
Bab 104. Loi Annchi.
Dewa Binatang dan 30 istrinya terbang menuju ke arah Samudera Obsidian. Setelah melewati pesisir pantai, mereka melihat tsunami setinggi 120 meter lebih menuju ke arahnya.
Qiaofeng segera bertindak dengan mengangkat Trisula Dewi Air. Dari trisula itu mengeluarkan cahaya dan dalam sekejap mata membekukan air tsunami. Air tsunami itu kini seperti tembok es raksasa yang membentang sejauh ribuan meter.
Dewa Binatang dan istrinya mampu menebus tembok es raksasa itu. Setelah dekat dengan pusat Samudera Obsidian, mereka mendarat di sebuah pulau tak bertuan, lalu melihat Dewa Samudera Obsidian menunggu Kesengsaraan Petir.
Dewa Api Phoniex, Raja Guang dan bawahannya melayang di udara, jarak mereka terpaut satu kilometer dari keberadaan Dewa Samudera Obsidian, dengan membentuk formasi melingkar untuk melindunginya.
Dewa Samudera Obsidian mengetahui muridnya yang berniat untuk melindungi saat akan menjalani Kesengsaraan Petir, dia mengembangkan senyuman hangat karena sudah lama tidak bertemu dengan muridnya.
"Muridku, kemari!" perintah Dewa Samudera Obsidian yang ingin mengobrol sebelum sejenak. Kemudian, dia menghilang aura kekuatannya agar muridnya bisa mendekat.
Air laut seketika menjadi tenaga kembali, tetapi awan hitam yang disertai petir masih berada di atas kepalanya. Awan hitam itu membentuk lingkaran yang sangat luas, tapi pusat petir di atas kepala Dewa Samudera Obsidian.
Dewa Api Phoniex tidak mengetahui jika sedang diawasi oleh Dewa Binatang dan 30 wanita. Itu dikarenakan Teknik Perubahan Wujud yang merubah mereka menjadi seperti udara.
Dewa Api Phoniex segera menghampiri gurunya dengan hati gembira. Kini, dia tidak lagi khawatir dengan siapapun, terutama pada sosok Dewa Binatang yang ditakutinya.
"Guru!" sapa Dewa Api Phoniex dengan sikap membungkuk sebagai bentuk penghormatan.
"Kekuatanmu tidak banyak perkembangan. Terakhir kali kita bertemu, masih berada di tingkat Half Omega level 50. Apa yang terjadi denganmu? Apakah ada kendala selama berkultivasi?" tanya Dewa Api Phoniex yang peduli dengan perkembangan muridnya.
Dewa Api Phoniex tersenyum masam sambil garuk-garuk kepala walaupun tidak gatal, dia seperti anak kecil dihadapan gurunya. Kekuatannya saat ini berada di level 79, naik 29 level saat terakhir bertemu dengan Dewa Samudera Obsidian.
"Itu dikarenakan kecerobohan saya sendiri guru. Saya terlalu banyak mentransfer kekuatan untuk boneka wayang (Roboman) yang jumlahnya ribuan. Oleh sebab itu, kekuatan saya menurunnya dari tingkat Half Omega level 30!" jawaban Dewa Api Phoniex.
"Kenapa repot-repot membuat boneka wayang?" selidik Dewa Samudera Obsidian.
Dewa Api Phoniex menghela nafas panjang karena malu jika harus mengungkapkan isi hatinya yang takut kepada Dewa Binatang, sosok yang jauh lebih muda darinya.
"Apakah Guru mendengar nama Dewa Binatang?" tanya Dewa Api Phoniex sebelum memberikan alasan mengapa kekuatannya berada di tingkat Half Omega.
"Kamu tahu aku sudah lama berkultivasi tertutup, jelas tidak tahu siapa dia. Dewa Binatang gelar yang absurd menurutku, apa dia berasal dari Ras Binatang?" jawab Dewa Samudera Obsidian dan menjadi penasaran dengan sosok yang dibicarakan.
Dewa Samudera Obsidian memang tidak mengetahui apapun yang terjadi di luar selama berkultivasi tertutup, sebab dia fokus untuk menghancurkan Hati Iblis yang menghalangi peningkatan kekuatannya.
Kembali Dewa Api Phoniex menghela nafas, lalu dia pun bercerita tentang Dewa Binatang, "ini berawal dari Alam Tianwu, di mana diselenggarakannya Konferensi Tianwu ...,"
"Singkatnya saja!" sela Dewa Samudera Obsidian yang malas mendengar cerita panjang.
"Maaf, Guru! Dia adalah manusia. Dia telah membunuh putraku, cucuku dan masih banyak lagi keturunanku yang mati ditangannya. Menurut informasi dari Kaisar Langit, kekuatannya terakhir setingkat True Omega. Memiliki jutaan binatang yang dijadikan pasukan. Yang menggelikan lagi, dia memiliki banyak istri yang jumlahnya jutaan. Karena ingin membalas dendam, ketika dia...,"
Dewa Api Phoniex menceritakan secara singkat, di mulai ketika melihat Bao Yaoyao yang terbunuh akibat konspirasi di dalam perebutan kekuasaan. Bao Yaoyao yang telah terbunuh dibangkitkan olehnya, lalu memberikan sedikit kekuatannya untuk membalas dendam.
__ADS_1
Kemudian, memberikan tugas kepada Bao Yaoyao untuk menikah dengan Dewa Binatang yang bereinkarnasi menjadi manusia di Bumi. Bao Yaoyao sebenarnya enggan menikah karena pernikahan yang menyebabkan dirinya mati termasuk seluruh keluarganya.
Berhubung Dewa Api Phoniex memberikan janji, yang mana setelah menikah dengan Dewa Binatang, akan mengajaknya ke Alam Suci, melatihnya hingga mencapai kekuatan tertinggi.
Tujuannya sangat sederhana, hanya ingin menyakiti hati Dewa Binatang. Dan memang, saat Dewa Binatang menjadi manusia biasanya, kehidupannya hancur karena ditinggal oleh Bao Yaoyao.
Setelah itu, Dewa Api Phoniex mengingkari janjinya kepada Bao Yaoyao, dengan mengurung istri Dewa Binatang di dalam Pedang Penguasa Api.
Dewa Api Phoniex tidak menceritakan tentang keunikan garis darah milik Bao Yaoyao, dia khawatir Dewa Samudera Obsidian akan merebutnya.
Dewa Binatang dan istrinya mendengar obrolan mereka berdua. Cerita Dewa Api Phoniex tidak sesuai dengan kenyataan, walaupun ada sebagian yang benar.
"Yang menjadi pertanyaanku, ketika kamu dalam keadaan lemah, kenapa dia tidak segera mengekstrak tubuhmu?" tanya Dewa Binatang kepada Bao Yaoyao yang ikut.
"Karena aku memiliki setetes darah milikmu, darahmu inilah yang melindungiku selama ini!" jawab Bao Yaoyao sambil tersipu malu karena mencuri darah Dewa Binatang saat menjadi manusia biasa di Bumi.
"Kamu ambil waktu aku ditembak oleh Mr. Pho, kan?" Dewa Binatang masih teringat jelas masa lalunya menjadi manusia.
Waktu itu, dia memang tidak ingat jika darahnya memiliki kemampuan hebat, darah seorang Dewa. Berkat darahnya, Dewa Api Phoniex tidak bisa membunuh Bao Yaoyao.
Bao Yaoyao terkurung di dalam Pedang Penguasa Api, sebab Dewa Api Phoniex menggunakan tipu muslihat sehingga bisa terjebak. Hingga saat ini, Dewa Api Phoniex masih mencari cara untuk menghapus darah milik Dewa Binatang.
Seandainya berhasil menghapus darah milik Dewa Binatang, maka Dewa Api Phoniex bisa mengekstrak tubuh Bao Yaoyao yang mampu meningkatkan kekuatan melebihi dahulu.
Oleh sebab itu, karena keyakinan akan menemukan cara, maka dia mentransfer kekuatan kepada Roboman untuk menjaga hartanya, dan juga dijadikan sebagai pasukan untuk menghadapi Dewa Binatang.
Atas saran Kaisar Langit, satu-satunya cara adalah meminta kepada Dewa Binatang untuk menghapus darahnya. Jelas Dewa Api Phoniex tidak mungkin meminta kepada Dewa Binatang, sama saja bunuh diri namanya.
"Benar!" jawab Bao Yaoyao.
Dewa Binatang tersenyum dan kembali fokus mendengar pembicaraan antara guru dan murid.
"Manusia menjadi Dewa Binatang? Apakah Kitab Suci yang mengesahkan gelarnya sudah kehilangan akal sehat!" cemoohan Dewa Samudera Obsidian yang tidak habis pikir kenapa manusia memiliki gelar Dewa Binatang yang seharusnya dimiliki oleh Ras Binatang.
"Entahlah Guru, saya juga heran kepada Kitab Suci!" sahut Dewa Api Phoniex sambil melihat ke langit.
"Menjauh-lah, sudah waktunya aku menjalani Kesengsaraan Petir!" perintah Dewa Samudera Obsidian yang sudah menunggu kedatangan Kesengsaraan Petir.
"Untuk masalahmu ini, aku pasti membantumu!" lanjutnya setelah mengetahui permasalahan muridnya ini.
"Semoga sukses untuk melewati Kesengsaraan Petir. Saya yakin Guru mampu menahan bencana petir ini!" harapan Dewa Api Phoniex dan di anggukan kepala oleh Dewa Samudera Obsidian.
Setelah memberikan hormat, dia menjauhi gurunya. Setelah jauh, dia menyeringai lebar. Entah apa yang dipikirkan oleh Dewa Api Phoniex...
Dari 30 wanita yang mengikuti Dewa Binatang, di antara mereka ada Loi Annchi yang berasal dari Ras Thunderbird.
__ADS_1
"Suami, aku akan ganggu dia dengan mengambil esensi dari Kesengsaraan Petir," kata Loi Annchi sambil melihat suaminya dengan tatapan penuh kasih.
Petir adalah makanan bagi Loi Annchi, juga bisa meningkatkan kekuatan dalam mengeluarkan petir ketika digunakan untuk bertarung.
"Jangan ambil semua. Berikan sedikit saja untuknya agar seimbang melawan saudarimu!" peringatan Dewa Binatang yang ingin memberikan kesempatan kepada Qiaofeng yang ingin menguji kemampuannya dalam mengendalikan elemen air.
"Jarang-jarang mendapatkan kesempatan ini!" imbuh Qiaofeng agar Loi Annchi tidak serakah.
Selama ini, semua istri Dewa Binatang selalu berlatih tarung dengan suami dan juga saudari-saudarinya. Latihan itu kurang menantang karena tidak mengalami langsung rasanya hidup dan mati seperti saat bertarung sungguhan.
Bertarung antara hidup dan mati akan meningkatkan pengalaman, hal penting di masa depan ketika terjadi Peperangan Global.
"Aku paham!" jawab Loi Annchi dan segera menjadi Thunderbird, lalu melesat ke arah langit...
Di langit, tepatnya di atas kepala Dewa Samudera Obsidian, muncul lubang seperti pusaran angin. Di dalam lubang itu muncul Gate Ancient Lightning Gerbang istana.
Melihat itu, Dewa Binatang dan istrinya tidak keheranan sebab tahu. Khususnya bagi Dewa Binatang yang sudah pernah melihat dan masuk kedalam beberapa kali.
Tetapi, bagi Dewa Samudera dan Dewa Api Phoniex yang baru pertama kali melihat Gate Ancient Lightning, wajah mereka berbeda-beda. Jika Dewa Api Phoniex terlihat gelisah serta rasa iri hati, berbeda dengan Dewa Samudera Obsidian yang sangat senang dengan kemunculan Gate Ancient Lightning.
kemunculan Gate Ancient Lightning menandakan jika ada seseorang jenius yang akan naik level. Walaupun usia Dewa Samudera Obsidian telah mencapai jutaan tahun, dia tergolong masih sangat muda bagi setingkat Dewa.
Penampilannya yang tua memang disengaja, padahal dia abadi. Sengaja tidak membuat tampilan muda agar menambah kesan seorang ahli yang sangat berpengalaman.
Kemudian, dari Gate Ancient Lightning keluar petir yang menyerupai binatang Naga, lalu disusul suara petir yang menggelegar keras dan hampir seperti raungan Naga.
Kesengsaraan Petir itu disaksikan oleh banyak orang yang berada di Galaksi Arcadia, ada yang ketakutan, tapi ada pula yang berdecak kagum melihat untuk pertama kali.
Dewa Samudera Obsidian mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menahan serangan Kesengsaraan Petir, di mana Naga Petir telah menukik ke arahnya.
Anehnya, Naga Petir itu tiba-tiba membentur sesuatu. Dewa Samudera Obsidian melihat sekelebat burung besar berwarna hitam yang tampak melindunginya. Kemudian, setelah benturan itu, tubuh Naga Petir menyebar dan sebagian serat-serat petir mengarah kepadanya.
"Langit benar-benar melindungiku!" seruan Dewa Samudera Obsidian yang mengira sekelebat burung besar itu utusan dari Alam Semesta untuk melindunginya.
Lalu dia merentangkan kedua tangannya untuk menerima pembaptis petir. Dia tidak tahu jika Loi Annchi menyerap esensi dari petir, dan hanya memberikan sedikit esensi.
Mendengar perkataan Dewa Samudera Obsidian, Dewa Binatang dan istrinya tertawa karena kebodohannya.
"Langit yang mana melindunginya!" gurauan si Poppy setelah menertawakan Dewa Samudera Obsidian.
Gate Ancient Lightning mengeluarkan Naga Petir sebanyak sembilan kali, dan Loi Annchi selalu menyerap esensi dari petir dan memberikannya sedikit kepada Dewa Samudera Obsidian...
Selama Kesengsaraan Petir, waktu berlangsung selama hampir dua hari. Selama itu, banyak penduduk Galaksi Arcadia telah berada di dalam markas sementara.
"Semakin kamu kuat, itu juga keuntunganku!" batin Dewa Api Phoniex sambil melihat gurunya yang hampir selesai menjalani Kesengsaraan Petir.
__ADS_1
Dia belum tahu apa yang sedang terjadi di wilayahnya, yang mana secara diam-diam banyak rakyat meninggalkan wilayah Kerajaan Arcadia...