God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Alam Kudus.


__ADS_3

Bab 212. Alam Kudus.


Menghadapi armada kapal angkasa lawan yang banyak, sebenarnya mampu diatasi dengan mudah oleh Dewa Abadi. Namun, dia tidak melakukannya karena ingin memberikan latihan nyata kepada semua istri dan anak-anaknya.


Dengan adanya latihan nyata ini, akan semakin menambah pengalaman bertarung diantara hidup dan mati. Tanpa adanya pertarungan nyata, potensi yang tersembunyi sulit untuk dikeluarkan.


Jika dibandingkan dengan peperangan di Medan Perang Samudera Hitam, musuhnya kali ini jelas lebih kuat, juga menggunakan teknologi canggih modern. Semakin kuat lawannya, hal ini juga semakin bagus untuk latihan bagi keluarga besarnya.


Dewa Abadi tidak mengeluarkan pasukannya dalam menghadapi lawan ini, sebab ia ingin tahu seberapa besar kemampuan istri dan anaknya dalam menghadapi lawan.


Yu Menghao jelas panik karena Stealth Spaceship berjatuhan, kalah dalam hal kecanggihan dan kecepatan. Sebelum benar-benar dikalahkan, dia segera memerintahkan pasukan infanteri untuk mendukung Stealth Spaceship.


Dewa Abadi melihat pintu hanggar kapal induk luar angkasa pihak musuhnya terbuka, lalu keluar pasukan infanteri berlapis baja (manusia robot), memadukan kekuatan spiritual dan teknologi. Dia dan istrinya tidak heran karena pernah melihatnya di Planet Nibiru.


Perbedaannya, pasukan infanteri robot ini jelas lebih kuat. Rata-rata kultivator yang mengenakan zirah perang robot berada di tingkat True Delta. Jumlahnya mencapai lebih dari 3 juta prajurit robot.


Pasukan robot kultivator itu melesat ke arah Antimatter Bomb Spaceship. Walaupun tahu jika pihaknya kalah dalam jumlah, Dewa Abadi tetap tenang karena hal ini justru yang ditunggu-tunggu untuk meningkatkan tekanan bagi istri dan anak-anaknya.


Semua Antimatter Bomb Spaceship mengaktifkan proyektor pelindung ketika pasukan robot kultivator menyerang. Ledakan keras menggelegar di luar angkasa. Kedua belah pihak saling menyerang dan menghindar.


"Suami, kita kalah jumlah, apakah tidak mengeluarkan pasukan kita?" interupsi dari Shimo Mei Yin saat melihat Antimatter Bomb Spaceship kewalahan menghadapi serangan lawannya, dia ingin segera menyelesaikan peperangan ini.


Tanpa banyak bicara, Dewa Abadi menghilang dan muncul di luar Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama. Kemudian, dia memejamkan mata dan muncul lubang hitam di belakangnya.


Dari lubang hitam itu keluar banyak orang yang mengenakan zirah perang bersayap berwarna hitam, dan itu adalah Pasukan Delta. Sesuai dengan namanya, pasukannya ini memiliki kekuatan tingkat True Delta.


Dewa Abadi dan istrinya mengklasifikasikan setiap kekuatan pasukannya. Di atas Pasukan Delta, adalah Pasukan Resonance yang mengenakan zirah perang perak, dan terakhir adalah Pasukan Omega yang mengenakan zirah perang emas.


Pasukan Delta dipimpin oleh Ceng Fu sebagai jenderal, membawahi satu juta prajurit. Dia segera mengatur pasukannya sesuai dengan latihan bertahun-tahun di dalam Dunia Jiwa. Melihat lawan yang mudah dikenali, Ceng Fu dan keempat perwiranya segera bergerak terlebih dahulu dan disusul oleh pasukannya yang menyebar.


Pasukan Delta yang mengenakan zirah perang bersayap jelas lebih unggul dalam hal kecepatan daripada Pasukan Robot Kultivator. Kedatangan bala bantuan membuat pilot Antimatter Bomb Spaceship bersemangat.


Yu Menghao kembali gelisah karena lawannya selalu memberikan kejutan. Dia dan personilnya melihat Pasukan Robot Kultivator berjatuhan, Stealth Spaceship sudah dikalahkan. Armada kapal angkasa malah terlebih dahulu dihancurkan oleh lawan.


"Perintahkan semua pasukan untuk mundur!" perintah Marsekal Besar Yu Menghao kepada personil kapal induk luar angkasa.


Dewa Abadi yang telah kembali ke dalam Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama, melihat pasukan lawan yang kembali ke dalam kapal induk, segera memerintahkan kepada semua pasukannya untuk mengejar, dan menargetkan kapal induk lawan.


Kapal induk luar angkasa itu mengeluarkan proyektor pelindung ketika diserang oleh Antimatter Bomb Spaceship dan Pasukan Delta. Sambil menunggu semua Pasukan Robot Kultivator masuk, perlahan kapal induk melaju dengan niat untuk kabur.

__ADS_1


Sayangnya, Antimatter Bomb Spaceship dan Pasukan Delta menghujani serangan ke arah Pasukan Robot Kultivator, dan juga menembak pintu hanggar kapal induk.


Kapal induk tidak berdiam diri, melepaskan tembakan laser berkecepatan tinggi ke targetnya. Akan tetapi, targetnya selalu saja mampu menghindari serangannya. Jikalau pun terkena tembakan laser, selalu membentur proyektor pelindung.


Marsekal Besar Yu Menghao akhirnya keluar dari ruang utama kendali kapal induk untuk menyelamatkan Pasukan Robot Kultivator, dia bersama dengan para perwiranya.


"Biarkan aku yang tangani!" ucap Shimo She Meili yang segera menghilang dan muncul di tidak jauh dari lokasi Yu Menghao.


Yuna Aurora yang menjadi pilot Antimatter Bomb Spaceship, segera mengikuti Shimo She Meili. Karena Shimo Aurora putrinya yang selalu menjadi pesaing berat dalam mencari perhatian suaminya, dia melepaskan harga diri sebagai seorang ratu karena tidak ingin dikalahkan oleh putrinya.


Sebenarnya, semua istri Dewa Abadi mampu mengalahkan musuhnya ini karena unggul dalam hal basis kultivasi. Namun, karena khawatir akan keselamatan putrinya, maka mereka harus melindunginya dengan menjadi pilot Antimatter Bomb Spaceship. Selain itu, mereka juga membutuhkan pengalaman dalam menggunakan teknologi baru.


Yu Menghao segera menyerang Shimo She Meili, namun Yuna Aurora terlebih dahulu menyerangnya dari arah atas. Tubuhnya melesat ke bawah, dan segera disambut oleh pukulan dari Shimo She Meili.


Boom...


Tinju dari Shimo She Meili dengan telak mengenai Yu Menghao, seketika tubuhnya hancur berkeping-keping. Sebagai Marsekal Besar, kekuatan Yu Menghao yang berada di tingkat True Resonance jelas bukan lawan dari tingkat Hyper Omega.


Sedangkan Yuna Aurora dan Shimo She Meili hanya mengeluarkan satu persen dari kekuatannya untuk mengalahkan Yu Menghao.


Boom...


Ledakan hebat ketika kapal induk luar angkasa tidak mampu menahan serangan dari Antimatter Bomb Spaceship dan Pasukan Delta. Namun, ada puluhan prajurit robot kultivator yang berhasil melarikan diri, tetapi tidak dikejar oleh Pasukan Delta.


"Semuanya kembali dan sterilkan diri!" perintah Dewa Abadi sambil membuka lubang hitam menuju ke Dunia Jiwa.


Segera, semua Antimatter Bomb Spaceship dan Pasukan Delta masuk ke dalam lubang hitam besar, tersisa Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama. Di dalam Dunia Jiwa, semua Pasukan Delta memasuki kubah isolasi, demikian juga dengan perlengkapan perang yang disterilkan. Antimatter Bomb Spaceship juga segera disterilkan oleh para mekanik.


Dewa Abadi segera masuk ke dalam Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama bersama dengan Shimo She Meili, Yuna Aurora dan Qin Diao Chin. Mereka melaju kencang ke arah Alam Kudus yang telah diketahui titik koordinatnya.


Saking luasnya Observable Universe, menuju ke Alam Kudus membutuhkan waktu satu bulan kecepatan cahaya untuk sampai di wilayahnya. Dalam perjalanan, Dewa Abadi melihat banyak planet yang sangat mirip dengan geografis alam Bumi, namun lebih subur dan kaya akan sumber daya alamnya.


Di planet-planet itu banyak kultivator, tetapi kekuatannya tertinggi berada di tingkat True Omega, dan jumlahnya tidak banyak, satu planet dikuasai oleh kultivator tingkat True Omega.


"Kapan-kapan kita kunjungi setiap planet di Observable Universe!" keinginan Yuna Aurora sambil melihat planet yang tidak diketahui namanya.


"Planet-planet itu adalah ladang kekayaan bagi Alam Suci!" ungkap Shimo Lihua.


Planet-planet di Observable Universe seperti halnya sebuah kebun, akan dipanen pada saat umur lebih dari 5 milir tahun, alias dihancurkan oleh pihak Alam Kudus. Sedangkan penghuninya akan dipanen saat kekuatan mencapai puncak True Omega.

__ADS_1


Sedangkan untuk penghuninya yang tidak berkultivasi, akan dipanen ketika usianya mencapai angka maksimal 250 tahun, dan minimal 75 tahun. Dengan kata lain, meninggalkan dunia sewajarnya.


Semua kehidupan di planet-planet itu ditentukan oleh pihak Kuil Alam Kudus, selalu dipantau dan dijadikan bahan uji coba. Dan ini selalu terjadi berulang-ulang, seperti yang terjadi di Planet Bumi. Akan ada masa setiap 2.000 tahun zaman akan diulang (di restart).


"Kebun binatang," kata Dewa Abadi yang paham maksud perkataan Shimo Lihua.


Metode pengulangan biasanya terjadi bencana alam besar yang melanda seluruh planet, dan membuat banyak kehidupan meregang nyawa. Dan itulah panen raya bagi pihak Alam Kudus, itu baru satu planet. Sedangkan di Observable Universe terdapat jutaan planet seperti Bumi dan miliaran planet baru terbentuk.


Sedangkan di Alam Jagat Raya terdapat banyak galaksi tak bernama yang juga dihuni berbagai ras. Seperti yang pernah dikatakan oleh Dewa Pemelihara, "kita hanya setitik debu di alam semesta yang luas!"


Planet-planet itulah yang membuat para Dewa di alam semesta mampu meningkatkan kekuatannya. Mereka akan meningkatkan kekuatannya sampai mampu meraih langit. Dan kehidupan seperti kultivator, percaya atau tidak percaya, hanya sebagai pupuk menyuburkan tanah. Pupuk yang berkualitas tergantung perilaku semasa hidupnya.


Yang tidak disadari oleh kultivator, tujuan utamanya meningkatkan kekuatan agar tidak terbelenggu oleh pengaturan para dewa di Alam Kudus. Jika mereka mengetahui hal ini, jelas akan berusaha untuk keluar dari planet sebelum waktunya di restart...


Akhirnya Alam Kudus mulai terlihat. Saat dekat, Dewa Abadi segera memasukkan semua istri beserta Antimatter Bomb Spaceship generasi pertama ke dalam Dunia Jiwanya. Dia segera berubah wujud gas luar angkasa dan melesat ke arah tujuannya.


Sebelum masuk ke atmosfer Alam Kudus, Dewa Abadi berhenti untuk melihat geografis alamnya, benar-benar masih alami. Penghuninya tergolong berukuran besar, termasuk manusianya.


Luasnya Alam Kudus jelas lebih besar dari Alam Suci, seratus kali lipat besarnya. Tentang kesuburan akan oksigen dan Energy Primordial, tidak perlu dikatakan lagi. Berkat Energy Primordial inilah setiap penghuninya dengan cepat meningkat kekuatan dan berukuran besar.


Tentang waktu, sama halnya dengan Alam Suci, hanya ada konsep siang dan malam. Di Alam Kudus, 9 matahari terlihat lebih jelas dan mengelilinginya. Walaupun begitu, panasnya 9 matahari tidak membuat kehidupan di Alam Kudus merasakan panas, justru sebaliknya, udara sejuk dan segar.


Dewa Abadi yang masih berada di luar atmosfer Alam Kudus merasakan nyaman tinggal di tempat ini, ia melihat jutaan air terjun, danau besar dan kecil, sungai dengan air bening dan berwarna. Semua kehidupan di Alam Kudus terlihat begitu damai.


Saking luasnya Alam Kudus, masih banyak wilayah yang tidak terjamah oleh tangan manusia bergaris darah Yin Yang dan Super Human. Jumlah pegunungan yang menjulang tinggi tak terhitung dan tidak bernama.


Namun ada beberapa wilayah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Dewa Abadi, dan wilayah-wilayah itu dikuasai oleh empat keluarga besar, yaitu Tian, Zhi, Guan, dan Yu.


Setiap keturunan dari keempat keluarga itu yang tidak murni alis bercampur, maka dilarang untuk menggunakan nama dari keempat keluarga besar itu. Alhasil, banyak nama-nama marga bermuculan tanpa ada lagi hubungan dengan induknya.


Dan, ada aturan keras yang tidak boleh dilanggar, yaitu dilarang mendirikan suatu pemerintahan. Yang ada hanya ada empat kerajaan, dan semua garis keturunan tidak murni harus tunduk kepada keempat kerajaan.


Ada banyak aturan keras di Alam Kudus, saat ini Dewa Abadi belum mengetahuinya. Yang mengejutkannya, ketika ingin melihat lebih detail setiap penghuni dari keempat kerajaan itu, Mata Surgawi-nya seakan-akan diblokir oleh energi tak kasat mata.


Dewa Abadi melihat beberapa bangunan yang mencolok perhatiannya, salah satunya adalah Kuil Alam Kudus yang dibangun di tengah empat perbatasan wilayah kerajaan. Selain Kuil Alam Kudus ada juga beberapa bangunan yang menarik perhatiannya.


Karena Mata Surgawi-nya tidak bisa dimaksimalkan, Dewa Abadi memutuskan untuk masuk ke dalam atmosfer Alam Kudus. Ketika masuk, tubuhnya terasa sangat berat, kepalanya tiba-tiba menjadi sangat pusing, dan matanya menjadi buram.


Dia melesat ke tanah dengan sangat cepat karena medan gravitasinya melebihi batas kemampuannya, lebih kuat dari apa yang dialami saat berada di dalam Pagoda Berlian, dan...

__ADS_1


Boom...


Dewa Abadi menghantam tanah dengan sangat keras hingga menciptakan kawah. Sebelum memejamkan mata, dia bergumam, "sialan, aku... Dijebak!"


__ADS_2