadi memeluk ibunya yang jatuh tepat dipeluknya.


"Cepat... Pergi!" pinta Zhi Xiu Juan dengan terbata-bata karena dadanya terkena serangan Dewa Langit suaminya sendiri.


Dewa Abadi tidak mengindahkan perkataan ibunya, dia justru memasukkan ibu, nenek, Dewa Alam (kakeknya) dan Dewa Matahari (pamannya) ke dalam Dunia Jiwanya. Perbuatan Dewa Abadi jelas membuat ibunya marah, namun tidak dipedulikan oleh putranya. Mereka ingin keluar dari dalam Dunia Jiwa, tetapi tidak mampu karena terluka parah.


"Kali ini, Jiwamu harus mati!" ujar Dewa Langit sambil mendekati Dewa Abadi, dari tubuhnya mengeluarkan kabut hitam.


Demikian juga dengan Dewa Surgawi, dari tubuhnya keluar kabut hitam. Itu merupakan ciri-ciri kekuatan yang diberikan oleh Dewa Perusak. Dengan kekuatan itu, kekuatan mereka semakin kuat dirasakan oleh Dewa Abadi.


Pria hitam itu adalah ciptaan mereka berdua yang akan menyerap jiwa milik Dewa Abadi. Dengan menyerap jiwa, maka pria hitam itu akan mendapatkan Kekuatan Jiwa Semesta dan apapun yang dimiliki oleh Dewa Abadi.


Pria hitam itu menghilang dan muncul di hadapan Dewa Abadi. Lalu dengan sangat cepat memukul wajahnya. Dentuman keras setiap kali pukulan itu telak mengenai wajah Dewa Abadi.


Dewa Abadi bukannya tidak bisa membalas pukulan pria hitam itu, melainkan dirinya sudah terluka parah, dan juga kalah dalam segala hal, kalah cepat dan basis kultivasi gabungan.


Alhasil, wajah tampan Dewa Abadi tidak lagi terlihat, seluruh wajahnya berlumur darah. Setiap kali berteleportasi, pria hitam selalu dengan mudah muncul di hadapannya.


Baru kali ini dalam seumur hidupnya, Dewa Abadi dihajar habis-habisan oleh lawannya. Tidak ada kesempatan untuk membalas, mengelak, bahkan setiap gerakannya selalu diketahui, dan dengan mudah memukulnya.


Boom...


Pukulan pria hitam itu membuat Dewa Abadi menghantam tanah dengan sangat keras, dampaknya, bagian Alam Kudus yang terbelah hancur berkeping-keping. Kini, hanya ada satu bagian Alam Kudus yang tersisa.


Anehnya, Dewa Langit, Dewa Surgawi dan para tetua Kuil Alam Kudus tidak khawatir dengan hancurnya tempat ini, sebab Formasi Array Hukum Alam Kudus akan memulihkan kekacauan ini.


"Hahaha!!" Dewa Abadi masih sempat-sempatnya tertawa walaupun terluka parah.


Sebelum pria hitam itu menyerang kembali, tubuh Dewa Abadi dengan cepat berubah menjadi sosok besar. Dia berubah menjadi Naga 12 Elemen. Kali ini berbeda dari sebelumnya, tubuh Naga 12 Elemen itu mengeluarkan serat-serat benih Petir Semesta dan Api Semesta.


Pria hitam itu tidak terkejut maupun takut dengan perubahan Dewa Abadi. Dia segera menghilang dan muncul di kepala Naga 12 Elemen. Dengan tubuh Dewa Abadi berukuran besar, justru mempermudah untuk dihujani pukulan dan tendangan.

__ADS_1


Pria hitam itu memutari tangan kanannya berulang-ulang, lalu memukul kepala Dewa Abadi dengan sangat keras, dan...


Boom...


Ledakan hebat ketika pukulan itu telak mengenai kepala Dewa Abadi hingga melesat sangat jauh, melesat ke luar angkasa. Hebatnya, pria hitam itu muncul di belakang tubuh Dewa Abadi yang masih berubah wujud menjadi Naga 12 Elemen.


Dia meletakkan telapak tangan di kepala Dewa Abadi, akan menyerap jiwanya. Tiba-tiba, dengan kompak keluarganya yang berada di dalam Dunia Jiwa berkata.


"Ini pengorbanan kami yang terakhir. Pergunakan dengan sebaik mungkin untuk kabur. Tingkatan kekuatan setinggi mungkin untuk mengalahkan mereka!"


Boom...


Kembali ledakan hebat ketika telapak tangan kanan pria hitam itu baru menyentuh kepala Dewa Abadi. Tubuh Dewa Abadi berubah menjadi wujud semula yang mengakibatkan pria hitam itu terpental. Dan penampilannya saat ini, sangat mengerikan, seluruh tubuhnya tidak lagi dikenali.


Ledakan itu dikarenakan keluarganya yang berada di dalam Dunia Jiwa mengorbankan basis kultivasi sebelum pria hitam itu menyerap jiwa putranya. Mereka seketika tewas di dalam Dunia Jiwa setelah memberikan seluruh kekuatan terakhir.


Dewa Abadi meneteskan air mata karena pengorbanan keluarganya demi dirinya. Dengan mata buram, dia masih melihat pria hitam itu melepaskan pukulan berenergi tinggi ke arahnya.


Boom... Boom boom boom


Ledakan hebat ketika serangan pria hitam itu mengenai Dewa Abadi. Akibatnya, benih Petir Semesta dan Api Semesta keluar dari tubuh Dewa Abadi, menghancurkan banyak planet di Observable Universe.


Setelah itu, luar angkasa menjadi hening, yang tersisa hanyalah bebatuan dari planet yang hancur melayang di luar angkasa. Anehnya, tubuh Dewa Abadi tidak diketemukan.


Pria hitam itu, mencari keberadaan Dewa Abadi yang menghilang dari pandangan matanya. Seharusnya, pukulannya itu hanya menghancurkan seluruh tubuh Dewa Abadi, dan tidak ditujukan kepada kepalanya. Dengan tubuh lawannya hancur, maka dia akan lebih mudah untuk menyerap jiwa Dewa Abadi.


Dewa Langit, Dewa Surgawi segera muncul di tempat Dewa Abadi terakhir sebelum menghilang. Mereka segera melepaskan rohnya untuk mencari keberadaan Dewa Abadi. Namun, setelah beberapa waktu mencari, mereka tidak menemukannya di seluruh Observable Universe.


"Kau, buru dia di Local Interstellar!" perintah Dewa Surgawi kepada pria hitam itu.


"Hei Ren, pasti mendapatkannya!" ucap pria hitam itu. Dan segera mencari keberadaan Dewa Abadi di luar Observable Universe.


(Hēirén - pria hitam)


Dewa Langit memejamkan mata kembali karena istrinya telah tewas demi melindungi putranya. Tetapi, demi mencapai kekuatan puncak untuk melawan Dewa Pemelihara, dia tidak peduli harus mengorbankan segalanya.


"Sulit sekali membunuh putramu ini!" ujar Dewa Surgawi yang sebenarnya kagum akan kehebatan Dewa Abadi.


"Kita harus mencarinya sebelum kekuatannya pulih dan meningkat!" ajak Dewa Langit yang secara pribadi turun tangan karena khawatir putranya membunuhnya.


Dewa Surgawi mengangguk paham, sebab tidak ada satupun bawahannya yang sanggup untuk menangkap Dewa Abadi. Mengandalkan Hei Ren seorang diri belum tentu menjamin bahwa Dewa Abadi bisa ditangani.


Dewa Surgawi dan Dewa Langit segera memerintahkan kepada para tetua Kuil Alam Kudus untuk memulihkan kehancuran ini. Kemudian, mereka segera mencari keberadaan Dewa Abadi, mereka berdua membagi tugas.


Dewa Langit mencari keberadaan Dewa Abadi di Laniakea Super Cluster. Sedangkan Dewa Surgawi mencari ke Galaksi Pengadilan Jagat Raya...

__ADS_1


__ADS_2