God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Gua Terlarang.


__ADS_3

Bab 26. Gua Terlarang.


Menuju ke wilayah Dragon Nibiru dari arah Kerajaan Phoniex Es, harus melewati lembah dan pegunungan yang membatasi kedua wilayah tersebut.


Saat ini, Dewa Binatang tidak terbang, dia berjalan sambil menikmati keindahan alam wilayah Kerajaan Phoniex Es. Sesekali saat serangga pelacak lewat, dia dengan mudah menghancurkannya.


Karena berjalan, ketiga wanita itu bisa menyusul dan ikut berjalan. Mereka bernafas lega melihat sosok pria yang telah menjadi idamannya.


Segera Twins Ice berbicara dengan nada sangat menyesal, "maafkan aku!"


Dewa Binatang tersenyum sambil membelai rambut Twins Ice, dia berkata, "kamu tidak salah, hanya waktu yang kurang tepat! Aku harap, pengorbananmu tidak sia-sia dan bisa menyadarkan mereka."


Twins Ice tertunduk diam, dia tidak menyangka Dewa Binatang berhati mulia walaupun telah mendapatkan perlakuan diskriminasi dari ayahnya yang seorang penguasa di Bird Nibiru.


Seorang penguasa berprilaku buruk merupakan tindakan memalukan dan mencoreng nama baik semua orang yang berada di dalam satu wilayah. Namun mau bagaimana lagi, di Planet Nibiru banyak ras yang memiliki kebencian terhadap manusia, dan Twins Ice tidak mungkin merubahnya.


Perkataan Dewa Binatang juga sesuai harapannya, berharap pengorbanannya merubah kebencian semua ras terhadap manusia. Zyila Miralen dan Astrella Xiosien juga berharap sama, tapi mereka juga tidak bisa berbuat banyak merubah segalanya.


Setelah ucapan Dewa Binatang, tidak ada lagi pembicaraan, semuanya dalam kontemplasi dipikirannya. Saat ini mereka memasuki jurang sebelum melewati pegunungan.


"Kita akan bermalam di gua itu," kata Dewa Binatang saat hari menjelang malam, dia melihat ada gua yang cocok untuk bermalam.


"Ayo, kita cari persediaan makanan untuk malam ini!" ajak Twins Ice kepada kedua rekannya, dia ingin memasak yang lezat untuk Dewa Binatang sebagai ucapan terima kasih.


Ketiga wanita itu segera memisahkan diri dari Dewa Binatang. Sedangkan Dewa Binatang sendiri memasuki gua. Gua ini cukup dalam, diperkirakan sedalam 27 kilometer, lebar bibir gua setinggi 8 meter, dinding-dindingnya terbuat dari bebatuan Aragonit.


Aroganit adalah mineral karbonat, mineral kristal belah ketupat dari kalsium karbonat. Kolom kristal berbentuk jarum; ada Aragonit yang bentuk berserat, bulat, seperti kulit kayu, berwarna kuning kecoklatan, dan bergigi bercabang. Umumnya, perubahan warna terutama disebabkan oleh kandungan besi.


Saat Dewa Binatang masuk ke gua, di dalam tampak bersih dan sepertinya ada penghuninya, bahkan tidak ada satupun kotoran binatang kelelawar penghuni gua.


Dewa Binatang sedikit terkejut karena Mata Langitnya tidak mampu melihat ujung gua, seakan-akan ada energi tak kasat mata yang menghalangi pandangannya. Karena penasaran, dia segera masuk lebih dalam tanpa menunggu ketiga wanitanya.


"Sesuatu seperti inilah yang membuat aku suka," gumamnya yang sudah lama tidak menemukan tantangan seperti saat ini.

__ADS_1


Dewa Binatang menyukai sesuatu yang berbau misteri dan teka-teki, apalagi menyangkut misteri dan sains. Sering kali dia menemukan jalan misteri yang sulit diketahui oleh siapapun. Dan setiap misteri yang berhasil diungkap, selalu dipendam di dalam hati karena tidak baik jika diketahui pihak luar


Semakin dalam memasuki gua, ukurannya juga semakin besar dan tinggi dengan struktur dinding yang sama, tetap tidak ada kotoran burung maupun binatang lainnya.


Ketika kedalam mencapai 409 meter, Dewa Binatang melihat cahaya kemerahan seperti obor, tampaknya ada penghuninya. Setibanya di lokasi yang terang, dia sedikit terkejut karena cahaya itu berasal dari Batu Cahaya.


Ada satu Batu Cahaya berukuran besar, berada di tengah kolam. Selain itu banyak stalagmit dan stalaktit yang panjangnya hampir menyentuh tanah, dan warnanya bening seperti kristal. Air kolam sangat jernih dan dalam sehingga terlihat jelas dasarnya, banyak ikan seukuran dua lengan orang dewasa.


Ada jenis ikan yang aneh, bagian kepalanya seperti memiliki ekor yang ujungnya mengeluarkan cahaya hijau, ukurannya sebesar binatang kambing, ada juga ikan yang mengerikan, giginya ada ribuan dan badannya berbentuk seperti karang, ukurannya terkecil sebesar kucing.


Di belakang Batu Cahaya ada lorong bercabang tiga dan sangat gelap. Karena adanya tiga jalur, Dewa Binatang mengurungkan niat untuk menjelajahi gua karena ketiga wanitanya belum kembali.


"Tahu jika di dalam gua ada sumber makanan, tidak perlu mereka mencari makanan di luar," gumamnya sambil memilih ikan yang akan dibakar.


"Mungkin mereka tahu tentang gua ini," ucapnya dan menemukan ikan yang terlihat enak dagingnya.


Dengan kemampuan Telekinesis, Dewa Binatang menarik ikan pilihannya. Setelah ikan tersebut keluar dari dalam air, tiba-tiba berubah menjadi transparan. Saat disentuh oleh Dewa Binatang, ikan tersebut meledak.


Seluruh wajah Dewa Binatang terkena lendir yang berasal dari ledakan tubuh ikan. Dengan lengan kiri dan kanan, dia membersihkan wajahnya yang terkena lendir ikan.


Lalu dia melihat ikan berwarna keperakan pada sisiknya dan sirip berwarna merah, terlihat enak jika dipanggang. Seperti sebelumnya, dia menggunakan telekenisis untuk menarik ikan dari dalam air, namun kali ini secara perlahan.


Setelah keluar dari dalam air secara perlahan, ikan tersebut tidak berubah warna tetap berwarna keperakan. Tidak ingin kejadian sesaat lalu terulang, Dewa Binatang mengeluarkan pedang biasa dan digunakan untuk menyentuh ikan. Dan ternyata ikan tersebut tidak meledak.


Merasa aman, dia segera menarik ikan tersebut agar lebih dekat. Ketika dalam jangkauan tangan, dia memegang kepala ikan dan berniat untuk membersihkannya.


Boom...


Kembali ikan meledak saat disentuh oleh Dewa Binatang, wajahnya kembali terkena lendir ikan.


"Kampret benar ini ikan!" sungutnya sambil membersihkan wajah.


Akhirnya dia tidak lagi berminat untuk memanggang ikan. Dewa Binatang berjongkok di pinggir kolam, lalu menyentuh permukaan air, terasa hangat seperti air rebusan, dan membuatnya ingin mandi.

__ADS_1


Sebelum masuk ke dalam kolam dan karena tidak ingin mengalami sesuatu, dia mengeluarkan ayam hidup dari dalam Dunia Jiwa, lalu melemparkannya ke dalam kolam.


Seketika ikan-ikan berebut ayam hidup yang meronta-ronta ingin keluar dari kolam. Dalam sekejap mata, ayam tersebut habis dimakan ikan, bahkan bulunya tidak tersisa.


"Ikan berbahaya bagi manusia biasa," gumamnya dan meletakkan telapak tangan di permukaan air, dia berniat membunuh semua penghuni kolam.


"Jangan lakukan, Dewa!"


Tiba-tiba suara wanita keluar dari tiga jalur lorong yang mencegah Dewa Binatang. Dia sedikit kaget karena sudah menduga jika gua ada penghuninya, hanya saja suara wanita itu keluar dari tiga lorong secara bersamaan.


Yang membuat dia keheranan, wanita itu mengetahui dirinya sebagai Dewa Binatang, sungguh aneh karena hanya ketiga wanitanya yang tahu identitasnya.


Dewa Binatang berdiri, lalu dia bertanya, "siapa Anda?"


Wanita itu tidak menjawab dan membuat Dewa Binatang berjalan ke arah jalur lorong tengah. Setelah melewati Batu Cahaya, dia melihat 10 goresan terukir di bawah lorong tengah, goresan yang tidak diketahui apa artinya, demikian juga dengan dua jalur lorong yang memilki goresan, lorong kiri ada 11 goresan dan lorong kanan ada 4 goresan.


"Apakah Anda pemilik gua ini?" tanya Dewa Binatang sebelum masuk ke jalur lorong tengah.


"Benar. Dan terlarang bagi kaum pria!" jawab wanita itu yang suaranya keluar dari tiga lorong.


Dewa Binatang kebingungan dengan jawabannya. Jika terlarang bagi pria, kenapa dirinya masih baik-baik saja.


"Berarti aku sudah melanggarnya! Sebelum aku pergi, bagaimana Anda tahu jika aku adalah seorang Dewa?" tanyanya yang ingin tahu.


"Seseorang yang abadi bisa diketahui melalui auranya, pancaran pesona, kedalaman matanya yang telah melewati banyak zaman, dan banyak lagi. Itu mudah dikenali!" jawab wanita itu dan di anggukan kepala oleh Dewa Binatang.


"Berarti kamu juga seorang Dewi. Siapakah Anda!" tebakan Dewa Binatang dan diakhiri pernyataan yang sama.


Jika dirinya seorang Dewa mudah dikenali, maka si wanita itu juga seorang Dewi, sebab sesama orang abadi bisa mengetahui, pikir Dewa Binatang.


"Anda akan mengetahuinya setelah ketiga wanita di luar berada di sini. Untuk saat ini, Anda silakan keluar dan kembali lagi bersama ketiga wanita itu!" jawab wanita itu yang makin membuat Dewa Binatang penasaran.


Tiba-tiba Dewa Binatang melepaskan pukulan berenergi ke arah lorong tengah. Pukulannya mengeluarkan cahaya benderang dan masuk ke dalam lorong tengah. Namun, pukulannya tiba-tiba menguap setelah masuk beberapa meter.

__ADS_1


Dewa Binatang terkejut melihatnya dan melepaskan pukulan lagi. Namun, tiba-tiba keluar bola energi berwarna merah keluar dari lorong tengah. Dia segera menggeser tubuhnya ke kanan untuk menghindari serangan mendadak.


__ADS_2